Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah Klasifikasi, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait KKPMT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah Klasifikasi, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait KKPMT."— Transcript presentasi:

1 PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah Klasifikasi, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait KKPMT SKS Semester 1 Dr.Noor Yulia

2 Uraian dan Tujuan Mata Kuliah Pembahasan mata kuliah ini diselenggarakan secara blok yang mengintegrasikan aspek anatomi, fisiologi, patofisiologi,terminologi medis serta klasifikasi kodefikasi penyakit dan tindakan medis meliputi berbagai sistim ditubuh manusia sebagai dasar untuk mencapai kompetensi clinical coder.

3 Tujuan Instruksional – Mampu memahami hubungan Struktur dan fungsi dasar tubuh – Memahami Proses terjadinya gangguan funfsi dan berbagai penyakit pada sistim - sistim ditubuh manusia – Memahami istilah dan singkatan medis yang terkait dengan sistim – sistim meliputi kondisi klinis, pemeriksaan penunjang, diagnosis dan terapi – Istilah, singkatan dan simbol yang digunakan oleh staf medis dalam mendiagnosa pasien yang digunakan dalam pendokumentasian layanan kesehatan meliputi pembentukan dan penggunaannya – Jenis dan fungsi klasifikasi & kodefikasi terutama ICD 10 meliputi struktur, cara penggunaan, dan tatacara pengkodean secara umum – Tatacara penentuan kode diagnosis berdasarkan ICD 10. – Tatacara penentuan kode Tindakan medis berdasarkan ICD 9 CM

4 Daftar Pustaka Ganong William F 2003 REVIEW of MEDICAL PHISIOLOGY 21 st Ed.McGraw – Hill Companies,San Francisco Guyton Arthur C 2007 Buku ajar Fisiologi Kedokteran EGC Jakarta Hazelwood,Anit & Venable,Carol,2006,ICD-9-CM DIAGNOSTIC CODING AND REIMBURSEMENT FOR PHYSICIN SERVICES AHIMA,Illionis ICD-10 general & morbidity coding online training packagr, ICD-10 mortality coding online training package, 10%20Death%20Certificate/html/index.html 10%20Death%20Certificate/html/index.html Marie A,Moisio & Elmer W,Moisio 2002,MEDICAL TERMINOLOGY-a Student centered approach.Delmar Thomson Learning Canada Sudarto Pringgoutomo dkk,2002, BUKU AJAR PATOLOGI 1 ( UMUM) Sagung Seto Jakarta Syaifuddin 2006 ANATOMI FISIOLOGI untuk mahasiswa keperawatan EGC Jakarta Genevieve love smith,Phyllis E Davis 1967 MEDICAL TERMINOLOGY a programmed text 2 nd John Wiley & Sons Inc.New York MEDICAL TERMINOLOGY an illustrated Guide 4 th ed,Schraffenberger,Lou Ann,2006.BASIC ICD-9-CM CODING,AHIMA Illionis The Centers for Medicare and Medicaid services (CMS) and the National center for Health Statistics (NCHS)2006.ICD-9-CM OFFICIAL GUIDELINES FOR CODING AND REPORTING Wedding Mary Ellen,2005,MEDICAL TERMINOLOGY SYSTEMS,A Body systems Approach F.A.Davis Company.Philadelphia World Health Organization,2004 ICD-10 2 ND ed Vol 1,2,3 Geneva

5 Substansi Kajian : Anatomi Fisiologi Patofisiologi Terminologi Medis Klasifikasi dan kodefikasi

6 PENDAHULUAN FUNGSI DAN STRUKTUR DASAR TUBUH

7 STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA PENGERTIAN : untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi setiap organ dan susunan tubuh manusia sehat dalam kehidupan sehari – hari. Setiap organ dalam tubuh berperan memper tahankan kesehatan tubuh, jika salah satu organ tidak sempurna maka tubuh akan berpengaruh.

8 PENGERTIAN ANATOMI : Anatomi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata Ana : mengurai, tomos ; memotong, Jadi anatomi adalah menguraikan atau membelah anggota badan”. Anatomi suatu bidang sains yang berkaitan dengan struktur tubuh manusia. Anatomi juga dikenali sebagai sains morfologi atau bentuk. Ilmu Anatomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh dengan cara menguraikan tubuh melalui potongan – potongan bagian tubuh dan hubungan organ tubuh satu dengan yang lainnya ( struktur tubuh )

9 Definisi Anatomi  Anatomi kasar terbahagi kepada: 1) Anatomi kawasan (regional) Semua struktur badan dalam bahagian atau kawasan tubuh yang dikaji secara berkumpulan. Sebagai contoh, anatomi bahagian abdomen atau kepala. 2) Anatomi bersistem (systemic) Semua organ yang mempunyai fungsi yang ada kaitan antara satu sama lain akan dikaji secara bersama. Pendekatan anatomi bersistem ini sesuai bagi melihat hubungkait antara struktur dan fungsinya. 3) Anatomi permukaan (surface) Kajian ini melibatkan struktur – struktur tubuh yang dapat dilihat dan dirasa pada permukaan tubuh.

10 POSISI ANATOMI Orang berdiri tegak menghadap kedepan, lengan disamping lurus dan telapak tangan menghadap kedepan, tungkai dan telapak kaki merapat dengan ujung kaki menghadap kedepan

11 Istilah – istilah yang berkaitan dengan arah tubuh berdiri tegak : Anterior : kearah depan Posterior : kearah belakang Superior : kearah atas Inferior : kearah bawah Medialis : kearah tengah ( menuju bidang median ) Lateralis : menjauhi bidang median Sentral : kearah dalam tubuh / pusat tubuh Perifer : kearah luar tubuh / tepi tubuh Internal : didalam suatu strktur tubuh Eksternal : diluar suatu struktur tubuh Proksimal : kearah titik perlekatan tubuh

12 Istilah – istilah yang mengacu pada pergerakan anggota tubuh : Distal : Menjauhi struktur tubuh Ulnar : Kearah tulang tibia Fibular : kearah tulag fibula Palmar : mengacu pada telapak tangan Plantar : mengacu pada telapak kaki Fleksi : membengkokkan anggota tubuh. Ekstensi : meluruskan Abduksi : menjauhi badan Adduksi : menuju kebadan Rotasi : Gerakan memutar Sirkum duksio : Gerakan sirkuler

13 BIDANG – BIDANG PENTING Bidang median : Bidang yang membagi tubuh secara simetri Bidang sagital : Bidang paramedian Bidang transversal / horizontal : bidang yang terletak tegak lurus dengan bidang sagital

14 PENGERTIAN FISIOLOGI : Adalah ilmu yang mempelajari fungsi pada zat hidup, menerang kan faktor – faktor fisik dan kimia yang bertanggung jawab atas asal,perkembangan dan gerak kehidupan. Fisiologi manusia menerangkan tentang : – Reaksi kimia yang terjadi didalam sel – Penghantaran impuls dari satu tubuh kebagian tubuh lain – Kontraksi otot – Proses reproduksi – Perubahan energy Merupakan suatu sistim fungsional dalam keadaan normal

15 PENGERTIAN PATOFISIOLOGI Setiap perubahan struktur tubuh yang abnormal disebut : keadaan Patologis Patofisiologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari fungsi yang berubah atau terganggu, Yaitu perubahan – perubahan fisiologis yang ditimbulkan oleh penyakit pada makluk hidup.

