Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN Nuhfil HananI AR nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN Nuhfil HananI AR nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil."— Transcript presentasi:

1 ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN Nuhfil HananI AR nuhfil hanani :

2 Nuhfil Hanani PEMBANGUNAN EKONOMI : SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI IBU DARI PEMBANGUNAN EKONOMI Mendorong dan menciptakan Penyerapan tenaga kerja, Bahan Baku, dll Pertumbuhan Sektor non pertanian Pertumbuhan Sektor pertanian Pertumbuhan ekonomi

3 nuhfil hanani : SUMBERDAYA PERTANIAN

4 Nuhfil Hanani nuhfil hanani4 INDONESIA MERUPAKAN NEGARA YANG MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI YANG BESAR – NO. 2 DI DUNIA SETELAH BRAZIL INDONESIA MERUPAKAN NEGARA YANG MEMILIKI KEANEKARAGAMAN HAYATI YANG BESAR – NO. 2 DI DUNIA SETELAH BRAZIL 800 SPESIES TUMBUHAN PANGAN 800 SPESIES TUMBUHAN PANGAN SPESIES TUMBUHAN MEDISINAL SPESIES TUMBUHAN MEDISINAL RIBUAN SPESIES MICRO ALGAE RIBUAN SPESIES MICRO ALGAE 77 Jenis Sumber Karbohidrat 77 Jenis Sumber Karbohidrat 75 Jenis Sumber Lemak/Minyak 75 Jenis Sumber Lemak/Minyak 26 Jenis Kacang-kacangan 26 Jenis Kacang-kacangan 389 Jenis Buah-buahan 228 Jenis Sayuran 40 Jenis Bahan Minuman 40 Jenis Bahan Minuman 110 Jenis Rempah-rempah dan Bumbu-bumbuan dan Bumbu-bumbuan

5 Petani < 0.5 Ha Petani > 0.5 Ha PEMILIKAN LAHAN PERTANIAN

6

7 Sumber : Diolah dari FAO Statistical Yearbook, 2010 NEGARA PRODUSEN PANGAN 7

8 KEDUDUKAN KOMODITAS PANGAN INDONESIA 8

9 nuhfil hanani : PRODUKSI PERTANIAN

10 PRODUKSI PANGAN INDONESIA 10

11 11

12 Trend Produksi pangan nabati untuk padi dan jagung konstan, sedangkan komoditas laiinya cenderung menurun 12

13 PRODUKSI PANGAN INDONESIA (LANJ’) 13

14 Trend Produksi pangan hewani meningkat 14

15 nuhfil hanani : KONSUMSI PERTANIAN

16 Nuhfil Hanani Konsumsi Beras (gram/kapita/hari) Konsumsi Kedelai (gram/kapita/hari)

17 Nuhfil Hanani Konsumsi Sayuran (gram/kapita/hari) Brunei China Indonesia Japan Korea, Republic of Japan Malaysia Philippines Thailand Viet Nam Konsumsi Buah (gram/kapita/hari) Brunei Darussalam Japan Indonesia Malaysia Thailand Philippines Viet Nam Korea, Republic of

18 Nuhfil Hanani Konsumsi Ikan laut (gram/kapita/hari) Malaysia Brunei Darussalam Japan Viet Nam Indonesia Korea, Dem People's Rep Myanmar Israel United Arab Emirates United States of America China Malaysia Brunei Darussalam Viet Nam Japan Thailand Philippines Indonesia Konsumsi daging (gram/kapita/hari)

19 Nuhfil Hanani Konsumsi Telur (gram/kapita/hari) Japan China Brunei Darussalam America Malaysia Israel Thailand Brazil Philippines Saudi Arabia Indonesia Japan Thailand Malaysia Indonesia Philippines Brunei Darussalam China Viet Nam Konsumsi Susu (gram/kapita/hari)

20 nuhfil hanani :

21 TRANFORMASI PERTANIAN

22 Capaian Kemandirian Pangan (%) JUMLAH PETANI DAN KEMANDIRIAN PANGAN 22

23 TRANSFORMASI SEKTOR PERTANIAN KE NON PERTANIAN 23

24 Nuhfil Hanani PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA Produktifitas TK sektor pertanian rendah Penyerapan sektor pertanian Angkatan kerja Kemiskinan Pengangguran tak kentara Urbanisasi dan migrasi Penyerapan tenaga kerja sektor non pertanian rendah

