Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGOLAHAN TANAH Usaha manusia memanipulasi fisik tanah secara mekanik untuk dijadikan medium yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGOLAHAN TANAH Usaha manusia memanipulasi fisik tanah secara mekanik untuk dijadikan medium yang baik untuk pertumbuhan tanaman."— Transcript presentasi:

1 PENGOLAHAN TANAH Usaha manusia memanipulasi fisik tanah secara mekanik untuk dijadikan medium yang baik untuk pertumbuhan tanaman

2 Ada Dua Kelompok Ilmuwan 1. Kondisi – kondisi tanah agaimana yang cocok untuk pertumbuhan 2. Bagaimana cara terbaik pengolahan tanah

3 Perbedaan pandangan 1. Pengolahan tanah seharusnya memperbaiki tersedianya (availability) air dan udara dalam tanah 2. Membajak yang dalam dapat meningkatkan hasil yang lebih tinggi Pendekatan dua kelompok - Merubah strktur tanah - Merubah strktur tanah - mematikan atau merusak gulma - mematikan atau merusak gulma

4 Hubungan pengolahan tanah dengan kegiatan selama udidaya tanaman Biaya umum Keuntungan Biaya Kegiatan lapang yg lain Hasil - Penyebaran benih - Pemupukan - Penagiran - Perlindungan tanaman - Panen Populasi Gulma Pengolahan Produksi Tanah Struktur tanah

5 Peranan Ilmu Pengetahuan Peranan Ilmu Pengetahuan Ekonomi Ekonomi Iklim Iklim + Tanaman + Alat- alat Sistem + Tanaman + Alat- alat Sistem Produksi Produksi Tanah Tanah Ilmu Pengetahuan Ilmu Pengetahuan

6 Perubahan TanahPerubahan Tanah - Sifat Fisik - Sifat Fisik - Sifat Mekanik - Sifat Mekanik - Sifat Kimia - Sifat Kimia - Sifat biologi - Sifat biologi

7 Macam Perubahan Macam Perubahan - Faktor dalam: - Faktor dalam: a. Berat tanah a. Berat tanah b. Mengembang dan mengkerut b. Mengembang dan mengkerut - Faktor Luar: - Faktor Luar: a. Pengairan a. Pengairan b. Pemupukan b. Pemupukan c. Penyiangan c. Penyiangan d. Iklim d. Iklim e. Pengolahan tanah e. Pengolahan tanah

8 Sifat fisik yang dipengaruhi pengolahan tanah - Agregasi tanah - Pemadatan tanah - Kandungan bahan organik

9 Macam Pengolahan Tanah - Pengolahan tanah sawah - Pengolahan tanah sawah - Pengolahan tanah kering - Pengolahan tanah kering -Pengolahan Pertama: pembajakan -Pengolahan Pertama: pembajakan -Pengolahan kedua: Penggaruan -Pengolahan kedua: Penggaruan

10 Peralatan Pengolahan Tanah Pengolahan Pertama Bajak singkal Bajak piringan Bajak Putar Bajak Pahat Bajak Tanah Bawah Pengolahan Pertama Garu piringan Garu sisir Garu bergigi per Garu khusus : pencacah gulma/ seresah, pemotong putar, penggembur tanah

11 Fallow Field (Starting Point)

12 Primary tillage operations

13 Hasil pengolahan pertama

14 Primary Tillage Implements Moldboard and Disc Plow

15 Primary Tillage Implements Offset and Chisel plow

16 Secondary tillage operations

17 After secondary working

18 Secondary Tillage Implements Tandem Disc

19 Secondary Tillage Implements Tine cultivator

20 Puddling using 4wd tractor

21 Puddling using a Hydro tiller

22 Puddled field prior to planting

23 Zero tilled field-chemical tillage

24 Sistem Pengolahan tanah: Sistem Pengolahan tanah: - Clean Tillage - Clean Tillage - Conservation Tillage - Conservation Tillage - Stubble – Mulch Tillage - Stubble – Mulch Tillage - Reduce Tillage/Minimum Tillage - Reduce Tillage/Minimum Tillage - No Tillage - No Tillage

25 Keunggulan Clean Tillage: Keunggulan Clean Tillage: - Mempermudah dan memperbaiki - Mempermudah dan memperbaiki pengendalian gulma pengendalian gulma - Mempermudah tanam - Mempermudah tanam - Memperbaiki aerasi pada daerah yang - Memperbaiki aerasi pada daerah yang terolah terolah - Meningkatkan infiltrasi dengan cara - Meningkatkan infiltrasi dengan cara penghancuran lapisan tanah keras,meningkatkan penghancuran lapisan tanah keras,meningkatkan ruang pori dan kekasaran permukaan tanah ruang pori dan kekasaran permukaan tanah - Meningkatkan mineralisasi oksigen karena proses penghancuran - Meningkatkan mineralisasi oksigen karena proses penghancuran bahan organik bahan organik - Mengurangi potensi erosi tanah oleh air dan angin - Mengurangi potensi erosi tanah oleh air dan angin - Mempercepat proses penanaman karena tanah yang terolah cepat menjadi kering - Mempercepat proses penanaman karena tanah yang terolah cepat menjadi kering

26 Stubble – Mulch Tillage Residu dijaga tetap berada pada permukaan tanah. Alat yang digunakan - Sweep - Blade - Mulch treader - Radweeder - Chisel

