Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KLASIFIKASI BAKTERI Oleh Dr. Ni’matuzahroh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya 2011.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KLASIFIKASI BAKTERI Oleh Dr. Ni’matuzahroh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya 2011."— Transcript presentasi:

1 KLASIFIKASI BAKTERI Oleh Dr. Ni’matuzahroh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya 2011

2 BAKTERI (SCHYZOMYCETES) Tubuh terdiri dari 1 sel Bentuk bermacam –macam : batang, kokus, koma dll Ukuran 0,1 – 100 um Belum ada plastida (klorofil a ada untuk fotosintetis) Tidak mempunyai membran nukleus Motil atau non motil Dinding sel tersusun atas hemiselulosa dan senyawa semacam pektin yang mengandung N Mempunyai pigmen atau tidak Perkembang biak dengan vegetatif (spora atau membelah diri) Cara hidup : heterotrof (saprofit dan parasit) dan autotrof Distribusi : lingkungan air, tanah, udara, dan organisme hidup Peranan : sangat beragam

3 KINGDOM PLANTAE DEVISI : –Schizophyta –Thallophyta –Bryophyta –Pteridophyta –Spermatophyta Devisi Schizophyta dibagi dalam 3 kelas : –Schizophyceae (alga hijau biru) –Schizomycetes (bakteri) –Microtatobiotes (virus dan ricketsia)

4 KLASIFIKASI BAKTERI Mengacu pada Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology Edisi 7 (Seventh edition, 1957) : –Bakteri dikelompokkan dalam Devisi Schizophyta, Kelas Schizomycetes –Kelas Schizomycetes dibagi dalam 10 ordo yaitu : Pseudomonadales, Chlamidobacteriales, Eubacteriales, Actinomycetales, Beggiatoales, Myxobacteriales, Spirochaetales, Hypomicrobiales, Caryophanales, dan Mycoplasmatales

5 Bergey’s Manual of Determinative Bacteriologi, ninth edision Pengaturan yang dibuat dalam buku ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi bakteri Bakteri dibagi dalam 35 group, seperti “parts” di buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology edisi 8 dan “Section” di Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology

6 Edisi ke-9 : –Bakteri diklasifikasikan ke dalam 4 kategori GRACILICUTES : bakteri gram negatif, dan ada dinding sel FIRMICUTES : bakteri gram positif, ada dinding sel TENERICUTES : bakteri tidak berdinding sel (mycoplasma) MENDOSICUTES : dinding sel berbeda (Archaeobacteria) –Masing-masing kategori dibagi dalam beberapa kelompok/groupe Gracilicutes : 16 kelompok Firmicutes : 13 kelompok Tenericutes : 1 kelompok Mendosicutes : 5 kelompok –Groupe terbagi menjadi beberapa genus

7 GRACILICUTES : bakteri gram negatif, dan ada dinding sel 1.The Spirochetes 2.Aerobic/microaerophilic, motile, helical/vibrioid Gram negative bacteria 3.Non motile (or rarely motile), Gram negative Curved Bacteria 4.Gram Negative Aerobic / microaerophilic rods and cocci 5.Facultatively Anaerobic Gram Negative 6.Gram negative, anaerobic, straight, curved, and helical bacteria 7.Dissimilatory sulfate or sulfur reducing bacteria 8.Anaerobic Gram negative cocci

8 GRACILICUTES : bakteri gram negatif, dan ada dinding sel 9. The rickettsias and chlamydias 10. Anoxygenic phototrophic bacteria 11. Oxygenis phototrophic bacteria 12. Aerobic chemolitotrophic bacteria and associated organisms 13. Budding and /or appendages bacteria 14.Sheated bacteria 15.Nonphotosynthethic, nonfruiting gliding bacteria 16.The fruiting, gliding bacteria : Myxobacteria

9 FIRMICUTES : bakteri gram positive, dan ada dinding sel 17. Gram positive cocci 18. Endospore-forming Gram positive rods and cocci 19. Regular, nonsporing Gram –positive rods 20. Irregular, non sporing Gram positive rods 21. The mycobacteria 22. Nocardioform Actinomycetes 23. Genera with multilocular sporangia 24. Actinoplanetes 25. Streptomycetes and related genera 26. Maduromycetes

