Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN."— Transcript presentasi:

1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN CARA PENILAIANNYA (PROJECT BASED LEARNING, PROBLEM BASED LEARNING, DAN DISCOVERY LEARNING)

2 2 KOMPETENSI Membedakan Model Pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery Learning) dan penilaiannya. Mengolah hasil penilaian authentic ke dalam laporan hasil belajar. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN CARA PENILAIANNYA

3 Pemaparan materi 40 menit Identifikasi karakteristik, penerapan scientific, penilaian 3 model 180 menit Kerja kelompok 100 menit Presentasi hasil kerja kelompok 50 menit 3 LANGKAH KEGIATAN

4 PROJECT BASED LEARNING  Pengertian  Model pembelajaran yang menggunakan projek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan. 4

5 PROJECT BASED LEARNING Bentuk Projek: DesainSkemaKarya tulis Karya teknologi/p rakarya, Karya seni 5

6  Meneliti, Menganalisis, Membuat, dan mempresentasikan produk.  Menggunakan projek  Investigasi dalam perancangan produk.  Inovatif, yang menekankan belajar kontekstual  Berpikir kritis dan mampu  Mengembangkan kreativitas  Peserta didik terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah yang ditugaskan oleh guru dalam bentuk suatu projek.  peserta didik lebih kolaboratif daripada bekerja sendiri-sendiri.  mengkonstruk pembelajarannya melalui pengetahuan serta keterampilan baru, dan mewujudkannya dalam produk nyata. 6 PROJECT BASED LEARNING

7  Meneliti, Menganalisis, Membuat, dan mempresentasikan produk.  Menggunakan projek  Investigasi dalam perancangan produk.  Inovatif, yang menekankan belajar kontekstual  Berpikir kritis dan mampu  Mengembangkan kreativitas  Aktif memecahkan masalah  Kolaboratif daripada bekerja sendiri-sendiri.  mengkonstruk pembelajarannya melalui pengetahuan serta keterampilan baru, dan mewujudkannya dalam produk nyata. 7 PROJECT BASED LEARNING

8  Tujuan a.Memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baru b.Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah projek. c.Membuat peserta didik lebih aktif d.Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan e.Meningkatkan kolaborasi 8 PROJECT BASED LEARNING

9  Prinsip-prinsip a.Projek sebagai metode pembelajaran. b.Bekerja secara nyata, c.Berpusat pada peserta didik d.Kegiatan penelitian. e.Menghasilkan produk nyata f.Mengkomunikasikan produk 9

10 PROJECT BASED LEARNING 10

11 11  Contoh pembelajaran a.Membuat rangkaian variasi dan kombinasi gerak berirama pada senam aerobik. b.Membuat rangakaian gerak pada senam c.Membuat pola penyerangan dan pertahanan pada permaianan olahraga. d.membuat program latihan kebugaran jasmani. e.Membuat modifikasi peraturan permaian olahraga f.Membuat laporan kunjungan (Event Task) g.Membuat modifikasi peralatan Pedidikan Jasmani

12 PROJECT BASED LEARNING Menentukan projek, Merancang langkah-langkah penyelesaian projek Menyusun jadwal pelaksanaan projek Persiapan Menyelesaikan projek Mempresentasikan hasil projek Pelaksanaan Evaluasi proses dan hasil projek Evaluasi 12

13 PROJECT BASED LEARNING  Penilaian Penilaian pembelajaran menyeluruh terhadap a.sikap, b.pengetahuan dan c.keterampilan Menggunakan teknik penilaian a.penilaian proyek atau b.penilaian produk. 13

14 14

15 15

16 PROBLEM BASED LEARNING  Pengertian  pembelajaran yang menggunakan masalah nyata yang tidak terstruktur (ill- structured) dan bersifat terbuka (open- ended) sebagai konteks atau sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta membangun pengetahuan baru.  menggunakan masalah nyata di awal tahap pembelajaran sebagai sarana bagi peserta didik untuk membangun pengetahuannya. 16

17  Pengertian  Dikembangkan pada sekolah kedokteran di Ontario Kanada pada 1960-an (Barrows, 1996).  Respon atas fakta bahwa para dokter muda yang baru lulus dari sekolah kedokteran itu memiliki pengetahuan yang sangat kaya, tetapi kurang memiliki keterampilan. 17 PROBLEM BASED LEARNING

