Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGAPA HARUS YEREMIA 15? Pdt. Hallie Jonathans. 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGAPA HARUS YEREMIA 15? Pdt. Hallie Jonathans. 1."— Transcript presentasi:

1 MENGAPA HARUS YEREMIA 15? Pdt. Hallie Jonathans. 1

2 Pertanyaan pertama adalah mengapa Yeremia 15 ini muncul dalam Minggu Prapaskah menuju Jum’at Agung? Bukankah ini ayat tentang perang dan akibat pemberontakan Israel terhadap Allah? 2

3 Apabila kita teruskan saja dengan mengupas ayat-ayat ini maka kita bisa mendapatkan latar belakang dan aplikasi ayat ini bagi keadaan kita sekarang. 3

4 Harus dikatakan bahwa inilah suatu Celaka Nasional yang diterima Israel dari Allah. Apa sebabnya? Sebab mereka telah menolak Tuhan dan telah meninggalkan Tuhan. 4

5 Apakah yang mereka terima dari Allah? Mereka menerima suatu Hukuman Nasional, suatu hukuman atas seluruh bangsa. Mereka berhadapan dengan kemarahan Allah yang juga dimanifestasikan dalam serangan tentara Babel. 5

6 Penghancuran Negeri Israel terjadi. Mungkin datanya adalah tahun 602 SM, yang kemudian berlanjut dalam invasi tahun SM. Penghancuran terakhir menimpa Yerusalem pada 586 SM, saat mana hancurlah Bait Allah dan seluruh Kerajaan Yehuda. 6

7 Peristiwa yang amat berdarah dan menyebabkan suatu Collapse Nasional. Suatu tindakan Penampian Yang Brutal. Benarkah itu dilakukan oleh Allah Israel? Ini disebut Brutal Winnowing. 7

8 Dua kali Tuhan menolak menjawab petisi Israel sebagaimana tercantum dalam Yeremia 14:7-10 dan Allah mereka sebut sebagai orang asing di Isreal. Bahkan sebagai seorang Wayfarer, who turns aside to tarry for a night. 8

9 A Traveller, tetapi tanpa Travellers Cheque yah, yang hanya singgah untuk bermalam. Bahkan mereka menyebut-Nya sebagai Allah yang bingung, dan Pahlawan yang tidak sanggup menolong. Like a mighty man who can not save. 9

10 Padahal bukankah Tuhan adalah Pengharapan Israel? Hope of Israel. Benar, tetapi bagaimanakah tingkah laku Israel? Mereka menerima nubuatan dari para Nabi Palsu. Nabi-nabi yang bernubuatkan nubuatan yang sesat. 10

11 Bagaimana kesesatan itu? Bahwa nubuat mereka didasarkan atas Visi Bohong, Lying Vision. Visi itu didasarkan atas praktek-praktek magis (Agama Magis) yang banyak menarik perhatian Israel. Divination istilahnya, qesem, Ibraninya. Mungkin mereka tidak semua nabi tetapi selalu berada dalam Kelompok Nabi Palsu. 11

12 Dua hal yang disuarakan oleh Para Nabi Palsu dan termaktub dalam Ajaran Palsu. Yang pertama adalah Ajaran akan adanya Damai Sejahtera atau Syalom dalam waktu yang singkat, tak lama lagi. Nabi berkata:”Aduh Tuhan Allah, Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka :”Kamu tidak akan mengalami perang. 12

13 Dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini”.(ayat 13). Padahal mereka harus menunggu genap 70 Tahun Pembuangan ke Babel. Ini bertentangan dengan ajarn Nabi Yeremia yang mengatakan harus suatu masa yang lama. Doa syafaat Israel tidak berguna. The intercession was useless. 13

14 Bagaimana mengetahui itu Nabi Palsu? Apabila nubuatannya tidak berdasarkan perjumpaan antara nabi dengan Allah. Dalam ayat 14 dikatakan oleh Allah:”Para nabi itu, bernubuat palsu demi nama-Ku. Ia tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong, dan tipu rekaan hatinya sendiri”. 14

15 Para Nabi Palsu telah mendapatkan tempat yang baik di hati Bangsa Israel sebagai satu Bangsa. Mereka diterima baik sebab menenuhi Harapan Nasional Israel. Padahal itu adalah Nubuat yang Menyesatkan dan Menipu. (They blindly and deceitfully prophecy what the people wish to hear) Apakah yang hendak didengar oleh Israel ? 15