10 FIRMICUTES : bakteri gram positive, dan ada dinding sel 27. Thermomonospora and related genera 28. Thermoactinomycetes 29. Other genera

11 TENERICUTES : bakteri tidak berdinding sel (mycoplasma) 30. Mycoplasmas

12 MENDOSICUTES : dinding sel berbeda (Archaeobacteria) 31. The methanogenes 32. Archaeal sulfate reducer 33. Extremely halophilic Archaeobacteria (Halobacteria) 34. Cell wall less Archaeobacteria 35. Extremely thermophilic and hyperthermophilic S 0 -metabolizers

13 KLASIFIKASI BAKTERI Berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology edisi 8 tahun 1974, Dunia bakteri dibagi menjadi 19 bagian : 1.Bakteri fototrofik 2.Bakteri luncur 3.Bakteri berselongsong 4.Bakteri kuncup 5.Bakteri spiroket 6.Bakteri spiral dan lengkung 7.Bakteri batang dan kokus aerobik Gram negatif 8.Bakteri batang anaerobik Gram negatif 9.Bakteri Gram negatif anaerobik 10.Kokobasilus dan kokus Gram negatif 11.Bakteri kokus anaerobik Gram negatif 12.Baketri kemolitotrofik Gram negatif 13.Bakteri penghasil metan (metanogenik) 14.Baketri kokus Gram positif 15.Bakteri batang dan kokus pembentuk endospora 16.Bakteri batang Gram positif tak membentuk spora 17.Aktinomisetes dan organisme yang sekerabat 18.Riketsia 19.Mikoplasma

14 KELOMPOK I BAKTERI FOTOTROFIK Ciri-ciri terpilih : Bakteri mempunyai pigmen fotosintetik seperti klorofil (bakterioklorofil) Pigmen yang dihasilkan : ungu –violet, ungu, merah, oranye-coklat, hijau. Fotosintesis berlangsung secara anaerob, donor elektron bukan air dan tidak menghasilkan oksigen, Umumnya hidup di lingkungan air Bentuk sel : batang, vibrio, spiral atau spherik, Gram negatif Perbanyakan dengan pembelahan biner Motil dengan flagela atau ada yang tidak motil Ordo : Rhodospirales Sub ordo : Rhodospirillineae Famili : Rhodospirillaceae Genera : Rhodospirillum, Rhodopseudomonas, Rhodomicrobium Famili : Chromaticeae Genera : Chromatium, Thiocystis, Thiosarcina, Thiospirillium, Thiocapsa, Lamprocystis Thiodictyon, Thiopedia Sub ordo : Chlorobiineae Famili : Chlorobiaceae Genera : Chlorobium, Prosthecochloris, Chloropseudomonas, Pelodoctyon, Clathrochloris Famili : Chloroflexaceae Genera : Chloroflexus, Chloronema, Oscillochloris

15 Thiosarcina sp Chlorobium sp

16 BAKTERI LUNCUR Ciri-ciri terpilih : –Bentuk sel : batang, bola, atau filamen –Gram negatif –Motil, karena gerak luncur perlahan pada permukaan; tidak ada organela lokomotor –Sel-sel dapat terbenam dalam lendir –Beberapa membentuk tubuh buah –Habitat ; tanah, bahan tumbuhan membusuk dan lingkungan akuatik

17 Ordo Myxobacteriales  are a group of gram negative eubacteria, belonging to the delta groupdelta group of the proteobacteria. Famili : Myxococcaceae  Genus : Myxococcus Famili : Archangiaceae  Genus : Archangium Famili : Cystobacteriaceae  Genus : Cystobacter Melittangium Stigmatella Famili: Polyngiaceae  Genus: Polyangium Nannocystis Chondromyces. Ordo Cytophagales Famili: Cytophagaceae  Genera : Cytophaga, Flexibacter Sporocytophaga, Saprospira Famili: Beggiatoaceae  Genera : Beggiota, Vitreoscilla, Thioploca. Famili: Simonsiellaceae  Genera : Simonsiella, Alysiella. Famili: Leucotrichaceae  Genera : Leucothrix, Thiothrix KELOMPOK 2 BAKTERI LUNCUR

