Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN INFORMASI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA Bahan kuliah dr.Farid Budiman MS Temu : 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN INFORMASI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA Bahan kuliah dr.Farid Budiman MS Temu : 1."— Transcript presentasi:

1

2 MANAJEMEN INFORMASI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA Bahan kuliah dr.Farid Budiman MS Temu : 1

3 Manajemen informasi k3 PENGERTIAN PENGERTIAN Adalah suatu sistem pengumpulan,pengolahan data K3 untuk devaluasi dan diartikan dalam informasi yang kontekstual Adalah suatu sistem pengumpulan,pengolahan data K3 untuk devaluasi dan diartikan dalam informasi yang kontekstual - masih bersifat pengenalan & - masih bersifat pengenalan & pengembangan pengembangan Temu : 1 Temu : 1

4 Alur informasi ( sumber : Techniques of Safety Management ) Sistem informasi kecelakaan Kerja (USA) Sistem informasi kecelakaan Kerja (USA) Laporan (input) *Operasional*Kejadian kecelakaan kecelakaan*Kerugian Terdiri 4 lembar kopi :  Dokumen inti 1 pedoman untuk manajer 1 pedoman untuk manajer 2 kode analisa 2 kode analisa kecelakaan kecelakaan Akurasi& Kelengkapan rekord Review f.I -  (field stastionI).personal.property.finansial.legal Review f.II-  (field station II ).idem dito Review f. III-  ( Biro pusat ).idem dito Review f.IV -  (T.Departemen).idem dito File data (pemantauan dan koreksi ) Laporan sementara Koreksi lokal Laporan sementara Koreksi headquaters Laporan sementara biro Data input & output komputer Penyimanan data Permanen Analisis data dan umpan balik untuk penentu kebijaksanaan Sumber olahan data komputer untuk kebijaksanaan : Administrasi Administrasi Personal Personal Property Property Legal Legal Safety (keselamatan kerja ) Safety (keselamatan kerja ) Finansial Finansial

5 BIDANG KESEHATAN KERJA Bidang Usaha Sektor Formal Disiplin kerja : Terikat kepada peraturan dan perjanjian kerja Hubungan kerja : Pekerja-Pengusaha-Pemerintah RUANG LINGKUP OPERASIONAL ( Indonesia ) temu : 1 Bidang USAHA SEKTOR FORMAL Disiplin Kerja : Terikat kepada norma-norma kerja ( peraturan dan disiplin kerja ) Kepentingan informasi: *Bahan penentuan kebijaksanaan SMK3 Perusahaan *Bahan penentu kebijaksanaan pemerintah Jenis Usaha : Sektor industri Sektor pelayanan jasa Bidang USAHA SEKTOR INFORMAL ? Disiplin kerja : Tidak terikat kepada peraturan dan disiplin kerja Hubungan kerja : Pelaku usaha sektor informal---Konsumen masyarakat Kepentingan informasi : Kesehatan Masyarakat Jenis Usaha : Industri rumah tangga Industri usaha sektor informal * BIDANG KESEHATAN KERJA Bidang Usaha Sektor Formal Disiplin kerja : Terikat kepada peraturan dan perjanjian kerja Hubungan kerja : Pekerja-Pengusaha-Pemerintah RUANG LINGKUP OPERASIONAL ( Indonesia ) temu : 1 Bidang USAHA SEKTOR FORMAL Disiplin Kerja : Terikat kepada norma-norma kerja ( peraturan dan disiplin kerja ) Kepentingan informasi: *Bahan penentuan kebijaksanaan SMK3 Perusahaan *Bahan penentu kebijaksanaan pemerintah Jenis Usaha : Sektor industri Sektor pelayanan jasa Bidang USAHA SEKTOR INFORMAL ? Disiplin kerja : Tidak terikat kepada peraturan dan disiplin kerja Hubungan kerja : Pelaku usaha sektor informal---Konsumen masyarakat Kepentingan informasi : Kesehatan Masyarakat Jenis Usaha : Industri rumah tangga Industri usaha sektor informal *

6 MANJEMEN IFORMASI K3 MANFAAT MANFAAT Meningkatkan kinerja informasi K3 perusahaan Meningkatkan kinerja informasi K3 perusahaan Meningkatkan sistem informasi bidang k3 Meningkatkan sistem informasi bidang k3 Meningkatkan produktivitas kerja tenaga kerja Meningkatkan produktivitas kerja tenaga kerja Temu : 1 Temu : 1

7 Audit Sistim Manajemen K3 ( SMK3 ) - komitmen perusahaan - komitmen perusahaan - pelaksanaan kegiatan program - pelaksanaan kegiatan program P2K3 P2K3 - Evaluasi pelaksanaan - Evaluasi pelaksanaan - Asesemen umpan balik evaluasi - Asesemen umpan balik evaluasi ( sumber : Bahan kuliah Dr.Sukri MS ) ( sumber : Bahan kuliah Dr.Sukri MS ) Temu :1 Temu :1

8 Program Kegiatan K3 - Program komitmen manajemen-P2K3 - Program komitmen manajemen-P2K3 - Program Manjemen Resiko P2K3 - Program Manjemen Resiko P2K3 - Program Teknologi Pengendalian - Program Teknologi Pengendalian Lingkungan Kerja & sanitasi Industri Lingkungan Kerja & sanitasi Industri - Program Pemantauan Kesehatan - Program Pemantauan Kesehatan - Program Gawat Darurat - Program Gawat Darurat - Perundangan K3 - Perundangan K3 - Kerjasama kontraktor & K3 - Kerjasama kontraktor & K3 ( sumber : Parkland Group --- Ausy– Matrix of OHS Program ) ( sumber : Parkland Group --- Ausy– Matrix of OHS Program ) Temu : 1 Temu : 1

