Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS TES DAN VALIDITAS ITEM TES HASIL BELAJAR Iqbal Rezza Fahlevie(20100720015) Fikriyani Thoyyibah(20100720018) Wahyu Prastiyani(20100720022)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS TES DAN VALIDITAS ITEM TES HASIL BELAJAR Iqbal Rezza Fahlevie(20100720015) Fikriyani Thoyyibah(20100720018) Wahyu Prastiyani(20100720022)"— Transcript presentasi:

1 TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS TES DAN VALIDITAS ITEM TES HASIL BELAJAR Iqbal Rezza Fahlevie( ) Fikriyani Thoyyibah( ) Wahyu Prastiyani( ) Eka Nur Astuti( ) Awan Sutrisno( ) Edwin Arif Rahman( ) Iqbal Rezza Fahlevie( ) Fikriyani Thoyyibah( ) Wahyu Prastiyani( ) Eka Nur Astuti( ) Awan Sutrisno( ) Edwin Arif Rahman( )

2 Teknik Pengujian Validitas Test Hasil Belajar a.Logical Analysis, menganalisis dilakukan dengan berpikir secara rasional atau dengan menggunakan logika. Dalam menentukan tes hasil belajar sudah memiliki validitas rasional atau belum, dapat dilakukan penelurusan dari dua segi, yaitu : 1)Validitas Isi ( Content Validity), merupakan validitas yang dilihat dari dari segi tes itu sendiri sebagai alat ukur hasil belajar. Dapat diketahui dengan cara membandingkan antara isi yang terkandung dalam tes hasil belajar dengan tujuan intruksional tiap mata pelajaran atau dengan cara diskusi panel. 2)Validitas Kontruksi ( construct validity), merupakan validitas yang ditilik dari segi susunan, kerangka, atau rekaan. Dapat dilakukan dengan cara mencocokkan antara aspek berfikir yang terkandung dalam tes hasil belajar dengan aspek berfikir yang dikehendaki oleh tujuan intruksional /dengan diskusi panel. a.Logical Analysis, menganalisis dilakukan dengan berpikir secara rasional atau dengan menggunakan logika. Dalam menentukan tes hasil belajar sudah memiliki validitas rasional atau belum, dapat dilakukan penelurusan dari dua segi, yaitu : 1)Validitas Isi ( Content Validity), merupakan validitas yang dilihat dari dari segi tes itu sendiri sebagai alat ukur hasil belajar. Dapat diketahui dengan cara membandingkan antara isi yang terkandung dalam tes hasil belajar dengan tujuan intruksional tiap mata pelajaran atau dengan cara diskusi panel. 2)Validitas Kontruksi ( construct validity), merupakan validitas yang ditilik dari segi susunan, kerangka, atau rekaan. Dapat dilakukan dengan cara mencocokkan antara aspek berfikir yang terkandung dalam tes hasil belajar dengan aspek berfikir yang dikehendaki oleh tujuan intruksional /dengan diskusi panel.

3 b. Empirical analysis, menganalisis yang dilakukan dengan mendasarkan diri kepada kenyataan empiris (nyata). ketepatan mengukur didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik atau validitas yang diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan. 1)Validitas Ramalan (Predictive Validity) Kondisi yang menunjukkan seberapa jauh sebuah tes telah dapat secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Dalam menghitung validitas ramalan dari suatu tes, nilai hasil tes ditetapkan sebagai kriterium, tolak ukur, atau pembanding. Sehingga terdapat hubungan searah yang sangat erat antara tes yang sedang di uji validitasnya dengan kriterium yang telah ditentukan. Hubungan kedua variabel tersebut di sebut dengan korelatif positif b. Empirical analysis, menganalisis yang dilakukan dengan mendasarkan diri kepada kenyataan empiris (nyata). ketepatan mengukur didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik atau validitas yang diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan. 1)Validitas Ramalan (Predictive Validity) Kondisi yang menunjukkan seberapa jauh sebuah tes telah dapat secara tepat menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Dalam menghitung validitas ramalan dari suatu tes, nilai hasil tes ditetapkan sebagai kriterium, tolak ukur, atau pembanding. Sehingga terdapat hubungan searah yang sangat erat antara tes yang sedang di uji validitasnya dengan kriterium yang telah ditentukan. Hubungan kedua variabel tersebut di sebut dengan korelatif positif