16 REKAM MEDIS Mencatat data hasil pelayanan klinis kedalam formulir rekam medis Meliputi : – Anamnesa – Pemeriksaan fisik – Pemeriksaan Penunjang ( Laboratorium, Rontgen dsb) – Diagnosa – Terapi – Tindakan ( bila ada ) – Hasil akhir pelayanan

17 ANAMNESA Untuk mengetahui : Keadaan kesehatan sebelumnya Ringkasan riwayat penyakit yang diderita pasien Perjalanan penyakit Makanan / obat-obatan yang telah dimakan sebelumnya Riwayat keluarga, kebiasaan sosial Rencana tindakan Rencana pengobatan

18 PEMERIKSAAN FISIK Untuk membuktikan adanya perubahan anatomi Mengetahui dilokasi mana penyakit terjadi Organ apa yang terkena Sistim apa yang terkena Seberapa jauh penyakit telah terjadi

19 PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : untuk pemeriksaan darah, urine ( Urinalisa ), faeces ( tinja), sputum ( dahak), cairan otak, cairan pleura dsb – Missal ; Hb ( haemoglobin ),Ht ( haematokrit ),Trombo ( Trombosit ), LED,Ureum creatinin dsb Radiologi : untuk pemeriksaan rontgen, USG ( UltrasSono Graphy), EEG ( Elektro Enchephalo Graphy ), EMG ( Elektro Myo Graphy ), CT Scan ( Computerized Tomo Graphy – scan ), MRI ( Magnetic Resonance Imaging ),dll. Cardiologi : untuk pemeriksaan ECG ( Elektro Cardio Graphy ) Fisioterapi : untuk pemeriksaan dan perawatan rehabilitasi fisik

20 DIAGNOSA Diagnosis Utama ( D/ ) : Diagnosis Kedua, ketiga dan seterusnya ( DD/ : diferensial diagnosis ), kemungkinan diagnosa lain Diagnosis komplikasi : apabila terjadi komplikasi atau penyakit lain dikarenakan sebab penyakit utama

21 TINDAK LANJUT PEMERIKSAAN Terapi : medikamentosa Tindakan Medis : operasi Perawatan lanjut : – Rawat Inap – Pengawasan penyakit umum : HCU : High Care Unit ICU : Intensif Care Unit – pengawasan penyakit jantung : ICCU : Intensif Coronary Care Unit – pengawasan pada bayi baru lahir : NICU : Neonatal Intensif Care Unit PICU : Perinatal Intensif Care Unit

22 HASIL AKHIR PELAYANAN Sembuh Meninggal Dikelompokkan dalam pencatatan dan pelaporan rekam medik berdasarkan : – ICD 10 untuk penentuan kode diagnosis – ICD 9 CM untuk penentuan kode Tindakan medis

23 PENCATATAN DATA Riwayat medik – Keluhan utama – Keluhan atas penyakit yang sekarang diderita Riwayat keluarga – Keadaan kesehatan mereka – Penyakit fisik / emosional yang mereka pernah derita dimasa lalu – Saudara kandung – Riwayat perkawinan – Riwayat keturunan

24 PENCATATAN DATA Riwayat sosial dan lingkungan : – Pendidikan – Pekerjaan – Pola hidup Riwayat medik sebelumnya : – Kelahiran dan perkembangan dini( peristiwa penting masa kanak- kanak berkaitan dengan tum buh kembang ) – Penyakit – penyakit yang pernah diderita – Pembedahan, cedera, riwayt masuk RS – Obat-obatan, pengobatan – Kebiasaan – Kesehatan umum

25 TINJAUAN SISTIM – SISTIM DITUBUH BERDASARKAN MANIFESTASI KLINIS / GEJALA DAN TANDA : Umum : – Letih, penurunan berat badan, demam, dingin, menggigil, berkeringat Kulit : – Ruam, gatal, tahi lalat( neavus) rambut,pigmentasi, luka-luka Kepala dan leher – Sakit kepala, trauma, perasaan nyeri, kekakuan, pembengkakan – Mata : kacamata, diplopia, skotoma, gatal, kekeringan, infeksi, kemerahan, gangguan penglihatan – Telinga : Penurunan/ hilangnya pendengaran, infeksi, nyeri, tinitus, vertigo – Hidung : kekeringan, perdarahan, perasaan nyeri, penyumbatan, kotoran yang dikeluarkan, penciuman, bersin – Mulut dan tenggorokan : nyeri, kering, serak, luka, gigi, gusi, infeksi, sulit menelan

26 Buah dada / payudara – Pengeluaran cairan, bongkol/ tumor yang teraba, perasaan nyeri, perdarahan, infeksi Pernafasan – Batuk, perasaan nyeri, sputum, asma, dispnea,hemoptisis, sianosis, kontak akibat pekerjaan, tuberkulosis, pneumonia, pleuritis Jantung – Angina, dispnea, ortopnea, paroksismal nokturnal dispnea, udem, palpitasi, bising, kegagalan, infark, hipertensi, penyakit – penyakit jantung yang diketahui, demam reumatik, keterbatasan gerak badan Pembuluh darah – Klaudikasio, Flebitis, Ulkus, kedaan vena dan arteri

27 Saluran cerna : – Nafsu makan, menelan, anoreksia, mual, muntah, sendawa, darah, melena, perasaan nyeri abdomen, diare, konstipasi, perubahan kebiasaan BAB, hemoroid, hernia, pemakaian obat pencahar / antasida, ikterus, gangguan hati, hepatitis Ginjal dan saluran kemih – Disuria, hematuria, inkontinensia, nokturia, berapa kali berkemih, batu, nefritis, infeksi Ginekolok – Menarse ( haid pertama kali ) siklus haid, menopause, menorragia, bercak – bercak, pengeluaran, gatal, disparenia, penggunaan kontrasepsi, penyakit kelamin, tumor, jumlah kehamilan yang telah dialami, kelahiran hidup, abortus Genitalia – Perasaan nyeri, pembengkakan, pengeluaran, penyakit kelamin, kemampuan seksual, tumor, ulkus

28 Muskuloskeletal – Perasaan nyeri, kepekaan yang berlebihan, kekejangan, kelemahan, trauma, terkilir, patah tulang, nyeri pada persendian, pembengkakan, kekakuan, nyeri punggung Hematologik – Anemia, perdarahan m kelembaban, keganasan, tranfusi yang telah pernah diterima Endokrin dan metabolisme – Perubahan berat badan, diabetes, toleransi terhadap suhu, polidipsia, perubahan pada rambut Susunan saraf : – Sinkop, serangan ( seizures), pusing, stroke, tremor, koordinasi, gagguan sensoris, perasaan nyeri, gangguan motoris, daya ingat Emosi, kecemasan, tidur, depresi, keinginan bunuh diri,

29 PERLENGKAPAN UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK Stetoskop, Sfigmomanometer, Oftalmoskop, Otoskop, spatel tongue, senter, garpu tala, termometer, tonometer

30 TINDAKAN DASAR MEDIK Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

31 INSPEKSI Dilihat Kulit : warna, pigmentasi, lesi, vaskularisasi superficial, udem, kelembaban, susunan jaringan, rambut, kuku Selaput lendir : warna, pigmentasi, lesi, vaskularisasi superficial, udem, kelembaban, sekresi Arsitektur : ukuran, bentuk, simetris, deformitas, penojolan, pembengkakan lokal, pertumbuhan, perkembangan otot Pergerakan : otot, tulang, sendi, pernafasan, pembuluh darah, peristaltik Posisi

32 PALPASI Diraba Kepekaan terhadap perasaan nyeri : – superficial, profunda, nyeri lepas ( rebound), nyeri alih ( referred ) Tonus otot : – Tahanan yang meningkat, spasme, kekakuan ( rigiditas) – Tumor / massa : ukuran, bentuk, jaringan sekitar, konsistensi, fluktuasi,, mobilitas, perlekatan, perasaan