18  Pengertian  menyelesaikan masalah nyata menggunakan strategi atau pengetahuan yang telah dimiliki.  Mengembangkan kemampuan berpikir kritis  membangun konsep, pengetahuan, atau strategi tertentu.  Proses pembelajaran demikian sejalan dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta didik untuk secara aktif membangun pengetahuannya sendiri, bukan menerimanya dalam bentuk jadi dari guru. 18 PROBLEM BASED LEARNING

19  Tujuan Pembelajaran  Tujuan utama bukanlah penyampaian sejumlah besar fakta kepada peserta didik, melainkan pada pengembangan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan sekaligus mengembangkan pengetahuannya.  Mengembangkan kemandirian,keterampilan sosial peserta didik. 19 PROBLEM BASED LEARNING

20  Tujuan Pembelajaran  Hasil penelitian Gijselaers (1996) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah yang ditunjukkan oleh kemampuan peserta didik untuk mengidentifikasi informasi yang diketahui dan diperlukan serta strategi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. 20 PROBLEM BASED LEARNING

21 Penggunaan masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, keterampilan menyelesaikan masalah dan serta mengembangkan pengetahuan. Masalah nyata merupakan masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat langsung apabila diselesaikan. Berpusat pada peserta didik Pembelajaran berbasis masalah juga bercirikan adanya kolaborasi Prinsip Pemilihan masalah nyata dilakukan atas pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dan potensinya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis Masalah itu juga bersifat tidak terstruktur dengan baik (ill-structured) yang tidak dapat diselesaikan secara langsung dengan cara menerapkan rumus atau strategi tertentu, melainkan memerlukan informasi lebih lanjut untuk memahami atau memerlukan kombinasi beberapa strategi atau bahkan mengkreasi strategi sendiri untuk menyelesaikannya. Prinsip 21 PROBLEM BASED LEARNING

22  Contoh  Penugasan untuk menyelesaikan teknik tertentu atau masalah dalam permaianan olahraga  Teknik smash dalam bulutangkis  Teknik melakukan handstand  Teknik melakukan pasing bawah pada bola voli  Teknik overhead backhand pada bulutangkis  strategi penyerangan untuk mendapatkan kemenangan pada permainan olahraga 22 PROBLEM BASED LEARNING

23 23

24 Pendahuluan  Tahap 1 langkah-langkah Pembelajaran mengorientasi peserta didik pada masalah. Misal overhead backhand. banyak permasalahan yang dapat digambarkan yang berhubungan dengan teknik ini, dari posisi pegangan raket yang tidak tepat, gerak langkah, posisi badan, saat memukul sampai pergerakan badan yang tidak tepat. Pada kasus ini peserta didik diharapkan mampu melakukan teknik overhead backhand dengan benar.  Peserta didik mencermati (mengamati) dan mengeksplorasi masalah tersebut, misalnya dengan menduga kesalahan pada peganagan raket, saat perkenaan shuttle cock dan lain-lain  Dengan bimbingan guru, peserta didik mengeksplorasi strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebu dengan menggali sumber-sumber belajar yang sesuai dan mempraktikkannya  Guru menekankan bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara- cara yang tepat sesuai dengan sumber informasi dan percobaan yang dilakukan  Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk dapat melakukan overhead backhand. 24 PROBLEM BASED LEARNING

25 Kegiatan Inti  Guru mengorganisasi peserta didik untuk belajar dalam bentuk diskusi kelompok kecil (Tahap 2: mengorganisasikan peserta didik untuk belajar).  Dengan bimbingan guru, peserta didik secara berkelompok melakukan penyelidikan untuk menemukan teknik overhead backhand.  Masing-masing kelompok atau salah satu kelompok terpilih mengkomunikasikan hasil penyelidikan dan hasil diskusi (Tahap 4: mengembangkan dan menyajikan hasil karya). Kelompok lain memberikan saran dan tanggapan.  Guru membimbing diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman peserta didik mengenai teknik overhead backhand.  Peserta didik mengeksplor kembali mengenai teknik overhead backhand. 25 PROBLEM BASED LEARNING

