Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RETURN SAHAM MELALUI EFISIENSI OPERASI PERUSAHAAN Renny Nur’ainy 11030005 Promotor : Prof. Nopirin,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RETURN SAHAM MELALUI EFISIENSI OPERASI PERUSAHAAN Renny Nur’ainy 11030005 Promotor : Prof. Nopirin,"— Transcript presentasi:

1 PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RETURN SAHAM MELALUI EFISIENSI OPERASI PERUSAHAAN Renny Nur’ainy Promotor : Prof. Nopirin, MA Ko Promotor : Gudono, Ph.D. PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI PASCASARJANA UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA

2 PENDAHULUAN Penelitian ini berdasarkan dua teori penting dalam hubungan antara GCG dengan kinerja perusahaan, yaitu teori keagenan (agency theory) dan teori sinyal (signaling theory). Menurut teori keagenan, adanya pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan berpotensi menimbulkan masalah keagenan (agency problem) dan cara untuk mengatasi masalah keagenan tersebut dilakukan melalui implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Sementara signaling memandang GCG sebagai suatu landasan untuk memberi sinyal kepada stakeholder melalu perolehan return saham.

3 Beberapa penelitian terdahulu mengenai hubungan GCG dengan kinerja menunjukkan bahwa poor performance disebabkan oleh poor governance (Gompers et al., 2003; Bauer et al., 2004; Chen et al., 2004; Amman dan Nguyen, 2007; Abdo dan Fisher, 2008) Oleh karena itu secara spesifik masalah penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian, sebagai berikut : Apakah implementasi GCG memiliki pengaruh pada efisiensi operasi perusahaan ? Apakah implementasi GCG memiliki pengaruh langsung pada pada return saham? Apakah implementasi GCG memiliki pengaruh tidak langsung pada return saham melalui efisiensi operasi perusahaan ?

4 TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

5

6

7

8 Berdasarkan pemikiran dan hasil penelitian terdahulu, maka penyusunan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : Hipotesis 1: Implementasi GCG memiliki pengaruh pada efisiensi operasi perusahaan yang di proksikan oleh profitabilitas, leverage, dan likuiditas. Hipotesis 2: Implementasi GCG memiliki pengaruh langsung pada return saham. Hipotesis 3: Implementasi GCG memiliki pengaruh tidak langsung pada return saham melalui efisiensi operasi perusahaan yang diproksi profitabilitas, leverage, dan likuiditas.

9 Untuk keperluan pengujian, maka hipotesis penelitian 1 di pisahkan menjadi: Hipotesis 1a : Implementasi GCG memiliki pengaruh pada efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh profitabilitas Hipotesis 1b: Implementasi GCG memiliki pengaruh pada efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh leverage Hipotesis 1c: Implementasi GCG memiliki pengaruh pada efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh likuiditas

10 Untuk keperluan pengujian, maka hipotesis penelitian 3 di pisahkan menjadi: Hipotesis 3a: Implementasi GCG memiliki pengaruh tidak langsung pada return saham melalui efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh profitabilitas Hipotesis 3b: Implementasi GCG memiliki pengaruh tidak langsung pada return saham melalui efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh leverage Hipotesis 3c: Implementasi GCG memiliki pengaruh tidak langsung pada return saham melalui efisiensi operasi perusahaan yang diwakili oleh likuiditas

11

12 METODE PENELITIAN Objek Penelitian dan Unit Observasi Obyek penelitian ini adalah GCG, rasio profitabilitas, rasio leverage, rasio likuiditas, dan return saham. Unit observasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan (LKT) emiten yang telah diaudit, harga saham penutupan (closing price) akhir tahun, dividen kas, total aktiva perusahaan, persentase dari laba sesudah pajak terhadap ekuitas perusahaan, persentase dari laba sesudah pajak terhadap aktiva perusahaan, persentase dari total hutang terhadap total ekuitas perusahaan, persentase dari total hutang terhadap total aktiva perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

13 Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh sektor perusahaan yang ada dalam kelompok industri non keuangan yang mempublikasikan Laporan Keuangan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 10 tahun, dari tahun 2000 sampai dengan Pertimbangannya adalah untuk menghindari bias karena perbedaan faktor karakteristik industri. Sementara penggunaan sampel dari tahun 2000 karena didasarkan pada pertimbangan periode setelah diwajibkannya implementasi GCG bagi seluruh emiten di BEI. Sedangkan alasan pembatasan sampel sampai tahun 2009 adalah sebagai upaya pembuktian pengaruh implementasi GCG pada return saham untuk jangka waktu yang panjang.

