Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI BAGIAN PROGRAM PEMULIHAN PASKA BENCANA Makassar, 25-28 Juni 2014 Fachraini Hs Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI BAGIAN PROGRAM PEMULIHAN PASKA BENCANA Makassar, 25-28 Juni 2014 Fachraini Hs Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan."— Transcript presentasi:

1 COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI BAGIAN PROGRAM PEMULIHAN PASKA BENCANA Makassar, Juni 2014 Fachraini Hs Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan Masyarakat

2  kegiatan pengembangan komunitas yang diarahkan untuk memperbesar akses komunitas untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan, Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.  proses membangun, atau membangun kembali struktur komunitas insani di mana cara-cara baru untuk berhubungan antar pribadi, mengorganisasikan kehidupan sosial, dan memenuhi kebutuhan insani menjadi lebih dimungkinkan

3 Kemiskinan dapat dimengerti dan didefinisikan dalam berbagai cara dan pendekatan. Beberapa konsep umum meliputi: 1. Garis kemiskinan: tingkatan minimum dari konsumsi rumah tangga yang dapat diterima secara sosial, sering dihitung berdasarkan alokasi 2/3 dari pendapatan konsumsi makanan pada harga yang paling rendah 2. Kemiskinan absolut: Situasi dimana pendapatan jauh berada dibawah garis kemiskinan 3. Kemiskinan relatif: Situasi dimana terjadi tekanan relatif terhadap pendapatan dan akses terhadap layanan sosial (tidak mesti dibawah garis kemiskinan) 4. Kemiskinan struktural: Situasi dimana terjadi tekanan terus menerus dalam kurun waktu yang lama dan tidak dapat dieliminasi tanpa perubahan komprehensif dari sistem ekonomi dan proses produksi. 5. Kemunculan kaum miskin baru: Mereka adalah korban resesi atau korban strategy mengatasi kemiskinan, sering juga merupakan kelompok rentan yang tertekan ke situasi kemiskinan absolut sebagai akibat dari ketidak sesuaian kebijakan ekonomi dengan masalah sosial ekonomi atau yang disebabkan oleh bencana alam Multi Dimensi Kemiskinan

4  Kemiskinan dapat juga diartikan sebagai kurangnya akses terhadap pemenuhan kebutuhan dan layanan publik (Singh dan Titi, 1993).  Chambers (1983) mengemukakan bahwa karakteristik kemiskinan terdiri dari:  Isolasi karena jauh dari pusat perdagangan dan informasi  Kerentanan terhadap bencana, ketidakmampuan secara fisik dan eksploitasi  Ketidakberdayaan, karena pengabaian hak dimana terjadi eksploitasi oleh kelompok lain, kurangnya akses terhadap jaminan hukum dan rendahnya posisi tawar

5  Kehilangan sumber daya produktif  Muncul kerentanan sosiologis : hilangnya sistem sosial yang telah mapan, tuntutan untuk membuatnya pulih tentu membutuhkan pendampingan agar korban bencana dapat dengan segera bangkit dari keterpurukan. Karena pada hakekatnya masyarakat korban bencana dalam kondisi sakit secara sosial, tentunya hanya dapat diobati dengan proses sosial lagi.  Hilangnya solidaritas sosial, biasanya korban bencana akan fokus pada penyelamatan diri sendiri maupun orang terdekat ketika bencana terjadi, maupun saat pemulihan paska bencana  Terkurasnya mobilitas sosial sehingga membuat masyarakat akan kehilangan kebiasaan yang dilakukan. Ancamannya dapat berupa hilangnya kesempatan dalam mencari kebutuhan hidup.

6 Dalam kerja-kerja pemberdayaan, Komunitas dan Masyarakat adalah 2 hal yang berbeda, persepsi yang menyamakan keduanya akan menghasilkan strategi kerja pemberdayaan yang tidak fokus, terlalu melebar, dan sulit diukur. Komunitas adalah bagian yang lebih kecil dari masyarakat. Berkumpulnya berbagai komunitas akan membentuk sebuah masyarakat. Artinya kerja pemberdayaan masyarakat membutuhkan alat, kekuatan dan daya dukung lebih besar dibanding kerja-kerja pemberdayaan komunitas karena persoalan, tantangan, dan capaiannya menjadi lebih besar dan kompleks, serta lebih banyak variabel yang yang mempengaruhi keberhasilannya, dan seringkali berada diluar kontrol organizer komunitas.

