Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TOPIK : METODE MEMBACA YANG EFEKTIF OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D. OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D.  FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TOPIK : METODE MEMBACA YANG EFEKTIF OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D. OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D.  FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN."— Transcript presentasi:

1 TOPIK : METODE MEMBACA YANG EFEKTIF OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D. OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D.  FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN UNIVERSITAS INDONESIA Mata Ajaran: Thesis and Dissertation Writing Skills

2 SASARAN MEMBACA YANG EFEKTIF  Kecepatan yang tinggi  Pemahaman yang mendalam - Penyerapan  Pengingatan kembali dan Pemakaian yang kreatif DEFINISI MEMBACA Melihat kata-kata yang tertulis untuk mencari pengertian yang cukup agar memenuhi kebutuhan kita Albert Widjaja, Ph.D., p.. 2.

3 KECEPATAN MEMBACA 1. Normal:  kata, rata-rata 220 kata permenit  Bila 1 halaman buku terdapat kata: * 1 halaman - 2 menit * 1 buku hlm -- 7 jam atau 1 hari kerja hlm jam 2. Baik  kata per menit –1 halaman - 11/4 menit –1 buku hlm -- 4 jam hlm /4 jam 3. Baik Sekali  kata permenit –1 halaman - 50 detik –1 buku hlm -- 2 jam hlm /3 jam 4. Sangat Baik Sekali  500 kata keatas –1 buku hlm /5 jam hlm /3 jam Albert Widjaja, Ph.D., p.. 3.

4 GERAK MATA PADA BACAAN FIXATION RETURN SWEEP INTER-FIXATION REGRESSION Albert Widjaja, Ph.D., p.. 4.

5 Fixation Interfixation Return Sweep Regression Duration of fixation Fixations Regression Span Duration Rate Observasi Gerak Mata Albert Widjaja, Ph.D., p.. 5.

6 SEBAB-SEBAB KELAMBATAN MEMBACA 1. KESEMPITAN MELIHAT VV PEMAKAIAN MULUT Diperlebar Albert Widjaja, Ph.D., p.. 6.

7 MENGENDALIKAN JALANNYA MATA FIXATION DAN INTER-FIXATION DIPERCEPAT A) Melihat kata di bawah landasannya, akibatnya memerlukan waktu untuk naik ke atas dan turun lagi B) Melihat kata di atasnya, mata pindah langsung di atas kata berikutnya Albert Widjaja, Ph.D., p.. 7.

8 LATIHAN MEMPERCEPAT MEMBACA Albert Widjaja, Ph.D., p.. 8.

9 MNEGATUR POSISI FISIK DALAM MEMBACA Albert Widjaja, Ph.D., p.. 9.

10 BAHAN LATIHAN MEMPERCEPAT GERAK MATA XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB BBB BBBBB BBBB BBBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB BBB BBBBBB BBB BBBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXX BB BBBB BBBBBB BBB BBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBBB BBB BBBBBB BBBB BBBBB XXXXXX XXX XXXXX XXXX XXXXXXX XXX XXXX XXX XXXXXX XXXX XXX XXXX Albert Widjaja, Ph.D., p.. 10.

11 LATIHAN MENGENAL KATA-KATA 1. Bensinbudi bersin bendi bensin bidan 2. Gerakgenerasi gerak gosok garap jarak 3. Angkutankeretaangklung hambatan anggap angkutan 4. Setiasitu patuh setia sekat semata 5. Paceklikpelik paceklik pancing plastisitas palu 6. Kisahkisah kirim timah sisa kina 7. Asliali aksi aspal murni asli 8. Filsuffriksi filsuf fikir kabul giling 9. Latihlatar latah latih gigih lidah 10. Prajuritprioritas praja prasyarat prajurit pola 11. Mintaminta minat mohon kita menit 12. Depandepak papan derap minta depan 13. Oliolah oles oli kali oleh 14. Tabahtahu tabah bantah hebat tegak 15. Membinamembawa menimba membara membina membara 16. Dihargaiditandai dihayati dihargaidinihari disisipi Albert Widjaja, Ph.D., p.. 11

