Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tahapan perkembangan Psikoseksual menurut Freud Oral Stage (lahir – 1 th) Oral Stage (lahir – 1 th) –Berlebihan –Kurang (frustrasi) Anal Stage (1 – 3 th)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tahapan perkembangan Psikoseksual menurut Freud Oral Stage (lahir – 1 th) Oral Stage (lahir – 1 th) –Berlebihan –Kurang (frustrasi) Anal Stage (1 – 3 th)"— Transcript presentasi:

1 Tahapan perkembangan Psikoseksual menurut Freud Oral Stage (lahir – 1 th) Oral Stage (lahir – 1 th) –Berlebihan –Kurang (frustrasi) Anal Stage (1 – 3 th) Anal Stage (1 – 3 th) –Anal expulsiveness (sembarangan) –Anal retentiveness (penahanan). Phallic Stage (3 – 5 th) Phallic Stage (3 – 5 th) –Identification, kastrasi, oedipus complex, penis envy, electra complex. Latency Stage (5 th – pubertas) Latency Stage (5 th – pubertas) Genital Stage (pubertas – dewasa) Genital Stage (pubertas – dewasa) wien/keprib1

2 Tahap Oral Kepuasan terletak di area oral (mulut). Kepuasan terletak di area oral (mulut). Mengisap merupakan kegiatan yg paling penting pd tahap kehidupan bayi. Ibu menjadi obyek cinta yg pertama. Bayi merasakan cinta atau kebenciannya sejalan dg diberikannya ASI atau tidak. Sumber cinta itu sekaligus juga merupakan sumber makanan, dan hal ini perlahan-lahan menjadi sumber kenikmatan seksual yg mencakup juga kenikmatan sensual. Mengisap merupakan kegiatan yg paling penting pd tahap kehidupan bayi. Ibu menjadi obyek cinta yg pertama. Bayi merasakan cinta atau kebenciannya sejalan dg diberikannya ASI atau tidak. Sumber cinta itu sekaligus juga merupakan sumber makanan, dan hal ini perlahan-lahan menjadi sumber kenikmatan seksual yg mencakup juga kenikmatan sensual. Tdk diberikannya ASI dianggap sbg tdk diberikannya cinta, dan fiksasi pd tahap ini disebut ‘fiksasi oral’. Menurut Freud, fiksasi tsb kadang2 terjadi jika bayi tdk disusui scr alamiah. Hal ini akan termanifestasikan kelak dalam berbagai cara, a.l : Tdk diberikannya ASI dianggap sbg tdk diberikannya cinta, dan fiksasi pd tahap ini disebut ‘fiksasi oral’. Menurut Freud, fiksasi tsb kadang2 terjadi jika bayi tdk disusui scr alamiah. Hal ini akan termanifestasikan kelak dalam berbagai cara, a.l : –Mengisap jari, permen karet, pena, pensil, kuku dll. –Merokok, makan berlebihan, minum berlebihan, dll –Merasakan kebutuhan konstan untuk dicintai. wien/keprib1

3 Tahap Anal Kepuasan terletak di area anal (anus / pembuangan) Kepuasan terletak di area anal (anus / pembuangan) Pd tahap ini dimulainya pembiasaan sosial yg sebenarnya (toilet training). Anak memperoleh pujian krn ‘bersih’ dan melakukan hal2 yg benar. Di satu sisi, rasa bersalah & jijik yg represif muncul ketika anak melakukan ‘kesalahan’. Fiksasi pd tahap ini bisa terwujud dlm 2 bentuk : Pd tahap ini dimulainya pembiasaan sosial yg sebenarnya (toilet training). Anak memperoleh pujian krn ‘bersih’ dan melakukan hal2 yg benar. Di satu sisi, rasa bersalah & jijik yg represif muncul ketika anak melakukan ‘kesalahan’. Fiksasi pd tahap ini bisa terwujud dlm 2 bentuk : –Anal expulsiveness, merupakan akibat dari produksi kotoran yg sembarangan. Orang dewasa yg terpaku pd tahap ini serinkali berantakan & anti sosial. –Anal retentiveness, merupakan kelanjutan dari penahanan keluarnya kotoran. Orang dewasa yg terpaku pd tahap ini sangat bersih, teratur & kompromistis. Penolakan orang tua pada tahap ini kelak bisa menghasilkan obsesi neurotik thd kotoran & kebersihan. Penolakan orang tua pada tahap ini kelak bisa menghasilkan obsesi neurotik thd kotoran & kebersihan. wien/keprib1