16 Dua hal: Damai Sejahtera atau Syalom dan Dapat Tinggal secara Permanen di Israel, dus tanpa Pembuangan ke Babel. Itulah Nubuat yang Dikomersialisasikan. Pada akhir Pasal 14 kita lihat bagaimana Israel menyatakan doa syafaatnya dengan memohon belas kasihan Allah atas Israel dan Yehuda. 16

17 Kelaparan dan perang akan menghancurklan Israel.Dalam permulaan Pasal 15 dikatakan tentang 4 Hukuman Tuhan atas bangsa itu: 1. Pedang untuk membunuh. 2. Anjing-anjing untuk menyeret –nyeret. 3.Burung-burung di udara untuk memakan dan menghabiskan. (Devour and Destroy) 4.Binatang-binatang di bumi untuk memakan dan menghabiskan. (idem ). 17

18 Siapakah yang akan menjadi korban perang itu? Sebagian besar penduduk Israel dan Yehuda. Bahkan Musa, Samuel dan Yesaya bukan jaminan bagi pembebasan Israel dari hukuman Allah. Mereka telah berbalik dari Allah. Mereka akan dihukum. 18

19 Bayangkan penampian brutal itu diformulasikan sebagai berikut: Yang ke Maut, ke Mautlah!. Yang ke Padang, ke Padanglah!. Yang ke Tawanan, ke Tawananlah. Lanjut : 19

20 Tuhan akan membuat umat-Nya kehilangan anak, Tuhan akan membinasakan mereka. Janda-janda Israel akan dibuat lebih besar jumlahnya. Tuhan akan membinasakan Ibu dan Teruna pada tengah hari. 20

21 Merana dan mengap-mengap nafas Perempuan yang sudah tujuh kali melahirkan. Bagi perempuan itu, matahari telah terbenam selagi hari siang. Sisa mereka (The Remnant) akan diserahkan kepada pedang di depan musuh-musuh mereka. 21

22 Jadi terjadilah Kehancuran Nasional yang Total. Kehancuran Umat secara Total. Kehancuran Perjanjian. Nabi Yeremia menghendaki Umat tetap fokus terhadap perkataan Tuhan: “Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membina sakan engkau.Aku sudah jemu untuk merasa sesal”. 22

23 Inilah yang disebut “Darkness at Noon”. “Gelap di Siang Hari”. Hal itu datang tiba-tiba atas Ibu Israel yakni Yerusalem. Yerusdalem adalah idiom yang berarti semua orang Israel atau Yehuda. 23

24 Suatu Keluarga Ideal punya Tujuh Anak Laki-laki. “The Seven Sons” dari mana istilah “The Magnificent Seven” berasal. Tetapi tak ada hubungan apapun dengan “7 –Eleven”. Bagaimana dengan “Bintang 7”? 24

25 Jerusalem with her Seven Sons, the ideal number, and the flower of familial pride. Ini istilah puitis tetapi juga mematikan bagi Para Ibu yang tidak mempunyai Putera, tetapi hanya Puteri. Tetapi yang harus diperhatikan adalah Apa Tujuan Ungkapan Dramatis ini? 25

26 Tujuannya adalah agar fokus pada : 1. Bencana/disaster, dalam arti yang nyata secara khusus ini menimpa Israel. 2. Simbol tentang Ibu yang Terluka, stricken mother, terletaklah kebenaran perwujudan Mazmur 1:4, mereka seperti sekam yang ditiupkan angin ( ke Empat Arah Mata Angin). The sons and the people overborne and scattered by the violent wind, (the ru- ach from the North). Itulah sebabnya Allah menyatakan ayat 6 dengan sangat prikara/zekelijk. Tak ada belas kasihan. 26

27 3.Nabi Yeremia berhasil bukan hanya menampakkan ironi Mazmur 1:4 (symbol of the winnowing/simbol penampian) pada kenyataan kebinasaan Israel, dalam perspektif Perjanjian Yahweh dengan Israel. 27

28 4. Namun Nabi Yeremia juga mampu mengemu-kakan Yahweh sebagai Pengharapan Israel(14:8) Bukankah Allah terikat akan apa yang dinyatakan-Nya tentang Diri-Nya sendiri dan siapakah Diri-Nya di tengah segala zaman ba-gi Israel? 28

29 5.Cara kita melihat seluruh nubuat ini adalah melihatnya dari sudut pemberontakan Israel yang sangat meninggalkan Allah, bukannya dari sekedar melihat kengerian kesedihan dan teror yang meliputi Israel seakan mereka tidaklah patut menerimanya dari Allah Pengharapan mereka. 29