18 The vegetative cells of all myxobacteria A) The edge of a colony of Myxococcus growing on an agar plate, showing slime tracks and a few outlying vegetative cells (arrowheads). B), C) Aggregation of vegetative cells to produce fruiting bodies D) myxospores Colony of Myxococcus The mature fruiting bodies give the colony its faint pink colour. The edge of the colony is marked by arrowheads Beggiota

19 Ciri-ciri : Sel berbentuk batang yang dikelilingi selongsong sehingga individu tampaknya terkemas dalam tabung. Habitat : dalam air, limbah, dan air buangan industri. Contoh : Genus : Sphaerotilus, Leptothrix, Haliscomenobacter, Lieskeella, Phragmidiothrix, Crenothrix KELOMPOK 3 BAKTERI BERSELONGSONG Leptothrix

20 Ciri-ciri terpilih : Sel dengan prosteka atau pelekap (tonjolan berbentuk filamen dari tubuh selnya). Perbanyakan dengan berkuncup dan membelah. Beberapa spesies motil karena flagela kutub, spesies lain non motil. Bentuk sel : bola, oval, ginjal, batang dengan ujung meruncing, beberapa menunjukkan pertumbuhan seperti hifa atau filamen. Habitat : tanah dan lingkungan akuatik. Contoh : Genus : Caulobacter KELOMPOK 4 BAKTERI KUNCUP DAN / ATAU BAKTERI BERAPENDIKS Caulobacter crescentus dividing into a stalk daughter cell (top) and a motile daughter cell with a flagellum

21 Ciri-ciri terpilih : Dinding sel : lentur dan tidak kaku. Morfologi sel : langsing, terpilin (spiral), ukuran, bentuk ujung, dan derajat pilinnya merupakan ciri pembeda. Perbanyakan dengan pembelahan melintang. Motil karena rotasi cepat sepanjang sumbu panjang spiralnya ataupun karena lenturan sel-selnya, gerak obeng. Banyak spesies Gram negatif. Habitat : tanah dan lingkungan akuatik, setiap jaringan atau organ vaskular pada tubuh termasuk daerah genital (alat kelamin), dan sistem saraf pusat pada manusia dan binatang lain. Patogenisitas : beberapa spesies patogenik terhadap manusia dan binatang lain. KELOMPOK 5 SPIROKET Contoh Ordo : Spirochaetales Famili : Spirochaetaceae Genera : Spirochaeta, Treponema Cristispora, Borrelia Leptospira Spirochaeta Borrelia

22 Ciri-ciri terpilih : Dinding sel kaku. Bentuk sel : batang terpilin-pilin, beberapa dengan satu atau lebih putaran lengkap. Motil karena flagela. Gram negatif. Habitat : lingkungan akuatik, reproduktif, saluran pencernaan, dan rongga mulut (hewan dan manusia). Patogenisitas : beberapa spesies patogenik terhadap binatang (termasuk manusia). KELOMPOK 6 BAKTERI SPIRAL DAN LENGKUNG Genera : Spirillum, Campylobacter Spirillum sp

23 KELOMPOK 7 BAKTERI BATANG DAN KOKUS AEROBIK GRAM NEGATIF Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : batang, lonjong, bola, dimensi khas untuk bakteri yaitu 0,5 – 1,0 x 1,5 – 3,0 μm. Motil karena flagela atau nonmotil, Aerobik, Gram negatif Ciri-ciri metabolik khusus pada berbagai spesies : - beberapa dapat menambat nitrogen dari udara, - beberapa dapat mengoksidasi senyawa berkarbon satu (metan / metanol), - beberapa dapat menghancurkan berbagai jenis senyawa. Habitat : tanah dan lingkungan akuatik, dan air asin. Patogenisitas : beberapa spesies patogenik begi manusia dan binatang lain. Contoh : Famili : Pseudomonadaceae, Azotobacteraceae, Rhizobiaceae Methylococcaceae, Halobacteriaceae, Acetobacteriaceae, Legionellaceae, Neisseriaceae Azotobacter sp Legionella pneumophila Efek L. pneumophila