27 Tujuan pengolahan tanah minimum: Tujuan pengolahan tanah minimum: - Mengurangi energi mekanik dan - Mengurangi energi mekanik dan kebutuhan tenaga kerja dan biaya kebutuhan tenaga kerja dan biaya - Menjaga kerusakan tanah - Menjaga kerusakan tanah - Menjaga kelembaban dan mengurangi - Menjaga kelembaban dan mengurangi erosi tanah erosi tanah - Mengoptimumkan kondisi tanah dengan - Mengoptimumkan kondisi tanah dengan mengolah sebatas yang diperlukan mengolah sebatas yang diperlukan - Mengurangi jumlah lalul lintas kendaraan - Mengurangi jumlah lalul lintas kendaraan pertanian dilapangan yang menyebabkan pemadatan pertanian dilapangan yang menyebabkan pemadatan

28 Cara yang digunakan: Cara yang digunakan: - Mengurangi frekuensi pengolahan tanah - Mengurangi frekuensi pengolahan tanah - Pengolahan tanah dengan cara dangkal - Pengolahan tanah dengan cara dangkal - Pengolahan tanah sebatas pada - Pengolahan tanah sebatas pada perakaran tanaman perakaran tanaman - Pengolahan tanah dengan kombinasi - Pengolahan tanah dengan kombinasi alat (bajak dirangkai dengan garu atau garu alat (bajak dirangkai dengan garu atau garu dirangkai dengan alat tanam) dirangkai dengan alat tanam) - Pengolahan tanah dalam baris - Pengolahan tanah dalam baris

29 No Tillage sama dengan: No Tillage sama dengan: - Zerro tillage - Zerro tillage - Chemical fallow - Chemical fallow - Sod planting (penanaman dilahan - Sod planting (penanaman dilahan berumput) berumput) - Direct drilling (penanaman langsung) - Direct drilling (penanaman langsung)

30 No tillage dapat dilakukan pada: No tillage dapat dilakukan pada: - Tanah bertektur kasar atau tanah liat - Tanah bertektur kasar atau tanah liat yang mempunyai “self mulching” yang yang mempunyai “self mulching” yang biasanya mempunyai kandungan air biasanya mempunyai kandungan air tinggi pada saat panen tinggi pada saat panen - Tanah – tanah yang mempunyai sifat - Tanah – tanah yang mempunyai sifat tidak rentan terhadap pemadatan tidak rentan terhadap pemadatan - Tanah yang mempunyai internal drainase - Tanah yang mempunyai internal drainase yang baik yang baik - Tanah yang mempunyai aktivitas biologi yang baik - Tanah yang mempunyai aktivitas biologi yang baik - Tanah yang berkonsistensi remah - Tanah yang berkonsistensi remah

31 Keuntungan no tillage Keuntungan no tillage - Meningkatkan pengendalian erosi angin - Meningkatkan pengendalian erosi angin dan air dan air - Memperbaiki pengawetan air tanah - Memperbaiki pengawetan air tanah melalui penekana evaporasi atau melalui penekana evaporasi atau perbaikan struktur tanah perbaikan struktur tanah - Meningkatkan hasil tanaman yang - Meningkatkan hasil tanaman yang dibudidayakan dibudidayakan - Mengurangi input energi untuk pengolahan tanah - Mengurangi input energi untuk pengolahan tanah - Mengurangi jumlah tenaga kerja - Mengurangi jumlah tenaga kerja - mengurangi penyediaan alat dan penggunaan traktor - mengurangi penyediaan alat dan penggunaan traktor - Mengurangi suhu tanah pada musim kering - Mengurangi suhu tanah pada musim kering - Meningkatkan aktivitas mikroorganisme - Meningkatkan aktivitas mikroorganisme

32 Kerugian no tillage: Kerugian no tillage: - Berkurangnya residu pada tanah dan - Berkurangnya residu pada tanah dan lemahnya pengendalian weed dapat lemahnya pengendalian weed dapat menurunkan produksi menurunkan produksi - Mengurangi produksi pada tanah – - Mengurangi produksi pada tanah – tanah yang drainase dan aerasinya jelek tanah yang drainase dan aerasinya jelek - Rendahnya residu akan meningkatkan - Rendahnya residu akan meningkatkan pemadatan pada permukaan tanah dan pemadatan pada permukaan tanah dan memperkecil infiltrasi memperkecil infiltrasi - Meningkatkan penggunaan bahan – bahan kimia - Meningkatkan penggunaan bahan – bahan kimia - Menambah tenaga kerja - Menambah tenaga kerja - Meningkatkan defisiensi nitrogen karena rendahnya tingkat mineralisasi - Meningkatkan defisiensi nitrogen karena rendahnya tingkat mineralisasi - Rotasi tanaman terbatas sehingga mengurangi terjadinya perubahan pola tanam - Rotasi tanaman terbatas sehingga mengurangi terjadinya perubahan pola tanam

33 Pengolahan Tanah Sawah Pengolahan Tanah Sawah - Pembajakan: - Pembajakan: - Memecah massa tanah - Memecah massa tanah - Membalik tanah - Membalik tanah - Penggaruan: - Penggaruan: - Melumpurkan - Melumpurkan - Meratakan permukaan tanah - Meratakan permukaan tanah

34 Pelumpuran Pelumpuran Perubahan sistem fase tanah dari tiga Perubahan sistem fase tanah dari tiga fase (padat, cairan dan gas) menjadi fase (padat, cairan dan gas) menjadi dua fase (padatan dan cairan) dua fase (padatan dan cairan). Derajat Pelumpuran tergantung:. Derajat Pelumpuran tergantung: - Kadar air pada saat pengolahan tanah - Kadar air pada saat pengolahan tanah - Besarnya energi yang diberikan pada - Besarnya energi yang diberikan pada tanah tanah

35 Agregasi dan Stabilitas Agregat Agregasi dan Stabilitas Agregat Kualitas fisik tanah tergantung abilitas: Kualitas fisik tanah tergantung abilitas: - Pasir - Pasir - Lempung - Lempung - Liat - Liat - Bahan Organik - Bahan Organik