4 Rumus yang digunakan : Xxy = Langkah-langkah perhitungan : 1. Menentukan Hipotesis nihil (Ho) yang akan diuji. 2. Mencari ∑fx′∑fx′²∑x′y′ ∑fy′∑fy′²N (jumlah responden) 3. Menghitung nilai korelasi pada x′ atau Cx′ dan y’ atau Cy’ dengan rumus. Cx′ = Cy′ = Rumus yang digunakan : Xxy = Langkah-langkah perhitungan : 1. Menentukan Hipotesis nihil (Ho) yang akan diuji. 2. Mencari ∑fx′∑fx′²∑x′y′ ∑fy′∑fy′²N (jumlah responden) 3. Menghitung nilai korelasi pada x′ atau Cx′ dan y’ atau Cy’ dengan rumus. Cx′ = Cy′ =

5 4. Menghitung nilai SDx′ dan SDy’ dengan rumus SDx′ = 1 SDy′ = 1 5. Menghitung nilai korelasi 6. Memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi hasil perhitungan (rxy) atau (ro) dengan menggunakan derajat kebebasan (db) sebesar N - nr (dengan nilai nr = 2). 7. Menarik kesimpulan, Jika nilainya signifikan, berarti tes tersebut sudah memiliki validitas ramalan yang meyakinkan, dan jika nilainya tidak signifikan berarti tes tersebut belum memenuhi valididtas ramalan. 4. Menghitung nilai SDx′ dan SDy’ dengan rumus SDx′ = 1 SDy′ = 1 5. Menghitung nilai korelasi 6. Memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi hasil perhitungan (rxy) atau (ro) dengan menggunakan derajat kebebasan (db) sebesar N - nr (dengan nilai nr = 2). 7. Menarik kesimpulan, Jika nilainya signifikan, berarti tes tersebut sudah memiliki validitas ramalan yang meyakinkan, dan jika nilainya tidak signifikan berarti tes tersebut belum memenuhi valididtas ramalan.

6 2)Validitas Bandingan (Concurrent Validity) Istilah lain : Validitas sama saat : validitas tes ditentukan atas dasar data hasil tes yang dilakukan dalam kurun waktu yang sama. Validitas pengalaman : ditentukan atas dasar pengalaman yang dierolah. Dalam menguji validitas bandingan, data yang mencerminkan pengalaman masa lalu dibandingkan dengan data hasil tes yang diperoleh saat ini. Jika suatu tes yang ada sekarang ini mempunyai hubungan yang searah dengan hasil tes berdasar pengalaman yang lalu, maka tes yang memiliki karakteristik seperti di atas dapat dikatakan telah memiliki validitas bandingan. 2)Validitas Bandingan (Concurrent Validity) Istilah lain : Validitas sama saat : validitas tes ditentukan atas dasar data hasil tes yang dilakukan dalam kurun waktu yang sama. Validitas pengalaman : ditentukan atas dasar pengalaman yang dierolah. Dalam menguji validitas bandingan, data yang mencerminkan pengalaman masa lalu dibandingkan dengan data hasil tes yang diperoleh saat ini. Jika suatu tes yang ada sekarang ini mempunyai hubungan yang searah dengan hasil tes berdasar pengalaman yang lalu, maka tes yang memiliki karakteristik seperti di atas dapat dikatakan telah memiliki validitas bandingan.