24 Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : batang pendek (0,5 - 1,0 x 1,0 – 3,0 μm). Banyak sekali kesamaan dalam morfologi sel diantara taksa. Motil, sel-selnya peritrikus atau non motil. Ciri-ciri biokimiawi : banyak sekali terjadi perubahan substrat dan keterangan ini memberikan cara-cara dasar untuk pembedaan dan identifikasi spesies. Anaerobik fakultatif. Gram negatif Habitat : lingkungan akuatik, tanah, makanan, air seni, dan tinja. Patogenitas : beberapa spesies patogenik bagi manusia, binatang, dan tumbuhan. Contoh : Famili : Enterobacteriaceae Tribe : Escherichia Genera : Escherichia, Edwardsiella, Citrobacter, Salmonella, Shigella Tribe : Klebsiellae Genera : Klebsiella, Enterobacter, Hofnia, Serrotia Tribe : Proteeae  Genera : Proteus Tribe : Yersiniae  Genera : Yersinia  (Y. pestis-pes) Tribe : Erwineae  Genera : Erwinia  (penyakit tumbuhan) KELOMPOK 8 BAKTERI BATANG ANAEROBIK FAKULTATIF GRAM NEGATIF

25 E. coli Citrobacter

26 KELOMPOK 9 BAKTERI GRAM NEGATIF ANAEROBIK Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : batang, lurus atau lengkung memperlihatkan banyak sekali pleomorfisme. Motilitas : sel-selnya peritrikus atau monotrikus beberapa spesies non motil. Ciri-ciri biokimiawi : banyak sekali produk dari fermentasi glukosa. Anaerob obligat : beberapa spesies sangat peka terhadap oksigen bebas. Habitat : rongga-rongga alamiah pada manusia dan hewan lain juga saluran pencernaan serangga. Patogenisitas : beberapa spesies patogenik bagi manusia dan hewan lain. Contoh : Famili : Bacteriodaceae Genera : Bacteriodes, Fusobacterium, Leptotrichia Fusobacterium sp

27 KELOMPOK 10 KOKOBASILLUS DAN KOKUS NEGATIF Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : kokus, berpasangan (diplokokus) dan dalam masa; beberapa kokobasillus; terdapat tunggal dan berpasangan. Non motil, Gram negatif, aerobik Ciri-ciri biokimiawi : kemampuan yang terbatas untuk merombak berbagai senyawa (karbohidrat, protein, dan sebagainya). Habitat : pada selaput lendir manusia dan hewan-hewan lain. Patogenisitas : beberapa spesies patogenik untuk manusia terutama N. gonorrhoeae dan N. meningitides. Contoh : Genera : Neisseria, Branhamella, Moraxella, Acinetobacter, Paracoccus, Lumpropedia Neisseria meningitidis

28 KELOMPOK 11 KOKUS ANAEROBIK GRAM NEGATIF Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : sangat kecil (0,3 – 0,5 μm) sampai sel-sel bulat yang lebih besar (2,5 μm) berpasangan, dalam massa, atau rantai. Non motil Anaerobik Ciri-ciri biokimiawi : merombak karbohidrat dan asam – asam lemak. Habitat : saluran pernafasan dan saluran pencernaan manusia dan hewan- hewan lain. Parasitik (tidak patogen) Contoh : Genera : Veillonella, Acidaminococcus, Megasphaera, Gemmiger Veillonella sp

29 KELOMPOK 12 BAKTERI KEMOLITOTROFIK GRAM NEGATIF Ciri-ciri terpilih : Energi diperoleh dari oksidasi senyawa anorganik, misalnya amoniak dan nitrit, belerang dan senyawa-senyawa belerang tereduksi, atau besi. Morfologi sel : bulat, batang, spiral, membran berlapis banyak pada beberapa spesies : bakteri pengoksidasi belerang dapat menyimpan butir-butir belerang. Motil karena flagella atau non motil. Gram negatif. Habitat : tanah, limbah, lingkungan akuatik, lingkungan-lingkungan alamiah yang banyak mengandung belerang : besi atau mangan misalnya air tambang asam atau sumber air panas belerang. Tidak patogen. Contoh : Famili : Nitrobacteriaceae Genus : Nitrobacter, Nitrosomonas, Thiobacillus Famili : Siderocapsaceae Genus : Siderocapsa, Siderococcus Siderococcus sp