9 DATA INFORMASI KESELAMATAN KERJA temu : 2 ( sumber. Manajemen of safety ) Accident Frequency Rate Accident Frequency Rate Kecelakaan diluar kerja Kecelakaan diluar kerja Accident Severity Rate Accident Severity Rate Reason for Cause of accident ( laporan investigasi kecelakaan.) Reason for Cause of accident ( laporan investigasi kecelakaan.) Data chek list inspeksi awal Data chek list inspeksi awal Format supervisor Format supervisor Audit Keselamatan Kerja departemen unit kerja Audit Keselamatan Kerja departemen unit kerja Absentism Absentism Day lost Day lost Property Damage Property Damage Managemen Defisiency Managemen Defisiency Surcharges Surcharges Estimated injury cost system Estimated injury cost system Sampling observasi Keselamatan kerja unsafe act ( Chevron Check List ) Sampling observasi Keselamatan kerja unsafe act ( Chevron Check List ) Data Higene Industri & Sanitasi Industri Data Higene Industri & Sanitasi Industri Pelatihan K3 & Motivasi Kerja Pelatihan K3 & Motivasi Kerja Pencegahan Kebakaran dan Peledakan Pencegahan Kebakaran dan Peledakan

10 DATA INFORMASI KESEHATAN KERJA DATA INFORMASI KESEHATAN KERJA Data Pemeriksaan Kesehatan Awal Data Pemeriksaan Kesehatan Awal Data Pemeriksaan Seleksi Tenaga kerja Data Pemeriksaan Seleksi Tenaga kerja Data Pemeriksaan Kesehatan Berkala Data Pemeriksaan Kesehatan Berkala Data Pemeriksaan Kesehatan Khusus Data Pemeriksaan Kesehatan Khusus Data Kesehatan Harian Poliklinik Data Kesehatan Harian Poliklinik & Gawat Darurat & Rasio Keparahan & Gawat Darurat & Rasio Keparahan Kecelakaan Kerja ( Cacat  ICDIH/Nagi) Kecelakaan Kerja ( Cacat  ICDIH/Nagi) Data Kedokteran Okupasi Data Kedokteran Okupasi Data Riset Epidemiologi Okupasi Data Riset Epidemiologi Okupasi Temu : 2 Temu : 2

11 Rekording Kedokteran Okupasi sumber : Occ Health and Safety Program - Pemeriksaan Fisik Kesehatan - Pemeriksaan Fisik Kesehatan - Ri wayat kesehatan pribadi dan keluarga - Ri wayat kesehatan pribadi dan keluarga - Riwayat Okupasi - Riwayat Okupasi - Uji fisik,visus,tekanan darah,frek nadi - Uji fisik,visus,tekanan darah,frek nadi - Lab.klinik,darah rutin dan urin rutin - Lab.klinik,darah rutin dan urin rutin - Evaluasi klinik/diagnosa klinik - Evaluasi klinik/diagnosa klinik - Hasil uji Audiometri - Hasil uji Audiometri - Hasil uji spirometri - Hasil uji spirometri - Hasil EKG - Hasil EKG - Hasil foto RO - Hasil foto RO _ Hasil uji Khusus lainnya _ Hasil uji Khusus lainnya - Rekord Immunisasi - Rekord Immunisasi - Rekord kunjungan klinik,Rekord penyakit okupasi dan injuri okup - Rekord kunjungan klinik,Rekord penyakit okupasi dan injuri okup - Data disabilitas - Data disabilitas - Rekording kompensaasi tenaga kerja - Rekording kompensaasi tenaga kerja - Hasil monitoring biologi - Hasil monitoring biologi - Angka sakit dan absensi - Angka sakit dan absensi - Rekording mortalitas - Rekording mortalitas

12 Klasifikasi cacat fungsional ( disability classification ) temu : 2 ICDIH Model ICDIH Model ( International Clasification of Impairments, Disabilities,and Handicaps) ( International Clasification of Impairments, Disabilities,and Handicaps) - Disease - Disease _ Impairment _ Impairment - Disability - Disability - Handicaps - Handicaps Sumber WHO,  Rehabilitation Sumber WHO,  Rehabilitation Nagi Model Nagi Model ( Health Care professionals) ( Health Care professionals) - Disesase - Disesase - Impairment - Impairment - Functional - Functional Limitaion Limitaion - Disability - Disability Sumber :Fuller K,Hubert L Sumber :Fuller K,Hubert L

13 ICDIH Model temu : 2 -Impairment  gangguan /penurunan fungsi fisiologis atau psikologis dan struktur anatomis tubuh -Impairment  gangguan /penurunan fungsi fisiologis atau psikologis dan struktur anatomis tubuh -Disability  penurunan kemampuan aktivitas dari kondisi normal -Disability  penurunan kemampuan aktivitas dari kondisi normal - Handicap  adalah hilangnya kemampuan individu untuk hidup normal - Handicap  adalah hilangnya kemampuan individu untuk hidup normal