36 Agregasi Tanah Dipengaruhi : Agregasi Tanah Dipengaruhi : - Proses pembentukan tanah dari - Proses pembentukan tanah dari bahan induk bahan induk - Iklim - Iklim - Vegetasi - Vegetasi - Relief - Relief - Waktu - Waktu - Pengolahan Tanah - Pengolahan Tanah

37  Hasil Agregasi: - Baik : tanah menjadi gembur atau remah - Baik : tanah menjadi gembur atau remah - Jelek: - Jelek: - Proses perkecambahan terganggu karena - Proses perkecambahan terganggu karena permukaan tanah keras permukaan tanah keras - Infiltrasi tanah jelek - Infiltrasi tanah jelek - Menurunnya aerasi - Menurunnya aerasi - Menurunnya pergerakan air tanah - Menurunnya pergerakan air tanah - Membatasi pertumbuhan tanaman karena - Membatasi pertumbuhan tanaman karena pemadatan tanah. pemadatan tanah.

38 Hubungan Pengolahan tanah dengan Iklim Hubungan Pengolahan tanah dengan Iklim - Mengurangi run off - Mengurangi run off - Meningkatkan infiltrasi - Meningkatkan infiltrasi - Mengurangi evaporasi - Mengurangi evaporasi - Meningkatkan kemampuan menahan air - Meningkatkan kemampuan menahan air permukaan permukaan - Meningkatkan draenase - Meningkatkan draenase - Meningkatkan pencucian - Meningkatkan pencucian

39 Fungsi tanah berkaitan dengan produksi tanaman - Secara fisik mendukung pertumbuhan tanaman - Menyimpan dan menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman - Menyimpan dan menyediakan air untuk tanaman - Memungkinkan perubahan udara dalam daerah perakaran tanaman

40 Pengolahan tanah kering Pengolahan tanah kering - Terbentuknya agregat tanah - Terbentuknya agregat tanah - Terputusnya ruang pori kapiler tanah - Terputusnya ruang pori kapiler tanah - Tercampurnya bahan organik - Tercampurnya bahan organik - Menurunnya kekuatan tanah - Menurunnya kekuatan tanah - Menurunnya tegangan geser tanah - Menurunnya tegangan geser tanah

41 Diameter Massa Rerata (DMR) agregat Diameter Massa Rerata (DMR) agregat Tergantung pada: Tergantung pada: - Kandungan air saat pengolahan tanah - Kandungan air saat pengolahan tanah - Alat olah tanah yang digunakan - Alat olah tanah yang digunakan - Jenis tanah - Jenis tanah - Bahan organik - Bahan organik - Kecepatan pengolahan dan putaran implemen - Kecepatan pengolahan dan putaran implemen

42 Pemadatan tanah akibat: Pemadatan tanah akibat: - Berat tanah - Berat tanah - Perubahan iklim - Perubahan iklim - Beban roda alat dan mesin pertanian - Beban roda alat dan mesin pertanian - Injakan kaki manusia dan hewan - Injakan kaki manusia dan hewan

43 Pemadatan mengakibatkan: Pemadatan mengakibatkan: - Menurunkan nilai tahanan penetrasi - Menurunkan nilai tahanan penetrasi - Menurunnya tegangan geser - Menurunnya tegangan geser - Menurunnya bulk density - Menurunnya bulk density

44 Hasil olahan tanah kering Hasil olahan tanah kering - Distribusi Agregat tanah - Distribusi Agregat tanah - Profil /kekasaran permukaan tanah - Profil /kekasaran permukaan tanah - Kedalaman olahan - Kedalaman olahan - Kekuatan tanah - Kekuatan tanah - Tahanan penetrasi - Tahanan penetrasi - Tegangan geser - Tegangan geser

45 Sifat fisika tanah Sifat fisika tanah Partikel tanah Partikel tanah - Kerikil - Kerikil - Pasir - Pasir - Debu - Debu - Liat - Liat Tanah Terdiri dari: Tanah Terdiri dari: - Pori-pori - Pori-pori - Butiran tanah - Butiran tanah - Air tanah - Air tanah

46 Pengukuran Distribusi Agregat tanah hasil olahan: Pengukuran Distribusi Agregat tanah hasil olahan: 1. Van Bavel 2. Youker dan MC Guinnees (1956) dan Gardner’s (1956) 2. Youker dan MC Guinnees (1956) dan Gardner’s (1956) Dimana: Xi = diameter rata-rata agregat pada masing-masing Xi = diameter rata-rata agregat pada masing-masing ayakan ayakan Wi = prosentase berat agregat pada masing-masing Wi = prosentase berat agregat pada masing-masing ayakan ayakan

47 Distribusi Agregat Menurut Mazurak (1950) Distribusi Agregat Menurut Mazurak (1950) Dimana: X i = diameter rata-rata agregat pada X i = diameter rata-rata agregat pada masing-masing ayakan masing-masing ayakan W i = prosentase berat agregat pada masing- W i = prosentase berat agregat pada masing- masing ayakan masing ayakan

48 Distribusi Agregat Tanah menurut Distribusi Agregat Tanah menurut Kuewenhoven dan Kroesbergen (1986) Kuewenhoven dan Kroesbergen (1986)Dimana: A= % fraksi 40 mm A= % fraksi 40 mm B= % fraksi 40 – 20 mm B= % fraksi 40 – 20 mm C= % fraksi 20 – 10 mm C= % fraksi 20 – 10 mm D= % fraksi 10 – 5 mm D= % fraksi 10 – 5 mm E= % fraksi 5 – 2,5 mm E= % fraksi 5 – 2,5 mm F= % fraksi 2,5 – 1,25 mm F= % fraksi 2,5 – 1,25 mm