33 PERKUSI Klasifikasi suara pemeriksaan ketok : – Nyaring – Redup – Datar – Timpani

34 AUSKULTASI Klasifikasi suara yang didengarkan didada : – Bunyi pernafasan : inspirasi, ekspirasi, ronkhi (rales) ronkhi kering, wheezing – Bunyi suara : percakapan ( resonansi fokal normal, bronkofoni, egofoni ), berbisik (normal, bisikan ) – Bunyi asing : bunyi putus – putus, halus, sedang, kasar, friction rubs, pleurokardial, succusion splash Klasifikasi suara yang terdengar diatas jantung : – Bunyi jantung, Opening snap, gallop

35 TANDA – TANDA VITAL Suhu Denyut nadi Kecepatan pernafasan Tekanan darah Tinggi badan Berat badan

36 NEUROLOGIK Cara berdiri, gaya berjalan, tremor, koordinasi, kelemahan, fasikulasi Gangguan bicara : Disartria, apraksia, skanning, afasia motoris, ekspresif, reseptif Perasaan nyeri, raba, getar, posisi, suhu Otot : massa, kekuatan, flassid, spastisitas, kekakuan, kaku kuduk

37 KEADAAN JIWA Afek Perasaan Pengertian Jalan fikiran Daya Ingat Depresi Mania

38 ANATOMI ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA

39 STRUKTUR ANATOMI TUBUH MANUSIA Secara Makroskopis meliputi : – Kepala – Leher – Badan Rongga dada Rongga Abdomen Rongga pelvis – Anggota gerak Anggota gerak atas Anggota gerak bawah

40 UNSUR DASAR TUBUH Tubuh tersusun oleh 3 unsur dasar: -sel -substansi interselular -cairan tubuh. - Darah - Cairan jaringan / inter sel - limf Selama perkembangan mudigah terdiri atas 3 lapis selular: -eksoderm -mesoderm -endoderm Masing-masing berfungsi khusus, perkembangan yang akan datang dan diferensiasi  jaringan dewasa.

41 Unsur dasar tubuh Tubuh tersusun dari banyak macam jenis sel yang berbeda dalam: ukuran bentuk fungsi. Setiap sel tersusun oleh inti sel & sitoplasma yang mengambil zat warna berbeda

42 STRUKTUR ANATOMI TUBUH MANUSIA Secara Mikroskopis meliputi : – Sel : bagian terkecil dari tubuh yang hanya bisa dilihat dibawah mikroskop – Jaringan : sekumpulan sel yang serupa besar, bentuk, kerja nya dan terikat menyatu – Organ : sekumpulan bermacam jaringan menjadi satu mempunyai fungsi khusus – Sistema(sistim): susunan dari organ – organ yang mempunyai kerja tertentu

43 Cairan Jaringan Cairan jaringan atau intersel berada di antara dan sekitar sel, sebagai tempat pertukaran zat (metabolisme) secara bebas antara darah dan cairan intersel. Cairan limfe mengalirkan cairan jaringan kembali ke sistem vena melalui saluran limfe.

44 JARINGAN DASAR TUBUH 1.Jaringan penutup a.Jaringan epitel b.Jaringan endotel & mesotel 2.Jaringan penyambung/ penunjang a.Jaringan ikat b.Jaringan Tulang i.Jaringan tulang rawan ii.JaringanTulang c.Jaringan ikat khusus i.Darah ( Darah merah, Darah putih, Keping darah) ii.Cairan jaringan / intersel iii.Limfe

45 JARINGAN DASAR TUBUH 3. Jaringan otot a.Jaringan otot kerangka b.Jaringan otot jantung c.Jaringan otot polos 4. Jaringan saraf a.Lengkung reflex, Neuron, Sinaps, Neuroglia, Ganglia, Serat saraf, Saraf tepi, Membran,Pembuluh,Pleksus khoroid, Cairan serebrospinal,Jaringan Otak

46 EPITEL Jaringan epitel tersusun oleh sel-sel bersisi dan poligonal yang terhimpit padat, disertai sedikit atau tanpa substansi interselular. Epitel dapat berupa: -membran  terbentuk oleh lembaran sel- sel dan menutup permukaan luar atau membatasi permukaan dalam -kelenjar Epitel dikelilingi lamina basal yang memisah kan epitel dari jaringan di bawahnya.

47 MEMBRAN Membrane tersusun dari lapisan satu atau lebih dari satu yang terletak di atas membran basal dan sampai ke permukaan. Epitel berlapis tersusun dari dua atau lebih lapisan sel, hanya lapisan dalam atau lapisan basal yang terletak di atas membran atas. Penggolongan epitel bergantung pada bentuk dan susunan sel itu. Bentuk sel yang dipakai adalah sel lapisan permukaan epitel berlapis.

48 BERBAGAI JENIS EPITEL EPITEL SELAPIS: Epitel Selapis Gepeng Epitel Selapis Kuboid Epitel Selapis Silindris Epitel Bertingkat EPITEL BERLAPIS: Epitel Berlapis Gepeng Epitel Berlapis Kuboid Epitel Berlapis Silindris Epitel Transisional

49 ENDOTEL & MESOTEL Endotel melapisi semua pembuluh darah dan pembuluh limf. Mesotel melapisi rongga serosa tubuh, di antaranya: - perikardium, - pleura - peritoneum Endotel dan mesotel merupakan epitel selapis gepeng dengan asal dan kemampuan berbeda yang tidak dimiliki epitel selapis gepeng biasa.

50 ADHESI ANTAR SEL EPITEL Tautan Sel: - Taut kedap (Tight atau Occluding Junction) - Taut lekat (Junction Adherens) - Taut rokah (Gap Junction) BENTUK KHUSUS PERMUKAAN SEL EPITEL Mikrovili: tonjolan-tonjolan permukaan apikal sel bentuk jari-jari kecil langsing.

51 KLASIFIKASI KELENJAR Cara mengeluarkan sekret: 1. Holokrin 2. Apokrin 3. Meokrin. Susunan sel: 1. Uniselular 2. Multiselular Sekret yang dihasilkan 1. Eksokrin 2. Endokrin

52 EPITEL KELENJAR Epitel yang pada berbagai keadaan dapat mensekresi materi di samping berfungsi lainnya, di antaranya: proteksi dan absorbsi. Kelenjar Eksokrin: menyalurkan sekret melalui sistem saluran ke permukaan tubuh (sekresi eksternal) Kelenjar Endokrin: mencurahkan sekret langsung masuk ke darah atau imfe (sekresi internal)

53 JARINGAN OTOT Struktur dikhususkan untuk melakukan gerakan, baik oleh badan secara keseluruhan maupun oleh pelbagai bagian tubuh yang satu terhadap yang lain. Ada 3 (tiga) macam otot berdasarkan struktur: – otot lurik (kerangka) – otot otot polos – otot jantung Berdasarkan fungsi: – otot volunter – otot involunter

54 SISTEMA / SUSUNAN TUBUH MANUSIA Terdiri atas : 1.Sistim Muskuloskeletal (Kerangka dan otot) 2.Sistim respiratori (Pernafasan) 3.Sistim Kardiovaskuler(jantung dan pembuluhdarah) 4.Sistim digestif (pencernaan) 5.Sistim Endokrin (kelenjar buntu) 6.Sistim Urinaria (Berkemih) 7.Sistim Reproduksi 8.Sistim Nervosa (persarafan) 9.Sistim peng indraan 10.Sistim integument (kulit)

55 FISIOLOGI ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA

56 PENGORGANISASIAN SISTIM TUBUH Sistim tubuh manusia pada dasarnya mempunyai karakteristik yang sama pada setiap individu. Tubuh manusia sebagai organisme hidup terdiri dari berbagai sistim fungsional Sistim – sistim tersebut terdiri dari beberapa organ pendukungnya yang masing – masing mempunyai fungsi tertentu untuk menyokong kehidupan Organ – organ tubuh terdiri dari jaringan – jaringan dimana jaringan dibentuk dari sel – sel yang sama

57 HOMEOSTASIS Istilah homeostasis digunakan oleh ahli fisiologi untuk menyatakan “ mempertahankan keadaan static atau konstan dalam lingkungan interna” Misal : – Paru – paru menyediakan O2 sebanyak yang diperlukan sel – Ginjal mempertahankan keadaan konsentrasi ion – ion yang konstan – Usus menyediakan nutrient yang diperlukan tubuh

58 HOMEOSTASIS Homeostasis yaitu pengaturan kondisi – kondisi konstan dalam tubuh oleh semua organ / jaringan tubuh untuk mempertahan kan kondisi tetap. Kondisi tetap bisa berupa tersedianya bahan – bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan sel atau dikeluarkannya bahan – bahan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi.