12 LATIHAN MENGENAL KATA-KATA 1. Abandonband abuse abandon bounty backward 2. Dispersedispersion disperse dispel identify purse 3. Missionmassive permission passion missle mission 4. Silverysilver slavery silvery silvered saunter 5. Taxicab cab taxicab toxin table tropical 6. Bluebellblue restiting bell bluebell blueberry 7. Firmness firmness firm first foolish fullness 8. Laborer excuse laboratory bore laborer laundry 9. Dictatedirect detect estate datum dictate 10. Perfumeperfume refuse perhaps furning perfect 11. Rejoicequaint rejoice voice join revolve 12. Thoroughfinish thoughtthorough though borough 13. Abominable tabernacle abominable abusable unable practically 14. Adversity adversity adversefoldin advisable verstile 15. Financialjealously final financial finance managerial 16. Watersalutation melon waterfall warm water Albert Widjaja, Ph.D., p.. 12.

13 IMPROVING EYE MOVEMENTS By Ruth Strang Good eye movements As you readDuring the movement underlie a line of print, from one pause to efficient reading your eyes another, no words Poor eye movements are not moving smoothly are recognized. Are signs of and steadily The printed line lack of skill across the page. Is a bluer in reading. Rather, because the eye moves Accordingly, they move like a flash we should understand “be fits and starts” between stops how the eyes work they move There is not time and how to make them a swift movement, to see the words clearly work better pause Only about 6 percet The eyes make another of the total time can be trained. swift movement of reading With the right kind pause again is spent in movement. Of training and so on It is they become until they reach during the pauses more efficient the end of the line. that we comprehend Albert Widjaja, Ph.D., p.. 13.

14 Eye movements how many pausesof the eyes cannot be improved our eyes are making. is to use by thinking too much If we eagerlythe daily newpaper about them.Read material for practice material. To do so that is notThe newspaper column might put us too difficult for us is so narrow in the state our eyes that good readers of the centipede naturally take in can get the meaning that got mixed up a group of words of a line as soon as it beganat each pause.by letting their eyes which leg in their only once. To move first. forward movementAn attempt to grasp The best way by lack of the meaning to improvecomprehension. of this short line eye movements Nor do they by means of is to readhave to go back only one pause a good deal over the line gives excellent practice of interesting material to pick up the meaning in creasing the number Albert Widjaja, Ph.D., p.. 14.

15 These cards may beonly one or two words three by five inches in a quick glance. in size. Some students In the center like to use of each card a small notebook we may either type for this kind of drill. one or more words They type or paste words a group of words cut from magazines. on each page The first set of cards and practice getting may have one word the meaning on each; of the words the second set, as they quickly turn two words; each page. and so on up to If we can get the meaning five or six words.Of three or four words We may ask someone together, to hold the cardsquicky as a flash at a comfortable distance we can take in Albert Widjaja, Ph.D., p.. 15.

16 EMPAT MACAM PERSEPSI 1MENGENAL: objek, suara, bau, dsb 2MEMISAHKAN: antara warna, kenyataan dan ilusi 3MEMILIH: mana yang lebih diperhatikan, lebih penting. 4MENGHUBUNGKAN: bagian-bagian kepada keseluruhan; objek yang sama dikelompokkan; dengan teori, prinsip atau pengalaman. STRUKTUR ATAU UNIT BACAAN Dari Kata: Arti dalam Konteks Ke Kalimat: Unit ide Alenia: Dimensi-dimensi unit ide Sub-Bab: Rangkaian unit2 ide Bab: Rangkaian ide2 pokok Buku: Sistem Ilmu Tak hanya kata-kata yang diperhatikan, karena: *Tak dapat mengorganisir pikiran. *Hanya mampu menghafal, tetapi tak mengerti. Yang perlu dicari adalah Ide: *Dari kata, ke alinea, dan seterusnya. Proses baca: *Memahami keseluruhan. *Mengingat ide-ide pokok & kaitannya. PEDOMAN MEMBACA DAN BERPIKIR Albert Widjaja, Ph.D., p.. 16.