7 MASYARAKAT (society) Komunitas (community) Komunitas (community) PROSES Merupakan bagian yang lebih kecil dari masyarakat Terkumpul dalam wilayah yang lebih kecil dengan sumber daya yang lebih terbatas Umumnya memiliki persoalan yang sama Memiliki kesamaan ciri sosial Daya dukung yang dibutuhkan lebih kecil Variabel yang mempengaruhi perubahan lebih sedikit dan lebih mudah dianalisis Populasi lebih kecil Key Person dan kepentingan lebih sedikit (mudah dikenali) Kumpulan dari berbagai komunitas Terkumpul dalam wilayah yang lebih luas dengan sumber daya yang lebih besar Persoalan lebih besar dan kompleks Memiliki keberagaman Lebih beragam Daya dukung yang dibutuhkan lebih besar Variabel yang mempengaruhi perubahan lebih banyak dan sering kali tidak teranalisis dengan baik Populasi lebih besar Aktor kunci lebih banyak dan lebih sulit dikenali Kepentingan para pihak

8 Komunitas  Input yang dibutuhkan lebih kecil  Fokus  Kebutuhan pendampingan lebih sederhana  Tidak terlalu bergantung pada kebijakan politik yang lebih besar  Potensi konflik kepentingan lebih mudah diselesaikan  Target dan capaian lebih mudah diukur  Partisipasi lebih kuat  Perencanaan bisa langsung mengarah pada upaya penyelesaian masalah  Lebih mudah mendorong keterlibatan key person  Komunikasi bisa lebih efektif dan intensif  struktur dan mekanisme pengambilan keputusan lebih sederhana Masyarakat  Input yang dibutuhkan lebih besar  Agenda kerja harus lebih komprehensif  Sulit melakukan pendampingan, harus ada struktur besar yang menghegemoni untuk mendorong perubahan  Bergantung pada kebijakan politik yang lebih besar  Potensi konflik kepentingan lebih tinggi dan merata di semua aspek : ekonomi, sosial, politik, budaya  Target dan capaian cenderung besar  Partisipasi membutuhkan alat untuk menunjukkan keterwakilan  Perencanaan harus mampu melayani banyak aspek yang ingin dirubah ( grand scenario)  Aktor kunci biasanya melakukan negosiasi kepentingan dengan lebih alot  Komunikasi timbal balik membutuhkan instrumen yang lebih besar  struktur dan mekanisme pengambilan keputusan membutuhkan perangkat lebih rumit dan kompleks

9 1. berbasis masyarakat (community based) 2. berbasis sumber daya setempat (local resource based) 3. berkelanjutan (sustainable).

10 1. Peningkatan kapasitas Peserta Program/ Komunitas dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment) agar anggota komunitas dapat ikut dalam proses produksi, atau institusi penunjang dalam proses produksi dengan prinsip kesetaraan (equality) berkeadilan, keberlanjutan (sustainability) dan mampu bekerjasama (cooperation) 2. Peningkatan Kesejahteraan merupakan konsekwensi logis dari peningkatan kapasitas dan kemampuan produktif yang berarti meningkatnya : Pendapatan kualitas kesehatan kemampuan mengakses informasi pendidikan peningkatan kualitas hidup lainnya DUA SASARAN UTAMA COMDEV

11 Empowerment Kemampuan Produktif Peningkatan Kesejahteraan

12 VALUES BASED HOLISTIC COMMUNITY DEVELOPMENT (VBHCD) sebuah model pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan VBHCD Model

13 VBHCD dikembangkan secara terus menerus oleh Heifer International, sebuah lembaga kemanusiaan yang mendukung kerja-kerja pemberdayaan komunitas dilebih 40 negara Slogan yang terkenal dari pendiri Heifer adalah : “Not a cup, but a cow”

14  Pembangunan dan transformasi berpusat pada manusia  Pembangunan dan transformasi tidak sama dengan distribusi dukungan fisik dan dukungan teknis  Proses pembangunan mulai dari diri manusia  Manusia merupakan pelaku (partisipan aktif) dan penerima manfaat (dampak) dari pembangunan

15  Eksogenous  Inisiatif perubahan datang dari luar  Untuk perubahan masyarakat, dukungan teknis dan sarana produksi didatangkan dari luar  Ahli-ahli dari luar masyarakat didatangkan untuk mendesain perubahan  Top down  Hasil sering tidak berkelanjutan  Endogenous  Perubahan bersumber dari dinamika internal  Inisiatif transformasi datang dari dalam komunitas sendiri  Tidak tergantung pada masukan eksternal  Bottom up  Dampak lebih berkelanjutan

16  Pengorganisasian  Pendidikan  Akses kepada sumberdaya  Komunitas memiliki kemampuan untuk perubahan  Penghargaan terhadap pengetahuan komunitas setempat  Partisipasi  Pengambilan keputusan dilakukan oleh komunitas setempat  Orang luar sebagai fasilitator

17 PENDEKATAN ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERANGKAT DARI ASSET YANG DIMILIKI) Sebagai alternatif terhadap pendekatan berdasarkan masalah Percaya bahwa kapasitas lokal merupakan kunci untuk transformasi Komunitas menemukan kekuatan mereka sendiri, kemudian menganalisis kesempatan seperti sumber-sumber pendapatan baru dan kemungkinan cara produksi yang baru (Kretzmann dan McKnight, 1993).