59 KARAKTERISTIK MAKHLUK HIDUP Sistim tubuh manusia pada dasarnya mempunyai karakteristik yang prinsipnya sama pada setiap individu. Tubuh manusia sebagai organisme hidup terdiri dari berbagai sistim fungsional ( misal sistim pernafasan, sistim pencernaan dsb ) Tubuh manusia tercipta tersusun sedemikian rupa sehingga dapat mengatur jika ada sesuatu yang berubah. Pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh berfungsi membantu mempertahankan kondisi yang tetap, berupa tersedianya bahan – bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan sel atau dikeluarkan bahan – bahan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi.

60 FUNGSI DASAR TUBUH SISTIMORGAN/ JARINGANFUNGSI TRANSPORTASIJantung, pembuluh darah, darahAliran darah keseluruh jaringan tubuh RESPIRASI Hidung, Faring,Laring, Trakea, Bronki, Bronkiolus, paru-paru Pertukaran CO2 dan O2 PENCERNAAN Mulut,Faring, esofagus, lambung, usus kecil, kelenjar ludah, pankreas, hati, kantong empedu Mencerna dan absorpsi nutrient, garam dan air KEKEBALAN Sel- sel darah putih, pembuluh dan simpul limfe, limfe, timus dan jaringan limfe lain Pertahanan terhadap benda asing yang masuk kedalam tubuh, pengembalian cairan ekstraseluler kedalam darah, pembentukan sel darah putih URINARIAGinjal, ureter, kandung kemih, uretra Pengaturan komposisi plasma melalui ekskresi zat-zat sisa, garam dan air ENDOKRIN Semua kelenjar yang mensekresi hormon ; pankreas, testis, indung telur, hipotalamus, ginjal, pituitaria, tiroid, paratiroid, adrenal, usus kecil, timus Regulasi dan koordinasi berbagai macam aktifitas didalam tubuh REPRODUKSI Pria : Testis, penis dan saluran dengan kelenjar terkait, Wanita : Indung telur, pembuluh uterin, uterus, vagina, kelenjar susu Memproduksi sperma, ovum, persediaan lingkungan bergizi untuk perkembangan embrio dan janin

61 Fisiologi sel Struktur sel Organel sel Susunan sel

62 STRUKTUR SEL Sel secara harafiah adalah unit kehidupan terkecil yang menunjukkan bermacam – macam fenomena yang berhubungan dengan hidup Sel dibatasi oleh membran sel yang selain memberi bentuk sel juga melekatkan sel dengan sel yang lainnya, memungkinkan zat-zat tertentu dapat melewati membran dan mengangkut aktif beberapa zat secara selektif Membran sel juga menerima tanda pengaturan dari sekitar tubuh untuk dihantarkan ke bagian dalam sel Berbagai zat yang menyusun sel bersama – sama dinamakan protoplasma, dengan 5 zat dasar : Air Elektrolit Protein Lipid Karbohidrat

63 STRUKTUR SEL Sel mengandung dua bagian utama : Inti sel ( nukleus ) dan Sitoplasma Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh membrane inti Sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitar oleh membrane sel Nukleus bertindak sebagai pusat pengaturan dimana DNA berpusat didalamnya Sitoplasma adalah medium berair yang banyak mengandung struktur yang disebut organela dengan masing – masing mempunyai fungsi khusus

64 INTI SEL Inti terdapat di dalam semua sel,kecuali : – sel eritrosit dewasa dan – trombosit (sel keping) Bentuk inti disesuaikan dengan bentuk sel, tetapi pada umumnya berbentuk: -bulat atau -lonjong

65 SITOPLASMA Di bawah mikroskop cahaya, sitoplasma nampak homogen dan mengandung berbagai macam bangunan kecil berbentuk granular, fibrilar dan vakuolar, yang mempunyai fungsi berbeda-beda. 2 (dua) jenis utama bangunan kecil sitoplasma: -organela : komponen hidup unsur struktur sel -inklusi : kumpulan/hasil sel yang tidak hidup

66 ORGANEL SEL Sel mengandung struktur fisika yang sangat terorganisasi yang dinamakan Organel berada didalam sitoplasma Beberapa organel yang penting dari sel adalah ; – Membrane sel – Membrane inti – Reticulum endoplasma  proses sintesis (sistim pembuatan, pemrosesan dan penambalan ) terdiri dari retikulum granula dan agranula – Kompleks golgi( aparatus golgi )  proses sekresi, juga sekresi kompleks glikoprotein tertentu – Mitokondria  tugas produksi energi didalam sel – Ribosom  sintesa protein – Lisosom  Cadangan enzim pencernaan – Sentriol – Silia dan Flagelum – Mikrotubulus

67 SUSUNAN SEL Setiap sel saling berhubungan satu sama lain melalui berbagai cara membentuk jaringan dan organ Beberapa jaringan terdiri dari sekelompok sel yang rapat dan saling melekat erat ( epitel ) Jaringan penyambung mempersatukan sel – sel menjadi tubuh karena jaringan ini memiliki substansi inter seluler Pada rangka zat antar sel diisi dengan garam – garam kalsium menghasilkan tulang penyokong tubuh yang kuat.

68 SUSUNAN SEL Jaringan penyambung merupakan zat antar sel yang merupakan zat kolagen suatu protein dalam bentuk serabut yang amat kuat ( seperti tendo dan ligamentum ) dan zat elastin suatu protein yang bersifat kenyal Diantara serabut elastik terdapat matriks atau zat dasar seperti agar – agar. Kombinasi serabut kuat dan serat elastis serta matriks memberikan kekuatan, bentuk dan gaya pegas pada tubuh.

