Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING. Latar Belakang ê Kebutuhan mahasiswa mendapatkan layanan Bimbingan dan Konseling ê Penyelesaian study di Perguruan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING. Latar Belakang ê Kebutuhan mahasiswa mendapatkan layanan Bimbingan dan Konseling ê Penyelesaian study di Perguruan."— Transcript presentasi:

1 ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

2 Latar Belakang ê Kebutuhan mahasiswa mendapatkan layanan Bimbingan dan Konseling ê Penyelesaian study di Perguruan Tinggi ê Pemahaman individu (mahasiswa) ê Pemahaman lingkungan individu : - Harapan orangtua - Harapan institusi pendidikan ê Kegiatan asesmen dalam layanan BK ê Kebutuhan mahasiswa mendapatkan layanan Bimbingan dan Konseling ê Penyelesaian study di Perguruan Tinggi ê Pemahaman individu (mahasiswa) ê Pemahaman lingkungan individu : - Harapan orangtua - Harapan institusi pendidikan ê Kegiatan asesmen dalam layanan BK

3 Asesmen dalam BK Asesmen merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data atau isi informasi tentang peserta didik dan lingkungannya.

4 Tujuan Asesmen : Untuk mendapatkan data-data tentang mahasiswa secara lebih luas, lengkap, dan mendalam sehingga diperoleh gambaran tentang mahasiswa tersebut secara komprehensif.

5 Memiliki kedudukan strategis dalam kerangka kerja bimbingan dan konseling, yaitu : Sebagai dasar dalam perancangan program bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan lingkungan mahasiswa.

6 Bentuk-Bentuk Asesmen Dalam Bimbingan dan Konseling Asesmen teknik non tes Asesmen teknik teS

7 Asesmen teknik nontes Asesmen teknik nontes lebih sering digunakan oleh petugas bimbingan dan konseling karena prosedur perancangan, pengadministrasi-an, pengolahan, analisis dan penafsirannya relatif lebih sederhana bila dibandingkan dengan asesmen teknik tes.

8  Daftar Cek Masalah ( DCM )  Alat Ungkap Masalah ( AUM )  Alat Ungkap Masalah Belajar (AUM PTSDL)  Sosiometri  Wawancara  Observasi  Inventori Tugas Perkembangan ( ITP )

9  Asesmen tenik tes digunakan oleh petugas bimbingan dan konseling yang telah memiliki sertifikat untuk menggunakan asesmen teknik tes.

10 Ragam Asesmen teknik tes Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes kepribadian Tes kemampuan kerja Tes kematangan sosial Dan lain-lain. Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes kepribadian Tes kemampuan kerja Tes kematangan sosial Dan lain-lain.

11 PERBEDAAN ASESMEN TEKNIK NONTES DAN TEKNIK TES Asesmen teknik nontes tidak memerlukan prosedur penyusunan yang terstandar. Dapat dibuat atau dirancang oleh petugas bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan.

12 Berbeda dengan asesmen teknik non tes, asesmen teknik tes memiliki beberapa karakteristik antara lain: Standardisasi : memiliki buku dan manual tes, serta memiliki keseragaman dalam penyelenggaraan dan penskoran. Bersifat obyektif : mulai dari penyelenggaraan, penilaian, dan interpretasi skor. Reliabel atau andal : konsistensi hasil yang diperoleh. Valid : mampu mengukur apa yang hendak diukur Standardisasi : memiliki buku dan manual tes, serta memiliki keseragaman dalam penyelenggaraan dan penskoran. Bersifat obyektif : mulai dari penyelenggaraan, penilaian, dan interpretasi skor. Reliabel atau andal : konsistensi hasil yang diperoleh. Valid : mampu mengukur apa yang hendak diukur

13 INSTRUMEN NONTES : WAWANCARA

14 Tujuan dilakukan wawancara adalah untuk mendapatkan data yang diperlukan tentang diri mahasiswa atau hal lain yang berhubungan dengan mahasiswa.

15 Tujuan Wawancara Dalam Bimbingan dan Konseling Untuk mendapatkan data tentang mahasiswa terkait dengan permasalahan yang dihadapi serta memahami dirinya secara menyeluruh dan mendalam baik pada lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun kerja sehingga diperoleh informasi yang akurat tentang kondisi mahasiswa tersebut.

16 Wawancara menurut prosedur, antara lain : a. Wawancara terstruktur b. Wawancara tidak terstruktur c. Wawancara kombinasi Wawancara menurut responden, antara lain : a.Wawancara langsung b.Wawancara tidak langsung

17 PERAN PEWAWANCARA TAHAP AWAL TAHAP INTI/ PERTENGAHAN TAHAP AKHIR MEMBANGUN RAPORT MENGAJUKAN PERTANYAAN MEMBUAT KESIMPULAN

18 Hal Yang Perlu Diperhatikan…. Pewawancara dalam BK Mendapatkan Data Pewawancara dalam BK Mendapatkan Data MEMBANGUN RAPPORT

19 Pelaksanaan wawancara hendaknya memperhatikan prosedur sebagai berikut: Penyusunan Pedoman Wawancara Pelaksanaan Wawancara Analisis Hasil Wawancara Penyusunan Pedoman Wawancara Pelaksanaan Wawancara Analisis Hasil Wawancara

20 1. PENYUSUNAN PEDOMAN WAWANCARA Menetapkan tujuan wawancara. Menetapkan pertanyaan. Membuat butir pertanyaan yang jelas (tidak ambigu dan mengandung unsur SARA) serta fokus /intinya saja, agar mudah dipahami individu.