26 Kegiatan Penutup  Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat simpulan dan merangkum kegiatan pembelajatran  Guru membimbing peserta didik untuk mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan.  Guru juga membimbimbing peserta didik untuk merefleksi seluruh akttivitas pembelajaran yang dilakukan. Refleksi dapat dikaitkan difokuskan pada perilaku ilmiah yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui akktivitas pembelajaran Perilaku ilmiah tersebut seperti memiliki keingintahuan, objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; dan inovatif. 26 PROBLEM BASED LEARNING

27 27

28 28

29 DISCOVERY LEARNING  Definisi  Proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. (Lefancois dalam Emetembun, 1986:103).  Anak harus berperan aktif dalam belajar  Murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir 29

30  Definisi  Metode Discovery Learning adalah memahami: konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan  Discovery dilakukan melalui: observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi. ( cognitive process)  sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219). 30 DISCOVERY LEARNING

31  Definisi  Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving.  Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.  Discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru, sedangkan pada inkuiri masalahnya bukan hasil rekayasa. 31 DISCOVERY LEARNING

32  Merubah kondisi belajar yang  Pasif menjadi aktif dan kreatif.  Teacher oriented ke student oriented.  Modus Ekspositori siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery siswa menemukan informasi sendiri. 32 DISCOVERY LEARNING

33  Konsep  (siswa dikatakan memahami suatu konsep apabila mengetahui semua unsur dari konsep itu, meliputi:)  1) Nama;  2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif;  3) Karakteristik, baik yang pokok maupun tidak;  4) Rentangan karakteristik;  5) Kaidah (Budiningsih, 2005:43). 33 DISCOVERY LEARNING

34  Konsep  Partisipasi aktif dari tiap siswa, dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan.  Manipulasi bahan pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa.  Perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh bagaimana cara lingkungan, yaitu: enactive, iconic, dan symbolic. 34 DISCOVERY LEARNING

35  Konsep  muridnya seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau ahli matematika.  Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan  menghimpun informasi,  membandingkan,  mengkategorikan,  menganalisis,  mengintegrasikan,  mereorganisasikan bahan serta  membuat kesimpulan-kesimpulan. 35 DISCOVERY LEARNING

36  Konsep  proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau pemahaman melalui contoh-contoh dalam kehidupannya 36 DISCOVERY LEARNING

37  Tujuan dalam metode Discovery Learning  guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang: problem solver, seorang scientist, historian, atau ahli matematika.  Melalui kegiatan tersebut siswa akan menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. 37 DISCOVERY LEARNING

38  merancang permasalahan dengan memungkinkannya jawaban lebih dari satu dan hanya memungkinkan satu jawaban.  setelah memukul shuttle cock dimanakah posisi ideal seorang pemain harus bersiap-siap untuk menerima pukulan dari lawan main?.  Ketika bermain satu lawan satu pada permainan basket, strategi terbaik untuk mencegah pemain lawan mencetak angka adalah?  Berapa banyak cara dapat kalian lakukan untuk memngentikan bola pada permainan sepak bola?  Pada permainan ganda bulutangkis, posisi bertahan yang paling baik saat pemain lawan melakukan serangan adalah? 38 DISCOVERY LEARNING

39 Langkah-langkah Pembelajaran Penemuan Menentukan tujuan pembelajaran. Melakukan identifikasi karakteristik siswa Memilih materi Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif Mengembangkan bahan- bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa. Mengatur topik-topik pelajaran Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa 39 Persiapan

40 Langkah-langkah Pembelajaran Penemuan Stimulation Problem Statement Data Collection Data Processing Verification. Generalization 40 Pelaksanaan

41 Langkah-langkah Pembelajaran Penemuan Evaluasi proses dan hasil penemuan, yaitu meninjau proses pelaksanan penemuan dan menilai produk yang dihasilkan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penemuan. 41 Evaluasi

42 Contoh format penilaian kinerja peserta didik yang berhubungan dengan sikap dalam pembelajaran berbasis penemuan. Penilaian Pembelajaran penemuan 42 DISCOVERY LEARNING

43 43

44 44

45 Model-model Pembelajaran Tugas PERANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN DAN CARA PENILAIANNYA LK


Download ppt "KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google