69 BAGIAN – BAGIAN SEL 1.Membran plasma – Suatu selaput tipis terdiri dari moleku lipid dan protein yang tersusun secara mosaik – Fungsi : mengatur keluar masuk zat dalam mengadakan respons terhadap perubahan lingkungan 2.Inti sel – Dibatasi oleh selaput inti yang berpori dan mengandung plasma inti – Anak inti dan benang – benang kromatin sebagai pembawa sifat genetik 3.Mitokondria – Merupakan tempat berlangsungnya pernafasan sel dan pembentukan energi

70 BAGIAN – BAGIAN SEL 4. Ribosom – Untuk mensintesis protein 5. Lisosom – Didalamnya terdapat enzim hidrolisis seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase & fosfatase 6. Aparatus golgi – Diduga merupakan gudang sementara dan kondensasi zat- zat yang akan disekresi, membantu sintesis karbohidrat dan menggabungkannya dengan protein membentuk glikoprotein. – Fungsi lain adalah membentuk membran plasma 7. Retikulum endoplasma – Tempat menempel butir – butir ribosom

71 BENTUK DAN UKURAN SEL Bentuk sel bervariasi, tergantung letak dan fungsinya didalam makhluk hidup, misal : – Pipih: pada epitel dan kulit – Memanjang : pada otot – Bulat : pada sel darah merah – Sangat panjang : pada sel saraf Ukuran sel sangat kecil, dengan ukuran yang kecil tersebut menyebabkan : – Keluar masuk zat lewat membran sel berlangsung cepat – Reaksi kimia didalam sel berlangsung cepat sehingga transportasi lebih cepat pula – Luas membran akan sesuai dengan isi sel dan inti selnya sehingga terjadi keseimbangan

72 FUNGSI BIOMOLEKUL DALAM SEL 1.Protein a.Berfungsi sebagai enzim, berperan dalam mengkatalisis berbagai proses reaksi biokimia b.Sebagai alat transport bahan makanan c.Sebagai bentuk racun d.Sebagai Antibodi e.Sebagai hormon f.Sebagai pembentuk membran sel 2.Asam Nukleat a.Berfungsi terutama sebagai faktor genetika (DNA) b.Sebagai senyawa yang berperanan dalam proses biosintesis protein

73 FUNGSI BIOMOLEKUL DALAM SEL 3. Polisakarida a.Berfungsi sebagai sumber energi b.Sebagai energi cadangan dalam bentuk molekul glikogen c.Sebagai komponen dalam struktur membran sel dan dinding sel 4. Lipida a.Berfungsi sebagai pembentuk struktur membran sel b.Sebagai hormon c.Sebagai sumber energi

74 STRUKTUR SEL DIDALAM TUBUH Struktur sel yang Sehat – Ikatan molekulnya yang kuat dari molekul Hexagonal membentuk struktur sel yang sehat dan kuat – Polutan dan racun tidak dapat mengikat pada struktur molekul air ini – Tidak dapat membuat akumulasi racun dan masalah sel Struktur sel yang Tidak Sehat – Ikatan molekulnya tidak kuat, bentuknya pentagonal atau ikatannya tidak berbentuk dan hancur – Polutan dan racun dapat dengan mudah mengikat pada struktur molekul air ini sehingga dapat membuat akumulasi racun dan masalah sel

75 FAKTOR PENUNJANG KEHIDUPAN SEL Faktor yang utama adalah Oksigen dan zat makanan Reaksi dari Oksigen dan hasil metabolisme zat makanan menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk metabolisme sel Oksigen didalam tubuh didapat dari udara luar tubuh yang dihirup pada saat bernafas, – udara masuk kedalam paru – paru,didalam paru oksigen mengalami difusi masuk kedalam darah, didalam darah oksigen diangkut oleh eritrosit, oleh jantung darah yang kaya oksigen dipompa keseluruh tubuh dan digunakan untuk metabolisme seluruh sel. Demikian juga makanan, – makanan masuk kedalam mulut diteruskan kesaluran pencernaan, dipecah dan diolah menjadi karbohidrat, asam lemak, asam amino dan sebagainya – Pecahan makanan ( kimus ) diserap diusus halus masuk kedalam darah dan digunakan untuk metabolisme sel. Hati membantu mengubah susunan kimia sebagian zat menjadi bentuk yang siap digunakan untuk etabolisme sel.

76 MEMBRAN SEL Membran sel merupakan pembatas sel dengan sel – sel lainnya,pembatas inti,mitokondria dan organel lainnya. Komponen protein yang terbesar diantara komponen lipid didalam membran sel memiliki fungsi,diantaranya : – Memberikan kekuatan struktural pada membran – Bekerja sebagai enzim untuk mempermudah reaksi kimia – Bekerja sebagai protein mengemban/ karier yang diperlukan untuk transport zat – zat melalui membran sel – Membentuk pori-pori yang dapat dilalui oleh air dan zat – zat tertentu untuk memasuki sel

77 TRANSPORTASI MELALUI MEMBRAN SEL ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 1.Transport Aktif – Memerlukan energi – Bersifat melawan gradien elektrokimia atau gradien konsentrasi 2.Transport Pasif – Tidak memerlukan energi – Bersifat menuruni gradien elektrokimia atau gradien konsentrasi 3. Fagositosis – Pinositosis – Melalui proses endositosis – Fagositosis : memakan partikel besar, seperti bakteri – Pinositosis : melakukan inhibisi ( kemampuan meminum/ menghisap ) sejumlah zat kecil

78 REPRODUKSI SEL Dalam daur kehidupan sel menjalani 2 tahap : – Tahap pertumbuhan : interfase – Tahap pembelahan : mitosis Daur kehidupan dibedakan 2 daur : – Daur Kromosom – Daur Sitoplasma Pada daur kromosom akan terlibat sintesis DNA, sedangkan daur Sitoplasma melibatkan pertumbuhan sel yaitu memperbanyak kandungan sel lainnya dan sitokinesis yaitu pemisahan menjadi dua sel mandiri

79 REPRODUKSI SEL Berdasarkan pada jumlah kromosom DNA dalam sel yang merupakan hasil pembelahan terdapat 2 macam pembelahan sel yaitu : – Pembelahan Mitosis – Pembelahan Meiosis

80 PERBEDAAN MITOSIS DAN MEIOSIS MITOSISMEIOSIS 1 Satu sel induk – 2 sel anakSatu sel induk – 4 sel anak 2 Diploid – diploidDiploid – haploid 3 Sifat sel anak sama dengan sifat sel induk Sifat sel anak tidak sama dengan sifat sel induk 4 Terjadi pada sel somatikTerjadi pada sel gamet 5 Satu kali pembelahanDua kali pembelahan 6 Tujuan pembelahan : a. Mengganti sel – sel yang rusak a. Membentuk sel haploid b. Pembiakan pada protozoab. Agar jumlah kromosom pada generasi berikutnya tetap

81 JARINGAN TUBUH Ilmu yang mempelajari jaringan tubuh disebut HISTOLOGI, berasal dari kata Yunani Histos dan Logos yang berarti “ Jaringan dan ilmu pengetahuan ‘ Unsur – unsur yang membentuk Jaringan terdiri dari 3 komponen dasar yaitu : – Sel – Substansi interseluler – Cairan Sel merupakan komponen hidup

82 JARINGAN TUBUH Substansi interseluler merupakan hasil produksi sel, terdapat diantara sel-sel, mempunyai bentuk fisik sebagai substansi dasar dan serabut – serabut. Komponen cairan sangat menonjol dalam plasma darah, cairan limfe dan cairan jaringan Organisme bersel banyak, terdiri dari berbagai macam sel yang berbeda, Berjuta – juta sel dikelompokkan sesuai dengan kesamaan dalam bentuk, ukuran, struktur dan fungsinya.

