Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Sugijanto ASSESSMENT SHOULDER COMPLEX Pertemuan ke 5.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Sugijanto ASSESSMENT SHOULDER COMPLEX Pertemuan ke 5."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Sugijanto ASSESSMENT SHOULDER COMPLEX Pertemuan ke 5

2 TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami assessment Manualterapi dengan cara :  Mampu menjelaskan proses assessment melalui sekuensis untuk menentukan diagnosis shoulder complex.  Mampu memperagakan assessment shoulder complex  Mampu merinci tentang temuan assessment dihubungkan dengan struktur jaringan spesifik, patologi dan gangguan NMSVM.  Mampu menghubungkan temuan assessment dengan diagnosis manualterapi, prognosis dan target hasil

3 PERTANYAAN STUDI  Sebutkan Sistematika assessment manualterapi umum secara sekuensis  Uraikan dan praktekkan anamnesis yang tepat pada shoulder complex  Uraikan dan praktekkan inspeksi serta jelaskan kemungkinan temuan lokal maupun quadrant  Uraikan dan praktekkan Quick test pada shoulder complex  Uraikan dan praktekkan Tes pasif pada shoulder complex  Uraikan dan praktekkan Tes isometrik pada shoulder complex

4  Uraikan dan praktekkan palpasi pada Bursa subdeltoidea; m. Supraspinatus, m. Infraspinatus, m. Subscapularis dan Biceps caput longus  Uraikan tes dan praktekkan Joint play movement pada sendi Glenohumeralis, Acromioclavicularis, Sternoclavicularis, Intervertebralis dan costovertebralis- transversalis.  Uraikan dan praktekkan tes panjang otot m. Trapezius ascendens, m. Levator scapulae, m Pectoralis mayor dan Pectoralis minor  Jelaskan diagnosis manualterapi pada shoulder joint.  Jelaskan tentang Painfularc, Reverse humeroscapular rhythm, Capsular pattern; Non Capsular pattern, Hypermobility; Instability, Muscle tightness/contracture dan Nerve entrapment

5 ASSESSMENT Anamnesis  Anamnesis penting nyeri bahu adalah anamnesis khusus:  1. jenis, ketepatan waktu dan durasi nyeri,  2. Lokasi dan distribusi nyeri, serta  3. Provokasi sikap posisi dan gerak yang menimbulkan nyeri.  Anamnesis lain meliputi sistem dan organ tubuh yg terkait, tindakan operasi atau terapi medis lain.

6 INSPECTION  STATIC AND DYNAMIC INSPECTION  Posisi atau sikap tubuh saat duduk, berdiri atau saat aktif. Saat membuka baju dan gerak tangan/lengan/siku lain yg terjadi tanpa pasien menyadari diobservasi.  TOTAL, SEGMENTAL AND LOKAL INSPECTION  Posisi dan sikap kepala-leher-thorac dan lengan (quadrant),  Neck soulder line, bahu, axillar contact hingga tangan (segmental),  Posisi bahu terhadap leher dan lengan atas serta jaringan bahu sendiri (lokal).

7 QUICK TEST  Abduction-elevation of shoulder.  Scapulohumeral rhythm: gerak shoulder abduction – elevation (juga flexion) terjadi gerak proporsional antara humerus-scapula,  Pada abduction terjadi gerak humerus 30 0 sementara scapula pada posisi tetap atau sedikit adduction.  Pada range terjadi gerak proporsional antara abduction humerus : scapula sebesar 2 : 1.  Pada abduction 60 0 – terjadi humerus external rotation bertahap sebesar 90 0 menghindari benturan acromion dg head of humerus. Sementara gerak proporsional humerus-scapula 2 : 1 tetap.  Pada abduction – gerak proporsional tetap berlanjut. Pada range ini mulai terjadi gerakan intervertebral dan costae dan bermakna pada akhir ROM.