25 nuhfil hanani : KETAHANAN PANGAN

26 KEMANDIRIAN PANGAN 26

27 Negara Australia8,81013,56,24,87,6 Canada10,314,516,210,58,711,5 European Union21,547,644,431,137,654,5 Japan4,94,74,84,343,7 Russian Federation7,39,19,375,512,8 South Africa3,54,1 2,71,83,5 Ukraine2,84,24,84,23,37,8 United States44,474,771,749,954,369 China163,3152, ,9179,2206,9 India32,926,725,828,535,639,4 Indonesia65,75,15,86,78,9 Iran3,53,23,63,532,6 Korea, Republic of2,92,52,72,832,9 Pakistan2,22,13,22,533,1 Philippines1,92,32,92,83,43,6 Syiria c4,24,34,43,72,72,3 Turkey7,26,55,66,24,73,1 Algeria2,63,64,44,75,65,4 Egypt2,73,14,54,64,23,9 Ethiopia0,1 0,21,10,7 Morocco34,82,642,11,6 Nigeria1,61,31,42,111,2 Tunisia11,21,41,31,91,4 Mexico3,94,62,9 Argentina3,83,22,61,62,53,1 Brazil66,64,53,62,26,7 Cadangan Pangan Beberapa Negara di Dunia (juta ton) 27

28 nuhfil hanani : Cadangan Pangan untuk Ketahanan Pangan Indonesia sangat kritis karena kurang 20 %)

29 B Pola pangan harapan 29

30 30

31 31

32 OUTCOME KETAHANAN PANGAN 32

33 nuhfil hanani : ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN

34 LANDASAN TEORI STRATEGI PADA SEKTOR PERTANIAN p Penawaran 0 Permintaan 0 Q Strategi tarikan Permintaan. Caranya : 1.Peningkatan konsumsi melalui kampanye 2.Perluasan pasar melalui ekspor ke luar daerah 3.Perluasan pasar melalui ekspor ke luar negeri 4.Pengembangan Agroindustri Penawaran 1 Permintaan 1 Po Strategi dorongan Prodoksi. 1.Teknologi 2.Infrastruktur pertanian 3.Saprodi dan kredit 4.Kebijakan harga input dan output

35 FOKUS PERHATIAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN MENDATANG Masa depan daya saing dan bisnis pertanian 2 Masa depan kelestarian sumberdaya pertanian 4 Masa depan petani 1 Masa depan nilai tambah sektor pertanian 3 Masa depan ketahanan pangan 5

36 ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN ProduksiProduksi ProduksiProduksi ProduksiProduksi WaktuWaktuOrientasiOrientasi Ramah lingkungan Bisnis pangan Orientasi Produksi Orientasi nilaia tambah Orientasi bisnis Ramah lingkungan Bisnis pangan Ramah lingkungan Bisnis pangan Nilai Tambah Kita masih disini

37 STRATEGIS PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN KEGIATAN EKONOMI LAINNYA KEGIATAN EKONOMI LAINNYA FOREWARD EFFECT BACKWARD EFFECT OUTPUT/ INPUT OUTPUT/ INPUT INDUSTRIALISASI SEKTOR PERTANIAN

38 W E S W D S D D = Pertanian W= wilayah S = sektoral Kondisi arah Pembangunan di Indonesia

39 S W D S D = Pertanian W= wilayah S = sektorral Idaman Kondisi arah Pembangunan pertanian s s S

40 China, USA, Malaysia, Thailand, India, Korea Selatan, Taiwan: ; Industrialisasi pertanian adalah upaya untuk merubah sistem pertanian tradisional menjadi sistem pertanian berbasis value added (agriculture value added). Meningkatkan pengusahaan pertanian dari konsolidasi ke arah koordinasi vertikal di semua subsistem agribisnis. usaha pertanian akan lebih:  kompetitif  Efisien  responsif terhadap permintaan konsumen  Cepat mengadopsi teknologi baru