49 Menurut Hadas dan Wolf (1984) Menurut Hadas dan Wolf (1984) Dimana: Dimana: E = energi yang diberikan E = energi yang diberikan m dan n = konstanta regresi m dan n = konstanta regresi

50

51 Berat Isi Tanah Berat Isi Tanah Kerapatan Tanah Kerapatan Tanah

52 Angka Pori (Void Ratio) Angka Pori (Void Ratio) Vv = volume pori Vv = volume pori Vs = volume padatan Vs = volume padatan

53 Porositas Porositas Vv = volume pori Vv = volume pori VT = volume total VT = volume total

54 Dua Persamaan Diatas didapatkan Dua Persamaan Diatas didapatkan

55 Nilai Porositas Dapat Dimanipulasi sbb: Nilai Porositas Dapat Dimanipulasi sbb:

56 Kadar Air Tanah Kadar Air TanahDimana: Ww = berat air Ww = berat air Ws = berat tanah Ws = berat tanah

57

58 Batas Konsistensi Tanah: Batas Konsistensi Tanah: - Batas cair (liquid limit) - Batas cair (liquid limit) - Batas Plastis (plastic limit) - Batas Plastis (plastic limit) - Batas susut (shrinkage limit) - Batas susut (shrinkage limit) - Batas lengket (stiky limit) - Batas lengket (stiky limit) - Batas kohesi (cohesi limit) - Batas kohesi (cohesi limit)

59 Sifat Mekanika Tanah Sifat Mekanika Tanah - Gaya dan tekanan - Gaya dan tekanan - Strain dan stress - Strain dan stress - Tegangan geser (shear strength) - Tegangan geser (shear strength) - Penetrasi tanah - Penetrasi tanah - Tegangan luncur (sliding stress) - Tegangan luncur (sliding stress) - Pemadatan tanah - Pemadatan tanah - Daya dukung tanah (soil bearing capasity) - Daya dukung tanah (soil bearing capasity)

60 GAYA Tekanan GAYA Tekanan Intensitas gaya Intensitas gaya - Tegak lurus bidang - Tegak lurus bidang F = Gaya normal (N) F = Gaya normal (N) A = Luas bidang (m2) A = Luas bidang (m2)

61 Sejajar bidang Sejajar bidang V = gaya normal (N) V = gaya normal (N) A = Luas bidang (m2) A = Luas bidang (m2)

62 Strain dan Stress Strain dan Stress = regangan = regangan = deformasi (mm) = deformasi (mm) L = panjang awal (mm) L = panjang awal (mm)

63 Tegangan geser Tegangan geser = Koefisien gesek = Koefisien gesek N = Gaya normal N = Gaya normal F = Gaya gesekan F = Gaya gesekan

64 Tegangan geser Tegangan geser = Tegangan geser (Nm-2) = Tegangan geser (Nm-2) = Tegangan normal(Nm-2) = Tegangan normal(Nm-2) c’ = Kohesi tanah (Nm-2) c’ = Kohesi tanah (Nm-2) = Tegangan air pori (Nm-2) = Tegangan air pori (Nm-2) = Sudut gesekan dalam tanah (o) = Sudut gesekan dalam tanah (o)

65 Kekuatan geser yang sering digunakan Kekuatan geser yang sering digunakan = tegangan geser (Nm-2) = tegangan geser (Nm-2) = tegangan normal (Nm-2) = tegangan normal (Nm-2) = sudut gesekan dalam tanah (o) = sudut gesekan dalam tanah (o) c = Kohesi tanah (Nm-2) c = Kohesi tanah (Nm-2)

66 Kekuatan geser tanah dipengaruhi Kekuatan geser tanah dipengaruhi - Angka pori, ukuran dan bentukbutiran - Angka pori, ukuran dan bentukbutiran tanah tanah - Tekstur dan struktur tanah - Tekstur dan struktur tanah - Kadar air tanah saat itu - Kadar air tanah saat itu - Jenis beban dan tingkatannya - Jenis beban dan tingkatannya - An isotropi - An isotropi

67 Kekasaran Permukaan Tanah Kekasaran Permukaan Tanah Dimana : R = Kekasaran permukaan (Cm) R = Kekasaran permukaan (Cm) W= nilai rata-rata dari selisih mak – W= nilai rata-rata dari selisih mak – min dari setiap pengukuran jarum relief min dari setiap pengukuran jarum relief meter (cm) meter (cm)

68

69

70

71

72

73

74

75 MASALAH MASALAH Pengolahan Tanah untuk Tanaman Kedelai Pengolahan Tanah untuk Tanaman Kedelai Penggunaan Bajak Rotary Penggunaan Bajak Rotary Indikator Hasil Olahan Tanah Indikator Hasil Olahan Tanah

76 TUJUAN PENELITIAN  Mendapatkan Indikator Hasil Olahan Tanah  Mendapatkan Kandungan Air Tanah pada Nilai Indek Kegemburan Tanah antara 0,25 – 0,27  Mendapatkan Kandungan Air Tanah yang Tepat untuk Pengolahan Tanah yang Dipengaruhi oleh Indikator Hasil Olahan Tanah  Mendapatkan Kecepatan Traktor yang Efisien dalam Pengolahan Tanah

77 MANFAAT PENELITIAN Diperoleh Kualitas Hasil Olahan Tanah yang Baik untuk Tanaman Kedelai. Dapat Menentukan Waktu Pengolahan Tanah

