Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1.MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 2.MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 3.MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM 4.MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK 5.MODEL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1.MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 2.MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 3.MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM 4.MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK 5.MODEL."— Transcript presentasi:

1 MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1.MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 2.MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 3.MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM 4.MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK 5.MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM 6.MODEL PEMBELAJARAN COLABORATIVE

2 MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

3 LANDASAN FILOSOFISMODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL : 1. CTL mencerminkan konsep saling bergantungan. 2. CTL mencerminkan prinsip deferensiasi 3. CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri

4 Landasan filosofi CTL adalah konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh. konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh. Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa

5 KOMPONEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 1. Konstruktivisme 2. Inkuiri 3. Bertanya 4. Masyarakat belajar 5. Pemodelan 6. Refleksi 7. Penilaian

6 POLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK  SD  SMTP  SMTA dan PT. Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK  SD  SMTP  SMTA dan PT. Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas : Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan- persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat). Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan- persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat).

7 Lanjutan b Seorang guru IPS, meminta kelompok untuk menentukan pembicaraan tamu/narasumber untuk menjelaskan hal yang sedang diteliti  tentang ……. c. Di suatu kelas yang membahas tentang pariwisata siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya dari berbagai sudut pandang dan ide-idenya. d. Menyuruh anak mengadakan simulasi mengenai kejadian-kejadian yang memicu perang dunia II, pecahnya G 30 S PKI, dll. e. Seorang guru matematika memberi tugas pada siswa tentang kegiatan di masa datang cara menabung untuk masa pensiun.

8 LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok) 5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. 6. Lakukan refleksi di akhir penemuan. 7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

9 CIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL 1. Pengalaman nyata 2. Kerjasama saling menunjang 3. Gembira belajar dengan bergairah 4. Pembelajaran terintegrasi 5. Menggunakan berbagai sumber 6. Siswa aktif dan kritis 7. Menyenangkan tidak membosankan 8. Sharing dengan teman 9. Guru kreatif

10 LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 1. Memilih tema 2. Menentukan konsep-konsep yang dipelajari 3. Menentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar 4. Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram) 5. Mereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait 6. Menentukan urutan kegiatan 7. Menyiapkan tindak lanjut

11 COLLABORATIVE LEARNING MODEL

12 COLLABORATIVE LEARNING  Kerja Sama Dua orang atau lebih  Memecahkan masalah Bersama  Mencapai Tujuan Tertentu

13 COLABORATIVE LEARNING Dua unsur penting  Ada tujuan yang sama diskusi menentukan strategi,keputusan bersama,persoalan milik bersama  Ketergantungan yang positif anggota berhasil bila seluruh anggota bekerja sama

14 KETERGANTUNGAN DIBANTU DENGAN CARA  Memberi tugas peran khusus anggota sbb :  Pengamat  Pengklarifikasi  Perekam  Pendorong  Pecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untuk melengkapi keberhasilan tugas

15 BENTUK-BENTUK BELAJAR COLLABORATIVE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD):  Sajian Dosen  Diskusi Kelompok siswa  Tes/Kuis/Silang tanya antar kelompok  Penguatan dosen

16 STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) Lima langkah pokok:  Presentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quis  Tim (kelompok): Fungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baik Fungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baik Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim  Presentasi Dosen satu atau dua pereode  Satu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individual  Siswa tidak diijinkan saling bantu

17 MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

18 PEMBELAJARAN KOOPERATIF Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Konsep Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar. Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar. Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa. Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

19 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF 1. Saling ketergantungan positif 2. Interaksi tatap muka 3. Akuntabilitas individual 4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.

20 Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif 1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial 2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan- pandangan 3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial 4. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois 5. Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama manusia

21 TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF A. Metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis. Langkah-Langkah : 1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok. 2. Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim. 3. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan. 4. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

22 B. Metode Jigsaw Dikembangkan oleh Slavin dkk Langkahnya : Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen. Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen. Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari. Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari. Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar. Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.