41 Nuhfil Hanani PENGALAMAN NEGARA LAIN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN 1.Fokus pembangunan berbasis agroekologi bukan wilayah administratif) 2.Industri pengolahan (agroindustri) menjadi faktor penarik 3.Peningkatan akses thd teknologi, modal, pasar 4.Pembangunan infra struktur pedesaan yang bersifat padat tenaga kerja 5.Adanya inkubator bisnis

42 1.Melalui : Saemaul Undong secara harfiah dapat diartikan sebagai Gerakan Desa Baru. Prinsip : self-help, cooperation and diligence. 2.Pembangunan pedesaan difokuskan : (1) transformasi dari sektor pertanian ke non pertanian, yang dimulai modernisasi sektor pertanian dengan investasi industri petrokimia berskala besar serta mengembangkan mekanisasi pertanian, pengembangan nilai tambah yang terintegrasi dengan pembangunan pedesaan dengan akses terhadap perkreditan, (2) pembangunan infrastruktur pedesaan (jalan, air minum, listrik, dan sarana komunikasi). Gerakan ini, pemerintah hanya memberikan bantuan dalam bentuk semen dan bahan bangunan lainnya. 3.Mempunyai roadmap pembangunan pedesaan yang jelas, dan dikukung leadership yg baik sampai tingkat desa Kunci sukses Korea Selatan

43 1.Pembangunan wilayah pedesan berbasiskan pembangunan pertanian 2.Ada perwilayahan komoditas unggulan yang mencirikan “brand “ wilayah 3.Pengembangan komoditas unggulan berdasarkan value change 4.Pengembangan kawasan pertanian unggulan dilengkapi dengan infrastruktur jalan, pasar, sarana komunikasi, listrik, dan sarana komunikasi). 5.Teknologi didukung perguruan tinggi dan Litbang Kunci sukses Taiwan

44 Sub-sistem INPUT Sub-sistem INPUT Sub-sistem USAHATANI Sub-sistem USAHATANI Sub-sistem Pengolahan Sub-sistem Pengolahan Sub-sistem Pemasaran Sub-sistem Pemasaran Bisnis INPUT Bisnis INPUT Bisnis Hasil Usahatani Bisnis Hasil Usahatani Bisnis Agroindustri Bisnis Agroindustri Bisnis Trading Bisnis Trading Benih /bibit Pupuk Pestisisida Alat & mesin penunjang usahatani Alat & mesin pasca panen dan pengolahan Benih /bibit Pupuk Pestisisida Alat & mesin penunjang usahatani Alat & mesin pasca panen dan pengolahan Usaha tanaman pangan dan hortikultura Usaha Perkebunan Usaha Peternakan Usaha Perikanan Dll Usaha tanaman pangan dan hortikultura Usaha Perkebunan Usaha Peternakan Usaha Perikanan Dll Industri makanan Industri minuman Industri bio farmaka Industri agrowisata Industri estetika Industri lainnya Functional food Dll Industri makanan Industri minuman Industri bio farmaka Industri agrowisata Industri estetika Industri lainnya Functional food Dll Informasi pasar Promosi Distribusi Pasar Kerjasama perdagangan Kelembagaan pemasaran Dll Informasi pasar Promosi Distribusi Pasar Kerjasama perdagangan Kelembagaan pemasaran Dll

45 Agribisnis berbasiskan komoditas unggulan Pembangunan pertanian (Syarat keharusan)  Jaminan pasar hasil pertanian  Tersedianya sarana produksi lokal  Adanya kredit produksi  Jalan dari lokasi petani ke pasar  Adanya penyuluhan pertanian Pembangunan pedesaan Pembangunan indutri non pertanian skala kecil di pedesaan Pembangunan agoindustri Pembangunan irigasi padat karya Penguatan kelembagaan pedesaan Fasilitas kesehatan & pendidikan Keluarga berencana dan trasmigrasi Pemerintahan lokal Pembangunan sosial dan keagamaan Pengendalian sumberdaya alam  Konservasi sumberdaya alam  Perlindungan sumberdaya alam, dll  Sistem pertanian ramah lingkungan Bisnis input produksi Bisnis usahatani Bisnis Agroindustri Bisnis dalam trading Pembanguna Pertanian berkelanjutan Penyediaan lembaga pendukung  Perbankkan,  Penelitian  Lembaga Penyuluhan,dll Regulasi Pemerintah  Produksi  Harga input & Ouput  Pemasaran dan perdagangan  SDM SISTEM PEMBANGUNAN PERTANIAN