30 Dalam Perikop terakhir dari Pasal 15 ini, kita berjumpa dengan keluhan Nabi Yeremia sehubungan dengan tugasnya yang menghasilkan kontroversi publik terhadap dirinya. Perikop ini dikenal dengan sebutan : Kesendirian Yeremia atau Loneliness of Jeremiah. Sebutan lain adalah The Cross of Jeremiah. 30

31 Semua sebutan itu dapat kita lihat dalam ekspresi kuat yang dinyatakan dalam ayat 17: “Dalam tekanan tangan-Mu, aku duduk sendirian”. Apa sebabnya? Sebab Tuhan, katanya telah memenuhi Nabi Yeremia dengan geram (indignation). 31

32 Yeremia bagaikan Yerusalem yang terpencil. Juga Nabi Yeremia berada terpencil di tengah Yerusalem. Ia dijauhi, terpencil dan terisolasi bahkan ditolak (desolation, isolation, rejected) oleh Umat Tuhan itu. Inilah yang disebut Kesendirian Ganda, Doubly Alone. 32

33 Ia menjadi buah perbantahan dan buah percideraan bagi seluruh negeri. Tentang semua hal ini Yeremia menjelaskan bahwa ia telah melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya. Juga ia telah membela Umat Tuhan di hadapan Tuhan. Ini juga Tugas Ganda Nabi Yeremia. Ia menjelaskan sebabnya, yakni keadaan yang sama sekali di luar kemampuannya untuk mengatasinya. 33

34 Betapa sendirinya Yeremia. H. Wheeler Robinson berkata:”The penalty of leadership is loneliness”.Hukuman atas kepemimpinan adalah rasa kesendirian. Kesendirian atau rasa sendiri itu jutru berada di tengah kebersamaan umat beragama yang cukup kental. 34

35 Namun Yeremia merasakan kesendirian yang membawanya langsung pada keberagamaan secara sendiri atau secara pribadi. Personal religion. Mengapa? Sebab Yeremia merasakan tekanan atas jiwanya. Siapakah yang memperhatikan keadaan atau kesendirian jiwanya? 35

36 Entah apa pandangan Saudara bahwa Yeremia adalah seorang Penyair dan juga seorang Nabi. Bahkan ia juga adalah Nabi Penangis, the Weeping Prophet. Dalam bahasa Belanda ada istilah jeremieren untuk menyatakan seseorang menangis. Ia sungguh sedih dan sendirian, tanpa Allah di dunia ini. 36

37 Ada dua macam kesendirian atau solitude. Yang pertama adalah keadaan seseorang yang mengalami penyekatan dalam ruang. Ia tak boleh berjumpa dengan orang lain, umpamanya. Yang kedua adalah isolasi jiwa. Seorang dalam penyekatan dalam ruang masih bisa merasa bebas jiwanya dan dapat membaca buku bahkan menulis buku di tahanan. Tetapi seorang yang mengalami isolasi terhadap jiwanya adalah seperti yang dirasakan oleh Tuhan Yesus Kristus di salib. 37

38 Ia merasa sendiri ditinggalkan Allah Bapa-Nya. Tuhan Yesus berkata:”Lihat, saatnya (jamnya) datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya, sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku”(Yoh. 16:32). 38

39 Kekuatan kenabiannya nampak tertekan. Ia merasakan permusuhan, perlawanan, yang diberikan justru oleh kluerga dan para sahabatnya, bahkan umat Tuhan, yang dialamatkan terhadapnya. Fervid complaint itulah yang diterimanya, keberatan yang penuh marah, sangat emosional. Bagi Yeremia, surga dan dunia telah kehilangan keindahannya. 39

40 Bahkan Yeremia mengalami saat di mana Allah mengambil segala miliknya, sebab harta kekayaannya dan perbendaharaannya dibuat Allah menjadi ram-pasan sebagai ganjaran atas segala dosa Yeremia. Apakah dosa Yeremia? Apakah sebab ia menyandang Corporate Personality, Kepribadian Korporatif, sebab ia adalah wakil Allah dan juga wakil umat Tuhan itu? 40

41 Seorang Nabi yang dipilih oleh Allah dan yang berdiri di tengah umat-Nya dalam konflik yang amat dalam antara Yahweh dengan Umat-Nya. Dan dalam tugas kenabiannya ia mengalami krisis yang tertinggi dalam menjalankan tugas dalam kepribadian ganda itu. 41

42 Ia merasakan adanya transisi dari Allah yang Kosong menjadi Allah Sang Musuh, God the Void to God the Enemy. Ia seakan bertanya, apakah Allah kini adalah musuhnya? Seperti dalam Ayub 13:24: “Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?” 42