21 2. PELAKSANAAN WAWANCARA  Menetapkan individu yang akan diwawancarai dan menghubunginya  Menetapkan jadwal dan tempat wawancara  Melaksanakan wawancara  Melakukan verbal setting  Melakukan attending skill  Menutup wawancara

22 3. ANALISIS HASIL WAWANCARA Mengidentifikasi dan mengelompokkan jawaban individu Mengidentifikasi dan mengelompokkan jawaban individu Menganalisis dan mensintesakan hasil jawaban individu Menganalisis dan mensintesakan hasil jawaban individu Membuat kesimpulan Membuat kesimpulan

23 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WAWANCARA a.Kelebihan Wawancara Pertanyaan-pertanyaan yang belum dipahami dapat segera diperjelas. Melalui tatap muka langsung, dapat terbinanya hubungan baik.

24 b.Kekurangan Wawancara  Membutuhkan waktu dan tenaga  Diperlukan keahlian dan pengalaman  Hasil wawancara dapat bersifat subyektif apabila telah terbentuk prasangka.  Hasil wawancara sangat tergantung dengan keterampilan pewawancara

25 INSTRUMEN NONTES : OBSERVASI Observasi atau pengamatan merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja, melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala-gejala yang diselidiki.

26 Tujuan observasi atau pengamatan Mendapatkan data dari obyek pengamatan yang sesuai dengan tujuan dilakukannya observasi. Tujuan observasi atau pengamatan Mendapatkan data dari obyek pengamatan yang sesuai dengan tujuan dilakukannya observasi.

27 B EBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN : Observasi harus fokus pada satu orang Observasi dilakukan secara intens Observasi hendaknya dilakukan pada beberapa periode waktu Observasi hendaknya dilakukan dalam situasi- situasi yang berbeda dan natural Observasi tidak mengabaikan kondisi interaksi dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkah laku Data yang diperoleh hendaknya diintegrasikan dengan data yang diperoleh melalui instrumen lain Observasi harus fokus pada satu orang Observasi dilakukan secara intens Observasi hendaknya dilakukan pada beberapa periode waktu Observasi hendaknya dilakukan dalam situasi- situasi yang berbeda dan natural Observasi tidak mengabaikan kondisi interaksi dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkah laku Data yang diperoleh hendaknya diintegrasikan dengan data yang diperoleh melalui instrumen lain

28 JENIS-JENIS OBSERVASI Berdasarkan keterlibatan pengamat: observasi partisipasi, observasi non partisipasi dan observasi quasi partisipasi. Berdasarkan perencanaan: observasi sistematis/terstruktur,observasi non sistematis/tidak terstruktur Berdasarkan situasi: observasi bebas, observasi yang dimanipulasi, observasi yang merupakan perpaduan antara keduanya.

29 Persiapan Pelaksanaan Pencatatan Penutup

30  Catatan Anekdot Merupakan alat pencatat pengamatan yang dapat digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan secara obyektif tingkah laku yang ditampilkan dan ucapan yang didengar pada situasi tertentu apa adanya.

31 PROSEDUR PELAKSANAAN OBSERVASI Penyusunan Pedoman Pengamatan a.Menetapkan tujuan observasi b.Menetapkan bentuk format pencatat hasil observasi sesuai dengan tujuan. c.Membuat format pencatat hasil observasi

32 Menetapkan individu yang akan diobservasi Menetapkan jadwal dan tempat dilakukannya observasi Menetapkan jumlah individu yang akan diobservasi Menetapkan petugas atau observer sesuai dengan kebutuhan Mempersiapkan format pencatat hasil observasi Menetapkan posisi yang aman tidak terlihat oleh individu yang diobservasi Selama proses observasi, hendaknya fokus melakukan pengamatan terhadap situasi dan tingkah laku yang diamati. Menutup pengamatan dengan membuat kesimpulan

33 Kelebihan dan Kekurangan Observasi

34 2. Kekurangan Observasi a.Observasi tidak dapat dilakukan pada beberapa situasi atau beberapa individu secara bersamaan. b.Hasil observasi pada suatu kejadian tidak dapat diulang pada waktu lain. c.Observasi memerlukan waktu panjang, apabila ingin mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang individu. d.Kesimpulan dan hasil analisis observasi seringkali bersifat subyektif, sehingga memerlukan beberapa petugas.

35


Download ppt "ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING. Latar Belakang ê Kebutuhan mahasiswa mendapatkan layanan Bimbingan dan Konseling ê Penyelesaian study di Perguruan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google