78 HIPOTESA Kegemburan Tanah Dipengaruhi Oleh Kandungan Air Tanah. Kegemburan Tanah Dipengaruhi Oleh Kandungan Air Tanah. Efisiensi dan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh Putaran Bajak Rotary,Kecepatan Traktor dan Kandungan Air Saat Pengolahan Tanah. Efisiensi dan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh Putaran Bajak Rotary,Kecepatan Traktor dan Kandungan Air Saat Pengolahan Tanah. Perubahan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh Kandungan Air Tanah Pada Saat Pengolahan Tanah, Putaran Bajak Rotary dan Kecepatan Traktor. Perubahan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh Kandungan Air Tanah Pada Saat Pengolahan Tanah, Putaran Bajak Rotary dan Kecepatan Traktor. Terdapat Hubungan antara Hasil Olahan Tanah,Perubahan Hasil Olahan Tanah dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Kedelai. Terdapat Hubungan antara Hasil Olahan Tanah,Perubahan Hasil Olahan Tanah dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Kedelai. Hasil Olahan Tanah Yang Baik Diperoleh Jika Tanah Diolah Pada nilai Indek Kegemburan Tanah Dengan Nilai K antara 0,2 – 0,25 Hasil Olahan Tanah Yang Baik Diperoleh Jika Tanah Diolah Pada nilai Indek Kegemburan Tanah Dengan Nilai K antara 0,2 – 0,25

79 1.6 Kerangka Penelitian Gambar 1. Kerangka Konseptual

80 Kegiatan I Pengujian Kegemburan Tanah Hasil Olahan -Penelitian dilaksanakan di Laboratorium -Tanah diayak dengana ayakan Tyler dengan volume tanah 0,06;0,7;3,2;13.0;27.6;dan 51,6 cm 3 -Tanah diberi air sebanyak 14,33;24,64;27,75;dan 31,28 % -Kekuatan tekan tanah diukur pada setiap volume tanah pada berbagai kandungan air. -Diperoleh kisaran kandungan air tanah untuk tanah gembur Kegiatan II Pengujian kecepatan traktor dan putaran bajak rotary -Penelitian dilaksanakandi Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang -Kandungan air tanah saat pengolahan 20 % -Pengaturan kecepatan traktor dan putaran bajak rotary -Pengamatan meliputi slip roda, kedalaman olah,diameter massa rerata agregat tanah,porositas tanah, berat isi tanah dan kekasaran permukaan tanah hasil olahan. -Didapatkan kecepatan traktor untuk pengolahan tanah

81 Kegiatan III Pengujian kandungan air tanah saat pengolahan dan putaran bajak rotary -Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang -Pemberian air di petakan sebanyak 0,8;1,0; 1,2 dan 1,4 batas plastis -Pengaturan putaran bajak rotary -Kecepatan traktor dioperasikan pada 17 m per menit -Pengamatan meliputi kekasaran permukaan tanah,porositas, diameter massa rerata agregat tanah,berat isi, kedalaman olah, tahanan penetrasi dan tegangan geser. Kegiatan IV Lanjutan kegiatan III; perubahan hasil olahan setelah pengolahan tanah -Pengamatan meliputi perubahan kekasaran permukaan tanah, porositas, berat isi, tahanan penetrasi dan tegangan geser yang diamati mulai hari ke 7 sampai hari ke 70 setelah pengolahan tanah.

82 Gambar 2. Kerangka Operasional Kegiatan V Lanjutan kegiatan III dan IV: pertumbuhan dan produksi kedelai -Pengamatan meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun,berat kering tanaman, berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per tanaman, dan berat 100 biji. Didapatkan Hasil -Kandungan air untuk tanah gembur -Kecepatan traktor untuk pengolahan tanah -Indikator hasil olahan tanah yang berpengaruh pada produksi kedelai

83 METODE PENELITIAN Ada Lima Penelitian Yang Terdiri Dari : Ada Lima Penelitian Yang Terdiri Dari :

84 Penelitian 1. PENGARUH KANDUNGAN AIR TERHADAP KEGEMBURAN TANAH Tujuan : Tujuan : - Memperoleh Kandungan air dan Nilai Kegemburan Tanah yang Paling Baik - Memperoleh Kandungan air dan Nilai Kegemburan Tanah yang Paling Baik Tempat : Tempat : -Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Juni-juli Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Juni-juli 2002 Parameter Pengamatan : Parameter Pengamatan : - Kekuatan Tekan Tanah - Kekuatan Tekan Tanah

85 Penelitian 2 : PENGARUH KECEPATAN TRAKTOR dan PUTARAN BAJAK ROTARY TERHADAP HASIL OLAHAN TANAH Tujuan : Tujuan : - Memperoleh Kecepatan Traktor dan Putaran Bajak Rotary Yang Baik dalam Pengolahan Tanah. - Memperoleh Kecepatan Traktor dan Putaran Bajak Rotary Yang Baik dalam Pengolahan Tanah. Tempat : Tempat : - Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang Yang Di Laksanakan Pada Bulan September – Agustus Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang Yang Di Laksanakan Pada Bulan September – Agustus 2002 Rancangan Percobaan : Rancangan Percobaan : - Rancangan Acak Kelompok Yang Disusun Secara Faktorial terdiri dari Kecepatan Traktor 17 ; 27; 45 dan 79 meter per menit. - Rancangan Acak Kelompok Yang Disusun Secara Faktorial terdiri dari Kecepatan Traktor 17 ; 27; 45 dan 79 meter per menit. Parameter Pengamatan : Parameter Pengamatan : - Slip Roda, DMR, Berat Isi, Porositas, Ketinggian Permukaan Tanah. - Slip Roda, DMR, Berat Isi, Porositas, Ketinggian Permukaan Tanah.

