Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sayekti Wahyuningsih JURUSAN KIMIA Universitas Sebelas Maret

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sayekti Wahyuningsih JURUSAN KIMIA Universitas Sebelas Maret"— Transcript presentasi:

1 Sayekti Wahyuningsih JURUSAN KIMIA Universitas Sebelas Maret

2 Konsep energi ikatan dan struktur molekul H (g) + H (g) H 2 (g)  H = -436 kJ/mol (entalpi pembentukan H2) H 2 (g) H (g) + H (g)  H = 436 kJ/mol ( energi ikat H 2 )

3

4

5

6 Energi yang dibutuhkan untuk menarik atom bebas dari pengaruh masing- masing atom terhadap atom lain, dan karena itu merupakan energi yang mengikat atom secara bersama-sama. Perubahan entalpi pada dissosiasi molekul gas pada temperatur 278 K menjadi atom-atom gas ground state

7

8 Bond energy vs mean interatomic distance

9

10

11

12

13

14

15

16

17 Mengapa multiple bond memiliki energi ikat lebih besar?

18

19 O-H bond formation

20

21 N F F F O NOF F F 3(278) kJ/mol +222 kJ/mol = 1056kJ/mol 2(278) kJ/mol = 968 kJ/mol Muatan berlawanan ? Elektron bebas ? Muatan berlawanan ? Elektron bebas ? Ikatan kimia menjaga molekul- molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat.molekul- molekulkristalstruktur

22

23 Counting electrons  The total number of electrons represented in a Lewis structure is equal to the sum of the numbers of valence electrons on each individual atom. Non-valence electrons are not represented in Lewis structures.valence electrons  The octet rule states atoms with eight electrons in their valence shell will be stable, regardless of whether these electrons are bonding or nonbonding. The rule applies well to acidic compounds. The 18-Electron rule is operative on atoms from period 4, which have to achieve 18 electrons to their orbitals and achieve a stable configuration which has the same electron configuration as a Noble gas. Similarly from period 6, the atoms have to achieve 32 electrons to fill their orbitals.octet rule18-Electron ruleNoble gas Placing electrons  Lewis structures for oxygen, fluorine, the hydrogen sulfate anion, and formamideoxygenfluorinehydrogen sulfateformamide  Once the total number of available electrons has been determined, electrons must be placed into the structure. They should be placed initially as lone pairs: one pair of dots for each pair of electrons available. Lone pairs should initially be placed on outer atoms (other than hydrogen) until each outer atom has eight electrons in bonding pairs and lone pairs; extra lone pairs may then be placed on the central atom. When in doubt, lone pairs should be placed on more electronegative atoms first.  Once all lone pairs are placed, atoms, especially the central atoms, may not have an octet of electrons. In this case, the atoms must form a double bond; a lone pair of electrons is

24

25

26 Kecenderungan satu grup energi ikat naik Kecenderungan dalam satu periode C-C 347 Si-Si 340 Ge-Ge Sn-Sn C-C 347N-N 160O-O 146 Energi ikat turun, panjang ikatan bertambah

27  Pada ikatan rangkap, ikatan terdiri dari satu ikatan  dan satu atau dua ikatan . Energi ikat dari ikatan rangkap merupakan hasil kontribusi dari ikatan  dan ikatan .  Energi ikat ikatan rangkap tergantung pada order ikatan, ukuran molekul, dan terdapatnya pasangan elektron bebas.

28 Orde ikatan (B.O.) = (jumlah elektron pada orbital bonding - jumlah elektron pada orbital non bonding) /2. Bagaimana hubungan antara panjang ikatan, bond order dan energi ikat? SpesiesBond order d, pmD, kJ/mol H2+H2+ 1/ H2 H2 1,074,1432 Energi ikat H 2 + = 255/2 = 216 kJ/mol (kenapa menjadi 255 kJ/mol? Energi tolakan pasangan elektron= kJ/mol

29 (8-3)/2 =2,5 SpesiesBond order d, pmD, kJ/mol O2+O2+ 2,5112- O2 O2 2, O2-O2- 1, O ,0149-

30  Pada O 2 estimasi kontribusi dari ikatan  dan ikatan  dapat dihitung dari persamaan: E  = E s (d s / d m ) E  adalah energi dari kontribusi ikatan , E s adalah energi ikatan tunggal, d s adalah panjang ikatan tunggal, sedangkan d m adalah panjang ikatan rangkap. E  akan berharga maksimum jika tidak terdapat pasangan elektron bebas (group 14). Sedangkan jika terdapat pasangan elektron bebas (group 15, dan 16) akibat adanya tolakan pasangan elektron, harga E  menjadi tidak maksimal.