17 MENCARI IDE POKOK 1.Semua tulisan dibaca dengan kecepatan sama. 2.Merangkak kata demi kata 3.Tenggelam pada spesifik, untuk menghafal. 4.Pasif, menelan saja. 5.Pikiran kemana-mana, sulit konsentrasi. 1.Bahan mudah, dibaca cepat. Ide pokok atau sulit, perlahan. 2.Melintasi kata-kata untuk cari ide. 3.Tangkap laju pertumbuhan sub ide, cari jalan pemikiran dari pengarang. 4.Interaktip mengolah, menerka jalan cerita, cari ide sentral. 5.Segera relax dan fokus, cari makna. Cara membaca yang salahCara membaca yang benar Perhatian utama: Mencari ide pokok dan rangkaian sub-ide Albert Widjaja, Ph.D., p.. 17.

18 SUASANA PIKIRAN WAKTU MEMBACA 1. Beda Bahan Bacaan, Beda Cara Membaca  Komik: santai, cari arah cerita.  Surat Kabar: santai, cari garis besar, ide baru.  Buku : saksama, langkah demi langkah, mencari hubungan antar ide. 2. SIKAP MEMBACA UNTUK MENGUASAI PENGETAHUAN  Yang penting bukan berapa kali mengulangi,  Tetapi bagaimana mengerti keseluruhan, detail nanti.  Bayangan saudara menghadapi orangnya-kagumi.  Tentukan apa manfaat bacaan ini: tujuan membaca.  Biasanya ada pelbagai sikap:  Boss : cari yang disukai atau sudah diketahui saja.  Pemberontak : sinis, tidak realistis.  Direktur : apa saja ditelan, tapi tak ada yang ditelan.  Sikap yang tepat : saling menghargai, kritis, menyelami. Albert Widjaja, Ph.D., p.. 18.

19 PROSES PENYERAPAN 1. MEMAHAMI:Kata dalam konteks. - Memahami kata dari pemakaiannya di sekitar bacaan tsb. 2. MENGERTI KUMPULAN PERNYATAAN. - Mengerti fakta dan statement, membuat generalisasi. 3. MENGIDENTIFIKASI IDE POKOK. - Menguasai arus ide dari informasi yang diuraikan. 4. MENDUGA MAKSUD YANG TIDAK DITULIS. - Menduga ide yang tidak dinyatakan tapi melengkapi. MEMPERMUDAH PENGINGATAN KEMBALI 5. MENARIK KESIMPULAN UNTUK MENGINGAT (MEMORY). - Mengambil informasi penting, tertulis maupun tidak, dan menggunakannya untuk menarik kesimpulan. 6. MENILAI MATERI BACAAN UNTUK APLIKASI - Menggunakan semua materi bacaan secara bebas, untuk buat kesimpulan & penilaian tentang materi bacaan. Albert Widjaja, Ph.D., p.. 19.

20 1. PENYERAPAN AMeraba arti kata penting atau istilah asing dari kata & kalimat sekitarnya BCari arti dari istilah yang khusus dipakai pengarang. CMetodenya: 1Apa ada sinonim (kata searti)? 2Apa ada kalimat yang mendefinisikan (im-atau eksplisit)? Atau 3”Rambu-rambu”: koma, tanda kurung, titik dua, tanda kutip. PEMAHAMAN KATA DALAM KONTEKS: PENETRASI PEMIKIRAN PENGARANG Contoh: “Mimphon-Shugi” (MS) adalah pemikiran demokrasi zaman Taisho. Pada sejarah Jepang modern, Yoshino Sakuzo diakui sebagai pelopor & pemikir demokrasi zaman Taisho. Walaupun istilah MS itu bukan ciptaannya sendiri, Yoshino memakai istilah MS untuk bedakannya dari istilah Minshu-Shugi, dikenal di Jepang sebagai terjemahan demokrasi di Barat. Yoshono medefinisikan MS sebagai terjemahan dari konsep demokrasi di Barat, yang menurutnya, mengandung dua pengertian secara serentak, yakni Minshu Shugi dan Heimin Shugi. Minshu Shugi digunakan seperti oleh Partai Demokrasi Sosial (Jerman) menekankan “kekuasaan tertinggi negara berada pada rakyat”, tetapi Heimin-Shugi mengandung konotasi pertentangan rakyat banyak (Heimin) dengan golongan bangsawan (Hizoku). Ia melihat prinsip dasar demokrasi adalah tidak membedakan rakyat dan bangsawan.” (SURAJAYA: Demokrasi Pemikiran Jepang) PENGERTIAN “DEMOKRASI” DI JEPANG ADALAH: 1. Dicetuskan oleh Yoshino Sakuzo. 2. Hasil dari penerapan konsepsi barat, khususnya Amerika. 3. “Tidak membedakan rakyat dan bangsawan”. 4. Bahwa “kekuasaan tertinggi negara berada di tangan rakyat”. Albert Widjaja, Ph.D., p.. 20.