86 Penelitian 3 : PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN BAJAK ROTARY TERHADAP HASIL OLAHAN TANAH Tujuan : Tujuan : - Memperoleh Hasil Olahan Tanah yang Baik - Memperoleh Hasil Olahan Tanah yang Baik Tempat : Tempat : - Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang dilakukan Bulan Oktober 2002 – Januari Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang dilakukan Bulan Oktober 2002 – Januari 2003 Rancangan Percobaan: Rancangan Percobaan: - Rancangan Acak Kelompok yang Disusun Secara Faktorial terdiri Kadar air, o.8 ; 1,0; 1,2; dan 1,4 batas Plastis dan Putaran Bajak Rotary 180 rpm, 90 rpm dan 90 rpm dua kali olah dengan ukuran petak pannjang 6 m dan lebar 5 m. - Rancangan Acak Kelompok yang Disusun Secara Faktorial terdiri Kadar air, o.8 ; 1,0; 1,2; dan 1,4 batas Plastis dan Putaran Bajak Rotary 180 rpm, 90 rpm dan 90 rpm dua kali olah dengan ukuran petak pannjang 6 m dan lebar 5 m. Parameter Pengamatan : Parameter Pengamatan : - Diameter Massa Rerata, Berat Isi, Porositas, Tegangan Geser, Tahanan Penetrasi dan Kekasaran Permukaan Tanah. - Diameter Massa Rerata, Berat Isi, Porositas, Tegangan Geser, Tahanan Penetrasi dan Kekasaran Permukaan Tanah.

87 Penelitian 4 : PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN ROTARY TERHADAP DINAMIKA PERUBAHAN HASIL OLAHAN TANAH Tujuan : Tujuan : - Memperoleh dinamika perubahan hasil olahan tanah. - Memperoleh dinamika perubahan hasil olahan tanah. Tempat : Tempat : - Lanjutan Penelitian 2 di Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang. - Lanjutan Penelitian 2 di Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang. Parameter Pengamatan : Parameter Pengamatan : - Berat isi, Porositas, Tegangan Geser, Tahanan Penetrasi, Kekasaran permukaan. - Berat isi, Porositas, Tegangan Geser, Tahanan Penetrasi, Kekasaran permukaan.

88 Penelitian 5. : PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN BAJAK ROTARY TERHADAP PERTUMBUHAN dan PRODUKSI KEDELAI Tujuan : - Memperoleh Hasil olahan tanah yang baik untuk Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai. Tempat : - Lanjutan Penelitian 2 dan 3 di Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang. Parameter Pengamatan: - Daya kecambah, Tinggi Tanaman, Luas daun, Berat Kering Tanaman, Berat Biji per Tanaman, Berat polong per tanaman,Jumlah polong per Tanaman, Dan Berat 100 biji.

89 Hasil Penelitian 1 KEKUATAN TEKAN TANAH dan NILAI KEGEMBURAN Makin kecil Kandungan air Kekuatan Tekan Tanah Makin Tinggi Makin kecil Kandungan air Kekuatan Tekan Tanah Makin Tinggi Makin Kecil Volume Agregat Tanah Kekuatan Tekan Makin Tinggi. Makin Kecil Volume Agregat Tanah Kekuatan Tekan Makin Tinggi. Kandungan Air Makin kecil penurunan kekuatan tekan mengalami penurunan tajam seiring makin besarnya Volume agregat tanah. Kandungan Air Makin kecil penurunan kekuatan tekan mengalami penurunan tajam seiring makin besarnya Volume agregat tanah. Kandungan air tanah Tinggi Penurunan kekuatan tanah Mengalami penurunan landai seiring dengan makin Besarnya Volume agregat tanah. Kandungan air tanah Tinggi Penurunan kekuatan tanah Mengalami penurunan landai seiring dengan makin Besarnya Volume agregat tanah. Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Tanah dan Volume Tanah Teradap Kekuatan Tekan Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Tanah dan Volume Tanah Teradap Kekuatan Tekan

90 Tabel 2. Kekuatan tekan volume tanah pada berbagai kandungan air (kPa) Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil K.A= kadar air; V=volume V(cm 3 ) K.A(%) 0,060.73,213,027,651,6 14,33166,39m60,51 l57,46 l34,34gh12,18cd10,69abcd 20,7456,92 l49,97k31,34g23,24f12,98de10,69abcd 24,6445,24j37,26hi29,64g13,43de11,29bcd10,05abcd 27,7539,19i24,89f12,49g11,04abcd9,68abcd7,55ab 31,2816,97 l12,47d11,92bcd10,54abcd7,90abcd7,19a

91 Gambar 3: Hubungan antara Log Volume dan Log kekuatan Tanah

92 Gambar 4. Hubungan antara nilai kegemburan tanah (k) dan kadar air tanah

93 Hasil Penelitian 2 Kecepatan Traktor dan Putaran Rotary Hasil Penelitian 2 Kecepatan Traktor dan Putaran Rotary Makin Tinggi Kecepatan traktor, makin besar slip roda. Makin Tinggi Kecepatan traktor, makin besar slip roda. Makin Tinggi Kecepatan Traktor, Makin besar diameter agregat hasil olahan. Makin Tinggi Kecepatan Traktor, Makin besar diameter agregat hasil olahan. Makin Tinggi Kecepatan traktor, makin besar porositas. Makin Tinggi Kecepatan traktor, makin besar porositas. Makin Tinggi Kecepatan Traktor makin kecil berat isi. Makin Tinggi Kecepatan Traktor makin kecil berat isi. Makin Tinggi Kecepatan traktor makin tinggi kekasaran permukaan Tanah hasil olahan. Makin Tinggi Kecepatan traktor makin tinggi kekasaran permukaan Tanah hasil olahan. Kecepatan traktor untuk operasianal lebih baik 17m/menit. Kecepatan traktor untuk operasianal lebih baik 17m/menit.