83 JARINGAN PENYUSUN TUBUH Sejumlah sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama disebut disebut Jaringan Ada 4 jenis jaringan penyusun tubuh yaitu : 1.Jaringan Epitel 2.Jaringan Ikat 3.Jaringan Otot 4.Jaringan saraf

84 JARINGAN EPITEL Tersusun dalam 2 cara berbeda : – Tersusun dalam lembaran – lembaran yang terdiri dari satu atau lebih lapisan. Fungsi lembaran adalah untuk menutupi atau melapisi permukaan rongga / saluran / organ pada permukaan tubuh Dibentuk untuk melaksanakan fungsi absorpsi dan proteksi – Tersusun dalam kelenjar – kelenjar yang disesuaikan untuk sekresi Jaringan epitel yang dimodifikasi ini digolongkan sebagai epitel kelenjar Jaringan epitel berfungsi untuk : – mencegah sebagian besar benda – benda fisik diluar tubuh masuk kedalam tubuh, menjaga cairan tubuh agar tidak keluar dari tubuh, – Juga merupakan pintu gerbang lalu lintas semua zat yang masuk dan keluar tubuh

85 JARINGAN EPITEL Fungsi yang khas dari jaringan epitel adalah : – Absorpsi : misal lapisan dinding usus kecil – Sekresi : misal kelenjar buntu – Transport : misal oleh tubulus ginjal – Ekskresi : misal oleh kelenjar keringat – Proteksi / perlindungan : misal oleh kulit – Penerima rangsangan : misal indra pengecap

86 JARINGAN IKAT Jaringan ikat atau jaringan pengikat atau Conective tissue atau jaringan penyambung atau jaringan penyokong Fungsi : – sebagai pengikat atau penghubung, – mengisi antara berbagai jaringan dasar lainnya – Membentuk selubung perlindungan disekeliling organ – organ yang lemah – Mempersatukan / mengikat jaringan – jaringan menjadi organ, dan berbagai organ membentuk sistim organ

87 JARINGAN IKAT Ada 2 jenis jaringan ikat yaitu : 1.Jaringan ikat embrional, terbagi atas : Jaringan mesenkim Jaringan mukosa 2.Jaringan ikat biasa, terdiri atas : Jaringan ikat longgar Jaringan padat Jaringan ikat retikuler Jaringan ikat berpigmen Jaringan ikat lemak

88 Berdasarkan sifat dan fungsinya jaringan ikat dikelompokkan sebagai : 1.Jaringan ikat biasa – Serat kolagen : berwarna putih, kuat, kelenturan rendah, daya renggang tinggi, mampu memberi kekuatan pada jaringan ikat, tersusun dari protein kolagen, serat ini terdapat pada tendon, tulang dan kulit – Serat elastin : berwarna kuning, sifat kelenturan tinggi, tersusun dari mukopolisakarida dan protein elastn, dikelilingi oleh glikoprotein yang disebut fibrilin, serat ini terdapat pada pembuluh darah, ligamen, selaput tulang rawan laring – Serat retikuler : kelenturan rendah, lebih tipis dari kolagen,terdiri dari kolagen dilapisi glikoprotein, berperan mengikat jaringan ikat dengan jaringan ikat lain.serat ini terdapat pada hati, limpa dan kelenjar limfe

89 Berdasarkan sifat dan fungsinya jaringan ikat dikelompokkan sebagai : 2.Jaringan ikat penyokong – Substansia spongiosa = Tulang berongga – Substansia kompak = tulang padat 3.Jaringan Hemopuitik – Unsur – unsur yang berbentuk ; yaitu sel – sel darah dan fragmen – fragmen sitoplasma. – Substansia inter seluler yang berupa cairan disebut plasma

90 JARINGAN OTOT Merupakan jaringan yang mampu menunjukkan kerja mekanis dengan jalan memendek / berkontraksi Bentuk sel otot panjang dan langsing sehingga sering disebut juga serat otot Sitoplasma sel otot disebut Sarkoplasma, membran dinding sel otot disebut Sarkolema Didalam sarkoplasma terdapat berkas berkas halus yang berjalan sejajar membentuk miofibril yang tidak sama besar Setiap miofibril terdiri atas beberapa miofilamen Tiap miofilamen terdiri dari molekul molekul protein Aktin dan trombomiosin merupakan protein yang membentuk miofilamen halus Miosin merupakan protein yang membentuk miofilamen kasar

91 SECARA HISTOLOGIS OTOT DIBAGI MENJADI 3 KELOMPOK : 1.Otot bercorak / otot serat lintang / otot rangka/ otot lurik – Panjang sel 3-4 cm – Kontraksi otot lurik dibawah kesadaran = Otot volunter, – Selnya di persarafi oleh Sistim Saraf Pusat – Kontraksi otot lurik cepat dan kuat, dapat menimbulkan kelelahan – Ditemukan pada otot rangka ( daging ), sekat rongga badan ( Diafragma),dibawah kulit wajah,mulut, kelopak mata, dan lidah

92 2.Otot polos Kontraksinya diluar pengaruh kehendak = disebut otot in volunter Terdiri atas sel – sel berbentuk gelendng, panjang milimikron Reaksinya lambat Sel disarafi oleh oleh Sistim Saraf Otonom Aktifitas otot polos tidak menimbulkan kelelahan meskipun dalam jangka waktu lama Terdapat pada alat – alat dalam seperti : dinding saluran pencernaan, dinding rahim, dinding kandung kemih, dinding pembuluh darah, kulit yang melekat pada akar rambut

93 3. Otot Jantung Kontraksinya diluar pengaruh kehendak Secara struktural menyerupai otot lurik Reaksinya lambat terhadap rangsangan Hanya ditemukan pada dinding jantung Selalu mengerut dan mengendur secara teratur Otot jantung terdiri atas serabut – serabut otot yang bercabang dan saling berhubungan satu sama lain

94 JARINGAN SARAF Jaringan saraf terdiri dari sel saraf ( sel neuron ) dan jaringan pembantu ( neuroglia ) berupa sel – sel serabut saraf dan mielin ( lapisan pembungkus dari bahan fosfolipid ) Mempunyai bagian yang disebut badan sel, dendrit dan neurit Badan sel adalah bagian saraf yang mengandung inti Dendrit merupakan tonjolan badan sel saraf yang tampak seperti cabang pohon Dendrit menerima rangsang dari neuron melalui sinapsis dan mampu meneruskan rangsang ke dendrit lainnya.

95 JARINGAN SARAF Tiap sel saraf hanya memiliki satu axon yang membawa rangsang an dari badan sel menuju ke perifer dalam bentuk aksi potensial Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls – impuls saraf Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf Ciri khas sel saraf : didalam sitoplasma terdapat bangunan basofil yang disebut substansi Nissl

96 ORGAN TUBUH MANUSIA Merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu didalam tubuh. Didalam tubuh manusia terdapat bermacam – macam sistim organ, antara lain: – Sistim Pencernaan - Sistim Pernafasan – Sistim Ekskresi- Sistim Peredaran darah – Sistim Rangka- Sistim Gerak – Sistim Endokrin- Sistim Saraf – Sistim Reproduksi

97 SISTIM PENCERNAAN Makanan dan minuman akan dicerna dalam saluran pencernaan dan kemudian diserap masuk kedalam darah Didalam hati zat makanan yang telah diserap diubah struktur kimianya menjadi bentuk yang lebih dapat dipergunakan oleh sel Zat makanan : karbohidrat, protein, lemak, vitamin Sistim pencernaan terdiri atas : – Organ – organ yang fungsi utamanya mengangkut makanan dan minuman tergolong dalam saluran pencernaan – Organ – organ yang fungsi utamanya menghasilkan getah pencernaan

98 SISTIM PENCERNAAN Saluran pencernaan dimulai dari – Mulut : memiliki organ – organ lidah, gigi geligi, melanjut menjadi – Faring,Esofagus, Lambung, Usus halus, Usus besar Kedalam saluran pencernaan mulai dari mulut sampai usus halus akan bermuara berbagai kelenjar pencernaan. Pada Usus besar tidak berlangsung pencernaan hanya terdapat kelenjar lendir yang diperlukan untuk memadatkan ampas makanan dan mempermudah pengeluarannya.

