Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bab 4 Pengelolaan Memori 1. ------------------------------------------------------------------------------ Bab 4 ------------------------------------------------------------------------------

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bab 4 Pengelolaan Memori 1. ------------------------------------------------------------------------------ Bab 4 ------------------------------------------------------------------------------"— Transcript presentasi:

1 Bab 4 Pengelolaan Memori 1

2 Bab Bab 4 PENGELOLAAN MEMORI 1 A. Struktur Memori 1. Memori atau Storage Memori merupakan tempat catatan atau tempat penyimpanan di dalam komputer Ada yang menyebutkan memori dan ada juga yang menyebutnya storage Dua istilah ini dapat saja dipertukarkan, yakni ada kalanya disebut memori dan ada kalanya disebut storage atau store

3 Bab Bentuk Memori Yang dapat digolongkan ke memori adalah Register (di dalam prosesor) Memori cache Memori kerja Memori dukung Memori arsif Memori kerja dikenal juga dengan berbagai nama Main memory Primary memory Primary storage Executable memory

4 Bab Memori dukung dikenal juga dengan berbagai nama Backing store Secondary memory Secondary storage Auxiliary memory Memori arsif dikenal juga dengan nama Bulk memory Fungsi memori cache Ukuran memori yang tidak terlalu besar Agar akses menjadi cepat Muatan yang sering dipakai dapat diletakkan di memori cache

5 Bab Ukuran dan Waktu Akses Memori Memori besar dapat menampung banyak muatan Waktu akses memori besar menjadi lebih lama Bentuk Memori Kecil Cepat Register Memori cache Memori kerja Memori dukung Memori arsif Besar Lama Daya tampung Waktu akses

6 Bab Hubungan Kerja Memori dengan Prosesor Prosesor Register Memori Kerja Memori Arsif Memori Dukung Memori Cache

7 Bab Susunan memori

8 Bab Penggunaan register dilakukan melalui program komputer Penggunaan memori cache juga dilakukan melalui program komputer Prosesor berhubungan langsung dengan memori cache dan memori kerja Prosesor tidak berhubungan langsung dengan memori dukung dan memori arsif Isi memori dukung atau memori arsif yang perlu diolah oleh prosesor harus dimuat dulu ke memori kerja

9 Bab Memori kerja dengan prosesor Prosesor Memori kerja ROM dan RAM Pengaksesan terjadi secara sel demi sel pada memori kerja

10 Bab B. Konstruksi Memori 1. Memori cache Ada banyak macam memori cache Level 1 (L1) cache Primary cache Internal cache Biasanya terletak di cip prosesor Ukuran 8 kb – 128 kb, umum 16 kb Level 2 (L2) cache External cache Ukuran 64 kb – 4 Mb, umum 256 kb Level 3 (L3) cache Hanya ada pada komputer yang dilengkapi dengan L2 cache

11 Bab Memori Kerja: Memori Tetap (Memori Baca Saja) Jenis memori tetap (ada banyak) ROM (read only memory) PROM (programmable ROM) EPROM (Electrically PROM) EEPROM (Erasable EPROM) Flash ROM (dpt dihapus secara elektronik) CMOS Isi memori tidak berubah sekalipun komputer dipadamkan Biasanya berupa bagian program sistem yang sangat diperlukan Struktur memori Terdiri atas sel-sel dengan alamat sel Waktu akses 25 sampai 250 nanodetik

12 Bab PROM

13 Bab CMOS (Complementary Metal-oxide Semiconductor) Memory Dipakai secara khusus untuk keperluan tertentu Menggunakan tenaga baterai Mengatur kalender, tanggal, waktu Menyimpan informasi konfigurasi, seperti Tipe penggerak disk Tipe panel kunci ketik Catatan waktu Informasi pada saat komputer start Karena menggunakan tenaga baterai maka CMOS tetap berfungsi sekalipun komputer dipadamkan