94 Gambar 5. Hubungan antara kecepatan traktor dan slip roda pada berbagai putaran bajak rotary.

95 Gambar 6. Hubungan antara kecepatan traktor dan kedalaman hasil olah pada berbagai putaran bajak rotary.

96 Gambar 7. Hubungan antara kecepatan traktor dan diameter massa rerata agregat tanah (DMR) ukuran kurang 4 cm pada berbagai putaran bajak rotary.

97 Gambar 8. Hubungan antara kecepatan traktor dan porositas tanah hasil olahan.

98 Gambar 9. Hubungan antara kecepatan traktor dan berat isi tanah hasil olahan pada berbagai putaran bajak rotary.

99 Gambar 10. Hubungan antara kecepatan traktor dan kekasaran permukaan tanah pada berbagai putaran bajak rotary.

100 Hasil Penelitian 3 KANDUNGAN AIR dan PUTARAN BAJAK ROTARY TERHADAP HASIL OLAHAN Makin basah atau kering diperoleh DMR besar Makin basah atau kering diperoleh DMR besar DMR tinggi pada kadar air rendah dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 39,34 mm. DMR tinggi pada kadar air rendah dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 39,34 mm. DMR tinggi pada kadar air tinggi dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 34,14 mm. DMR tinggi pada kadar air tinggi dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 34,14 mm. DMR rendah pada batas plastis dengan putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 14,10 mm. DMR rendah pada batas plastis dengan putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 14,10 mm. Tahanan penetrasi tertinggi pada 0,8 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 208,3 x kPa. Tahanan penetrasi tertinggi pada 0,8 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 208,3 x kPa.

101 Tahanan penetrasi terendah pada 1,4 batas platis dengan putaran rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 110,8 x kPa. Tahanan penetrasi terendah pada 1,4 batas platis dengan putaran rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 110,8 x kPa. Kedalaman olah tertinggi pada 0,8 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,65 cm. Kedalaman olah tertinggi pada 0,8 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,65 cm. Kedalaman olah terendah pada 1,4 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,02 cm. Kedalaman olah terendah pada 1,4 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,02 cm. Porositas tanah tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 72,57 %. Porositas tanah tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 72,57 %. Porositas terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 63,80 %. Porositas terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 63,80 %. Berat isi tertinggi pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 0,91 gr/cm3 Berat isi tertinggi pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 0,91 gr/cm3 Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Saat Pengolahan Tanah dan Putaran Bajak Rotaray Terhadap DMR, Tahanan Penetrasi, Kedalaman Olah,Porositas, Berat Isi,Kekasaran Permukaan dan Tegangan Geser Hasil Olahan Tanah. Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Saat Pengolahan Tanah dan Putaran Bajak Rotaray Terhadap DMR, Tahanan Penetrasi, Kedalaman Olah,Porositas, Berat Isi,Kekasaran Permukaan dan Tegangan Geser Hasil Olahan Tanah.

102 Berat isi terendah pada 1,4, batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 0,81 gr/cm3 Berat isi terendah pada 1,4, batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 0,81 gr/cm3 Kekasaran permukaan tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 14,44 cm Kekasaran permukaan tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 14,44 cm Kekasaran permukaan terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 7,34 cm Kekasaran permukaan terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 7,34 cm Tegangan geser tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 19,34 kPa Tegangan geser tertinggi pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 19,34 kPa Tegangan geser terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 9,66 kPa. Tegangan geser terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 9,66 kPa.

103 Tabel 4. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap diameter massa rerata agregat tanah (DMR) hasil olahan kurang dari 4 cm(mm). Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,824,20c39,34f27,92d 1,014,10a14,41a15,00a 1,219,32ab24,08c20,43b 1,424,20c34,14e26,42d

104 Tabel 5. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap tahanan penetrasi tanah (x 10-4 kPa) kedalaman 10 cm. Tabel 5. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap tahanan penetrasi tanah (x 10-4 kPa) kedalaman 10 cm. Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air. PRT rpm) KA BP (dua kali olah) 0,8 130,00b208,30g150,00cd 1,0 166,60e187,50f154,50de 1,2 141,10bcd131,60b130,50b 1,4 139,60bc137,80bc110,80a

105 Tabel 6. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap kedalaman olah (cm). Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,84,96a10,65b10,30b 1,04,73a10,37b10,11b 1,24,32a10,17b9,33b 1,44,00a10,02b8,88b

106 Tabel 7. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap porositas tanah (%). Ket: BNT =0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air. PRT rpm) KA BP (dua kali olah) 0,872,57e70,03cd70,77d 1,069.50cd66,33b68,83c 1,267,66c65,50b66,20b 1,465,30b63,80a66,03b

107 Tabel 8. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap berat isi tanah (gr/Cm. Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,80,87cd0,90e0,87cd 1,00,87cd0,90e0,88d 1,20,83b0,86c 1,40,81a0,91e0,89de

108 Tabel 9. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap kekasaran permukaan tanah hasil olahan (Cm). Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,89,98b14,44cd14,23cd 1,09,66ab13,06c11,66bc 1,28,01a9,07a8,05a 1,47,24a7,67a7,45a

109 Tabel10. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap tegangan geser tanah (kPa) hasil olahan. Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,812,05 ab19,34 d16,21 c 1,011,42 ab17,67 cd15,33 c 1,210,24 ab15,65 c12,10 ab 1,49,66 a12,43 b10,11 ab

110 Hasil Penelitian 4. bajak DINAMIKA PERUBAHAN HASIL OLAHAN TANAH Hari ke 7 – 49 setelah pengolahan berpengaruh nyata dan setelah hari ke 49 tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan hasil olahan. Perubahan kekasaran permukaan paling rendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm. Perubahan kekasaran permukaan paling besar untuk hari ke 7 – 35 pada 1,0 batas plastis dan untuk hari ke 35 – 49 pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm Perubahan berat isi terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm. Perubahan berat isi terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm.