14 Nagi Model temu : 2 Functional Limitation Functional Limitation Adalah hasil dari impairment yang dapat menimbulkan penurunan atau ketidak mampuan seseorang untuk tugas atau pekerjaannya secara normal Adalah hasil dari impairment yang dapat menimbulkan penurunan atau ketidak mampuan seseorang untuk tugas atau pekerjaannya secara normal Disability Disability Adalah perilaku yang dalam kurun waktu lama berubah oleh functional limitation sehingga individu tidak mampu menciptakan segala tugas secara normal Adalah perilaku yang dalam kurun waktu lama berubah oleh functional limitation sehingga individu tidak mampu menciptakan segala tugas secara normal sumber: Nagi,1969 sumber: Nagi,1969

15 MANJEMEN INFORMASI K 3 temu : 3 Pengumpulan data Pengumpulan data Pengolahan Data Pengolahan Data Analisis Data Analisis Data Evaluasi Data Evaluasi Data Mengartikan data Mengartikan data Informasi kontekstual Informasi kontekstual Kompilasi Kompilasi

16 Manajemen Informasi K3 temu : 3 Pengumpulan data Pengumpulan data Metoda penumpulan data Metoda penumpulan data Teknik pengumulan data Teknik pengumulan data Pengolahan data Pengolahan data Editing Editing Coding Coding Tabulating Tabulating Penyajian data Penyajian data Textular Textular Tabel Tabel Grafik Grafik Analisis & Evaluasi & Analisis & Evaluasi & Informasi kontekstual Informasi kontekstual Lingkup perusahaan Lingkup perusahaan Lingkup kelembagaan Lingkup kelembagaan Lingkup Kebijaksanaan Lingkup Kebijaksanaan pemerintah pemerintah

17 Manajemen SDM Informasi K3 temu : 3 Sdm Pengumpulan Data Lapangan Sdm Pengumpulan Data Lapangan Sdm pengolahan data kelembagaan Sdm pengolahan data kelembagaan Sdm analisis data laboratorium Sdm analisis data laboratorium Sdm analisis data informasi kontekstual Sdm analisis data informasi kontekstual

18 SDM Pengumpulan data lapangan K3 temu : 3 Profesional sesuai kepentingan program kelembagaan Profesional sesuai kepentingan program kelembagaan Akurat menggunakan alat deteksi K3 Akurat menggunakan alat deteksi K3 Aman dalam mengumpulkan,transportasi sampai kepengolahan sampel informasi Aman dalam mengumpulkan,transportasi sampai kepengolahan sampel informasi Bersifat rahasia profesi Bersifat rahasia profesi

19 Fasilitas temu : 3 Fasilitas,akomodasi pengumpulan data lapangan Fasilitas,akomodasi pengumpulan data lapangan Fasilitas akomodasi transportasi dan keamanan ke tempat pengumpulan data Fasilitas akomodasi transportasi dan keamanan ke tempat pengumpulan data Fasilitas akomodasi pengumpulan dan pusat pengolahan data Fasilitas akomodasi pengumpulan dan pusat pengolahan data Fasilitas kompilasi data informasi Fasilitas kompilasi data informasi

20 Prosedur Standar Operasional (SOP) temu : 3 Sesuai standar Nasional /Internasional Sesuai standar Nasional /Internasional Aplikatif Aplikatif Praktis Praktis

21 Auditing Data Keselamatan Kerja temu : 4 - Angka Kekerapan Kecelakaan Kerja - Angka Kekerapan Kecelakaan Kerja ( AFR = Accident Frequency Rate ) ( AFR = Accident Frequency Rate ) - Angka Keparahan Kecelakaan Kerja - Angka Keparahan Kecelakaan Kerja ( ASR = Accident Severity Rate ; ( ASR = Accident Severity Rate ; Ajusted Severity Rate ) Ajusted Severity Rate ) - T – Safe - Score - T – Safe - Score - Sistim Estimasi Biaya ( Estimated Cost - Sistim Estimasi Biaya ( Estimated Cost System ) System ) - Indikator Kinerja K3 / OHS Performance - Indikator Kinerja K3 / OHS Performance Indicator ( PI ) Indicator ( PI )

22 Angka Kekerapan Kecelakaan Kerja ( Accident Frequency Rate =AFR ) AFR = Total Accident X AFR = Total Accident X Total of exposure time yearly Total of exposure time yearly Total accident /year ( or other periode of time) Total accident /year ( or other periode of time) Total exposure time / year( or other periode of time ) Total exposure time / year( or other periode of time ) Temu : 4 Temu : 4

23 AJUSTED SEVERITY RATE temu : 4 AJUSTED SEVERITY RATE temu : 4 Digunakan untuk menghitung severity rate di sektor konstruksi : Digunakan untuk menghitung severity rate di sektor konstruksi : * Kecelakaan yang menimbulkan luka * Kecelakaan yang menimbulkan luka minor dengan hanya dilakukan pengoba minor dengan hanya dilakukan pengoba tan medis,dan tenaga kerja kembali be tan medis,dan tenaga kerja kembali be kerja ( kehilangan hari kerja maksimal 4 jam ) kerja ( kehilangan hari kerja maksimal 4 jam ) * Kecelakaan yang menimbulkan luka * Kecelakaan yang menimbulkan luka parah dan memerlukan pengobatan &istirahat parah dan memerlukan pengobatan &istirahat (kehilangan hari kerja selama maksimal 40 jam) (kehilangan hari kerja selama maksimal 40 jam)

24 Ajusted Severity Rate temu : 4 Ajusted severity rate /luka ringan ( minor ) Ajusted severity rate /luka ringan ( minor ) ASR (minor)= kehilangan jam kerja x 1000 ASR (minor)= kehilangan jam kerja x 1000 jumlah jam pemaparan kerja jumlah jam pemaparan kerja (Jam kerja hilang untuk minor injury maksimal 4 jam ) (Jam kerja hilang untuk minor injury maksimal 4 jam ) (Jam kerja hilang untuk serious injury maksimal 40 jam ) (Jam kerja hilang untuk serious injury maksimal 40 jam )

25 Tugas Rumah temu : 5 Tugas Rumah temu : 5 AJUSTED SEVERITY RATE AJUSTED SEVERITY RATE Contoh perhitungan Contoh perhitungan Superintendant A mengawasi 20 tenaga kerja. Superintendant A mengawasi 20 tenaga kerja. Kejadian kecelakaan (minor injury) memerlukan perawatan medis.2 orang Kejadian kecelakaan (minor injury) memerlukan perawatan medis.2 orang Berapa Ajusted Severity Rate ? Berapa Ajusted Severity Rate ?