31 Energi ikat heteroatom Dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh Pauling pada pembentukan senyawa X-Z dari unsur X dan Z, energi ikat X-Z, E(X-Z), harus memenuhi dua ketentuan yaitu:  (1). E(X-Z) > [E(X-X). E(Z-Z)] 1/2, dan  (2). E(X-Z) > [E(X-X) + E(Z-Z)]/2 [E(X-X). E(Z-Z)]1/2 disebut sebagai rerata geometri [E(X-X) + E(Z-Z)]/2 disebut rerata aritmetika

32 Struktur resonansi ionik memberikan kontribusi pada energi ikat heteroatom. Energi resonansi ionik, , adalah sebesar:  = E(X-Z) - [E(X-X). E(Z-Z)] 1/2 atau  = E(X-Z) - [E(X-X) + E(Z-Z)] / 2 sehingga energi ikat heteroatom adalah E(X-Z) =  + [E(X-X). E(Z-Z)] 1/2 atau E(X-Z) =  + [E(X-X) + E(Z-Z)] / 2  1/2 akan berharga sama dengan  yaitu perbedaan elektronegatifitas antara X dan Z

33  = a + 2bq asumsi :  (X) =  (Z) a(X) + 2b(X).q(X) = a(Z) + 2b(Z).q(Z) q(X) = q(Z)  maka: a(X) + 2b(X).q(Z) = a(Z) + 2b(Z).q(Z) q(Z) = [a(X) –a(Z)] / 2[b(X) + b(Z)]

34 AtomaB K2,421,92 Br7,594,22 Muatan parsial K : q(K) = [7,59-2,42] / [2(4,22 + 1,92)] = +0,421 Distribusi muatan parsial KBr adalan K +0,421 Br -0,421 Karakter ionik KBr = 42,1% Karakter kovalen KBr = 57,9% Contoh :

35 SenyawaE(Cl-F), kJ/mol ClF251 ClF ClF Kombinasi faktor sterik dan faktor hibridisasi. 2. Ukuran molekul E(H 2 O) > E(H 2 S) > E(H 2 Se) > E(H 2 Te) 3. Tolakan pasangan elektron, tolakan pasangan elektron dapat menyebabkan destabilisasi ikatan heteroatom.

36 4. Efek resonansi ionik Jika dilihat dari energi disosiasi, menurut pauling rata rata geometri dari energi ikat Cl-Cl dan F-F adalah : (154 x 240 ) 1/2 = 192 kJ/mol namun fakta dari energi ikat ClF > 192 kJ/mol ( ada tambahan sekitar 30%). Perbedaan sebesar ( ) kJ/mol (  )merupakan tambahan energi dari efek resonansi ionik. Energi ikat yang sesungguhnya merupakan energi total dari kontribusi ikatan kovalen dan ikatan ionik. SenyawaD, kJ/mol F2F2 154 Cl ClF251  E(X-Z) =  + [E(X-X). E(Z-Z)] 1/2 251 kJ/mol = 59 kJ/mol kJ/mol

37 Entalpi, H, adalah jumlah dari energi internal dan energi lainnya di dalam sistem.  H =  E + P  V (jika kerja lain P  V saja) sedangkan  E = q - P  V sehingga pada tekanan tetap (reaksi kabanyakan di laboratorium)  H = ( q - P  V ) + P  V atau  H = q p

38 P  V = PV f - PV i P  V = P(V f - V i ) P  V = n f RT - n i RT P  V = (n f - n i ) RT =  nRT Reaksi pada tekanan tetap :  H   E. Perubahan entalpi (  H) dapat dihitung dari perbedaan harga entalpi dan dari perbedaan energi ikat antara reaktan produk maka:  H = [  H produk -  H reaktan ] atau  H = -[  E ikat produk -  E ikat reaktan ]

39

40

41  H = -[  E ikat produk -  E ikat reaktan ]

42 ΔH 1 = ΔH(A to B) Pathway 1 the most direct route with no intermediate stages, or ΔH 1 = ΔH 2 + ΔH 3 pathway 2 involving one set of intermediates C, or or ΔH 1 = ΔH 4 + ΔH 5 + ΔH 6 pathway 3 involving two sets of intermediates D and E etc. etc. - there is no limit to the complexity of the Hess's Law Cycle as long as A and B are constant.

43

44

45

46

47 Hubungan  G,  H, dan  S Entalpi  H :  H =  E + P  V (jika kerja lain P  V saja) Reaksi spontan didukung dari harga  H negatif dan harga entropi  S positif. Energi bebas Gibbs merupakan ukuran dari kespontanan reaksi yang besarannya tergantung pada harga  H, T, dan  S:  G =  H - T  S Jika  H positif apakah reaksi selalu tidak spontan? Jika  S negatif apakah reaksi selalu tidak spontan?

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60


Download ppt "Sayekti Wahyuningsih JURUSAN KIMIA Universitas Sebelas Maret"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google