43 Apa jawab Allah terhadap Yeremia? Jawabnya adalah : Bertobatlah. Kembalilah kepada-Ku. Lihat juga Yeremia 3:22, Kembalilah hai anak-anak yang murtad, Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. Yeremia harus mengakui kesalahannya. (Yeremia 3:13). Apa salahnya? Salahnya adalah arogansinya dalam menyatakan semua yang dirasakannya terhadap Allah. 43

44 Yah, kesendiriannya dan pengakuan atas rasa kesendirian yang hebat adalah dosa terhadap Allah. Itulah sebabnya atas arogansi atau pretensi- pretensi egonya itu ia dituntut untuk bertobat, berbalik kepada Allah. Allah tidak mau Yeremia mememlihara dan merasa benar tentang “ego pretentions”nya. 44

45 Garis pikiran ini penting, sebab kalau tidak kita semua hanya membenarkan sikap Yeremia yang kita pikir tanpa cela di hadapan Allah. Atas orang yang amat dekat dengan Allah, Allah menghendaki suatu hubu-ngan tanpa cela atau celah sedikitpun. Tak usah berbicara tentang penderitaan dan luka tubuh, hati dan jiwa kita kepada Allah seolah Allahlah yang bersalah. 45

46 Bahkan Yeremia sempat menyebut Allah sebagai sungai yang curang dan air yang tidak dapat dipercayai. Allah tahu semua persoalan kita. Kita serahkan diri kita kepada-Nya untuk digunakan terus dalam kerja-Nya di ladang-Nya. 46

47 Allah kita adalah sempurna. Ia tahu apa yang dilakukan-Nya. Ia juga tahu tentang penugasan-Nya atas kita. Kita tak usah mengajak Allah berdiskusi tentang kehendak-Nya atas kita. Sebaliknya biarlah kita terus mempercayakan diri kita kepada-Nya secara bulat. 47

48 Apakah Anda pernah merasakan derita seperti Yeremia? Jangan menyalahkan Allah. Allah tetap menyebut Yeremia berdosa. Sehingga dalam Yeremia 15:19, Allah bersabda :”Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku. Dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi- Ku” (you shall be as My mouth). 48

49 Mau menjadi hamba Allah? Janganlah menyalahkan Allah. Carilah dan periksa diri kita sendiri, apakah kita memiliki pretensi- pretensi egoistis dalam diri kita. Saya berpendapat bahwa kita sebagai hamba Tuhan sering berada dalam isolasi kejiwaan seperti ini, merasa sendiri sambil melawan Allah atau menyalahkan Allah. 49

50 Itulah Matemathika Allah yang tidak mau menerima perselingkuhan kita dengan berhala atau kekuatan superpower apapun sebab akibatnya tak akan sangat parah. Parah secara Nasional, Juga Parah secara Internasional, Serta Parah juga secara Covenantal, Ikatan Perjanjian antara Tuhan dengan umat-Nya. 50

51 Oleh sebab itulah Allah membuka Perjanjian Baru dalam Pengorbanan dan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus bagi kita. Perjanjian Baru itu dinyatakan dalam Yeremia 31:31. Taurat-Nya juga bukan lagi di atas loh batu tetapi di dalam batin kita, dan menuliskannya dalam hati kita. Maka Aku, kata Tuhan, akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (ayat 33). 51

52 Mari kita kembali kepada Allah. Kita akan merasakan persekutuan yang begitu besar dengan dan oleh-Nya. Tuhan Yesus berhasil mengatasi kesendirian- Nya dengan berdoa:”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada- Ku, tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”(Lukas 22:42). Pada puncak sengsara-Nya Tuhan berseru di atas kayu salib :“Eloi-Eloi, lama sabachtani”. 52

53 Artinya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”(Markus 15:34). Dalam puncak kesendirian-Nya Tuhan Yesus mampu bahkan menyelamatkan seorang Pembunuh di kayu salib sebelahnya, dan pada jam tiga sore itu, tatkala mataharipun tak bersinar, Tabir Bait Suci terbelah dua, Tuhan Yesus berseru dengan suara nyaring:”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku”. 53

54 Mampukah kita berdiri sebagai Nabi Yeremia dengan Corporate Personalitynya yang mewakili Tuhan dan Umat Tuhan sekaligus? Mari kita pun menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, agar ia menggunakan diri kita dalam bahkan suatu kepribadian ganda atau suatu corporate personality melaksanakan kehendak-Nya seperti yang difirman -kan-Nya dalam Kitab Yeremia kepada kita. 54

55 Terpujilah Allah yang adalah Penolong dan Pengharapan kita. Amin. 55


Download ppt "MENGAPA HARUS YEREMIA 15? Pdt. Hallie Jonathans. 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google