30 KELOMPOK 13 BAKTERI PENGHASIL METAN (METANOGENIK) Ciri-ciri terpilih : Autotrofik atau heterotrofik : energi yang dihasilkan dari oksidasi hydrogen / format / asetat dengan pembentukan metan. Morfologi sel : bola, batang, spiral. Motil karena flagella kutub atau non motil. Gram negatif atau positif. Anaerobik. Beberapa spesies termofilik. Habitat : saluran gastrointestinal pada binatang, endapan pada lingkungan akuatik, dan limbah. Contoh : Ordo : Metanobacteriales Famili : Metanobacteriaceae

31 KELOMPOK 14 KOKUS GRAM POSITIF Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : kokus terdapat tunggal atau berpasangan, dalam rantai paket, atau gerombol. Non motil, Gram positif, anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Heterotrofik : persyaratan nutrient berkisar luas. Habitat : tanah, air tawar, kulit, dan selaput lendir pada binatang berdarah panas termasuk manusia. Patogenisitas : beberapa spesies merupakan patogen penting pada hewan (termasuk manusia), banyak yang saprofitik. Contoh : Famili : Micrococcaceae Genera : Micrococcus, Staphylococcus, Planococcus Famili : Streptococcaceae Genera : Streptococcus, Pediococcus, Leuconostoc Famili : Peptococcaceae Genera : Peptococcus, Sarcina, Peptostreptococcus

32 Streptococcus pneumoniae sp.Staphylococcus sp Sarcina sp

33 KELOMPOK 15 BAKTERI BATANG DAN KOKUS PEMBENTUK ENDOSPORA Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : batang kecuali satu spesies mempunyai sel – sel bulat dan dalam bentuk paket. Motil karena flagella atau non motil. Reaksi Gram : kebanyakan spesies Gram +. Aerobik, anaerobik fakultatif, anaerobik atau mikroaerofilik. Endospora : dibentuk oleh semua spesies. Habitat : tanah, air, lingkungan akuatik, saluran pencernaan hewan termasuk manusia. Patogenisitas : beberapa spesies patogenik bagi hewan (termasuk manusia) dan beberapa spesies menyebabkan keracunan makanan. Contoh : Famili : Bacilliaceae Genera : Bacillus, Sporolactobacillus, Clostridium, Desulfotomoculum Sporosarcina Famili : Micromonosporaceae Genera : Thermoactinomyces B. anthracis

34 Clostridium tetani

35 KELOMPOK 16 BAKTERI BATANG GRAM POSITIF TAK MEMBENTUK ENDOSPORA Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : basilus terdapat tunggal atau dalam rantai. Non motil, Gram positif, anaerobik atau anaerobik fakultatif. Ciri-ciri metabolik : asam laktat merupakan produk akhir yang khas dalam fermentasi. Habitat : produk susu, produk dari daging dan butiran, air, limbah, serta produk peragian rongga mulut, vagina, saluran pencernaan hewan termasuk manusia. Contoh : Famili : Lactobacilliaceae Genus : Lactobacillus Genera lain : Listeria, Erysipelothrix, Caryophanon

36 Listeria monocytogenes

37 KELOMPOK 17 AKTINOMISETES DAN ORGANISME YANG SEKERABAT Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : sangat beragam dan pleomorfik, bentuk batang tak beraturan, filament bercabang struktur miselium. Non motil, Gram positif Aerobik, anaerobik fakultatif atau anaerobik. Habitat : tanah, lingkungan akuatik, air, dan binatang (termasuk manusia). Patogenisitas : banyak patogen penting bagi hewan (termasuk manusia dan tumbuhan). Contoh : Ordo : Actinomycetales Famili : Frankiaceae (Frankia) Actinoplanaceae (Actinoplanes, Spirillospora) Dermatophiliaceae (Dermatophilus) Streptomycetaceae (Streptomyces) Micromonosporaceae (Micromonospora)

38 Streptomyces sp.

39 KELOMPOK 18 RIKETSIA Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : batang pendek, atau lonjong, acapkali pleomorfik, beberapa membentuk tubuh kokoid (tubuh elementer) yang berkembang menjadi tubuh yang lebih besar dalam daur hidup yang khas. Gram negatif, parasit obligat intraselular. Habitat : serangga pembawa, burung, dan mamalia (manusia). Patogenisitas : kebanyakan patogen pada manusia dan hewan lain.