99 SISTIM PERNAFASAN Sistim pernafasan dimulai dari : Hidung, Saluran pernafasan atas,dan Paru – paru Sistim pernafasan menjamin tersedianya Oksigen yang sangat dibutuhkan oleh metabolisme sel Oksigen berdifusi masuk kedalam darah dari paru – paru diikat oleh eritrosit Karbon dioksida akan dikeluarkan oleh sistim pernafasan melalui hembusan nafas Sistim pernafasan terdiri atas : – saluran pernafasan ayang akan mengangkut udara – Dan Alveolus yang merupakan organ pertukaran udara Pernafasan tidak akan berlangsung bila tidak ada udara yang masuk atau keluar melalui saluran pernafasan Untuk bernafas diperlukan otot – otot pernafasan untuk mengembang kan dan mengempiskan rongga dada

100 SISTIM EKSKRESI Diperlukan untuk membuang bahan – bahan hasil pembakaran yang membahayakan tubuh Dalam sistim ekskresi terdapat organ untuk menapis darah dan organ untuk mengangkut dan menampung bahan – bahan yang ditapis, dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh Ginjal memindahkan bahan – bahan yang tidak dibutuhkan dari dalam darah dibuang melalui air kencing Bahan – bahan yang akan dibuang berasal dari makanan atau minuman yaitu : – Urea, asam urat – Kelebihan ion – ion dan air Ginjal melakukan fungsinya dengan menyaring darah yang masuk, membuang bahan yang tidak dibutuhkan dan mengambil kembali bahan yang masih dibutuhkan

101 SISTIM PEREDARAN DARAH Jantung memompa darah keseluruh tubuh untuk mengedarkan darah kesetiap bagian jaringan diseluruh tubuh Darah mengangkut zat makanan dan oksigen serta bahan – bahan sisa metabolisme dan CO2 Sistim peredaran darah terdiri atas : – Organ yang dapat menggerakkan darah untuk beredar yaitu jantung – Organ untuk mengangkut darah yaitu pembuluh darah Sistim peredaran darah sangat erat berkaitan dengan sistim pencernaan, sistim sekresi dan sistim pernafasan

102 SISTIM RANGKA Tersusun dari : – Tengkorak – Tulang badan – Tulang – tulang anggota Berfungsi untuk: – penegak dan pembentuk tubuh, – tempat melekatnya otot, – pelindung alat- alat tubuh seperti Otak, paru-paru, jantung Sel- sel darah merah dibuat pada sumsum tulang

103 SISTIM GERAK Diperlukan untuk menggerakkan bagian tubuh. Baik gerakan tubuh tanpa kepindahan tubuh maupun untuk gerakan yang mengakibatkan kepindahan tubuh dari tempatnya Didalam sistim gerak dibedakan : – Alat gerak Aktif : terdiri atas susunan jaringan otot – Alat gerak Pasif : Yaitu rangka tubuh

104 SISTIM ENDOKRIN Disebut juga sistim kelenjar atau sistim hormon Tersusun dari berbagai kelenjar,antara lain : – Kelenjar Hipofisis – Kelenjar Tiroid / gondok – Kelenjar Pararenalis/ anak ginjal Fungsinya : – memproduksi hormon untuk memacu pertumbuhan, regulasi dan homeostasis – Mengatur kesuburan, mengatur pembuangan – Memproduksi air susu – Dan pengaturan fungsi tubuh lainnya yang sangat penting Hormon dikeluarkan dari dalam tubuh dan dipergunakan oleh tubuh sendiri

105 SISTIM SARAF Tersusun dari : – Serabut saraf – Simpul saraf – Sumsum tulang belakang – Otak Fungsi sistim saraf : – Menerima dan merespons rangsangan dari lingkungannya ( luar / dalam tubuh ).berupa aktifitas tubuh ( perilaku / integritas)

106 SISTIM SARAF Sistim saraf terdiri dari 3 bagian pokok : – Saraf Sensoris : fungsi untuk mengetahui keadaan tubuh dan lingkungannya – Saraf Pusat : terdiri dari Otak dan Medula spinalis, Otak menyimpan informasi, menghasilkan pikiran, ambisi, emosi dan menentukan reaksi atas apa yang dicetuskan sensasi. Sinyal dari saraf pusat diteruskan ke saraf motoris – Saraf Motoris : menerima sinyal dari saraf pusat dan mencetuskannya dalam bentuk gerakan anggota tubuh Terdapat juga Sistim saraf Otonom yang kerjanya tidak dipengaruhi keinginan.

107 SISTIM REPRODUKSI Fungsi sistim Reproduksi adalah memperbanyak keturunan untuk pelestarian jenis Pada PRIA organ reproduksi terdiri dari : – Penis- Testis – Vas deferens- Kantung semen Sel spermatozoa dihasilkan oleh Testis dengan organ reproduksinya penis Pada WANITA sistim reproduksi terdiri dari : – Vagina- Ovarium – Rahim- Saluran Tuba Fallopi Sel telur ( Ovum) dihasilkan oleh ovarium dan organ reproduksinya vagina

108 KOMPOSISI TUBUH MANUSIA Komponen terbesar tubuh manusia adalah air, selebihnya berupa senyawa sebagai berikut : – Senyawa Organik, terdiri dari : Protein : 15% BB Lipid : 15% BB Karbohidrat : 5% BB – Senyawa An Organik, yaitu : Mineral : 5% BB – Kation : Na, K,Ca, Mg, Fe, Zn, dan Cu – Anion : Cl, HCO,H2PO4, PO4,SO4

109 FISIOLOGI CAIRAN TUBUH

110 Agar fungsi sel dapat berlangsung normal semua sel dan jaringan tubuh terendam dalam cairan dengan komposisi yang relatif konstan. Keseimbangan yang dinamis dan homeostatis dari air, elektrolit dan keseimbangan asam basa dalam tubuh dipelihara melalui mekanisme faal yang kompleks yang melibatkan banyak sistim tubuh yang lain Gangguan cairan, elektrolit dan asam basa sering merupakan dasar penyebab suatu penyakit yang pada akhirnya menyebabkan gangguan sistemik.

111 DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH Cairan ekstrasel ditransport keseluruh bagian tubuh dalam 2 tingkatan – Tingkat pertama : memerlukan pergerakan darah mengitari sistim sirkulasi – Tingkat kedua : pergerakan cairan antara kapiler dan sel Sewaktu darah berjalan melalui sirkulasi terjadi pertukaran yang terus menerus antara bagian plasma darah dengan cairan interstitial dalam ruangan sekitar kapiler, banyak cairan yang dapat berdifusi bolak balik antara darah dan ruangan jaringan dikarenakan kapiler berpori – pori.Proses difusi ini disebabkan oleh gerak kinetic molekul – molekul didalam plasma dan cairan intrasel.

112 SUMBER CAIRAN TUBUH Cairan dan elektrolit masuk kedalam tubuh melalui makanan, minuman dan cairan intra vena, dan didistribusikan keseluruh bagian tubuh Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel – partikel bermuatan listrik yang disebut ion

113 PENGELUARAN CAIRAN TUBUH Pengeluaran cairan setiap hari pada orang sehat melalui : – Ginjal : dalam bentuk kemih – Usus halus : dalam bentuk feses – Paru – paru : dalam udara ekspirasi – Kulit : dalam bentuk keringat

114 DIFUSI DAN OSMOSIS Perpindahan air dan zat terlarut diantara bagian tubuh melibatkan mekanisme transportasi aktif dan pasif Mekanisme transportasi aktif memerlukan energi Difusi dan osmosis merupakan transport pasif, tidak perlu energi untuk pelaksanaannya.

