Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Medium Access Control Protocols [2] Achmad Ubaidillah Ms.,ST.MT. Universitas Trunojoyo - Madura.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Medium Access Control Protocols [2] Achmad Ubaidillah Ms.,ST.MT. Universitas Trunojoyo - Madura."— Transcript presentasi:

1 Medium Access Control Protocols [2] Achmad Ubaidillah Ms.,ST.MT. Universitas Trunojoyo - Madura

2 Random Access : Aloha Dikembangkan oleh Abramson, Univ of Hawaii Skim multiple access yang sederhana Paket dikirimkan jika tersedia –Tunggu ACK –Jika time out, backoff  retransmisi

3 Aloha Sender Station A: –When IF, send it out; Start T out timer for this IF; –Wait for T out (Time-out value) for ACK; –If (ACK) Then clear timer; proceed to next transmission; –Else backoff for a random number of T out intervals; retransmit; If no ACK after repeated transmissions, give up Receiver Station B: –If (CRC(IF) OK && DA(IF) == address(B), send ACK; –IF may be damaged by noise or by another station transmitting at the same time (collision) Any overlap of frames causes collision

4 Metoda Akses Aloha t t0t0 t 0 -X t 0 +X t 0 +X+2t prop t 0 +X+2t prop  B Time-out Retransmission if necessary First transmission Retransmission Collision S:Success C:Collision I:Idle channel time node 3 node 2 node 1 C S C C C S S E

5 Aloha : Analisa Throughput Penurunan formula performansi utk pure ALOHA – N stations –Vulnerable period: T vuln = perioda terpanjang dari 2 frame overlapping; –Waktu transmisi: X = L/R, utk ukuran frame max; –Time-out: T out = t 0 +X+2T prop –Backoff period: B = jumlah waktu pengirim ‘backs off’ sebelum retransmisi; B = k T out, dimana k adalah discrete random variable terdistribusi uniform dlm interval [0, N-1]. t t0t0 t 0 -X t 0 +X t 0 +X+2T prop t 0 +X+2T prop  B Time-out Retransmission (if necessary) Transmission pertama Retransmisi

6 Aloha : Analisa Throughput Asumsi paket mempunyai panjang konstan = L bit Bit rate kanal = R Waktu transmisi konstan = X = L/R S = arrival rate dari paket baru ke sistem (dalam unit paket/X detik)  S juga merepresentasikan throughput dari sistem G = total arrival rate (kedatangan baru + retransmisi)  total load Asumsi penyederhanaan (Abramson) : agregat arrival process mempunyai distribusi Poisson dengan jumlah kedatangan rata-rata = G kedatangan/X detik

7 Aloha : Analisa Throughput Throughput S = total arrival rate G dikalikan probabilitas transmisi sukses

8 Aloha : Analisa Throughput Delay rata-rata pada Aloha dapat diestimasi sbb: Jumlah rata-rata transmisi/paket G/S = e 2G usaha per paket Jumlah usaha yang tidak sukses per paket  = G/S - 1 = e 2G - 1 Tiap retransmisi memerlukan 2 t prop + X + B, dimana B adalah rata-rata waktu backoff Satu transmisi memerlukan X + t prop

9 Aloha : Analisa Throughput Waktu transmisi paket rata-rata : E[T aloha ] = X + t prop + (e 2G - 1)(X + 2t prop + B) Jika delay dinyatakan dalam X: E[T aloha ]/X = 1 + a + (e 2G - 1)(1 + 2a + B), a = t prop /X Jika waktu backoff didistribusikan secara uniform antara 1 dan K waktu transmisi paket, maka B = (K + 1)/2

10 Performansi Aloha & Slotted Aloha

11 Slotted Aloha Kinerja Aloha dapat ditingkatkan dengan mengurangi kemungkinan collision Slotted Aloha membatasi station hanya bisa transmit pada awal slot yang tertentu Paket dianggap konstan dan menduduki satu slot Vulnerable period menjadi = X detik node 3 node 2 node 1 C S S C I S S S I S:Success C:Collision I:Idle channel slots

12 Slotted Aloha t (k+1)X kX t 0 +X+2t prop Vulnerable period Time-out Backoff period Retransmission if necessary t 0 +X+2t prop  B