14 Bab ROM

15 Bab Memori Kerja: Memori Bebas (Baca Tulis) Dikenal juga dengan beberapa nama RAM (Random Access Memory) Read-write Memory Isi memori Dapat ditulisi, dibaca, diubah, dihapus Hilang pada saat komputer dipadamkan Isi memori dapat dimutakhirkan dengan mengisi muatan baru Struktur memori Terdiri atas sel-sel dengan alamat sel Ukuran memori Dari 128 Mb sampai 2 GB

16 Bab Jenis memori bebas DRAM (dynamic RAM) SDRAM (synchronous DRAM) DDR SDRAM (Double data rate SDRAM) Direct RDRAM (Direct Rumbus DRAM) SRAM (Static RAM) Flash RAM Modul memori SIMM (Single Inline Memory Module) DIMM (Dual Inline Memory Module) RIMM (Rambus Inline Memory Module) Lama penyimpanan Static RAM dapat menyimpan lebih lama daripada Dynamic RAM Kecepatan Akses SDRM 133 MHz 7,5 nanodetik RDRAM 800 MHz 1,25 nanodetik

17 Bab RAM

18 Bab Memori Dukung Memori dukung dipasang tetap di komputer Jenis memori dukung biasanya adalah Harddisk (internal) Isi memori Dapat ditulisi, dibaca, diubah, dihapus Tidak hilang pada saat komputer dipadamkan Struktur memori Dipenggal ke dalam blok (mencakup banyak sekali sel memori) Biasanya muatan dibuat di dalam sel-sel memori kerja, kemudian baru dimuat ke memori dukung dalam bentuk blok

19 Bab Harddis k

20 Bab Memori Arsif Memori arsif dapat dipasang dan dilepas dari komputer sehingga dapat disimpan atau dibawa Jenis memori arsif mencakup Harddisk (eksternal) CD ROM dan DVD Catridge atau pita Isi memori Dapat ditulisi, dibaca, diubah, dihapus Tidak hilang pada saat komputer dipadamkan Struktur memori Dipenggal ke dalam blok (mencakup banyak sekali sel memori) Biasanya muatan dibuat di dalam sel-sel memori kerja, kemudian baru dimuat ke memori arsif dalam bentuk blok

21 Bab CD ROM

22 Bab CD ROM Player

23 Bab Smartmedia dan Compact flash

24 Bab C. Pemuatan Memori 1. Cara Pemuatan Pemuatan ke memori kerja dapat berasal dari Kunci ketik Memori dukung Memori arsif Jenis pemuatan Pemuatan langsung Pemuatan relokasi Pemuatan sambung

25 Bab Pemuatan Langsung Pemuatan langsung terjadi ketika muatan langsung dimuat ke alamat memori kerja tertentu yang sudah ditentukan terlebih dahulu Pemuatan Relokasi Pemuatan relokasi terjadi ketika muatan dimuat ke alamat memori kerja yang tidak ditentukan terlebih dahulu Muatan dimuat ke alamat memori kerja yang bebas Pemuatan Sambung Muatan terdiri beberapa modul terpisah Setelah dimuat mereka perlu disambung menjadi satu

26 Bab Pemuatan sambung Penyam- bung kb kb kb kb 300 kb 550 kb Ketika disambung, perlu ada penyesuaian alamat

27 Bab Lokasi Muatan Muatan pada Memori Kerja Memori kerja terdiri atas banyak sel dan setiap sel memiliki alamat Proses mengakses sel demi sel pada memori kerja dalam siklus Jemput kerja Sel memori terdiri atas Alamat sel Isi sel

28 Bab Alamat dan isi sel memori kerja. 177EF 177F0 E8 177F F F3 B4 177F4 4C 177F5 CD 177F F F F7 Alamat memori dalam heks Isi memori dalam heks

29 Bab Sistem Pengalamatan pada Sel Memori Alamat Mutlak Dikenal juga sebagai alamat fisik Merupakan alamat setiap sel pada memori kerja Alamat tidak berubah Alamat Relatif Dikenal juga sebagai alamat logika Merupakan alamat sementara pada sel memori Urutan alamat adalah tetap, sedangkan alamat awal dapat ditentukan sebarang

