Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DETERMINASI SEKS DAN RANGKAI KELAMIN Luisa Diana Handoyo, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DETERMINASI SEKS DAN RANGKAI KELAMIN Luisa Diana Handoyo, M.Si."— Transcript presentasi:

1 DETERMINASI SEKS DAN RANGKAI KELAMIN Luisa Diana Handoyo, M.Si.

2  Determinasi seks adalah penentuan jenis kelamin suatu organisme yang ditentukan oleh kromosom seks (GONOSOM)  Penelitian awal tentang adanya hubungan antara kromosom dengan perbedaan jenis kelamin dilakukan oleh H. Henking, biologiwan Jerman, pada tahun Ia menemukan adanya struktur tertentu dalam nukleus beberapa serangga melalui spermatogenesis → badan X. Jadi ada sperma yang memiliki badan X dan ada yang tidak memiliki badan X.  Tahun 1902, C.E. McClung membenarkan penemuan Henking.

3 Tipe Penentuan Jenis Kelamin 1. Tipe XY Dijumpai pada lalat buah (Drosophilla melanogaster), hewan mammalia, tumbuhan berumah dua dan manusia. P ada manusia  Pada manusia, jenis kelamin ditentukan oleh adanya kromosom X dan Y.  Jika memiliki kromosom Y maka fenotipe pria  Jika hanya memiliki kromosom X maka fenotipe wanita

4 P ada lalat buah  Lalat buah memiliki 8 kromosom, yaitu 6 autosom (A) dan 2 seks kromosom.  Seks kromosom dibedakan atas : 1.Kromosom X, berbentuk batang lurus. Lalat betina memiliki 2 kromosom-X. 2.Kromosom Y, berbentuk sedikit bengkok pada salah satu ujungnya. Lalat jantan satu kromosom-X dan Y.

5 Formula kromosom untuk lalat buah :  Lalat betina 3AAXX (= 3 ps autosom + 1 ps kromosom- X)  Lalat jantan 3AAXY (= 3 ps autosom + 1 kromosom-X + 1 kromosom-Y) Kromosom-Y pada lalat Drosophilla tidak memiliki pengaruh pada penentuan jenis kelamin. Menurut C.B. Bridges, faktor penentu betina pada lalat buah terdapat pada kromosom-X, sedangkan faktor penentu jantan terdapat pada autosom Kromosom-Y menentukan kesuburan (fertilitas) lalat buah.

6 Penentuan jenis kelamin pada lalat buah didasarkan pada teori perimbangan tentang penentuan jenis kelamin yaitu dengan menggunakan indeks kelamin. Indeks kelamin = Keterangan : Indeks kelamin 1 → betina Indeks kelamin >1 → betina super Indeks kelamin 0,5 → jantan Indeks kelamin < 0,5 → jantan super Indeks kelamin antara 0,5 dan 1 → interseks

7 P ada manusia  Memiliki 46 kromosom, terdiri dari 44 (=22 pasang) autosom dan 1 pasang seks kromosom.  Kromosom-Y menentukan fenotipe individu pria (jantan), dg formula kromosom 22AAXY  Individu wanita (betina) memiliki formula kromosom 22AAXX.

8 2. Tipe XO  Dijumpai pada beberapa serangga dari ordo orthoptera dan heteroptera, misalnya belalang.  Tidak memiliki kromosom-Y  Belalang jantan hanya memiliki kromosom-X, maka menjadi → XO → fertil  Belalang betina → XX

9 3. Tipe ZW  Dijumpai pada beberapa jenis kupu-kupu, ikan, reptilia dan burung  Hewan jantan → ZZ → homogametik  Hewan betina → ZW → heterogametik

10 4. Tipe ZO  Dijumpai pada unggas seperti ayam, itik, dsb.  Hewan betina → ZO → heterogametik  Hewan jantan → ZZ → homogametik

11 5. Tipe haploid-diploid  Dijumpai pada serangga yang termasuk dalam ordo Hymenoptera seperti lebah madu, semut, dan lebah.  Hewan jantan terjadi melalui ‘partenogenesis’ → haploid  Hewan betina → diploid

12 Soal 1. Apakah jenis kelamin lalat buah yang memiliki formula kromosom : a. 3AAXXXXb. 3AAAAAXXc. 3AAXO d. 3AAAXX e. 3AAXXY

13 RANGKAI KELAMIN  Peristiwa dimana penurunan sifatnya dipengaruhi oleh jenis kelamin.  Ada yang terangkai pada kromosom-X, ada yang terangkai pada kromosom-Y

14 Gen terangkai pada kromosom-X (X- linked genes)  Disebabkan oleh gen resesif, misalnya : 1. Butawarna (cc = butawarna, C = normal) 2. Anodontia (aa = anodontia, A = normal) 3. Hemofilia (hh = hemofilia, H = normal)  Disebabkan oleh gen dominan 1. Gigi coklat dan mudah rusak karena kurang (B = gigi coklat, b = gigi normal) Ciri khas pewarisan gen yang terdapat pada kromosom-X, adalah dengan cara pewarisan bersilang (criss-cross inheritance)

15 Buta warna  suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.  Gen penentu kelainan buta warna terdapat pada kromosom- X  Seorang wanita disebut ‘pembawa sifat’ jika memiliki satu kromosom X yang membawa sifat buta warna.  Wanita ‘pembawa sifat’, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak.  Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tsb menderita buta warna.