13 Slotted Aloha Delay rata-rata dalam slotted Aloha: E[T aloha ]/X = 1 + a + (e G - 1)(1 + a + B/X)

14 Carrier Sensing Multiple Access (CSMA) Mencegah transmisi jika yakin akan menyebabkan collision  dengan sensing medium Pengirim memerlukan waktu t prop utk capture channel, Vulnerable period = satu delay propagasi A Station A begins transmission at t=0 A Station A captures channel at t=T prop B B

15 1-Persistent CSMA Station yang punya paket untuk transmit deteksi kanal Jika kanal sibuk  deteksi kanal secara kontinyu, tunggu sampai kanal menjadi idle Begitu kanal terdeteksi idle  transmit paket Jika lebih dari satu station menunggu  collision Station-station yang mempunyai paket yang tiba dalam t prop dari transmisi sebelumnya mempunyai kemungkinan collision Station yang terlibat collision menjalankan algoritma backoff utk scheduling waktu resensing berikutnya 1-Persisten CSMA  berusaha akses medium sesegera mungkin  rate collision tinggi

16 Non-Persistent CSMA Berusaha mengurangi collision Station yg punya paket utk transmit mendeteksi kanal Jika kanal sibuk, segera backoff dan reschedule waktu resensing jika kanal idle, station transmit Dengan segera melakukan rescheduling resensing jika sibuk dan tidak ngotot (persisting)  insiden collision dikurangi dibandingkan dengan 1-persistent Rescheduling menyebabkan delay > daripada 1-persistent

17 p-Persistent CSMA Mengkombinasikan dua skim sebelumnya (1-persisten CSMA dan Non-persistent CSMA) Station yang punya paket untuk transmit mendeteksi kanal, jika kanal sibuk terus deteksi sampai kanal idle Jika kanal idle : –dengan probabilitas p, station transmit paket –dengan probabilitas 1-p station menunggu sebesar t prop sebelum sensing kanal kembali Teknik ini menyebarkan usaha transmisi oleh station- station yang telah menunggu untuk transmisi  meningkatkan kemungkinan station menunggu akan sukses menduduki medium

18 Throughput Non-Persistent CSMA G 1 Non-Persistent CSMA 0.81 (carried traffic) S

19 Throughput 1-Persistent CSMA 1-Persistent CSMA S G

20 Carrier Sensing Multiple Access with Collision detection (CSMA-CD) Jika station dp mengetahui apakah collision terjadi, maka bandwith yang terbuang dpt dikurangi dengan menghentikan transmisi

21 Carrier Sensing Multiple Access with Collision detection (CSMA-CD) Station yang mempunyai paket mendeteksi kanal dan transmit jika kanal idle Jika kanal sibuk, gunakan strategi dari CSMA (persist, backoff segera atau persist dengan prob. p) Jika collision terdeteksi saat transmisi, sinyal short jamming ditransmisikan untuk meyakinkan semua station mengetahui terjadi collision sebelum menghentikan transmisi, selanjutnya algoritma backoff digunakan untuk rescheduling waktu resensing

22 Carrier Sensing Multiple Access with Collision detection (CSMA-CD) Kanal mempunyai 3 kondisi (state): –sibuk mentransmisikan frame –idle –perioda contention (dimana station berusaha menduduki kanal) Throughput 1-Persistent CSMA-CD dapat dianalisa dg asumsi waktu dibagi dalam minislot sebesar 2t prop det (untuk menjamin station selalu dapat mendeteksi collision) Setiap kanal menjadi idle, station memperebutkan (contend) kanal dengan transmit dan mendengar untuk mengetahui apakah sukses menduduki kanal

23 Carrier Sensing Multiple Access with Collision detection (CSMA-CD) FrameContentionFrame n P max Probability of 1 successful transmission: –P success = n p ( 1-p ) n-1 –P success is maximized at p = 1/n:

24 Throughput Maksimum Random Access

25 a = 0.01 a = 0.1 a = 0.2 Frame Transfer delay untuk Ethernet a = traffic


Download ppt "Medium Access Control Protocols [2] Achmad Ubaidillah Ms.,ST.MT. Universitas Trunojoyo - Madura."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google