Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Serikat Buruh dan Pengorganisasi an Eduard P. Maraung IndusriALL Indonesia Council.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Serikat Buruh dan Pengorganisasi an Eduard P. Maraung IndusriALL Indonesia Council."— Transcript presentasi:

1 Serikat Buruh dan Pengorganisasi an Eduard P. Maraung IndusriALL Indonesia Council

2 Serikat Buruh Internasional  Pembentukan Serikat Buruh pertama sekali diprakarsai oleh buruh di Inggris dilatar belakangi oleh tujuan-tujuan yang sama, pertukaran bantuan dan pertukaran gagasan.  Serikat Buruh pertama sekali didirikan seiring terjadinya revolusi industri. Serikat buruh bekerja dibawah tanah di tengah pemerintahan yang mulai berubah dimana kebasan berunding mulai diakui pada tahu 1799 di Inggris. Namun keadaannya buruh terus mendapatkan represi sampai dengan tahun Perkembangan cabang dan wilayah terus berkembang dan aksi- aksi massal dilakukan. Serikat buruh nasional pertama didirikan tahun 1820 National Association for the Protection of Labour didirikan tahun 1830.National Association for the Protection of Labour  Saat ini ada satu serikat buruh konfederasi Internasional terbesar di dunia ITUC (international Trade Union Confederation dan GUF’s (Global Union Federation) yang salah satu organisasinya adalah IndustriALL. 

3 Serikat Buruh Nasional  Serikat buruh pertama di Jawa didirikan pada tahun 1905 oleh buruh-buruh kereta api dengan nama SS Bond (Staatspoorwegen Bond). Kepengurusan organisasi ini sepenuhnya dipegang oleh orang-orang Belanda. Pada tahun 1910, orang-orang pribumi menjadi mayoritas anggota (826 dari orang). Walau begitu, orang-orang pribumi tetap tidak memiliki hak pilih atau suara dalam organisasi. Serikat buruh ini tidak pernah berkembang menjadi gerakan yang militan dan berakhir pada tahun Pada tahun 1908 muncul serikat buruh kereta api yang lain, dengan naman Vereeniging van Spooor-en Tramweg Personeel in Nederlandsch Indie (vstp) Serikat ini memiliki basis yang lebih luas ketimbang SS Bond, Karena melibatkan semua buruh tanpa membedakan ras, jenis pekerjaan, dan pangkat dalam perusahaan. Pembentukan dan univikasi serikat buruh terus berjalan dan akhirnya pada pertengahan 50 an serikat buruh terbagi dalam ideologi. Pada zaman ini, VSTP tetap menjadi serikat buruh yang memiliki anggota paling banyak, dan terhitung penting serta militan. Di bawah pimpinan Semaun, serikat buruh ini terus memperjuangkan kepentingan kaum buruh, seperti pembelaan hak- hak buruh, memperbaiki kondisi kerja dan sebagainya. Dalam usahanya itu, Semaun membuat sebuah ‘buku panduan’ bagi para aktivis gerakan buruh di Hindia. Para pemimpin VSTP ini, kemudian dengan sejumlah tokoh sosialis lainnya mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV). Tokoh-tokoh yang tidak setuju dengan gagasan ini kemudian membentuk Indische Sociaal-Democratische Partij (ISDP) pada tahun ISDV ini kemudian berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun Berbagai aliran serikat buruh baik nasionalis, komunis, maupun Islam terus berkembang dan set back dan diberangus setelah peristiwa Gerakan buruh di Indonesia baru mulai lagi berkembang di era tahun 90 an. Buruh bergerak menuntut dikembangkannya demokrasi dan berdirinya serikat buruh yang independen. Tahun 1998 setelah era reformasi, pemerintah meretivikasi Konvensi ILO 87 tentang kebebasan berserikat dan berunding bersama dan hadirnya UU No. 21 tahun 2000.

4 Pengorganisasian Buruh Sejak keran demokrasi dibuka tahun 1998, berbagai serikat buruh di Indonesia mulai berkembang dengan mencari bentuk-bentuk pengorganisasian terbaik. Kendatipun UU. 21 tahun 2000 telah menentukan systemnya, di lapangan berbagai tipe dan sistem serikat buruh berkembang sesuai kebutuhan dan pilihan anggotanya. Ada lebih dari 90 serikat buruh/pekerja nasional, dna terus bertambah dan juga lebih dari 6 Konfederasi. Sayannya pendirian serikat buruh ini tidak didasari oleh kesamaan visi dan ideologi. Banyak serikat didirikan karena latar belakang sentimen dan kepentingan personal pemimpin. Ini berbeda dengan latar belakang pendirian organisasi buruh di Indonesia pada era pra kemerdekaan dan orde lama. Pada masa orde lama perpecahan serikatlebih karena ideologi, bukan personal.

5 Penyatuan pengorganisasian berbasis issue  Issu besama: Jaminan sosial, Upah layak, dan pekerjaan layak.  Penyatuan mayoritas gerakan buruh berbasis issu di tingkat nasional berhasil dilakukan di tahun dengan penyatuan 3 Konfederasi besar KSBSI- KSPI dan KSPSI juga sekitar 12 Federasi non afiliasi.  Hasil dari perjuangan ini, terjadi peningkatan upah sekitar 38% selama 2 tahun di tingkat nasional dalam rangka meraih kemampuan daya beli yang tergerus beratahun-tahun. Bertambahnya jumlah anggota serikat buruh tetap di berbagai wilayah secara massif dan kesadaran akan perlunya pekerjaan layak di perusahaan.  Diundangkannya Pelaksanaan Jaminan sosial BPJS.

6 Jumlah pekerja/buruh berdasarkan sektor 2011 usa 15 tahu ke atas SektorJlh penduduk Pertanian 38,33 Industri 14,54 Kontruksi 6,34 Perdagangan 23,40 Transportasi, pergudangan, komunikasi 5,08 Keuangan 2,63 Jasa Kemasyarakatan 16,65 Lainnya 1,70 Total109,67 BPS

7 Potensi Pengorganisasian  Potensi pengorganisasian untuk sektor Industri masih cukup besar. Lebih dari 14 juta buruh bekerja di sektor ini, belum 1 juta anggota diorganisir. Perlu pengembangan wilayah dan menemukan strategi baru dalam rangka perekrutan angota yang sistem kejanya fleksible, begitupun masa kerja di preusahaan yang mayoritas temporer.

8 Serikat buruh Modern yang bekerja dipengaruhi oleh System SB ADCB

9 Pengorganisasian buruh dan system global  Pengorganisasian buruh dan flexibility market policy Workers Power Unity Flexibility Market Policy Decent Work


Download ppt "Serikat Buruh dan Pengorganisasi an Eduard P. Maraung IndusriALL Indonesia Council."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google