16  Disebabkan oleh gen resesif c (= colorblind) yang terdapat pada kromosom-X.  Alelnya dominan C menentukan orang normal.  Lebih banyak dijumpai pada laki-laki.  Bagaimanakah keturunan dari perkawinan antara : 1. Pria butawarna dan wanita normal homozigotik ? 2. Pria normal dengan wanita butawarna ?

17 Tes buta warna

18 Anodontia  Penderita kekurangan jumlah gigi (antara 1 sd 6 atau lebih dari 6) dari jumlah gigi normal.  Ditentukan oleh gen resesif a yang terdapat pada kromosom-X  Alelnya dominan A menentukan gigi normal.  Pada umumnya, penderita anodontia memiliki ciri- ciri mempunyai rambut yang tipis, bahkan hampir tidak mempunyai rambut dan rahang tidak berkembang selayaknya orang normal, tidak memiliki benih gigi pada rahangnya.

19 Anodontia

20 Hemofilia  Kelainan perdarahan yang diturunkan yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah  Dikenal 2 macam penyakit hemofilia, yaitu hemofilia A dan B (penyakit ‘christmas’)  Hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (Faktor anti hemofilia) sedangkan hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (Plasma tromboplastin komponen).  Hemofilia A dan B tidak dibedakan karena mempunyai tampilan klinis yang mirip dan pola pewarisan gen yang serupa.  Hemofilia tipe A lebih banyak dijumpai daripada hemofilia B

21 Hemofilia  Ditentukan oleh gen resesif h yang terdapat pada kromosom-X  Alelnya dominan H menentukan seseorang memiliki faktor anti hemofilia sehingga darah dapat membeku secara normal.  Anak perempuan hemofila boleh dikatakan tidak pernah dijumpai karena genotip hh biasanya letal.  Bagaimanakah individu keturunan dari perkawinan antara : 1. wanita normal (homozigot) dan pria hemofilia ? 2. wanita F1 dengan pria hemofilia ?

22 Gigi coklat dan rusak  Disebabkan oleh gen dominan B yang terdapat pada kromosom-X  Alelnya resesif b menentukan gigi normal  Bagaimanakah keturunan dari perkawinan antara : 1. wanita normal dengan pria bergigi coklat ? 2. wanita bergigi coklat homozigot dengan pria normal ?

23 Rangkai kelamin pada binatang menyusui  Determinasi seks mengikuti tipe XY (betina = XX dan jantan = XY)  Contoh : kucing belang telon B = gen untuk warna hitam b = gen untuk warna kuning Bb = genotipe untuk kucing belang tiga (hitam-kuning- putih) = kucing calico  Gen penentu warna rambut kucing terdapat pada kromosom-X

24  Biasanya berjenis kelamin betina. Jarang dijumpai kucing jantan yang belang tiga, dapat terjadi karena non-disjunction pada spermatogenesis (kucing steril/mandul)  Bagaimanakah keturunan dari perkawinan antara kucing jantan warna hitam dengan kucing betina warna kuning ?

25 Rangkai kelamin pada Drosophilla melanogaster  Warna mata pada lalat buah  Gen W menentukan warna mata merah  Gen w menentukan warna mata putih  Bagaimanakah keturunan dari perkawinan antara lalat betina bermata merah dengan lalat jantan warna putih ?  Bagaimana hasil perkawinan antar F1-nya?

26 Gen terangkai pada kromosom-Y (Y- linked genes)  Misalnya pada Hypertrichosis.  Disebabkan oleh gen resesif h yang terdapat pada kromosom-Y.  Sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada kromosom-Y hanya akan diwariskan pada keturunan laki- laki saja.

27 Webbed Toe (jari berselaput)  Terangkai pada kromosom Y  Dipengaruhi oleh gen wt (resesif)  Menyebabkan pertumbuhan kulit di jari (terutama kaki) yang tidak normal, sehingga diantara jari tumbuh selaput kulit mirip dengan jari katak

28 Gen yang dipengaruhi jenis kelamin  Dominansi tergantung pada jenis kelamin  Misalnya : kepala botak dan panjang jari telunjuk GenotipLaki-lakiPerempuan BBBotak BbBotakTidak botak bbTidak botak

29 Panjang jari telunjuk GenotipLaki-lakiPerempuan TTTelunjuk pendek TtTelunjuk pendekTelunjuk panjang ttTelunjuk panjang


Download ppt "DETERMINASI SEKS DAN RANGKAI KELAMIN Luisa Diana Handoyo, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google