30 Bab Alamat dan isi sel memori kerja. 177EF 177F0 E F F F3 B F4 4C F5 CD F F F F7 10A Alamat memori mutlak Isi memori dalam heks Alamat memori relatif Alamat awal boleh sebarang Urutan alamat tetap sama

31 Bab Lokasi Isi sel Memori di dalam Blok Blok memori terdapat di memori dukung atau memori arsif Blok memori dapat juga diberi nomor blok Blok 0 1 Nomor blok

32 Bab Alamat sel mutlak di dalam blok Ketika sel dimuat ke dalam blok, maka muatan itu mencakup alamat sel dan isi sel memori kerja Alamat sel memori kerja boleh saja alamat mutlak Ketika dimuat kembali ke memori kerja, isi sel akan kembali ke alamat sel mutlak Blok

33 Bab Alamat Sel Relatif di dalam Blok Pemuatan kembali dapat dipindah ke alamat lain; dikenal sebagai relokasi alamat awal (A) ke. alamat pangkal (P) Blok Alamat awal Alamat pangkal

34 Bab Perhitungan Alamat pada Relokasi Alamat awal A direolokasi ke alamat pangkal P Relokasi R = P  A Alamat X direlokasi ke alamat Y xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx Rumus relokasi xxxxx xxxxx X  A = Y  P A X P Y d d

35 Bab Contoh 1 Alamat dalam desimal Alamat awal A = 2100 Alamat pangkal P = Letak data X = 2453 Setelah direlokasi Y = ? Y  P = X  A Y = X  A + P = 2453  = 23953

36 Bab Contoh 2 Alamat dalam desimal Alamat awal A = 0 Alamat pangkal P = Letak data X = ? Setelah direlokasi Y = Y  P = X  A X = Y  P + A =  = 738

37 Bab D. Pemenggalan Memori Kerja dan Muatan 1. Pemenggalan dan Batas Penggalan Untuk pemuatan, ruang memori dipenggal- penggalan berdasarkan keperluan Batas penggalan (awal dan akhir) perlu ditetapkan secara jelas Penggalan beserta batas penggalan dicatat agar isi mereka dapat ditemukan kembali Batas penggalan adalah alamat memori awal dan akhir Setiap muatan menempati penggalan tertentu dan dicatat agar tidak terjadi konflik pemuatan Ada penggalan terisi dan ada penggalan kosong

38 Bab Penggalan dan batas penggalan A B C D Pemakai Batas awal Batas akhir Batas awal Batas akhir Batas awal Batas akhir Batas awal Batas akhir

39 Bab Pengaksesan Penggalan Harus sama dengan atau setelah batas awal serta sama dengan atau sebelum batas akhir Alamat X Ke sistem operasi Batas akhir AK Batas awal AW X  AWX  AK Y AW AK

40 Bab Harus sama dengan atau setelah batas awal serta sama dengan atau sebelum batas akhir Ala- mat X Ke sistem operasi Batas akhir AK Batas awal AW X  AWX  AK Y AW AK + Ala- mat pang- kal P

41 Bab Kecocokan Muatan dan Penggalan Ukuran muatan bisa pas dengan ukuran penggalan dan dapat juga kekecilan atau kebesaran Pas Muatan Penggalan memori kerja Terlalu besar Terlalu kecil

42 Bab Fragmen Ketidakcocokan antara ukuran muatan dengan ukuran penggalan menghasilkan fragmen Jenis Fragmen Fragmen internal Fragmen eksternal Fragmen Internal Fragmen internal muatan memori

43 Bab Fragmen eksternal Ada banyak fragmen, jumlah mereka mencukupi untuk muatan Setiap fragmen ternyatan terlalu kecil untuk ukuran muatan Kumpulan fragmen ini dikenal sebagai fragmen eksternal muatan memori Fragmen eksternal

44 Bab Pencocokan Muatan ke Penggalam Memori Kerja Pencocokan diurut dari penggalan di alamat kecil ke penggalan di alamat besar Jenis pencocokan Cocok Pertama (first fit) Pada saat pertama kali cocok, langsung dimuat Cocok Terbaik (bes fit) Pemuatan pas atau dengan fragmen internal terkecil Cocok Terburuk (worst fit) Pemuatan dengan fragmen internal terbesar