26 Ajusted Severity Rate temu : 5 Perhitungan ASR superintendant A Perhitungan ASR superintendant A Kecelakaan dengan 2 minor injury--  perawatan medis = 2 x 4 jam = 8 jam Kecelakaan dengan 2 minor injury--  perawatan medis = 2 x 4 jam = 8 jam Jumlah pemaparan kerja = 20x4x40=3200 Jumlah pemaparan kerja = 20x4x40=3200 Ajusted SR = 8x1000 = 2,5 Ajusted SR = 8x1000 = 2,

27 ASR superintendant B temu : 5 ASR superintendant B temu : 5

28 T - Safe - Score temu : 5 T - Safe - Score temu : 5 - Digunakan untuk menilai kinerja K3 - Digunakan untuk menilai kinerja K3 dibagian prosesing dibandingkan dibagian prosesing dibandingkan dengan bagian lainnya dengan bagian lainnya bahan kuliah : Dr.Sukri MS bahan kuliah : Dr.Sukri MS

29 Accountability OHS temu : 6 Accountability OHS temu : 6 - Digunakan sebagai tolok ukur kerja - Digunakan sebagai tolok ukur kerja unit P2 K3 unit P2 K3 Terdiri dari : - Tolok Ukur perhitungan - Tolok Ukur perhitungan - Tolok Ukur Kegiatan Lapangan - Tolok Ukur Kegiatan Lapangan

30 Tolok Ukur Perhitungan temu : 6 - digunakan untuk menghitung - digunakan untuk menghitung besar ganti rugi kecelakaan oleh besar ganti rugi kecelakaan oleh perusahaan secara langsung perusahaan secara langsung - digunakan untuk menghitung besar - digunakan untuk menghitung besar premi yang harus dibayarkan kepa premi yang harus dibayarkan kepa da asuransi ( estimated cost system ) da asuransi ( estimated cost system ) - digunakan untuk menghitung pendapatan - digunakan untuk menghitung pendapatan personil unit P2 K3 untuk kegiatannya. personil unit P2 K3 untuk kegiatannya. - digunakan untuk indikator kinerja K3 di - digunakan untuk indikator kinerja K3 di perusahaan perusahaan

31 Tolok ukur Kegiatan Lapangan temu : 6 - untuk menilai kegiatan manjemen - untuk menilai kegiatan manjemen K3 di perusahaan ( P2K3 ) K3 di perusahaan ( P2K3 ) - untuk menilai kegiatan supervisor - untuk menilai kegiatan supervisor K3 di setiap unit proses industri K3 di setiap unit proses industri

32 AUDIT UNIT KERJA AUDIT UNIT KERJA Departemen:…43… Supervisor…Edi…. Tanggal…1/12/2007………. Diaudit oleh …Joni …….. Disetujui :oleh Ali dan Budi Kesan terhadap performance supervisor Kesan terhadap performance supervisor Edi telah melakukan supervisi dengan baik,tetapi frekuensi inspeksi kurang sering Hasil pemeriksaan dan observasi Unsafe condition Didiskusikan penyebab Disposisi Pelindung mesin dengan supervisor pelatihan kurang Edi dan Pres hilang ya prosedur lemah saya Tangga rusak ya akanme nangani nangani Unsafe act Melakukan peker Edi akan Jaan tanpa pelin ya prosedur lemah memper mesin baiki prosedur prosedur Anjuran Edi harus memlakukan inspeksi tiap minggu dan akan dikaji tiap bulan LAIN LAIN

33 UJIAN TENGAH SIMESTER TEMU : 8

34 PROMOSI K3 temu : 9 - Pengertian - Pengertian - Ruang Lingkup - Ruang Lingkup - Program - Program - Evaluasi - Evaluasi - Asesemen - Asesemen

35 Definisi Definisi Promosi Keselamatan dan Kesehatan Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kerja Adalah segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja secara kontinu Adalah segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja secara kontinu

36 Pengertian promosi kesehatan secara umum Adalah sebuah konsep proses aktif untuk meningkatkan tanggung jawab diri,mengerti manfaat gisi makanan,mampu merawat kebugaran diri dan mengendalikan stres jiwa,karena itu promosi kesehatan harus dilaksanakan selama hidup individu Adalah sebuah konsep proses aktif untuk meningkatkan tanggung jawab diri,mengerti manfaat gisi makanan,mampu merawat kebugaran diri dan mengendalikan stres jiwa,karena itu promosi kesehatan harus dilaksanakan selama hidup individu Sumber “ Brunner and Suddarth,1988 Sumber “ Brunner and Suddarth,1988

