Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-4 M.SUYANTO www.msuyanto.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-4 M.SUYANTO www.msuyanto.com."— Transcript presentasi:

1 TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-4 M.SUYANTO

2 Synopsys adalah versi pendek dari cerita yang asli. Misalnya, sebuah penyederhanaan dengan mengambil poin utama dari subyek yang lebih panjang, seperti sebuah film, teks, pidato, atau peristiwa. Tujuannya adalah untuk membantu para penonton mendapatkan intinya dalam waktu singkat. Synopsys ditulis dimulai dengan “a lead”, termasuk judul, penulis, jenis teks, dan ide utama teks. Synopsys memiliki struktur yang diatur jelas, dan ditulis secara logis, kronologis, dan dapat dilacak. Berbeda dengan sebuah resume atau review, synopsys tidak berisi penafsiran atau penilaian. Hanya pendapat penulis asli tercermin - diuraikan menggunakan kata-kata sendiri dengan kata-kata baru tanpa kutipan dari teks. Berbeda dengan retelling, synopsys tidak memiliki struktur dramatis dan ditulis dalam bentuk waktu kini atau sejarah saat ini.

3 Sinopsis Harry Potter and The Sorcerer’s Stone Harry Potter belajar pada ulang tahunnya yang ke- 11 bahwa ia adalah anak yatim piatu dari dua penyihir ternama dan memiliki kekuatan magis dalam dirinya. Di Sekolah Hogwarts dari Witcheraft and Wizardry, Harry memulai pada petualangan hidupnya. Ia belajar olah raga terbang-tinggi Quidditch dan bermain sebuah permainan catur hidup yang mendebarkan dengan caranya menghadapai Penyihir Jahat lihai yang akan menghancurkan dirinya.

4 Adalah isi keseluruhan cerita, jadi berawal darimana dan berakhir sampai mana, konflik dalam cerita, percintaan, misi yang ingin disampaikan dsb. Contoh Sinopsis: Sinopsis JATAYU #8 Akhirnya siang itu di gudang rusak, JATAYU (JAROT) bertempur melawan NAGA HITAM (BHARATA) untuk membebaskan orang tuanya. Sinopsis ABDAN #1 Ketika neneknya mengatakan bahwa orang tuanya telah pergi maka Abdan dengan tidak percaya segera berlari mencari orang tuanya ke seluruh ruangan.

5 Alur cerita dalam setiap adegan para tokohnya dalam secara kasar dan belum ada dialog. Sepotong prosa (karangan bebas), biasanya langkah antara kartu adegan (kartu indeks) dan draft pertama skenario untuk sebuah film, program televisi, atau bermain radio. Hal ini umumnya lebih panjang dan lebih rinci dari Outline (atau sinopsis satu halaman), dan mungkin mencakup rincian gaya sutradara yang menghilangkan Outline. Mereka membaca seperti cerita pendek, kecuali diceritakan dalam peristiwa ini tegang dan menggambarkan saat mereka terjadi. Ada dua jenis: draft treatment, dibuat selama proses penulisan, dan presentation treatment, dibuat sebagai bahan presentasi.

6 Setelah outline sudah disetujui baru bisa kita buat scriptnya. Naskah terdiri dari : Title Page Scene Heading Action Dialogue Parenthetical Transition

7 Title Page (Judul) Sebuah judul akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser apakah seorang screenwriting merupakan screenwritting profesional atau hanya amatiran. Judul sebuah naskah ditulis kira-kira pada 25 baris dalam 1 halaman, biasanya disertakan garis bawah atau quotation marks. Kemudian 2 baris berikutnya dengan font yang sama ditulis “Written By”. Dan pada ujung kanan bawah tertulis nama kontak person dan informasi hak cipta (copyright).

