Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perbankan syariah perspektif praktisi 1. 2 1.Default atau Cidera Janji Nasabah 2.Force Majeur/Overmacht (Keadaan Memaksa/Keadaan Kahar) 3.Perbuatan Melawan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perbankan syariah perspektif praktisi 1. 2 1.Default atau Cidera Janji Nasabah 2.Force Majeur/Overmacht (Keadaan Memaksa/Keadaan Kahar) 3.Perbuatan Melawan."— Transcript presentasi:

1 Perbankan syariah perspektif praktisi 1

2 2 1.Default atau Cidera Janji Nasabah 2.Force Majeur/Overmacht (Keadaan Memaksa/Keadaan Kahar) 3.Perbuatan Melawan Hukum

3 Perbankan syariah perspektif praktisi 3 Debitur menyampaikan data atau dokumen atau surat yang tidak asli (tidak seharusnya diserahkan), isi tidak benar, palsu atau dipalsukan Debitur melakukan penyimpangan penggunaan dana (side streaming) Debitur melaksanakan kewajiban tidak tepat waktu Debitur melaksanakan kewajiban tetapi tidak penuh Debitur tidak melaksanakan kewajiban, baik karena kelalaian maupun kesengajaan Pernyataan dan jaminan nasabah terbukti tidak benar Debitur melanggar larangan atau pembatasan yang disepakati untuk tidak dilakukan Debitur mengajukan permohonan kepailitan, dipailitkan, ditaruh di bawah pengampuan, perusahaan dibubarkan, dilikuidasi

4 Perbankan syariah perspektif praktisi 4 Kreditur dapat menuntut pembatalan perjanjian; Kreditur dapat menuntut pembatalan perjanjian dan ganti rugi; Peralihan Risiko; Membayar biaya perkara, kalau diperkarakan ke Pengadilan. Catatan : dengan atau tanpa disertai dengan denda sebagaimana yang diperjanjikan

5 Perbankan syariah perspektif praktisi 5 Force Majeur atau keadaan memaksa/kahar adalah kejadian yang luar biasa yang menimpa nasabah atau usaha nasabah yang menurut sifat kejadiannya tidak dapat dicegah atau dihindari oleh siapapun juga dengan kemampuan manusia pada umumnya. Contoh : Bencana alam, peperangan, musibah yang menimpa nasabah, dll.

6 Perbankan syariah perspektif praktisi 6 Perselisihan yang timbul sehubungan dengan perjanjian dan pelaksanaannya diselesaikan secara bertahap, yaitu : 1.Secara musyawarah atau perdamaian; 2.Upaya damai melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa; 3.Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka diselesaikan melalui hukum acara yang berlaku di Negara Republik Indonesia, melalui pengadilan.

7 Perbankan syariah perspektif praktisi 7 Pembiayaan Non Lancar Pembiayaan BermasalahPembiayaan Macet PenyehatanPenyelesaian Restrukturisasi (Arti Luas) Restrukturisasi (Arti Sempit) Rescheduling Reconditioning Litigasi : 1. Arbitrase 2. Lelang Eksekusi 3. Gugat Perdata 4. Tuntutan Pidana 5. Kepailitan Non Litigasi : 1. Jual Jaminan 2. Offset / Ambil Alih Jaminan 3. Arbitrase Pembiayaan MacetPenyelesaian Tind. Administratif : Writte Off Sementara Writte Off Final Evaluasi Ulang Pembiayaan Aspek Manajemen Aspek Pemasaran Aspek Produksi Aspek Keuangan Aspek Hukum Aspek Jaminan

8 Perbankan syariah perspektif praktisi 8 Sumber: Bank Muamalat Indonesia


Download ppt "Perbankan syariah perspektif praktisi 1. 2 1.Default atau Cidera Janji Nasabah 2.Force Majeur/Overmacht (Keadaan Memaksa/Keadaan Kahar) 3.Perbuatan Melawan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google