18 Model VBHCD

19 Model Cornerstone nilai dan prinsip dasar untuk pembangunan yang berkelanjutan Contoh Nilai dan Prinsip Yang Dirumuskan Oleh Heifer International

20 TIGA TINGKATAN DAMPAK 1. Dampak pada aspek fisik/permukaan, mis: peningkatan pendapatan lewat ternak maupun pertanian; peningkatan derajat kesehatan 2. Dampak pada sistem nilai (bawah permukaan), baik individu, keluarga maupun kelompok 3. Dampak lebih luas: bukan hanya pada penerima manfaat, tetapi masyarakat desa, kabupaten hingga masyarakat global

21  Tahapan yang dapat dilaksanakan:  Pengumpulan data tentang kapasitas lokal yang dapat berkontribusi terhadap kesuksesan (appreciative inquiry)  Pengorganisasian kelompok inti  Pemetaan kapasitas dan aset individual, kelompok dan institusi lokal  Mobilisasi aset lokal untuk peningkatan ekonomi  Aset: fisik, permodalan, SDM, modalitas sosial

22 Langkah Pertama Pembentukan KSM ` Sebagai Pondasi Anggota memiliki komitmen membantu diri sendiri Beranggotak an anggota Pembentukan Project Management Committee Aktifitas simpan pinjam Beranggota kan KK yang bertetangga

23 Merumuskan Nilai dan Prinsip bersama serta membuat Perencanaan  Pembangunan jauh lebih luas dari hal-hal yang bersifat materi;  Nilai memiliki peran penting dalam proses pembangunan  Setiap organisasi atau kelompok memiliki nilai sendiri yang dapat digunakan untuk mendukung perubahan/transformasi  Nilai sebaiknya diperhitungkan pada perencanaan program Alur Perencanaan Berasas Nilai Menetapkan SituasiMemandang Masa Depan Merencanakan ProgramMengelola dan Memonitoring *Tempat* Manusia * Produksi * Nilai *Nilai *cara *Sumberdaya* Masa depan *sumber daya *strategi*Objektif *Evaluasi *monitoring *Implementasi

24 Tahap Kedua : Internalisasi Nilai

25 Tahap Ketiga

26 Tahap Keempat : Pemberdayaan

27 Pembangunan Holistik dan Berkelanjutan

28 Evaluasi Model VBHCD memiliki alat evaluasi yang dapat digunakan dan dilakukan sendiri oleh KSM Alat ini sangat efektif mengukur kualitas program, perkembangan kelompok, maupun perubahan prilaku dan s peserta program

29 Participatory Self- Review and Planning (Swa-Peninjauan dan Perencanaan Partisipatif)

30

31

32  Setiap individu sungguh-sungguh berkeinginan untuk meraih kondisi yang lebih baik  Proses perubahan bermula dari diri sendiri  Perubahan pada individu adalah langkah awal menuju perubahan yang berkelanjutan pada keluarga, komunitas, dan masyarakat FILOSOFI

33  Tool yang sangat efektif dan efisien bagi monitoring, evaluasi, dan perencanaan ulang secara periodik  Dapat dipergunakan pada level organisasi, program, dan pribadi  Memberdayakan seluruh peserta program  Mempromosikan kesatuan dan saling percaya diantara anggota kelompok  Memperkuat nilai dan prinsip yang telah dirumuskan  Sederhana, namun sangat kuat KEGUNAAN

34  Untuk mengukur capaian pembangunan yang holistik dan transformasi komunitas yang berkelanjutan  Untuk mengukur dampak pada seluruh tingkat (level dasar, level lebih dalam, dan level eksternal )  Untuk memberi arah bagi program secara teratur TUJUAN

35  Review Nilai dan Prinsip  Review konteks saat ini, termasuk objective program  Review poin-poin referensi (rencana aksi yang lalu dan indikator) untuk asesment mandiri (termasuk dampak lebih dalam)  Pemungutan suara (voting) mandiri untuk tiap nilai yang telah disepakati  Tabulasi hasil pemungutan suara  Interpretasi hasil pemungutan suara dan refleksi  Perencanaan pembangunan holistik pada tiap nilai di dalam konteks saat ini TAHAPAN-TAHAPAN PSRP

36 Visi dan Perencanaan Holistik Visi Prioritas isu Kegiatan: - Kegiatan yang bisa dilakukan oleh KSM - Kegiatan yang bisa dilakukan dengan dukungan dari pihak lain - Kegiatan yang bisa dilakukan dengan bekoordinasi dengan pihak lain

37  Anggota kelompok harus bersedia bekerja sama di dalam kelompok masing-masing  PSRP dilakukan setelah perumusan Nilai dan Prinsip  PSRP tidak menggantikan eksternal evaluasi BATASAN

38 Terima kasih


Download ppt "COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI BAGIAN PROGRAM PEMULIHAN PASKA BENCANA Makassar, 25-28 Juni 2014 Fachraini Hs Yayasan Kajian Kerakyatan dan Pengembangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google