8 SCAPULOHUMERAL RHYTHM Nyeri atau perubahan pola pada ROM abduction 60 0 – dikenal sebagai ‘painfull arch’ : patologi suprahumeral. Reserve humeroscapular gerak scapula lebih besar dr humerus: capsular pattern. Nyeri pada ROM abduction – dikenal sebagai ‘ACJ/SCJ painfull arc’ Bunyi pada AC Joint (Piano phenomen): sub luxatio AC Joint

9 QUICK TEST  Cervical flexion-extension dan 3 dimension extension movement.  Pada tes cepat fleksi-ekstensi dan tiga dimensi ekstensi Cervical merupakan provokasi cervical untuk mendeteksi kemungkinan patologi berasal dari cervical. Diperhatikan alur gerak, irama gerak, nyeri lokal atau nyeri alihan, bunyi, dan ROM, serta end feel.

10 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR  ACTIVE TEST (bila diperlukan)  Fleksi-ekstensi  Abduksi  Tangan dibelakang leher, dibelakang punggung  Elevasi-depresi  Protraksi-retraksi

11 PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR  PASSIVE TEST  SHOULDER ABDUCTION  Fiksasi scapula: gerak abd humerus  ROM 90 0 elastic harder end feel  Regangan inferior capsule dan kompresi suprahumeral

12  PASSIVE TEST  SHOULDER INTERNAL ROTATION  Fiksasi girdle, lengan bawah dibelakang punggung  ROM 90 0 elastic end feel  Regangan posterior capsule, tekanan coracoid proc.

13  PASSIVE TEST  SHOULDER EXTERNAL ROTTION  Fiksasi girdle dan lengan atas lengan bawah kelateral.  ROM 80 0 elastic end feel  Regangan anterior capsule, hati2 anterior dislocation  Capsular pattern: Inter rot < Abd < Exter rot.

14  PASSIVE TEST  SHOULDER HORIZONTAL ADDUCTION  Regangan posterocaudal capsule  Elastic end feel (harder Kissing coracoid)

15  ISOMETRIC TEST  SHOULDER ABDUCTION  Posisi bonnet : lengan bawah abd,  M. supraspinatus  Hati2 kompresi bursa subdeltoid

16  ISOMETRIC TEST  SHOULDER INTERNAL ROTATION  Posisi bonnet : lengan bawah internal rotation,  M. subscapularis

17  ISOMETRIC TEST  SHOULDER EXTERNAL ROTATION  Posisi bonnet : lengan bawah external rotation,  M. infraspinatus

18  ISOMETRIC TEST  ELBOW FLEXION  Posisi siku fleksi 90, siku flexion  M. Biceps brachii

19  ISOMETRIC TEST  ELBOW EXTENSION  Posisi siku fleksi 90, siku extension  M. Triceps brachii

20 SPESIFIC TEST  PALPATION  M. SUPRASPINATUS  Posisi Add-Internal rot penuh lengan bawah belakang punggung.  Palpasi ventrocaudal acromion, arah lateromedial.  Lokasi tendoperiosteal; tendon.

21  PALPATION  M. INFRASPINATUS  Posisi Sphynx, horizontal Add - external rot.  Palpasi tuberculum minus arah cranio-caudal.

22  PALPATION  M. SUBSCAPULARIS  Posisi netral sedikit external rotasi  Palpasi medial tuberculum minus sambil gerak external-internal rot

23  PALPATION  TENDON M. BICEPS CAPUT LONGUM  Posisi netral sedikit external rotasi  Palpasi sulcus bicipitalis sambil gerak external-internal rot

24  PALPATION  BURSA SUBDELTOIDEA  Posisi extension  Palpasi ventrocaudal acromion diatas tuberculum mayus humeri.

25 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  MLPP: posisi bonnet, traction kearah lateral serong cranioventral.

26 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  ABDUCTION  Posisi abduksi glenohumeral:  Traction  stretching inferior capsule.  Caudal translation  stretching serabut oblique pembatas abd.  Firm end feel?

27 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  INTERNAL ROTATION  Traction: stretching posterior capsule.  Ventral translation: stretching serabut oblique capsule pembatas internal rotation.  Firm end feel?

28 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  EXTERNAL ROTATION  Traction: stretching anterior capsule.  Dorsal translation: stretching serabut oblique capsule pembatas external rotation.  Firm end feel?