40 KELOMPOK 19 MIKOPLASMA Ciri-ciri terpilih : Morfologi sel : tidak ada dinding sejati, kandungan sel terbungkus oleh membran berlapis tiga, tidak kaku. Beberapa sel sangat kecil (0,2  m), sangat pleomorfik. Biasanya non motil. Gram negatif, anaerob fakultatif. Reproduksi : pembelahan biner, fragmentasi, berkuncup. Habitat : selaput lendir saluran pencernaan dan saluran alat kelamin. Patogenisitas : parasit pada mamalia, patogen pada tumbuhan.

41 Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology edisi 7 tahun 1957 Schizomycetes dibagi dalam 10 ordo 1. Pseudomonadales 2. Chlamydobacteriales 3. Hypomicrobiales 4. Eubacteriales 5. Actinomycetales 6.Caryophanales 7. Beggiatoales 8. Myxobacteriales 9. Spirochaetales 10. Mycoplasmatales 11. Rickettsiales 12.Virales

42 Pseudomonadales Ciri : –Sel kaku –bulat atau bentuk batang yang lurus,lengkung atau spiral –ada beberapayang membentuk trichom (benang) dapat bergerak, flagela polar Famili : Pseudomonadaceae

43 Chlamydobacteriales Ciri : –Sel-sel berbentuk batang tersusun dalam bentuk trichom, sering berselubung di bagian luarnya –besi diendapkan di dalam selubung - selubungnya itu –jika ada flagela biasanya subpolar

44 Hypomicrobiales Ciri : –Sel bulat atau bulat telur (ovoid) berhubungan satu dengan lainnya dengan tangkai atau benang-benang, tetapi bukan trichom, membentuk tunas dan pembelahan sel secara longitudinal ; –jika ada flagela, merupakan flagela polar

45 Eubacteriales Ciri : –sel uniseluler berbentuk bulat, batang (beberapa spesies ada yang menunjukkan adanya sedikit percabangan) –tidak ada trichom, selubung, ataupun tambahan lainnya –spesies yang bergerak mempunyai flagela peritrik

46 Actinomycetales Ciri : –sel-selnya bercabang –kebanyakan spesies membentuk miselia, konidiospora dan sporangiospora –pada satu spesies sporangiosporanya berflagela polar

47 Caryophanales Ciri ; –Trichomanya sering sangat panjang –Bahan-bahan intinya sering kelihatan jelas –Flagela peritrik

48 Beggiatolaes Ciri : –sel-selnya menyerupai trichoma alga, atau trichom terdiri atas sel-sel bentuk bulat –menimbun unsur belerang (S) di dalam selnya –bergerak dengan menjalar, gerakan bergetar atau menggelinding –tidak berflagela

49 Myxobacteriales Ciri ; –sel-selnya kokoid, bentuk batang, atau batang yang agak meruncing kearah kedua ujungnya (fusiform) –membentuk suatu masa lendir komunal –mempunyai badan buah (fruiting bodies) –selnya tidak kaku (flexuous) –bergerak menjalar diatas permukaan yang keras –tidak berflagela

50 Spirochaetales Ciri : –sel memanjang berbentuk spiral –bergerak berputar pada sumbu, ergerak seperti ular dan translatory motility –tidak berflagela

51 Mycoplasmatales Ciri : –Sangat pleomorfik, selnya mudah rusak karena tidak berdinding sel –Kehidupannya (life-cyclenya) sangat kompleks –Tidak dapat bergerak

52 Rickettsiales Ciri: –Parasit obligat yang hidup intraselular –Gram negatif –Tidak bergerak Terdiri dari dua famili Rickettsiaceae Chlamidiaceae Rickettsiales, dahulu dikelompokkan dalam kelas Microtabiotes

53 Rickettsiaceae batang yang sangat kecil atau kokus yang dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop; dapat melalui saringan bakteri; pada umumnya ditularkan dengan perantaraan Arthropoda; selnya prokariotik dan cara pembelahannya juga seperti sel prokariotik Chlamydiaceae bentuk pleomorfik seperti kokus yang hampir tak dapat dilihat dengan mikroskop; beberapa spesies dapat melalui saringan bakteri ; bentuk sel dan cara perbanyakannya tidak seperti sel eukariotik atau mungkin menyerupai sel prokariotik

54 TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Download ppt "KLASIFIKASI BAKTERI Oleh Dr. Ni’matuzahroh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya 2011."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google