37 Ruang lingkup * Screening kesehatan, * Screening kesehatan, * Kesejahteraan, * Kesejahteraan, * Keselamatan kerja * Keselamatan kerja * Fitness ( kebugaran tubuh ) * Fitness ( kebugaran tubuh ) * Manajemen Stres ( kesehatan jiwa ) * Manajemen Stres ( kesehatan jiwa ) * Saresehan kelompok penderita * Saresehan kelompok penderita penyakit tertentu ( perkumpulan penyakit tertentu ( perkumpulan asma, Hipertensi,DM dan lain-lain) asma, Hipertensi,DM dan lain-lain)

38 Screening Kesehatan TEMU : 9 * pemeriksaan kesehatan secara * pemeriksaan kesehatan secara massal massal * dilakukan untuk menilai kondisi * dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan kelompok masyarakat kesehatan kelompok masyarakat yang diduga terpapar resiko yang diduga terpapar resiko gangguan kesehatan/penyakit gangguan kesehatan/penyakit tertentu. tertentu. * tidak perlu menggunakan parameter * tidak perlu menggunakan parameter klinik untuk uji kesehatan klinik untuk uji kesehatan * data penting untuk promosi kesehatan dan bidang * data penting untuk promosi kesehatan dan bidang kedokterna pencegahan kedokterna pencegahan

39 Kesejahteraan Promosi Kesehatan & Kesejahteraan Promosi Kesehatan & Kesejahteraan,Pengertian Kesehatan Kerja adalah tenaga kerja bukan saja bebas dari penyakit,tetapi sehat fisik,jiwa & sosial ekonomi serta mampu menyesuikan diri dengan,Pengertian Kesehatan Kerja adalah tenaga kerja bukan saja bebas dari penyakit,tetapi sehat fisik,jiwa & sosial ekonomi serta mampu menyesuikan diri dengan Pekerjaannya ( “ Man fit to the job,and job fit to the man “ ) Pekerjaannya ( “ Man fit to the job,and job fit to the man “ ) Sumber : Suma’mur,Konvensi ILO &WHO Geneva,1959 Sumber : Suma’mur,Konvensi ILO &WHO Geneva,1959

40 Keselamatan Kerja - UU No 1 th 1970 & SKN.tentang - UU No 1 th 1970 & SKN.tentang keselamatan kerja /perlindungan keselamatan kerja /perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan terhadap kecelakaan kerja dan penyakit oleh pekerjaan penyakit oleh pekerjaan

41 Manajemen Stres - pengendalian & kesehatan jiwa - pengendalian & kesehatan jiwa - mengurangi akibat sedentery work - mengurangi akibat sedentery work - smoking cessation - smoking cessation - drug abuse - drug abuse - memupuk hobi/rekreasi - memupuk hobi/rekreasi

42 Saresehan kelompok penderita penyakit tertentu temu : 9 Penyebar luasan informasi Penyebar luasan informasi - cara hidup,okupasi, menu makanan - cara hidup,okupasi, menu makanan obat2an berisiko terhadap penyakit obat2an berisiko terhadap penyakit - Keteraturan berobat - Keteraturan berobat - P3K - P3K

43 PENCEGAHAN PENYAKIT TEMU : 10 PENCEGAHAN PENYAKIT TEMU : 10 Primer Primer * menurunkan resiko * menurunkan resiko penyakit penyakit * imunisasi * imunisasi Sekunder Sekunder * deteksi dini penyakit * deteksi dini penyakit - BCG,mammografi - BCG,mammografi - pemeriksaan keseha - pemeriksaan keseha tan berkala tk tan berkala tk Tertier Tertier *terapi paliatif *terapi paliatif *rehabilitasi *rehabilitasi

44 PROMOSI KESEHATAN BIDANG K3 TEMU : 10 - MENINGKATKAN GISI KERJA - MENINGKATKAN GISI KERJA - MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIK - MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIK - MENINGKATKAN KESEHATAN JIWA - MENINGKATKAN KESEHATAN JIWA - MENINGKATKAN PERILAKU KERJA - MENINGKATKAN PERILAKU KERJA AMAN AMAN

45 MENINGKATKAN GIZI KERJA PEKERJAAN FISIK RINGAN Manjer,, administrasi asembling elektronik/sistem ban berjalan PEKERJAAAN FISIK BERAT Unit Produksi,peleburan besi,asembling mobil Pertanian,timber,perkebunan,kuli angkat/angkut - - kebutuhan kalori - KH - Proten - Lemak - Meneral

46 Meningkatkan kebugaran fisik temu : 10 Program kebugaran fisik ( fitness ) Program kebugaran fisik ( fitness ) - Menentukan jenis beban pekerjaan - Menentukan jenis beban pekerjaan ( fitness level ) ( fitness level ) _ Menetukan batas frekuensi denyut _ Menetukan batas frekuensi denyut jantung yang aman untuk olah raga jantung yang aman untuk olah raga ( American sport med Weller,1961) ( American sport med Weller,1961) - Pendidikan para peserta manfaat olah raga - Pendidikan para peserta manfaat olah raga - screening peserta olah raga - screening peserta olah raga

47 Screening test untuk peserta olah raga /fitness temu : 10 - Berat badan ideal - Berat badan ideal - Kapasitas fungsi paru - Kapasitas fungsi paru - Kelenturan tubuh - Kelenturan tubuh - motivasi - motivasi - kondisi kesehatan dan penyakit - kondisi kesehatan dan penyakit penyerta penyerta - Frekuensi denyut jantung, tekanan darah - Frekuensi denyut jantung, tekanan darah