8 Scene Heading merupakan petunjuk dimulainya sebuah cerita naskah. Kata-kata yang digunakan mulai dengan “EXT.” --- jika sebuah cerita berada di luar ruangan (exterior) atau outdoor, atau “INT.” --- jika sebuah cerita berada di dalam ruangan (interior) atau indoor. Kemudian nama sebuah tempat harus dengan huruf besar (capital), misalnya: “DESA BANJARSARI” Setelah itu diikuti dengan waktu yang ditandai dengan spasi, atau hyphen (garis penghubung), atau spasi lainnya, contohnya: “  DAY” atau “  PAGI” dan sebagainya. Sebagai contoh misalnya: EXT.DESA BANJARSARI – PAGI HARI Scene Heading ditulis dengan margin 1,5 inches (37 mm) dari kiri dan 1 inch (25 mm) dari kanan. Kadangkala scene heading diberikan angka, namun dalam format awal ini tidak terdapat. Format dengan angka biasanya dibuat kemudian ketika dibutuhkan untuk pengambilan gambar shooting pada film live.

9 Dua baris dibawah scene heading dengan margin yang sama, maka dimulailah sebuah action. Action menggambarkan apa-apa yang akan terlihat di dalam adegan film dan selalu keadaan sekarang (present tense). Saat mengenalkan karakter, harus ditulis dengan huruf kapital (huruf besar), misalnya: (“…Di pagi yang cerah ABDAN bersama ayahnya bermain catur….”)

10 Di dalam screenwriting dialog merefernsikan kepada segala sesuatu yang dibicarakan oleh karakter/tokoh. Tanda (“Cue”) dialog ditandai oleh Nama dari si pembicara. Margin masuk 4,2 inches (107 mm) dari kiri halaman. Nama pembicara/tokoh harus huruf besar/kapital. Standar pembicaaran adalah 35 karakter setiap baris dimulai dari 3,1 inches (79 mm). Contoh: ABDAN Hore…Aku menang…Aku menang…!!!

11 Parenthetical berfungsi untuk memberikan keterangan segala sesuatu yang dilakukan oleh tokoh atau karakter. Parenthetical diletakkan 1 baris dibawah Nama tokoh diawali dengan tanda kurung buka dan diakhiri dengan tanda kurung tutup. Margin parenthetical 3,7 inches (94 mm) dari kiri, 1 inches (25 mm) dari kanan Contoh: AYAH (melambaikan tangannya ke Abdan) Ayo, Dan! Sekarang kambingnya udah kuat lagi!

12 Transisi adalah sebuah deskripsi pendek untuk menggambarkan bagaimana sebuah film berpindah dari scene satu ke scene yang lain. Letak transisi ini berada di rata kanan dari lembar screenplay dan dikuti dengan colon (tanda titik dua). Beberapa contoh transition(transisi) pada screenplay antara lain: CUT TO: mengindikasikan transisi langsung (cut) menuju scene baru DISSOLVE TO: mengindikasikan dissolve, yaitu perpindahan secara fade in/out menuju scene baru. Dissolve biasanya identik dengan perpindahan waktu. INTERCUT WITH/INTERCUT BETWEEN: mengindikasikan cut to cut antara 2 scene saling berbalik. Biasanya identik dengan percakapan telepon, atau aksi yang berlawanan pada tempat yang berbeda namun pada waktu yang sama.

13 “PETUALANGAN ABDAN” Written By M.SUYANTO Cp: M. Suyanto STMIK AMIKOM Yogyakart Jl. Ring Road Utara, Condong-Catur, Sleman, Yogyakarta, Indonesia Copyright© by M.Suyanto All Right Reserved

14

15

16 EXT. KAKI GUNUNG WILIS – PAGI HARI Sesosok orang tua setengah baya, pandangannya menerawang jauh ke puncak Gunung Wilis. Di tangan kanannya memegang sebuah simbol kerajaan Majapahit dari pemerintahan Raja Brawijaya. Dialah MOHAMMAD BIN UMAR, seorang prajurit pilihan yang dianugerahi sebuah tanah di kaki gunung wilis. MOHAMMAD BIN UMAR (melihat simbol kerajaan Majapahit dan berbicara dalam hati) Puji Syukur Ya Allah, yang telah memberiku berkah berupa tanah yang demikian suburnya. CUT TO :

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28


Download ppt "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-4 M.SUYANTO www.msuyanto.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google