23 LANJUTAN Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar. Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari. Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru. Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru. Contoh-contoh bisa dibaca di buku.

24 Metode lain yang bisa digunakan dalam pembelajaran Kooperatif: 1. Metode G (Group Investigation) 2. Metode Struktural 3. Dua Tinggal Dua Tamu 4. Keliling Kelompok 5. Kancing Gemerincing

25 PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

26 PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan. Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan. Kalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.

27 Pembelajaran yang kurang berhasil disebabkan tiga hal al : 1. Perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan hasil kerja lembaga pendidikan /  kemajuan di luar lebih pesat. 2. Pandangan dan temuan-temuan baru dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma, falsafah dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang ini tidak cocok lagi. 3. Berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma, falsafah dan metodologi pengajaran.

28 DASAR TEORI QUANTUM TEACHING Quantum  Bermakna Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda. Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.

29 Karakteristik Umum Pembelajaran Quantum Berpangkal pada psikologi kognitif Berpangkal pada psikologi kognitif Bersifat Humanistis bukan positivistis-empiris Bersifat Humanistis bukan positivistis-empiris Siswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian. Siswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian. Lebih bersifat pada konstruktivistis Lebih bersifat pada konstruktivistis Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. Sangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. Sangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. Sangat menekankan kealamiyahan dan kewajaran proses pembelajaran. Sangat menekankan kealamiyahan dan kewajaran proses pembelajaran.

30 PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM 1. Bawa dunia mereka ke dalam dunia kita dan antarkan dunia kita ke dalam dunia mereka 2. Berlaku prinsip permainan orkestra simponi. 3. Harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.

31 TEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUM Peta konsep menunjukkan penanganan ide-ide pikiran sebagai sasaran dalam bentuk grafis. Peta konsep menunjukkan penanganan ide-ide pikiran sebagai sasaran dalam bentuk grafis. Langkah peta konsep : Contoh : Sebaran Sumber Daya Air Siklus Hidrologi Sumber Daya Air Kualitas Air Perairan Laut Perairan Darat

32 TEKNIK MEMORI a. Melatih imajinasi b. Teknik rantaian kata c. Teknik plesetan kata d. Sistem pasak lokasi e. Teknik Akrostik (jembatan keledai)

33 MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK Untk kelas I - III

34 PEMBELAJARAN TEMATIK PEMBELAJARAN TEMATIK ADALAH PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEMA UNTUK MEMPELAJARI SUATU MATERI GUNA MENCAPAI KOMPETENSI TERTENTU. PEMBELAJARAN TEMATIK ADALAH PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEMA UNTUK MEMPELAJARI SUATU MATERI GUNA MENCAPAI KOMPETENSI TERTENTU. TEMA ADALAH SUATU BIDANG YANG LUAS, YANG MENJADI FOKUS PEMBAHASAN DALAM PEMBELAJARAN TEMA ADALAH SUATU BIDANG YANG LUAS, YANG MENJADI FOKUS PEMBAHASAN DALAM PEMBELAJARAN TOPIK ADALAH BAGIAN DARI TEMA / SUB TEMA TOPIK ADALAH BAGIAN DARI TEMA / SUB TEMA JENIS TEMA : INTRA DISCIPLINARY DAN INTER DISCIPLINARY JENIS TEMA : INTRA DISCIPLINARY DAN INTER DISCIPLINARY

35 RASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIK MENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANG BERMAKNA MENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANG BERMAKNA TEMA MEMBERIKAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MENEMUKAN KAITAN ANTAR BIDANG STUDI TEMA MEMBERIKAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MENEMUKAN KAITAN ANTAR BIDANG STUDI MENGAJAR DENGAN TEMA SEBAGAI SUATU CARA UNTUK MELAKUKAN KETERPADUAN MENGAJAR DENGAN TEMA SEBAGAI SUATU CARA UNTUK MELAKUKAN KETERPADUAN KECENDERUNGAN MENEMUKAN KAITAN DALAM PEMBELAJARAN YANG DIORGANISASIKAN SECARA TEMATIK KECENDERUNGAN MENEMUKAN KAITAN DALAM PEMBELAJARAN YANG DIORGANISASIKAN SECARA TEMATIK

