Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemeliharaan Software (Software Maintenance)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemeliharaan Software (Software Maintenance)"— Transcript presentasi:

1 Pemeliharaan Software (Software Maintenance)

2 Definisi “modifikasi produk software setelah di reales untuk:
memperbaiki kesalahan (faults), untuk meningkatkan performa atau atribut lainnya (reliable, maintainable, …), adaptasi produk software terhadap lingkungan baru.” (IEEE)

3 Alasan kesulitan pemeliharaan SW
Rendahnya kualitas software yang berjalan (yang sudah ada). Sistem tidak dirancang untuk memperhatikan konsep pemeliharaan Pemeliharaan bukan merupakan bagian yang dirasakan perlu pada suatu SW

4 Spiral maintenance model

5 Mencerminkan perubahan lingkungan bisnis yang cepat
Sistem Software saat kini bisa lebih mudah berubah volatile daripada sebelumnya Mencerminkan perubahan lingkungan bisnis yang cepat Menekankan pada pengembangan metode yang baru: Faktor-faktor peningkatan Pendekatan iterasi Model “evolutionary” Memiliki Biological paradigm bukan assembly line paradigm

6 Saran untuk peningkatan
Merancang agar SW bisa terpelihara Mengukur kompleksitas Mengimplementasikan procedure management perubahan (SCM) Meningkatkan kemampuan staff Menambah tool pemeliharaan dan metrics

7 Permasalah yang ada? Pemeliharaan SW membutuhkan 50-80% dari total biaya pembuatannya Biaya pemeliharaan SW di seluruh dunia diperkirakan mencapai $30 billion Masih sedikit penelitan yang mengarah ke pemeliharaan software

8 Telecom switch software 5.2 juta modifikasi sepanjang satu dekade
Microsoft Windows NT 30 juta baris code ditambahkan selama 6 tahun Telecom switch software 5.2 juta modifikasi sepanjang satu dekade Web-based applications 73% dari biaya pembuatan e-commerce digunakan untuk re-design web site setelah implementasi pertama

9 Kategori pemeliharaan SW
Corrective maintenance perubahan yang dilakukan guna memperbaiki kesalahan Adaptive maintenance Perawatan berdasarkan perubahan lingkungan Perfective maintenance Perubahan untuk meningkatkan kualitas sistem tanpa merubah fungsinya Preventive maintenance Meningkatkan reliability, future maintainability, future enhancement (reverse engineering dan re-engineering)

10 Proporsi kategori pemeliharaan SW
Corrective maintenance (17%) Perfective Maintenance (65%) Adaptive maintenance (18%) Lientz and Swanson (1980)

11 Proses Pemeliharaan Change request Impact analysis System Release
planning Change implementation System release Perfective maintenance Adaptive maintenance Corrective maintenance

12 Karakteristik Pemeliharaan SW
Aktivitas pada fase pemeliharaan dan dampak pendekatan software engineering untuk keberhasilan aktifitas tersebut. Biaya untuk fase pemeliharaan software. Masalah yang sering dijumpai ketika prosees pemeliharaan software.

13 Permintaan perubahan Perubahan yang diminta oleh users, customers atau management Pada kenyataannya, semua perubahan memerlukan analisis yg hati-hati Pada kenyataan, perubahan SW dirasakan perlu untuk Memperbaiki kesalahan Perubahan system’s environment Urgently required business changes

14 Structured vs. unstructured pemeliharaan SW
code software Configuration Evaluation design Evaluation code Plan approach ? Modify design Recode Recode Review Review Test and Release

15 Biaya Pemeliharaan M = p + Ke
Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan software yang bisa mencapai 80% dari total biaya pembuatan software. M = p + Ke M = total usaha yang dikeluarkan untuk pemeliharaan p = productivity effort K = empirical constant c = pengukuran kompliksitas yang bisa berdasarkan kekurangan terhadap perancangan yang baik dan kokumentasi yang baik d = derajat familiarty software (c-d)

16 Permasalahan yang ada Kesulitan melakukan pelacakan evolusi software pd versi sebelumnya, Kesulitan pelacakan pada proses pengembangan software, Sulit untuk mengerti program orang lain, Tidak adanya dokumentasi yang baik, Tidak adanya nara sumber, Kebanyakan software dirancang tanpa adanya pemikiran untuk diubah

17 Software Evolution evolution is key part of lifecycle
Initial development Evolution first running version evolution changes Servicing loss of evolvability servicing patches Close-down Phase-out servicing discontinued Switch-off

18 Alasan evolusi SW Memperbaiki dan menajamkan requirement
Beberapa requirement yang ditemukan pada tahap inisial pengemebangan SW. Perubahan pada lingkungan operasi Iterasi pengembangan SW Menambahkan satu fitur pada satu saat, membaca resiko pada integrasi sistem Pengiriman yang cepat untuk versi yang kecil

19 Contoh: A tale of two systems’ evolution
Financial System Shipping System Age (years) 20 10 Size in Total Lines of Code (LOC) 181,652 189,999 Size in Function Points (FP) 1,321 1,446 Number of Modules 109 45 % of Online Modules 7% 62% % of Batch Modules 93% 38% Average Module Size (LOC) 1,666 3,878

20 Pendefinisian pengukuran software evolution
Amplitude = ukuran modifikasi software Periodicity = interval waktu antara perubahan Deviation = variability panjang interval waktu

21

22

23 Kategori pengukuran evolusi software

24 Software Re-engineering
Reorganisasi dan modifikasi sistem software agar bisa dipelihara (maintainable)

25 Re-engineering Sistem
Restrukturisasi atau penulisan ulang suatu sistem tanpa merubah fungsionalitasnya, Dapat diaplikasikan kalau beberapa (bukan keseluruhan) sub-system dari suatu sistem yang besar sering memerlukan perawatan, Memerlukan effort tambahan untuk memudahkan perawatan. Sistem mungkin di re-strukturisasi atau re-dokumentasi

26 Kapan melakukan Re-engineering
Kalau perubahan sistem kebanyakan dilakukan pada bagian sistem maka dilakukan re-engineering pd bagian tesebut Ketergantungan terhadap dukungan hardware/software yang penting Jika ada dukungan tools untuk re-strukturisasi.