46 1.Membangun petani : prioritas pembangunan pertanian harus mendahulukan kesejahteraan petani dalam arti luas sehingga mampu menumbuh kembangkan partisipasi dan meningkatkan keadaan sosial-ekonomi petani 2.Bisnis pertanian : suatu sistem agribisnis pertanian mulai dari bisnis input produksi, hasil produksi pertanian, deversifikasi usaha pertanian, serta bisnis hasil olahannya yang mampu akses ke pasar internasional. 3.Modern : menggunakan teknologi yang dinamis, tepat guna dan spesifik lokasi 4.Efisien : mampu berdaya saing di pasar internasional sesuai potensi sumberdaya lokal 5.Lestari : menggunakan sumberdaya secara optimal dan tetap memperhatikan aspek kelestarian sumberdaya pertanian dan lingkungan. 6.Terpadu dengan pembangunan wilayah : pembangunan pertanian ditujukan untuk pembangunan wilayah dengan dukungan pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sosial ekonomi kemasyarakatan Visi Membangun petani melalui bisnis pertanian yang modern, efisien, lestari dan terpadu dengan pembangunan wilayah menuju Indonesia sebagai pusat Agribisnis global

47 Misi 1.Mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan; 2.Meningkatkan daya saing, nilai tambah dan bisnis pertanian 3.Mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dan penganekaragaman konsumsi; 4.Mendorong peningkatan peran sektor pertanian terhadap perekonomian 5.Meningkatkan akses pelaku usaha pertanian terhadap sumberdaya dan pelayanan;

48 Tujuan 1.Meningkatkan kesejahteraan petani terutama kelompok masyarakat yang mata pencahariannya berkaitan langsung dengan sumberdaya pertanian. 2.Meningkatkan daya saing, nilai tambah dan bisnis pertanian sehingga mampu berdaya saing di pasar internasional 3.Meningkatkan posisi tawar petani melalui penguatan kelembagaan petani dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani sehingga mampu meningkatkan berpartisipasi dan aksesibilitas terhadap inovasi teknologi, perkreditan, informasi pasar, kelestarian sumberdaya dalam pengelolaan sumberdaya pertanian. 4.Meningkatkan kesempatan kerja di wilayah melalui pengembangan agroindustri skala kecil 5.Mewujudkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumberdaya lokal 6.Menjadikan sektor pertanian sebagai pusat pertumbuhan khususnya pada wilayah- wilayah berbasiskan sumberdaya pertanian 7.Meningkatkan layanan informasi teknologi, perkreditan, sarana produksi dan prasarana pertanian kepada petani 8.Menjaga dan meningkatkan kualitas sumberdaya pertanian

49 Sasaran 1.Meningkatnya kesejahteraan petani 2.Meningkatknya daya saing, nilai tambah dan bisnis pertanian 3.Mantapnya Ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal 4.Menjadikan sektor pertanian sebagai pusat pertumbuhan

50 1.Peningkatan daya saing, nilai tambah dan bisnis pertanian 2.Peningkatan layanan dan posisi tawar petani 3.Pemantapan Ketahanan pangan 4.Pengembangan sektor pertanian sebagai pusat pertumbuhan daerah 5.Pelestarian sumberdaya pertanian PROGRAM UNGGULAN

51 1.Penyusunan peta pewilayahan komoditas 2.Meningkatkan produktifitas dan diversifikasi usaha pertanian 3.Mengembangkan teknologi agribisnis spesifik lokasi 4.Penyuluhan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan 5.Meningkatkan mutu produk usahatani 6.Meningkatkan usaha-usaha agribisnis 7.Mengembangkan usaha industri hulu 8.Mengembangkan industri pengolahan hasil hasil pertanian 9.Promosi produk unggulan komoditas primer maupun olahan ke pasar internasional 10.Mengembangkan pusat-pusat pasar agribisnis 11.Pengembangan kerjasama dan perdagangan internasional 12.Mengembangkan biofarmaka dan functional food Peningkatan daya saing, nilai tambah dan bisnis pertanian