48 Implementasi program temu : 10 - Kisaran frekuensi denyut jantung - Kisaran frekuensi denyut jantung selama olah raga ( < 60 % dari selama olah raga ( < 60 % dari frekuensi yang ditentukan ) frekuensi yang ditentukan ) - Lama olah raga( 15 menit  60% - Lama olah raga( 15 menit  60% dari frekuensi minimal yang dari frekuensi minimal yang diperlukan ) diperlukan ) - Frekuensi olah raga ( 3x seminggu ) - Frekuensi olah raga ( 3x seminggu )

49 Kontra indikasi program temu : 10 - Perokok - Perokok - motivasi rendah - motivasi rendah - pemalas - pemalas - obesitas - obesitas - penyakit berisiko terhadap kegiatan - penyakit berisiko terhadap kegiatan olah raga olah raga

50 Program Manajemen stres temu : 11 - Membantu individu untuk mengu - - Membantu individu untuk mengu - rangi/menghindari pemaparan rangi/menghindari pemaparan stresor pekerjaan stresor pekerjaan - Membantu individu meningkatkan - Membantu individu meningkatkan kemampuan relaksasi kemampuan relaksasi - membantu individu untuk meningkat - membantu individu untuk meningkat kan ekspresi yang sehat oleh respon stres kan ekspresi yang sehat oleh respon stres - menciptakan organisasi kerja yang sehat - menciptakan organisasi kerja yang sehat sumber : levi,Everly and Rosenveld,1981 ) sumber : levi,Everly and Rosenveld,1981 )

51 Gejala umum stres kerja temu : 11 - Penggunaan obat-obatan penenang - Penggunaan obat-obatan penenang yang meningkat yang meningkat - Reaksi panik - Reaksi panik - Kondisi tropotropik meningkat - Kondisi tropotropik meningkat ( hipoglykemia temporer,hipertensi ) ( hipoglykemia temporer,hipertensi )

52 Gejala fisik stres kerja& alat ukur - kejang otot & sakit,pusing pegal --  Alat Ukur - kejang otot & sakit,pusing pegal --  Alat Ukur pingganggang/low back pain - klinis pingganggang/low back pain - klinis - vertigo,seloyongan - Kuesioner - vertigo,seloyongan - Kuesioner - gejala tract.digestivus,mules,kolik - gejala tract.digestivus,mules,kolik - gejala kardiovasmuler, berdebar- / - gejala kardiovasmuler, berdebar- / nyeri epigastrium nyeri epigastrium - gangguan bernafas/sesak nafas. - gangguan bernafas/sesak nafas.

53 Gelaja psikologis stres kerja/alat ukur - Maniko-depresiva  - kuesioner - Maniko-depresiva  - kuesioner - neurosis - pemeriksaan - neurosis - pemeriksaan - psikosomatis klinis - psikosomatis klinis

54 Perilaku & alat ukur - Konsumsi kopi,alkohol dan merokok- Alat ukur - Konsumsi kopi,alkohol dan merokok- Alat ukur dan obat narkotika meningkat - kuesioner dan obat narkotika meningkat - kuesioner - kebiasaan makan berubah ( tidak spesifik ) - kebiasaan makan berubah ( tidak spesifik ) - insomnia - kadang-kadang - insomnia - kadang-kadang - malas berolah raga digunakan data - malas berolah raga digunakan data - soliter statistik,tetapi - soliter statistik,tetapi - merasa tidak sehat dan selalu ingin kriteria kelompok - merasa tidak sehat dan selalu ingin kriteria kelompok berobat pembanding berobat pembanding - cara hidup berobah sulit ditentukan - cara hidup berobah sulit ditentukan - gangguan hubungan interpersonal/seksual - gangguan hubungan interpersonal/seksual - ingin bunuh diri - ingin bunuh diri Sumber :Epid of Occupational Health,WHO,European Series,No.20 Sumber :Epid of Occupational Health,WHO,European Series,No.20

55 Kendala program manajemen stres temu : 11 - Riset mahal - Riset mahal - Stres kerja dianggap milik individu - Stres kerja dianggap milik individu sendiri yang dianggap erat kaitannya sendiri yang dianggap erat kaitannya dengan penyakit jiwa dengan penyakit jiwa - Pelaksana program manajemen stres - Pelaksana program manajemen stres harus sehat tidak bermasalah dengan harus sehat tidak bermasalah dengan stess kerja stess kerja

56 Stres kerja & pekerjaan& alat ukur - sering mangkir kerja (absensi--  Alat Ukur - sering mangkir kerja (absensi--  Alat Ukur meningkat ) - laporan absensi meningkat ) - laporan absensi - kualitas dan kuantitas kinerja turun - time motion - kualitas dan kuantitas kinerja turun - time motion study study - kecelakaan kerja meningkat - AFR & ASR - kecelakaan kerja meningkat - AFR & ASR - konflik interpersonal - baterei test - konflik interpersonal - baterei test psikologi kerja psikologi kerja - beriperilaku kerja berisiko tinggi - unsafe act - beriperilaku kerja berisiko tinggi - unsafe act meningkat meningkat ( Chevron check list ) ( Chevron check list ) Sumber : Epid of OCC Health,European series,No.20 Sumber : Epid of OCC Health,European series,No.20

57 PELATIHAN K3 di perusahaan TEMU : 12 Adalah salah satu upaya promosi kesehatan kerja dengan cara meningkatkan kesadaran perilaku kerja aman,melalui pelatihan/pendidikan secara teratur dan berulang oleh unit P2 K3 atau oleh kelembagaan profesional K3 lainnya Adalah salah satu upaya promosi kesehatan kerja dengan cara meningkatkan kesadaran perilaku kerja aman,melalui pelatihan/pendidikan secara teratur dan berulang oleh unit P2 K3 atau oleh kelembagaan profesional K3 lainnya