115 KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Pada orang dewasa : – 40% BB / 2/3 dari Total Body Water (TBW) berada didalam sel disebut sebagai Cairan intra selular ( ICF) dan – sisanya 20% dari BB/ 1/3 dari Total body water (TBW) berada diluar sel disebut cairan ekstraselular ( ECF), terdiri dari : Cairan interstitial limfe ( ISF) terletak diantara sel ( 15% ) Cairan intra vaskular (IVF) atau plasma ( 5%) Dan Cairan transelular yang merupakan cairan serebrispinal, cairan intra okular, sekresi saluran cerna

116 ORGAN – ORGAN TUBUH YANG BERFUNGSI EKSKRESI : ORGAN EKSKRESIZAT / BAHAN YANG DIKELUARKAN Paru-paru / pulmonumUap air ( H2O), CO2 ( Karbon dioksida) Hati/ heparCairan empedu Ginjal / renalisAir, urea, garam, racun, vitamin Kulit / integumenAir, garam

117 PATOFISIOLOGI ORGAN DASAR TUBUH MANUSIA

118 ISTILAH PERKEMBANGAN PENYAKIT Penyakit : suatu perubahan dalam individu yang menyebabkan parameter kesehatan mereka berubah diluar batas – batas normal Etiologi : sebab / identifikasi faktor – faktor yang menimbulkan penyakit Patogenesis penyakit : perkembangan atau evolusi penyakit yang membawa kelainan – kelainan yang dapat ditemukan Manifestasi penyakit : sejumlah perubahan dalam proses biologis yang dapat dideteksi (gangguan fungsi belum terlihat tetapi proses penyakit sudah mulai dan dapat dideteksi melalui analisa laboratorium ) Gejala subyektif / perasaan subyektif : penderita mulai merasakan sesuatu yang tak beres pada tubuhnya, misal Nausea, rasa tidak enak, rasa sakit

119 Gejala obyektif / manifestasi objektif : tanda – tanda penyakit yang dapat diidentifikasi, misal demam, kulit memerah, teraba massa Lesi : suatu perubahan struktur yang dapat ditunjukkan dalam perkembangan penyakit Sequele : akibat dari suatu penyakit menimbulkan sisa misl : jaringan parut Komplikasi : suatu proses baru atau proses terpisah yang timbul sekunder karena beberapa perubahan yang dihasilkan oleh keadaan aslinya Resolusi “ kembali kekeadaan normal,dapat karena pertahanan tubuh ( spontan) juga akibat pengobatan yang berhasil

120 Cedera sel Banyak cara dimana sel mengalami cedera atau mati, salah satu faktor yang penting adalah defisiensi oksigen atau bahan makanan Sebab kedua yang penting yang dapat melukai sel adalah faktor fisik menyangkut robeknya sel, cedera akibat mekanik dan suhu Sebab ketiga adalah adanya agen – agen menular yang menimbulkan cedera pada sel Dan juga adanya agen kimia yang dapat melukai sel Zat – zat toksin ini dapat masuk kedalam sel melalui lingkungan dan juga dari akumulasi zat endogen misal kesalahan metabolisme yang ditentukan secara genetik yang dapat melukai sel.

121 RESPON DARI SEL Reversibel : jika rangsang yang menimbulkan cedera dapat dihentikan dan sel kembali sehat Ireversibel : bila perubahan tersebut tidak dapat diatasi dan menimbulkan kematian sel Perubahan – perubahan yang terjadi pada sel disebut degenerasi atau perubahan degeneratif Bentuk perubahan degeneratif yang paling sering dijumpai adalah penimbunan air didalam sel yang bersangkutan.terjadi pembengkakan sel. Perubahan degeneratif juga dapat terjadi penimbunan lemak / lipid terutama di organ hati

122 RESPON DARI SEL Jika bahaya pembengkakan sel dapat dihilangkan maka setelah beberapa lama sel akan mulai mengeluarkan natrium bersama – sama dengan air dan sel kembali menjadi normal Selain peningkatan penimbunan air atau lemak, respon dari sel juga dapat timbul pengurangan massa berupa suatu penyusutan Pengurangan ukuran sel atau jaringan atau organ disebut Atrofi, jaringan atau organ yang atrofi berukuran lebih kecil dari normal Dalam proses untuk menjadi atrofi sel akan mengabsorpsi sebagian dari unsur – unsurnya disebut otofagositosis atau otofagi yaitu suatu proses memakan diri sendiri

123 RESPON DARI SEL Proses seseorang menjadi tua adalah sesuatu yang sangat kompleks yang menyangkut banyak faktor : – Faktor Genetik – Faktor endokrin – Faktor imunologis – Faktor lingkungan Penuaan dapat diakibatkan oleh pembatasan genetik yang nyata pada kemampuan replikatif dari sel dengan penimbunan progres sif dari luka – luka kecil dalam sel yang tidak lagi melakukan proliferasi. Sisa bahan yang tidak dapat dicerna akan tertimbun menimbul kan struktur didalam sel,umumnya berwarna coklat tua,disebut lipofusin / pigmen ketuaan/ pigmen keausan suatu brown atrofi.

124 KEMATIAN SEL Jika pengaruh bahaya pada suatu sel cukup hebat atau berlangsung cukup lama sehingga sel mencapai titik dimana sel tidak lagi dapat mengkompensasi dan tidak dapat melangsungkan metabolisme maka sel akan mati secara ireversibel. Bila sebuah sel atau sekelompok sel / jaringan dalam hospes yang hidup diketahui mati maka disebut nekrotik, Nekrosis merupakan kematian sel lokal Sel- sel yang mati akan berubah secara kimiawi enzim – enzim yang terkandung disel mati akan dilepaskan, jaringan hidup disekitarnya akan berespon terhadap perubahan tersebut menimbulkan suatu reaksi peradangan akut Reaksi peradangan akut berupa pengiriman banyak leukosit kedaerah tersebut untuk membantu proses pencernaan sel – sel yang mati

125 JARINGAN NEKROTIK Morfologi jaringan nekrotik – Nekrosis koagulativa  gangren – Nekrosis Liquefaktiva – Nekrosis Kaseosa  perkejuan Akibat Nekrosis :adalah hilangnya fungsi daerah yang mati. Pada beberapa keadaan dapat menjadi fokus infeksi, suatu medium pembiakan yang baik sekali bagi pertumbuhan organisme tertentu yang kemudian dapat menyebar ketempat lain ditubuh dan dapat menimbulkan perubahan sistemik tertentu. Misal demam, leukositosis, perubahan enzim dsb Dalam banyak hal dapat juga terjadi jaringan parut

126 KEMATIAN SOMATIK Kematian pada seluruh jaringan individu disebut kematian somatik Definisi lama : seseorang dinyatakan meninggal jika fungsi vital berhenti tanpa ada kemungkinan untuk berfungsi kembali. Definisi umum tentang kematian somatik saat ini adalah menyangkut kegiatan Sistim saraf pusat khususnya otak, jika otak mati maka kegiatan listrik terhenti, jika hilangnya kegiatan listrik selama jangka waktu yang sudah ditentukan secara ketat maka dokter berwenang menganggap penderita meninggal walaupun paru – paru dan jantung masih dapat dijalankan secara buatan untuk waktu beberapa lama

127 KEMATIAN SOMATIK Setelah kematian terjadi perubahan – perubahan tertentu yang disebut perubahan post mortem. Timbul kekakuan pada otot yang disebut rigor mortis, mayat menjadi dingin ( algor mortis ), perubahan warna mayat ( livor mortis ) akibat sirkulasi darah berhenti

128 LANJUT KULIAH MENDATANG

129 PERTANYAAN Jawab pada selembar kertas Nama Nip TT Ketik omputer : Font size 12 – Times New Roman

130 1.Gambaran proses penyakit dasar termasuk reaksi tubuh terhadap kelainan pertumbuhan selular 2.Definisi Mitosis dan Meiosis ? 3. Gambar organ jantung pembuluh darah


Download ppt "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah Klasifikasi, Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait KKPMT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google