52 Peningkatan layanan dan posisi tawar petani 1.Memantapkan kelembagan petani yang mandiri 2.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani baik dalam usahatani maupun agroindustri 3.Meningkatkan aksesibilitas petani terhadap inovasi teknologi, perkreditan, sarana produksi, maupun informasi pasar 4.Pengembangan teknologi mekanisasi pertanian untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi, serta pemanfaatan sumberdaya energi terbarukan 5.Meningkatkan jalinan kerjasama kelompok tani dengan pengusaha yang saling menguntungkan 6.Meningkatkan partisipasi kelembagaan petani dalam pengambilan keputusan kebijakan pemerintah 7.Pengembangan pusat-pusat layanan teknologi agribisnis 8.Pengembangan pusat-pusat layanan perkreditan dan sarana produksi pertanian 9.Meningkatkan koordinasi pembangunan agribisnis dengan pembangunan wilayah( pedesaan) 10.Meningkatkan dan mengembangkan dukungan infrastruktur pendukung dari sektor non pertanian (pasar, irigasi, jalan, listrik, dll) 11.Pengembangan pola kemitraan usaha di bidang pertanian 12.Pengembangan pola contract farming

53 Pemantapan Ketahanan pangan 1.Meningkatkan dan memantapkan ketersediaan pangan 2.Pengembangan sumber pangan alternatif lokal 3.Meningkatkan akses pangan khususnya pada kelompok masyarakat rawan pangan 4.Percepatan diversifikasi konsumsi pangan non beras 5.Stabilisai harga pangan 6.Penguatan lembaga ketahanan pangan masyarakat 7.Pengembangan teknologi pengolahan pangan tradisional 8.Pengembangan sistem kewaspadaan pangan dan gizi

54 Pengembangan Sektor Pertanian Sebagai Pusat Pertumbuhan Daerah 1.Mengembangkan kawasan-kawasan komoditas unggulan di setiap wilayah 2.Pengembangan agroindustri di kawasan sentra produksi 3.Meningkatkan investasi agribisnis pada setiap wilayah 4.Mengembangkan agropolitan 5.Mengembangkan agrowisata 6.Mengembangkan urban agriculture

55 Pelestarian sumberdaya pertanian 1.Penataan dan pemantapan tata ruang untuk mengurangi laju konversi lahan produktif 2.Rehabilitasi, pemeliharaan dan optimasi pemanfaatan infrastruktur produksi pertanian 3.Konservasi sumberdaya lahan dan air pada daerah aliran sungai (DAS) 4.Rehabilitasi sumberdaya lahan dan air pada daerah aliran sungai (DAS) 5.Bimbingan teknis sistem produksi pertanian (Good Agriculture Practices/GAP 6. Mengembangkan pertanian ramah lingkungan (pertanian organik dan agroforestry) 7.Mengembangkan sistem pertanian tanaman sela (kehutanan dan perkebunan 8.Membina kelompok pemakai Air 9.Melakukan perbaikan dan meningkatkan jaringan pengairan 10.Membentuk sistem informasi bencana alam dalam rangka early warning system (EWS) 11.Mengembangkan pola kemitraan petani dengan Perhutani dalam usahatani berkelanjutan 12.Pemberdayaan ekonomi petani pada daerah kawasan hutan melalui pengembangan usaha-usaha non farming

56 nuhfil hanani : GLOBAL TREND

57 nuhfil hanani : 1.KETAHANAN PANGAN 2.PERTANIAN ORGANIK 3.PERTANIAN KOTA 4.PENGEMBANGAN FUNCTIONAL FOOD

58 Pengertian Ketahanan Pangan Standar Dunia : keadaan ketika semua orang pada setiap saat mempunyai akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap terhadap kecukupan pangan, aman dan bergizi untuk kebutuhan gizi sesuai dengan seleranya untuk hidup produktif dan sehat (Mercy Corps, 2007) KeteranganStandar dunia SasaranNegara  individu PrioritasAkses pangan Standar panganJumlah, mutu, aman dan bergizi Sasaranhidup produktif dan sehat UU pangan 2012 : Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta sesuai dengan keyakinan dan budaya, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan 58