29 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  HORIZONTAL ABDUCTION  Traction: stretching anterocaudal capsule.  Ventral translation: stretching serabut oblique capsule pembatas horizontal abduction.  Firm end feel?

30 JOINT PLAY MOVEMENT  GLENOHUMERAL JOINT  HORIZONTAL ADDUCTION  Traction: stretching posterocaudal capsule.  Dorsal translation: stretching serabut oblique capsule pembatas horizontal adduction.  Firm end feel?

31 JOINT PLAY MOVEMENT  ACROMIOCLAVICUL AR JOINT  Lateral traction  MLPP: Stretching seluruh capsule ringan  Permbatasan retraction: Stretching seluruh capsule  Translation:  Stretching serabut oblique capsule tertentu

32 JOINT PLAY MOVEMENT  STERNOCLAVICULAR JOINT  Lateral traction  MLPP: Stretching seluruh capsule ringan  Permbatasan retraction: Stretching seluruh capsule  Translation:  Stretching serabut oblique capsule tertentu  Elevasi  caudal translation, rectraction  dorsal translation

33 JOINT PLAY MOVEMENT  SCAPULOTHORACAL  Untuk test perlekatan scapulothoracal  Dorsal traction  Lateral translation  Cranial translation  Caudal translation

34 JOINT PLAY MOVEMENT  INTERVERTEBRAL JOINTS  Shoulder Flex penuh, gerak rotasi ipsilateral upper thoracal intervertebral  COSTA I  Dorongan costa I ke caudal untuk winging test.

35 SPECIAL TEST  ROM  MEASUREMENT

36  MMT/MUSCLE PERFORMANCE  MUSCLE TESTING  H H D /SPYGMOMANOMETER

37  MUSCLE LENGTH TEST  UPPER TRAPEZIUS M.  Cervical lateral flexion contralateral, shoulder girdle depression ipsilateral.  Gerak pasive girdle depression  LEVATOR SCAPULAR M.  Seperti diatas posisi lengan abduction-elevation tangan dibelakang leher.

38  MUSCLE LENGTH TEST  PECTORALIS MAYOR M.  Posisi glenohumeral Abduction -horizontal abduction.  Expiration dan horizontal abd.  PECTORALIS MINOR M.  Posisi girdle retraction  Expiration dan girdle retraction

39  NEUROLOGIC TEST  SENSORIC TEST  Distribusi dermatomal zone atau nervinal zone  Kualitas sensorik thermal, mechanical, gnostis  MYOTOMAL TEST  Terkait segmental atau nervinal.  TENDON REFLEX TEST  Terkait patologi segmental

40  TES KHUSUS LAIN :  YERGASON’S TEST DAN SPEED’S TEST:  Utk patologi bicipital groove  DROP-ARM TEST:  Utk rotator cuff tear  IMPINGEMENT SIGN  Utk patologi over used supraspinatus m.  ANTERIOR/POSTERIOR APPREHENSION TEST  Utk glenohumeral dislocstion  TEST THORACIC OUTLET SYNDROME  ALLEN MANEUVRE  ADSON’S MANEUVRE  PECTORALIS MINOR SYNDROME TEST  COSTOCLAVICULAR SYNDROME TEST

41 MEDICAL DATA  ‘X’ RAY   MRI   OPERASI  DLL

42 KEPUSTAKAAN  Dvorak, J and Dvorak, V, Medical checklists Manual Medicine, Gerg Thieme Verlag Stuttgart, New York,  Goodman, c.c. and Boissonault, W.G., Pathology, implication for the hpysical therapist, WB Saunders Co, Philadelphia,  Kapanji, IA. Physiology of joint Vol I Upper extremity, Churchill Livingstone, Eidinburgh,  Magee DJ, Orthopaedic physical assessment, WB Saunders and co,  Mink, AJF, Extremiteiten, Bohn, Scheltema-Holkema, Utrecht, 1999.


Download ppt "Oleh : Sugijanto ASSESSMENT SHOULDER COMPLEX Pertemuan ke 5."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google