7 Rumus yang digunakan xy = Ket: xy = koefisien korelasi antara variable X dan variable Y, dua variable yang dikorelasikan. Jika korelasi antara variabael X (tes pertama) dengan variabel Y (tes berikutnya) adalah positif dan signifikan, maka tes tersebut dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas bandingan. Rumus yang digunakan xy = Ket: xy = koefisien korelasi antara variable X dan variable Y, dua variable yang dikorelasikan. Jika korelasi antara variabael X (tes pertama) dengan variabel Y (tes berikutnya) adalah positif dan signifikan, maka tes tersebut dapat dinyatakan sebagai tes yang telah memiliki validitas bandingan.

8 Teknik Pengujian Validitas Item Tes Hasil Belajar a.Pengertian Validitas Item, ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tes sebagai suatu totalitas) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut. Dapat dipahami bahwa sebenarnya validitas tes akan sangat dipengaruhi oleh atau sangat tergantung pada validitas yang dimiliki oleh masing-masing butir item yang membangun tes tersebut. Permasalahan yang mungkin timbul dalam satu tes hasil belajar adalah validitas item dapat memiliki validitas yang tinggi sedangkan validitas tes memiliki validitas yang rendah. Hal ini terjadi karena skor pada item dan skor total tidak sejajar. Teknik Pengujian Validitas Item Tes Hasil Belajar a.Pengertian Validitas Item, ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item (yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tes sebagai suatu totalitas) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut. Dapat dipahami bahwa sebenarnya validitas tes akan sangat dipengaruhi oleh atau sangat tergantung pada validitas yang dimiliki oleh masing-masing butir item yang membangun tes tersebut. Permasalahan yang mungkin timbul dalam satu tes hasil belajar adalah validitas item dapat memiliki validitas yang tinggi sedangkan validitas tes memiliki validitas yang rendah. Hal ini terjadi karena skor pada item dan skor total tidak sejajar.

9 b.Teknik Pengujian Validitas Item Tes Hasil Belajar Sebutir item dapat dikatakan telah memiliki validitas yang tinggi atau dapat dinyatakan valid, jika ada korelasi positif yang signifikan antara skor item dengan skor totalnya. Skor total di sini sebagai variabel terikat (dependent variable), sedangkan skor item sebagai variabel bebas (independent variabale). Rumus yang digunakan : pbi = b.Teknik Pengujian Validitas Item Tes Hasil Belajar Sebutir item dapat dikatakan telah memiliki validitas yang tinggi atau dapat dinyatakan valid, jika ada korelasi positif yang signifikan antara skor item dengan skor totalnya. Skor total di sini sebagai variabel terikat (dependent variable), sedangkan skor item sebagai variabel bebas (independent variabale). Rumus yang digunakan : pbi =

10 Keterangan pbi = koefisien korelasi biserial M p = skor rata-rata hitung butir item yang dijawab benar oleh testee M t = skor rata-rata dari skor total SD t = standar deviasi dari skor total p= proporsi testee yang menjawab benar pada butir item yang diujikan q= proporsi testee yang menjawab salah pada butir item yang diujikan

11 Langkah-langkah perhitungan 1.Mencari mean dari skor total (M t ): M t = 2. Mancari deviasi standar total (SD t ): X t = skor total setiap testee yang SDt = menjawab benar pada tes. 3.Menentukan p: 4. Mencari mean dari jawaban benar per butir item nomor (M p ): Mp = Langkah-langkah perhitungan 1.Mencari mean dari skor total (M t ): M t = 2. Mancari deviasi standar total (SD t ): X t = skor total setiap testee yang SDt = menjawab benar pada tes. 3.Menentukan p: 4. Mencari mean dari jawaban benar per butir item nomor (M p ): Mp =

12 5. Menentukan q: q = 1 – p 6. Memasukkan ke rumus koefisien korelasi biserial 5. Menentukan q: q = 1 – p 6. Memasukkan ke rumus koefisien korelasi biserial

13


Download ppt "TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS TES DAN VALIDITAS ITEM TES HASIL BELAJAR Iqbal Rezza Fahlevie(20100720015) Fikriyani Thoyyibah(20100720018) Wahyu Prastiyani(20100720022)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google