21 2. PENGERTIAN TENTANG SUATU STATEMENT AMengerti fakta atau statement-- pola dari detail, bukan menghafal detail. BLandasan untuk buat generalisasi. CMencari Implikasi Pemakaiannya. CONTOH. Belum lama ini masyarakat berpendapat, perusahaan kecil tidak memerlukan atau tidak perlu memperhatikan manajemen. Manajemen dianggap orang hanya cocok untuk “perusahaan besar”. Masih terdengar orang dari perusahaan kecil mengatakan: “Manajemen? Ah, itu kan untuk General Electric; kami kecil dan cukup bersahaja, bisa jalan tanpa manajemen”. Tapi ini adalah suatu kesalah-fahaman. Sebuah perusahaan kecil malah lebih memerlukan manajemen yang terorganisasi dan sistematis dibanding perusahaan besar. Memang, ia tidak memerlukan staf yang besar. Ia tidak memerlukan prosedur dan teknih yang rumit di berbagai bidang. Malah boleh dikatakan, ia tidak akan sanggup memikul staf yang besar ataupun prosedur yang rumit. Tapi ia memerlukan manajemen berkualitas tinggi.” (Peter Drucker: Manajemen) Menurut pembahasan diatas; kebutuhan dari perusahaan kecil: 1Cukup sederhana, tanpa memperhatikan manajemen, bisa jalan. 2Tetap memerlukan prosedur dan teknik yang cukup rumit. 3Memerlukan manajemen yang terorganisir dan berkualitas tinggi. 4Perlu menyesuaikan dengan perusahaan besar untuk berhasil. Albert Widjaja, Ph.D., p.. 21.

22 3. IDENTIFIKASI IDE POKOK AMelakukan sintesa dari ide-ide atau sub-ide sub-ide BPola penulisan alinea pada buku biasanya: 1Dari ide kecil ke besar (kesimpulan). 2Dari ide besar (pokok) ke kecil (uraian). 3Tidak konsisten. CONTOH: Orientasi nilai-nilai: Pragmatisme Pragmatisme adalah suatu sistem nilai-nilai yang antara lain menganggap bahwa manfaat suatu usaha ditentukan oleh kriteria kegunaan praktisnya. Bagaimana suatu usaha membawa hasil nyata dianggap sebagai kunci perbaikan hidup. Pragmatisme memberi dasar rasinal dengan mana manusia menentukan apa yang dilakukannya. John Dewey berpendapat pragmatisme “tidak begitu mementingkan faktor-faktor a-priori (nilai-nilai abstrak, keinginan, dorongan) tetapi pada akibat atau implikasi dari suatu gejala atau tindakan (pengaruh terhadap lingkungan empiris). Pragmatisme juga menolak fatalisme dan ramalan nasib. (Albert Widjaja, Budaya Politik Dan Pembangunan Ekonomi) Pilih kalimat mana dari alinea diatas yang merupakan ide pokok: 1. Kalimat 1 2. Kalimat 2 3. Kalimat 3 4. Kalimat 4 5. Kalimat 5 Albert Widjaja, Ph.D., p.. 22.