111 Perubahan porositas tertinggi pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm Perubahan porositas terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm. Perubahan tahanan penetrasi tertinggi pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah. Perubahan tahan penetrasi terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm. Perubahan tegangan geser tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm. Perbahan tegangan geser terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm. Terdapat interaksi antara kandungan air tanat saat pengolahan dan putaran bajak rotary terhadap perubahan DMR, kekasaran permukaan,porositas, berat isi,tahan penetrasi dan tegangan geser.

112 Penelitian 5 PERTUMBUHAN dan PRODUKSI KEDELAI AKIBAT PENGOLAHAN Kandungan air tanah dan putaran bajak rotary tidak berpengaruh terhadap daya kecambah, jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman dan berat kering tanaman. Makin tinggi putaran bajak rotary mempunyai kecenderungan makin tinggi daya kecambah, luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman dan berat kering tanaman. Berat 100 biji tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 8,36, dan terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 8,12.

113 Berat biji per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 8,13 gr dan terendah pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 9,27 gr. Jumlah biji per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 108,81 dan terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 96,54. Jumlah polong per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 29,07 dan terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 27,06. Terdapat interaksi antara kandungan air saat pengolahan dan putaran bajak rotaray terhadap berat 100 biji, berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman dan jumlah polong per tanaman

114 Tabel 31. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap ukuran biji (gr/100 biji). Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas plastis ; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP (dua kali olah) 0,88,25 abcd8,24 abc8,23 abcd 1,08,30 abcd8,25 abcd8,36 e 1,28,20 abc8,14 ab8,32 de 1,48,17 ab8,12 a8,30 d

115 Tabel 32. Interaksi antara kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap berat biji per Tanaman (gr). Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas platis ; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP dua kali olah 0,87,68 b8,04 g8,03 fg 1,08,02 f8,07 hi8,13 j 1,27,68 d7,86 e8,10 i 1,47,27 a7,65 c8,06 h

116 Tabel 33. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap jumlah biji per tanaman. Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary, BP = Batas plastis; KA= Kandungan air PRT (rpm) KA BP dua kali olah 0,896,54 a98,32 c102,36 i 1,098,77 e99,67 h108,81 k 1,298,69 d99,65 g106,55 j 1,497,87 b99,63 f99,88 h

117 Tabel 34. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak rotary terhadap jumlah polong isi per tanaman. Ket: BNT = 0.05 * = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas plastis ; KA = Kandungan air PRT (rpm) KA BP dua kali olah 0,827,06 a27,31 c27,85 e 1,028,02 h28,03 i29,07 k 1,227,63 d28,02 g28,04 j 1,427,07 b28,01 fg27,99 f

118 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan serangkaian hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Hasil olahan tanah dipengaruhi oleh kandungan air saat pengolahan, putaran bajak rotary dan kecepatan traktor. 2. Kecepatan traktor meningkat akan meningkatkan slip roda, diameter massa rerata agregat tanah (DMR), berat isi, kekasaran permukaan tanah hasil olahan, sedangkan kedalaman olah dan porositas menurun. 3. Pengolahan tanah dengan putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah pada kandungan air batas plastis (22,94 %) memberikan pengaruh yang optimum terhadap tanaman kedelai yang ditunjukkan dengan parameter tingginya jumlah polong isi, jumlah biji,ukuran biji dan berat biji per tanaman.

119 4. Hasil olahan tanah seperti diameter massa rerata agregat tanah (DMR), kedalaman olah,porositas, tahanan penetrasi dan tegangan geser merupakan indikator penting untuk mendapatkan produksi kedelai terbaik dan ditunjukkan dengan persamaan sebagai berikut: Y = 2, ,067 X2 – 0,016 X3 + 0,0057 X4 + 0,156 X5 – 0,0966 X6 dengan koefisien determinasi terkorekasi sebesar 85,80 %, sedangkan apabila hanya dimugkinkan tiga, dua atau satu indikator yang diukur,maka persamaannya berturut-turut sebagai berikut: Y = 4, ,049 X2 – 0,015 X3 + 0,082 X5 Y = 7,631 – 0,015 X3 + 0,074 X5 Y = 7,39 + 0,069 X5 5. Pengolahan tanah pada butir 3 dan 4 dilakukan pada indek kegemburan 0,25 – 0, Indek kegemburan tanah 0,25 – 0,27 dicapai pada kandungan air sekitar batas plastis.

120 Saran Berdasarkan serangkai hasil percobaan dapat disarankan: a Pengolahan tanah dengan traktor roda dua di tanah Bedali Lawang untuk menanam kedelai hendaknya dilakukan pada kandungan air tanah 1,0 batas plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm dilakukan dua kali olah dengan kecepatan traktor 17m/menit. b. Perlunya memperhatikan indikator hasil olahan tanah yang diolah dengan traktor roda dua dengan menggunakan bajak rotary adalah diameter massa rerata agregat tanah (DMR), porositas, kedalaman olah, tahanan penetrasi dan tegangan geser dan terutama adalah kedalaman olahnya.


Download ppt "PENGOLAHAN TANAH Usaha manusia memanipulasi fisik tanah secara mekanik untuk dijadikan medium yang baik untuk pertumbuhan tanaman."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google