4 Tahap Phalik Perasaan nikmat terletak di area genital. Perasaan nikmat terletak di area genital. Bagi anak laki-laki, terjadi perkembangan keinginan utk mengadakan kontak seksual dg ibunya, dlm hal ini keinginan tsb berupa pencarian perhatian & cinta dari ibu. Pd saat yg sama, anak laki-laki tsb sadar bahwa ayah adalah ‘rival’nya. Akan tetapi krn ayahnya lebih besar & kuat, ia takut dikastrasi. Anak lelaki dapat menghindari kecemasan kastrasi ini melalui ‘identifikasi’ dg ayahnya. Proses tsb disebut sbg Oedipus Complex. Bagi anak laki-laki, terjadi perkembangan keinginan utk mengadakan kontak seksual dg ibunya, dlm hal ini keinginan tsb berupa pencarian perhatian & cinta dari ibu. Pd saat yg sama, anak laki-laki tsb sadar bahwa ayah adalah ‘rival’nya. Akan tetapi krn ayahnya lebih besar & kuat, ia takut dikastrasi. Anak lelaki dapat menghindari kecemasan kastrasi ini melalui ‘identifikasi’ dg ayahnya. Proses tsb disebut sbg Oedipus Complex. Proses yg terjadi pd anak perempuan disebabkan oleh penis envy (iri thd alat kelamin laki-laki). Anak perempuan akan mencintai ayahnya & mengidentifikasi ibunya. Proses yg terjadi pd anak perempuan disebabkan oleh penis envy (iri thd alat kelamin laki-laki). Anak perempuan akan mencintai ayahnya & mengidentifikasi ibunya. wien/keprib1

5 Tahap Laten Pd periode ini instink seksual tidak tampak (tersembunyi). Energi seksual tersublimasikan dlm bentuk pencarian yg lain, misalnya belajar berbagai ketrampilan di sekolah (berwujud prestasi). Pd periode ini instink seksual tidak tampak (tersembunyi). Energi seksual tersublimasikan dlm bentuk pencarian yg lain, misalnya belajar berbagai ketrampilan di sekolah (berwujud prestasi). wien/keprib1

6 Tahap genital Dg meningkatnya perkembangan ke masa pubertas, tekanan seksual meningkat scr dramatis. Organ reproduksi kedua seks telah matang. Dg meningkatnya perkembangan ke masa pubertas, tekanan seksual meningkat scr dramatis. Organ reproduksi kedua seks telah matang. Instink seksual pd periode ini tertuju kepada obyek seksual yg sesungguhnya (lawan jenis di luar keluarganya). Instink seksual pd periode ini tertuju kepada obyek seksual yg sesungguhnya (lawan jenis di luar keluarganya). wien/keprib1

7 3 karakter kepribadian menurut Freud The oral Character The oral Character –Berlebihan  orang cenderung menerima apapun di luar diri, dependent, over optimistic, mudah bermasalah dg orang lain. –Kurang (frustrasi)  cenderung mengeksploitasi orang lain, sadistik, iri hati, dominant. The Anal Character The Anal Character –Expulsiveness  Cenderung berantakan, menentang & anti sosial. –Retentiveness  cenderung rapi, teratur, bersih, kompromistis. The Phallic Character The Phallic Character –Kecemasan kastrasi  cenderung berperilaku nekad, teguh, percaya diri. –Terlalu berharga  cenderung exhibisionism, congkak. –Penis envy pd wanita  cenderung sangat superior thd wanita. wien/keprib1

8 Gambaran Kepribadian Drive / dorongan2 Emotion Intelektual / Rasio Relasi Sosial wien/keprib1

9 Tugas Buat Analisa Kepribadian menurut Teori Psikoanalisa Freud. Buat Analisa Kepribadian menurut Teori Psikoanalisa Freud. Bahan : Bahan : –Cari kasus (tokoh / orang) yang akan dianalisa. –Dianalisa berdasarkan riwayat kehidupannya. –Buat dinamika kepribadiannya. wien/keprib1

10 Format Riwayat Kehidupan Subyek Riwayat Kehidupan Subyek –Relasi S dengan orang tua, saudara. –Relasi Ayah – Ibu menurut Subyek –Relasi dengan lawan jenis –Prestasi-prestasi –Dorongan, usaha, aspirasi, mimpi-mimpi / ambisi –Kehidupan emosi Dinamika/Gambaran Kepribadian Subyek Dinamika/Gambaran Kepribadian Subyek –Gunakan analisis teoritis. wien/keprib1

11


Download ppt "Tahapan perkembangan Psikoseksual menurut Freud Oral Stage (lahir – 1 th) Oral Stage (lahir – 1 th) –Berlebihan –Kurang (frustrasi) Anal Stage (1 – 3 th)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google