58 Ruang Lingkup Pelatihan - Tujuan pelatihan - Tujuan pelatihan - Materi pelatihan - Materi pelatihan - Kriteria peserta - Kriteria peserta - Fasilitas pelatihan - Fasilitas pelatihan

59 PELATIHAN K3 temu : 12 PELATIHAN K3 temu : 12 Tujuan program K3 bagi tenaga kerja. Tujuan program K3 bagi tenaga kerja. 1- Harus dapat menciptakan program agar para tenaga kerja mempunyai peluang mendapatkan insentif/reward (promosi,bonus,jabatan dsb ) 1- Harus dapat menciptakan program agar para tenaga kerja mempunyai peluang mendapatkan insentif/reward (promosi,bonus,jabatan dsb ) 2-Harus dapat menciptakan program yang mempunyai dampak rasa aman terhadap resiko pekerjaan 2-Harus dapat menciptakan program yang mempunyai dampak rasa aman terhadap resiko pekerjaan 3- bila mungkin program K3 merupakan program yang dapat dipantau sendiri,atas dasar motivasi karyawan sendiri 3- bila mungkin program K3 merupakan program yang dapat dipantau sendiri,atas dasar motivasi karyawan sendiri 4-Program harus dapat memotivasi karyawan 4-Program harus dapat memotivasi karyawan

60 PELATIHAN K3 TEMU : 12 Pembahasan /tujuan intruksional untuk supervisor Pembahasan /tujuan intruksional untuk supervisor 1-harus cukup fleksibel terhadap sikap dan gaya manajerial untuk setiap perubahan strategi yang harus dilaksanakan oleh supervisor. 1-harus cukup fleksibel terhadap sikap dan gaya manajerial untuk setiap perubahan strategi yang harus dilaksanakan oleh supervisor. 2-Harus dapat memberikan pendapat dan umpan balik kebijaksanaan 2-Harus dapat memberikan pendapat dan umpan balik kebijaksanaan 3.Harus mampu menentukan kebijaksanaan promosi program. 3.Harus mampu menentukan kebijaksanaan promosi program. 4-Harus menjadi perhatian supervisor 4-Harus menjadi perhatian supervisor 5- harus dapat membuat kegiatan program kini,tidak saja kalau ada peristiwa kecelakaan 5- harus dapat membuat kegiatan program kini,tidak saja kalau ada peristiwa kecelakaan 6-harus cukup sensitif bila terjadi penurunan kegiatan 6-harus cukup sensitif bila terjadi penurunan kegiatan 7-harus mempunyai kecakapan untuk mengatasi masalah,bila terjadi sesuatu kesalahan. 7-harus mempunyai kecakapan untuk mengatasi masalah,bila terjadi sesuatu kesalahan. 8-harus sadar perbedaan kedudukan supervisi dan pimpinan atasan 8-harus sadar perbedaan kedudukan supervisi dan pimpinan atasan 9- harus mampu untuk memberikan anjuran supervisi 9- harus mampu untuk memberikan anjuran supervisi 10-harus kreatif 10-harus kreatif 11-tindakan harus akontabel 11-tindakan harus akontabel 12.harus memberikan kinerja baik 12.harus memberikan kinerja baik 13- harus dapat dipantau sendiri 13- harus dapat dipantau sendiri 14- harus berarti. 14- harus berarti.

61 PELATIHAN K3 TEMU : 13 pembahasan/tujuan instruksional untuk P2K3 ( middle management ) pembahasan/tujuan instruksional untuk P2K3 ( middle management ) - program pelatihanharus fleksibel untuk dapat dilaksanankan oleh P2K3 - program pelatihanharus fleksibel untuk dapat dilaksanankan oleh P2K3 - program pelatihan harus mudah untuk direvisi dan di jadikan umpan balik - program pelatihan harus mudah untuk direvisi dan di jadikan umpan balik - program pelatihan dapat dijadikan bahan promosi K3 - program pelatihan dapat dijadikan bahan promosi K3 - Menarik dan memenuhi keperluan P2K3 - Menarik dan memenuhi keperluan P2K3 - Mudah dimengerti - Mudah dimengerti - membangun kreativitas P2k3 - membangun kreativitas P2k3 - sesuai dengan peraturan yang berlaku - sesuai dengan peraturan yang berlaku - kinerja K3 meningkat - kinerja K3 meningkat - program pelatihan bermutu - program pelatihan bermutu

62 PELATIHAN K3 TEMU : 13 Syarat utama pelatihan Syarat utama pelatihan - Sesuai peraturan berlaku - Sesuai peraturan berlaku - mudah dimengerti - mudah dimengerti - ratio cost-benefit visibel - ratio cost-benefit visibel - praktis - praktis Sumber :Techniques of Safety management,Dan Petersen 1978 Sumber :Techniques of Safety management,Dan Petersen 1978 Human Resource Strategy,Dreher,Dougherty,Int Ed 2001 Human Resource Strategy,Dreher,Dougherty,Int Ed 2001