14

15

16 Pengujian Hipotesis Tahap I : Uji Hipotesis 1 dan Uji Hipotesis 2 Model ini menggunakan persamaan matematik sebagai berikut : ROE it = a it + b1GCG it + e it DER it = a it + b2GCG it + e it CR it = a it + b3GCG it + e it RS it = a it + b4GCG it + e it Tahap II : Uji Hipotesis 3 RS it = a it + b1GCG it + b2ROE it + b3 GCG it.ROE it + e it RS it = a it + b1GCG it + b2DER it + b3 GCG it.DER it + e it RS it = a it + b1GCG it + b2CR it + b3 GCG it.CR it + e it

17 Model 1 (Constant) Collinearity Statistics Kesimpulan ToleranceVIF GCG Tidak terjadi multikolinearitas CR Tidak terjadi multikolinearitas DER Tidak terjadi multikolinearitas ROE Tidak terjadi multikolinearitas Tabel 4.4. Hasil deteksi multikolinearitas model penelitian Dependent Variable: RETURNSH Sumber : diolah dengan menggunakan SPSS (2010)

18 VariabelDurbin-WatsonKesimpulan GCG2.018Tidak terjadi autokorelasi CR2.029Tidak terjadi autokorelasi DER2.020Tidak terjadi autokorelasi ROE2.026Tidak terjadi autokorelasi Tabel 4.6 Hasil deteksi aukorelasi model penelitian Sumber : diolah dengan menggunakan SPSS (2010)

19 Gambar 4.1. Hasil deteksi heterosdetastisitas

20 Gambar 4.2. Hasil deteksi normalitas Tabel 4.7 Hasil uji normalitas

21 Hipotesis Persamaan Regresi (Sign). Nilai F (Sign) R2R2 Ho Diterima/ Ho Di tolak H1a ROE = -30, ,997GCG + e (0,608) 0,265 (0,608) 0,002Ho Di tolak H1b DER = 12, ,157GCG + e (0,300) 1,083 (0,300) 0,009Ho Ditolak H1c CR= -176, ,130GCG +e (0,656) 0,200 (0,656) 0,02Ho Ditolak H2 Return Saham = -0, ,0002GCG + e (0.289) 0.009Ho Ditolak H3a RS=-3,66+1,19GCG+2,112ROE+1,69GCG.ROE + e (0,000) 0,888 (0,004) 2,1Ho Di terima H3b RS = -3,12+0,00019GCG-7,31DER+ 2,97GCG.DER+e (0,77) 0,457 (0,713) 1,1Ho Ditolak H3c RS=-3,60+1,9GCG i -7,3CR + 2,9GCG.CR+e (0,09) 0,438 (0,726) 1,1Ho Ditolak Ringkasan hasil pengujian hipotesis Sumber : output SPSS (2010)

22 Hasil pengujian regresi menunjukkan bahwa implementasi GCG tidak mempengaruhi return saham secara signifikan. Hipotesis 1, dan 2 ditolak. Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukan hanya hipotesis 3a yang diterima ini menunjukkan bahwa corporate governance secara statistik signifikan mempengaruhi return saham melalui efisiensi operasi perusahaan yang diproksi dengan ROE. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perusahaan yang menerapkan GCG dan memiliki tingkat efisiensi operasi yang tinggi yang tercermin dari tingkat ROE yang tinggi akan mampu menaikkan perolehan return saham nya, selain itu juga dapat dikatakan bahwa implementasi GCG belum mampu mempengaruhi kinerja pasar, karena pasar memerlukan waktu untuk merespon implementasi GCG yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

23


Download ppt "PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA RETURN SAHAM MELALUI EFISIENSI OPERASI PERUSAHAAN Renny Nur’ainy 11030005 Promotor : Prof. Nopirin,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google