27 Keuntungan melakukan Re-engineering SW
Mengurangi risiko Adanya risiko yang tinggi pada pengembangan softwarebaru. (yaitu masalah pengembangan, staff, dan spesisfikasi). Mengurangi biaya Biaya re-engineering secara signifikan lebih kecil dari dari biaya pembuatan software baru

28 Business process re-engineering
Konsentrasi pada proses re-disian bisnis agar lebih responsive dan efficient Bergantung pada sistem komputer baru untuk mendukung proses perbaikan Software re-engineering didisain untuk mendukung proses yang ada

29 Forward engineering dan re-engineering

30 Proses re-engineering

31 Faktor biaya Re-engineering
Kualitas software yang akan di re-engineered Fasilitas pendukung yang tersedia untuk proses re-engineering Besarnya konversi data yang diperlukan Adanya staff yang ahli untuk proses re-engineering

32 Pendekatan Re-engineering

33 Source code translation
Melibatkan konversi code dari satu bahasa pemrograman ke yang lain mis.: COBOL ke C++ Diperlukan karena: Perubahan Hardware platform Kemampuan Staff yang kurangan Perubahan kebijakan Organisational Akan realisitis jika translate dilakukan sec. Otomatis.

34 Proses translate Program

35 Reverse engineering Menganalisa software untuk mengerti disain dan spesifikasi SW. Bisa merupakan bagian proses re-engineering tetapi dapat juga digunakan untuk melakukan spesifikasi ulang dalam re-implementasi sistem. Dapat menggunakan Program understanding tools (browsers, cross-reference generators, dll.)

36 Proses reverse engineering

37 Reverse engineering Reverse engineering sering diawali oleh re-engineering tapi dapat juga di keseluruhan proses reverse engineering itu sendiri Disain dan specification system dapat di-reverse-engineered sehingga bisa dijadikan sebagai input ke requirements specification process untuk penggantian system (system”s replacement) Disain dan specification dapat di-reverse- engineered untuk mendukung pemeliharaan program

38 Meningkatkan struktur program
Program direstrukturisasi secara otomatis untuk menghilangkan cabang non-kondisi. Statement kondisi disederhanakan sehingga mudah dibaca.

39 Spaghetti logic

40 Kontrol logic terstruktur

41 Contoh penyederhanaan suatu kondisi
-- Kondisi yang kompleks if not (A > B and (C < D or not ( E > F) ) )... --Kondisi yang sederhana if (A <= B and (C>= D or E > F)...

42 Restrukturisasi program yang otomatis

43 Masalah pada restrukturisasi
Masalah restrukturisasi : Kehilangan documentasi Kebutuhan akan komputasi yang tinggi Restrukturisasi tidak bisa membantu pada sistem yang memiliki kelemahan modularisainya yaitu komponen-komponen yg terkait terseber di seluruh code.

44 Modularitas Program Proses re-organisasi suatu program sehingga program yang berkaitan terkumpul menjadi satu module. Biasanya dilakukan secara manual pada inspeksi program dan re-organisasi

45 Tipe-tipe Modul Abstraksi Data
Abstract data type untuk pengelompokkan data structures dan operasinya Hardware modules Fungsi yang diperliukan untuk interface dg hardware (driver). Functional modules Module terdiri dari fungsi-fungsi yang memiliki tugas yang saling terkait. Process support modules Modules yang berfungsi mendukung proses bisnis

46 Recovering data abstractions
Many legacy systems use shared tables and global data to save memory space Causes problems because changes have a wide impact in the system Shared global data may be converted to objects or ADTs Analyse common data areas to identify logical abstractions Create an ADT or object for these abstractions Use a browser to find all data references and replace with reference to the data abstraction

47 Data re-engineering Involves analysing and reorganising the data structures (and sometimes the data values) in a program May be part of the process of migrating from a file-based system to a DBMS-based system or changing from one DBMS to another Objective is to create a managed data environment

48 Pendekatan untuk data re-engineering

49 Data problems End-users want data on their desktop machines rather than in a file system. They need to be able to download this data from a DBMS Systems may have to process much more data than was originally intended by their designers Redundant data may be stored in different formats in different places in the system

50 Data migration

51 Data problems Data naming problems
Names may be hard to understand. The same data may have different names in different programs Field length problems The same item may be assigned different lengths in different programs Record organisation problems Records representing the same entity may be organised differently in different programs Hard-coded literals No data dictionary

52 Data value inconsistencies

53 Data conversion Data re-engineering may involve changing the data structure organisation without changing the data values Data value conversion is very expensive. Special-purpose programs have to be written to carry out the conversion

54 The data re-engineering process


Download ppt "Pemeliharaan Software (Software Maintenance)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google