63 PELATIHAN K3 TEMU : 13 PELATIHAN K3 TEMU : 13 Pengaruh pelatihan terhadap tenaga kerja Pengaruh pelatihan terhadap tenaga kerja - kesadaran& sikap bekerja aman meningkat - kesadaran& sikap bekerja aman meningkat - tergantung cara melatih/isi materi pelatihan - tergantung cara melatih/isi materi pelatihan - tergantung cara pelatihan,kuliah,presentasi,simulasi - tergantung cara pelatihan,kuliah,presentasi,simulasi - tergantung lama pelatihan - tergantung lama pelatihan - tergantung peserta : - tergantung peserta :. Pegawai baru. Pegawai baru orientasi perusahaan,pelatihan kerja orientasi perusahaan,pelatihan kerja. Pekerja terlatih  penyegaran. Pekerja terlatih  penyegaran. Pegawai pindahan  pelatihan kerja. Pegawai pindahan  pelatihan kerja. Kelompok kerja  tool box meeting. Kelompok kerja  tool box meeting - tergantung umpan balik supervisi lapangan - tergantung umpan balik supervisi lapangan - tergantung program khusus, Indon- Utamakan keselamatan - tergantung program khusus, Indon- Utamakan keselamatan USA –Everywhere all the time USA –Everywhere all the time - tergantunmg mas –media : buku,mas media,koran,iklan - tergantunmg mas –media : buku,mas media,koran,iklan

64 SUMBER DAYA MANUSIA temu 14 LINGKUNGAN ORGANISASI KARAKTERISTIK INDIVIDU PERILAKU KERJA PRODUKTIVITAS KERJA

65 TIPE PEKERJAAN PERUSAHAAN *pekerjaan rutin( employe ) *pekerjaan rutin( employe ) *pekerjaan tanggung jawab perongan *pekerjaan tanggung jawab perongan (manager /employer) (manager /employer) *pekerjaan analitik simbolik/evaluator *pekerjaan analitik simbolik/evaluator

66 Pekerjaan rutin -paling sering terjadi kecelakaan kerja dibandingkan dengan,pekerja analitik dan tanggung jawab perorangan -paling sering terjadi kecelakaan kerja dibandingkan dengan,pekerja analitik dan tanggung jawab perorangan - materi pelatihan mengikuti kaidah ilmu keselamatan kerja ( unsafe condition /unsafe act ) - materi pelatihan mengikuti kaidah ilmu keselamatan kerja ( unsafe condition /unsafe act ) Pelatihan harus dilakukan untuk tenaga kerja baru dan penyegaran latihan untuk tenaga kerja lama Pelatihan harus dilakukan untuk tenaga kerja baru dan penyegaran latihan untuk tenaga kerja lama

67 Pekerjaan perorangan/manajerial & evaluator temu 14 - Kebijaksanaannya menentukan - Kebijaksanaannya menentukan resiko kerja sistem dan bawahan resiko kerja sistem dan bawahan - Tugas:memproduksi barang untuk - Tugas:memproduksi barang untuk kepentingan sendiri ( profit making kepentingan sendiri ( profit making oriented ) dan kepentingan orang oriented ) dan kepentingan orang lain ( social wellfare) lain ( social wellfare) - Mengikat individu dan pola interelasi - Mengikat individu dan pola interelasi manusiawi dengan individu lain untuk manusiawi dengan individu lain untuk keberadaannya. keberadaannya.

68 Pekerjaan dan Harapan temu 14 ( pelatihan K3 ) - untuk mendapatkan kebutuhan - untuk mendapatkan kebutuhan primer dalam kehidupan (nilai tukar primer dalam kehidupan (nilai tukar uang,sandang,pangan dan papan ) uang,sandang,pangan dan papan ) - Harga diri ( self estimation,justifica - Harga diri ( self estimation,justifica tion ) tion )

69 Pekerjaan & bekerja visi konservatif temu 14 ( materi pelatihan K3 ) - pandangan konservatif :pekerjaan - pandangan konservatif :pekerjaan merupakan hukuman oleh dosa merupakan hukuman oleh dosa dosa manusia,karena itu sering di dosa manusia,karena itu sering di gunakan untuk menebus dosa gunakan untuk menebus dosa narapidana dengan siksaan be narapidana dengan siksaan be kerja sampai mati di penjara kerja sampai mati di penjara - Pengangguran merupakan peluang - Pengangguran merupakan peluang bagi pengusaha konservatif untuk bagi pengusaha konservatif untuk menekan imbalan jasa kerja menekan imbalan jasa kerja

70 Bekerja& pekerjaan visi modern temu 14 ( materi pelatihan K3 ) - bekerja merupakan aktivitas dasar - bekerja merupakan aktivitas dasar manusia,karena itu manusia meru manusia,karena itu manusia meru pakan aset insani yang terpenting pakan aset insani yang terpenting dalam industri dalam industri - motivasi kerja merupakan ide pokok - motivasi kerja merupakan ide pokok yang kuat dari solidaritas kelompok yang kuat dari solidaritas kelompok kerja oleh sistem manajemen yang kerja oleh sistem manajemen yang baik baik

71 Motivasi kerja temu 15 ( pelatihan K3 ) - Tingkat Manajemen Atas - Tingkat Manajemen Atas - Tingkat Manajemen Menegah - Tingkat Manajemen Menegah - Tingkat Supervisi - Tingkat Supervisi - Tingkat Tenaga Kerja - Tingkat Tenaga Kerja

72 UAS OPEN BOOK bahan dari materi setelah UAS ( promosi kesehatan – pelatihan K3 ) OPEN BOOK bahan dari materi setelah UAS ( promosi kesehatan – pelatihan K3 ) SELAMAT UJIAN SELAMAT UJIAN


Download ppt "MANAJEMEN INFORMASI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA Bahan kuliah dr.Farid Budiman MS Temu : 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google