23 4. MENCARI MAKNA DI BELAKANG KATA AUntuk mengerti bacaan secara tepat atau mendalam, perlu menyelidiki: 1Apa ada ide penting yang tertulis secara eksplisit? 2Apa ada ide penting yang tak tertulis atau implisit? BIde penting yang tak terungkap atau implisit merupakan: 1Inference: menarik kesimpulan dari fakta atau tabel 2Makna di belakang kata: ungkapan tak langsung. CONTOH: Tiap orang mengetahui bagaimana anjing ingin sekali memperoleh kesayangan dari pemiliknya. Hal yang sama terdapat pula pada monyet. Binatang tidak hanya ingin mencintai, tetapi ingin pula dicintai. Binatang jelas suka meniru. Mereka ingin dipuji; seperti nampak bila anjing membawa bola kepada pemeliharanya. Rupanya juga binatang bisa merasa malu. (Charles Darwin: The Descent of Man) Inference apa yang dapat ditarik dari fakta yang dilihat Darwin: 1Binatang mempunyai emosi. 2Binatang meniru perilaku pemiliknya. 3Binatang menunjukkan emosi seperti manusia. 4Manusia telah mengajar anjing untuk menunjukkan emosinya. 5Binatang bertindak dengan insting. Albert Widjaja, Ph.D., p.. 23.

24 5. PENGINGATAN KEMBALI ATAS BACAAN A.Pengingatan kembali baru dapat dilakukan bila informasi disederhanakan dan ditata secara sistimatis. B.Sederhana dan sistematis adalah dalam bentuk kesimpulan. C.Metode: 1.Cari ide-ide pokok. 2.Kelompokan mana yang sama atau terkait. 3.Perkuat dengan sub-ide penting. D.Tehniknya: Pemetaan 1.Seperti Peta Jalan, yang kompleks disederhanakan. 2.Melihat jalan urat nadinya, lalu cabang-cabang menelusuri jalan kecil. E.Proses Utama: 1.Lima proses sebelumnya adalah penetrasi dan penstrukturan bahasan. 2.Kemudian bila mau dipakai, harus disederhanakan dulu. F. Contoh Pemetaan ide-ide. Melalui Pembuatan Kesimpulan Albert Widjaja, Ph.D., p.. 24.

25 G. CONTOH PEMETAAN IDE-IDE: PROSES REFORMASI (RENEWAL) PADA ORGANISASI Memelihara semangat & komitmen dari bawah  Membangun fleksibilitas organisasi  Mengakarkan nilai-nilai team Mengkelola dilema kinerja jangka pendek & ambisi jangka panjang. Mengkelola saling ketergantungan operasi Memperpadukan skills, pengetahuan & sumber daya Membangun & menanam nilai dan tujuan organisasi Menciptakan dan mengejar peluang. Menciptakan misi strategis. Mereview dan mendukung inisiatif PROSES KEWIRAUSAHAAN Tingkat staf garis depan Tingkat Senior Tingkat “Wirausaha” “Coaches” “Pemimpin” PROSES INTEGRASI Cara Lain PROSES PENANAMAN BUDAYA INTI Albert Widjaja, Ph.D., p.. 25.

26 6. Penilaian Terhadap Bacaan A. Ini tahap tertinggi. B. Penilaian dilakukan terus menerus sehingga harus terbuka merubah diri bila ada fakta baru. C. Sumber penilaian: pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. D. Penilaian Termasuk: 1. Tak hanya baik buruk, suka tak suka, bosan atau tak bosan. 2. Juga mutu tulisan, pemikiran baru, manfaat dan implikasi bila ada yang logis, benar atau baik. “PEMBANGUNAN TENAGA AIR DIPERLUKAN UNTUK KONSERVASI SUMBER ALAM.” Pertanyaan: Kita menilai bahwa tenaga air dipromosikan sebagai pembangkit listrik karena: 1. Merangsang pertumbuhan industri khususnya di daerah. 2. Mendorong penggantian kerja tangan dengan mesin. 3. Membuka pasaran luas bagi batubara. 4. Mensuplai listrik yang murah di pedesaan. 5. Mengurangi pemakaian sumber energi minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui Albert Widjaja, Ph.D., p.. 26.


Download ppt "TOPIK : METODE MEMBACA YANG EFEKTIF OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D. OLEH ALBERT WIDJAJA, Ph.D.  FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google