59 Ketersediaan pangan (Food Availability) Ketersediaan pangan (Food Availability) Akses pangan (Food Access) Akses pangan (Food Access) Penyerapan pangan (Food Utilization) Penyerapan pangan (Food Utilization) Status gizi (Nutritional status) Status gizi (Nutritional status) Stabilitas (Stability) Stabilitas (Stability) Sumber : Dikembangkan dari Gross (2000) dan Weingärtner (2004) Produksi sendiri, pasokan luar, cadangan pangan, bantuan pangan Akses ekonomi, fisik, dan sosial Pemenuhan energi, gizi, air dan kesehatan lingkungan. Penurunan Kerawanan pangan, tingkat gizi balita, kematian bayi, harapan hidup Ketahahanan Pangan Standar Teori (Dunia) 59

60 IndikatorSwasembada Pangan Kemandirian Pangan Ketahanan PanganKedaulatan Pangan LingkupNasionalNasional/wilayahRumah tangga dan individu Nasional SasaranKomoditas pangan ManusiaKomoditas dan manusia StrategiSubstitusi imporPeningkatan daya saing Peningkatan ketersediaan pangan, akses pangan, dan penyerapan pangan Kebijakan perlindungan sumberdaya pangan dari tekanan internasional OutputPeningkatan produksi pangan Peningkatan produksi pangan yang berdaya saing Status gizi (penurunan kelaparan, gizi kurang dan gizi buruk) Ketahanan pangan OutcomeKecukupan pangan oleh produk domestik Ketersediaan pangan oleh produk domestik (impor hanya pelengkap) Manusia sehat dan produktif (angka harapan hidup tinggi) Kebebasan produsen dan konsumen memilih hak pangannya PencetusFAOMalaysia dan dikembangkan Indonesia FAONGO 60

61 nuhfil hanani : Prinsip Pertanian Organik Principle of Health Principle of Ecology Principle of Fairness

62 nuhfil hanani : Prinsip Tuntutan Principle of Healthharus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan Principle of Ecologyharus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan Principle of Fairnessharus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama Principle of Careharus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup

63 nuhfil hanani : PrinsipIndikator Principle of Health 1.Kesehatan lahan 2.Kesehatan tanaman 3.Kesehatan hewan 4.Kesehatan manusia Principle of Ecology 1.Keseimbangan agroekologi 2.Keanekaragaman sumberdaya hayati /hewani 3.Daur ulang Principle of Fairness 1.Keseimbangan ekologi 2.Keadilan sosial 3.Perdagangan yang adil Principle of Care1.Kesejahteraan manusia saat ini dan mendatang 2.Kelestarian sumberdaya alam saat ini dan mendatang Sumber :IFOAM, 2005 INDIKATOR PERTANIAN ORGANIK

64 PERTANIAN KOTA Ekonomi Lingkungan Kemasyarakatan Kesehatan Kelestarian  Meningkankan biodiversitas  Meningkatkan produksi pangan secara lokal  Meningkatnya ketahanan pangan lokal Kehidupan  Mengurangi erosi  Mengurangi panas  Perbaikan kualitas udara Kenyamanan  Mengurangi stres  Meningkatkan aktifitas fisik  Meningkatkan kesehatan  Meperbaiki estetika  Mengurangi kebisingan Kesejahteraan  Meningkatkan daya tahan rumah  Mengurangi biaya pendinginan  Meningkatkan kesempatan kerja  Meningkatkan nilai guna ruang Keadilan  Meningkatkan martabat masyarakat miskin  Meningkatkan interaksi antar kultur  Meningkatkan akses pangan masyarakt miskin Kebersamaan  Rasa kebersamaan dalam masyarakat  Menurunkan isolasi social  Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan hubungan sosial

65 Nuhfil Hanani Pemuda harus mampu berinovasi, mencari dan menciptakan peluang, bekerja dalam satu tim, berani mengambil resiko dan siap menghadapi tantangan, berusaha untuk mandiri dengan etos kerja yang tinggi, cintah tanah air dalam rangka menyongsong harapan yang lebih baik pada masa datang yakni kebanggaan terhadap produk Indonesia


Download ppt "ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN Nuhfil HananI AR nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google