45 Bab Cocok pertama, terbaik, dan terburuk 1 kb 4 kb 3 kb 5 kb 2 kb Urutan pencocok an Cocok pertama Cocok terbaik Cocok terburuk

46 Bab E. Alokasi Memori 1. Pemuatan Langsung Pemuatan langsung ke alamat fisik tertentu pada memori kerja BlokMemori kerja

47 Bab Pemuatan Relokasi Pemuatan ke alamat fisik pada memori kerja yang bebas atau dipilih kemudian BlokMemori kerja

48 Bab Catatan Alokasi Memori Penggalan dicatat agar dapat dipantau dan diakses Alamat awal penggalan Alamat akhir atau panjang penggalan Bebas atau terpakai Catatan lain yang diperlukan Letak catatan Terpusat di suatu bagian memori Terpencar pada setiap penggalan Macam catatan Berbentuk peta bit Berbentuk daftar gandeng

49 Bab Catatan terpusat Penggalan di memori kerja Catatan tentang penggalan terletak terpusat

50 Bab Catatan Tersebar Penggalan di memori kerja Catatan tentang penggalan terletak di tiap penggalan

51 Bab Catatan Peta Bit Hanya satu bit disediakan untuk catatan tiap penggalan Digunakan untuk mencatat status penggalan dalam keadaan bebas (0) atau terpakai (1) Hanya dapat dilaksanakan dengan syarat Ukuran penggalan sama besar Letak penggalan berurutan sehingga alamat dapat dihitung untuk diakses

52 Bab Catatan melalui peta bit Bit 1 : sedang dipakai 0 : tidak dipakai Penggalan di memori kerja

53 Bab Catatan Daftar Gandeng Alamat catatan penggalan digandengkan di dalam catatan Alamat penggalan bebas digandengkan ke alamat penggalan bebas di dekatnya Alamat penggalan terpakai digandengkan ke alamat penggalan terpakai sejenis di dekatnya Jenis gandengan Daftar gandeng tunggal Daftar gandeng ganda Terdapat berbagai catatan, selain status bebas atau terpakai

54 Bab Daftar gandeng tunggal B P P B gandeng B sta- tus alamat awal panjang penggal- an alamat gandeng B = bebas P = pakai alamat awal penggalan bebas berikut

55 Bab Daftar gandeng ganda P B P B B P P status alamat awal pan- jang peng- galan alamat gan- deng B =bebas P = pakai alamat awal penggalan sebelumnya (terpakai) alamat awal penggalan berikutnya (terpakai)

56 Bab Penggabungan Penggalan Bebas Berdampingan Seharusnya penggalan bebas berdampingan dapat digabung menjadi satu penggalan bebas Karena berbagai catatan, hal ini tidak mudah untuk dilakukan (salah satu cara adalah kompaksi) B B P B B P B Sebelum digabungSetelah digabung

57 Bab Sistem Berpasangan (Buddy System) Salah satu cara untuk memudahkan penggabungan penggalan kosong berdampingan dilakukan melalui sistem berpasangan Cara kerja Penggalan dipecah dua sama besar, berkali- kali, sampai cocok terbaik untuk muatan Jika dua penggalan hasil satu pecahan sudah bebas, maka mereka bergabung menjadi satu penggalan bebas Dua penggalan bebas hasil beda pecahan tidak bisa digabung menjadi satu penggalan bebas

58 Bab Contoh Muatan A = 70 kb, B = 35 kb, C = 80 kb, D = 60 kb 1024 kb A AB64 512AB ABD A64D 512A 128C64 C128 C 64 C C A Muat A Muat B Muat C Muat D B selesai D selesai Gabung

59 Bab C C kb A selesai Gabung C selesai Gabung


Download ppt "Bab 4 Pengelolaan Memori 1. ------------------------------------------------------------------------------ Bab 4 ------------------------------------------------------------------------------"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google