36 KEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIK PEMBELAJARAN LEBIH MUDAH MEMAHAMI APA & MENGAPA MEREKA BELAJAR PEMBELAJARAN LEBIH MUDAH MEMAHAMI APA & MENGAPA MEREKA BELAJAR HUBUNGAN ANTARA KONTEN & PROSES LEBIH JELAS HUBUNGAN ANTARA KONTEN & PROSES LEBIH JELAS MEMPERCEPAT TRANSFER KONSEP LINTAS BIDANG STUDI MEMPERCEPAT TRANSFER KONSEP LINTAS BIDANG STUDI BELAJAR SECARA MENDALAM DAN MELUAS BELAJAR SECARA MENDALAM DAN MELUAS PENGGUNAAN WAKTU EFEKTIF PENGGUNAAN WAKTU EFEKTIF MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF

37 STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK MEMILIH TEMA MEMILIH TEMA MENENTUKAN KONSEP KUNCI MENENTUKAN KONSEP KUNCI MENENTUKAN KEGIATAN-KEGIATAN UNTUK INVESTIGASI KONSEP-KONSEP MENENTUKAN KEGIATAN-KEGIATAN UNTUK INVESTIGASI KONSEP-KONSEP MENENTUKAN BIDANG STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN MANA YG DIGUNAKAN SEBAGAI BAG. KEGIATAN MENENTUKAN BIDANG STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN MANA YG DIGUNAKAN SEBAGAI BAG. KEGIATAN REVIU KEGIATAN & BID-BID STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN YANG BERKAITAN REVIU KEGIATAN & BID-BID STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN YANG BERKAITAN MENGORGANISASI BAHAN-BAHAN UNTUK MEMUDAHKAN DISTRIBUSI & PENGGUNAAN MENGORGANISASI BAHAN-BAHAN UNTUK MEMUDAHKAN DISTRIBUSI & PENGGUNAAN MENENTUKAN URUTAN KEGIATAN YANG DISAJIKAN DI KELAS MENENTUKAN URUTAN KEGIATAN YANG DISAJIKAN DI KELAS DISKUSI TINDAK LANJUT DISKUSI TINDAK LANJUT

38 CONTOH PERKEMBANGAN KONSEP TEMA : ZAT CAIR TEMA : ZAT CAIR ZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUATU WADAH KE WADAH YANG LAIN ZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUATU WADAH KE WADAH YANG LAIN ZAT CAIR MENGAMBIL BENTUK SEPERTI WADAHNYA ZAT CAIR MENGAMBIL BENTUK SEPERTI WADAHNYA ZAT CAIR DAPAT DIKELOMPOKKAN MENURUT CIRI- CIRINYA ZAT CAIR DAPAT DIKELOMPOKKAN MENURUT CIRI- CIRINYA BEBERAPA ZAT CAIR LEBIH KENTAL DARI PADA YANG LAIN BEBERAPA ZAT CAIR LEBIH KENTAL DARI PADA YANG LAIN ADA BENDA YANG LARUT DALAM ZAT CAIR DAN ADA YANG TIDAK ADA BENDA YANG LARUT DALAM ZAT CAIR DAN ADA YANG TIDAK

39 Beberapa benda Larut Zat Cair Zat cair dpt Dimanfaatkan dg berbagai cara Zat cair dpt Dituangkan dr suatu wadah ke wadah lain Beberapa zat Cair lbh Kental daripada Yg lain Zat cair Mengambil bentuk seperti wadahnya Zat cair dpt Dikelpokkan Menurut ciri-cirinya 1.Sains 2.Matematik 3.Bahasa IPS 1.Sains 2.Matematik 3.Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa

40 BERBAGAI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG LAIN Model Konstruktivisme Model Konstruktivisme Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus Model Jigsaw Model Jigsaw Model Kreatif & Produktif Model Kreatif & Produktif Model Latihan Keterampilan Model Latihan Keterampilan Model Simulasi & Bermain Peran Model Simulasi & Bermain Peran Dll Dll

41 MODEL KONSTRUKTIVISME Landasan Teori Siswa mengkonstruksi idea berdasarkan pengalaman dan interaksi dng sumber belajar Siswa mengkonstruksi idea berdasarkan pengalaman dan interaksi dng sumber belajar Hasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagai cara. Hasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagai cara. Langkah : Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea, Aplikasi Idea, Reviu, Membandingkan Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea, Aplikasi Idea, Reviu, Membandingkan

42 Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus Tujuan Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan masalah/mengambil keputusan Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan masalah/mengambil keputusan Topik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan pemecahan masalah Topik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan pemecahan masalah Evaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalah Evaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalah

43 LANGKAH-LANGKAH Pendahuluan : orientasi pada masalah Pendahuluan : orientasi pada masalah Kegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yang mengandung masalah untuk bahan diskusi/analisis) Kegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yang mengandung masalah untuk bahan diskusi/analisis) Pecahkan kasus dalam kelompok / secara individual Pecahkan kasus dalam kelompok / secara individual Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil kelompok / individu Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil kelompok / individu

44 MODEL JIGSAW Landasan Teori : belajar kolaboratif dan aktif, mhsw dapat belajar dari teman Landasan Teori : belajar kolaboratif dan aktif, mhsw dapat belajar dari teman Topik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopik Topik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopik Tujuan : menanamkan konsep melalui kerja sama Tujuan : menanamkan konsep melalui kerja sama Langkah : kelas dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-8 orang. Langkah : kelas dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-8 orang.

45 MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF Landasan Teori : Belajar aktif, konstruktivistik, kolaboratif dan kreatif Landasan Teori : Belajar aktif, konstruktivistik, kolaboratif dan kreatif Tujuan : Kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah & dampak pengiring, kerja sama, disiplin, mandiri. Tujuan : Kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah & dampak pengiring, kerja sama, disiplin, mandiri. Topik : dari bidang sosial, IPA, bahasa Topik : dari bidang sosial, IPA, bahasa Evaluasi : proses dan hasil Evaluasi : proses dan hasil

46 LANGKAH-LANGKAH ORIENTASI ORIENTASI EKSPLORASI EKSPLORASI INTERPRETASI INTERPRETASI RE-KREASI RE-KREASI

47 MODEL LATIHAN KETRAMPILAN Tujuan : Menguasai keterampilan tertentu (intelektual, sosial, motorik) Tujuan : Menguasai keterampilan tertentu (intelektual, sosial, motorik) Bentuk : Bentuk : Teori-praktek (situasi nyata) Teori-praktek (situasi nyata) Simulasi Simulasi Bermain peran Bermain peran

48 MODEL BERMAIN PERAN MODEL BERMAIN PERAN a. Tujuan : Menghayati situasi tertentu dan bertindak sesuai dengan situasi tersebut. b. Topik : Masalah dalam kehidupan sehari- hari.

49 MODEL BERMAIN PERAN LANGKAH-LANGKAH Menyajikan dan membahas situasi Menyajikan dan membahas situasi Menyiapkan permainan Menyiapkan permainan Bermain Bermain Mengungkapkan pengalaman Mengungkapkan pengalaman

50 TUGAS KELOMPOK Pilih satu kemampuan & topik yang akan dicapai / disajikan dalam pelatihan Pilih satu kemampuan & topik yang akan dicapai / disajikan dalam pelatihan Pilih model pembelajaran yg paling sesuai dg kemampuan dan topik tersebut. Pilih model pembelajaran yg paling sesuai dg kemampuan dan topik tersebut. Susun langkah-langkah pembelajaran Susun langkah-langkah pembelajaran Berikan alasan mengapa langkah tersebut dipilih Berikan alasan mengapa langkah tersebut dipilih


Download ppt "MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1.MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 2.MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 3.MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM 4.MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK 5.MODEL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google