Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN III : Sensasi dan Persepsi oleh : Sulis Mariyanti

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN III : Sensasi dan Persepsi oleh : Sulis Mariyanti"— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN III : Sensasi dan Persepsi oleh : Sulis Mariyanti

2 (L= Lingkungan; S= Stimulus; O= Organisme; R= Respons)
Sensasi & Persepsi Sensasi = Penginderaan; Persepsi = Pengamatan Unsur-unsur* : Objek/stimulus (sesuatu yang mengenai reseptor)  proses fisik. Reseptor dan syaraf sensoris  proses fisiologik. Perhatian/kesadaran  proses psikologik L – S – O – R – L (L= Lingkungan; S= Stimulus; O= Organisme; R= Respons) * a dan b dibahas lebih mendalam di Psikologi Faal

3 Stimulus Ambang Stimulus Ambang Stimulus (Lower Threshold) : batas mi-nimum suatu stimulus sehingga dapat dirasakan Ambang Terminal (Upper Threshold) : batas maksimum suatu stimulus sehingga bila ditam-bah tidak dapat dirasakan lagi pertambahannya. Kepekaan merasakan stimulus (di antara AS dan AT) berbeda antar individu  Ambang Perbedaan / Dif-ference Threshold.

4 Stimulus Hukum Weber - Fechner
Perbedaan stimulus dapat diamati bila besarnya telah mencapai perbandingan tertentu terhadap standarnya.  disebut juga “JND” = Just Noticeable Difference. Contoh : untuk berat : 1/40; untuk cahaya (brightness) : 1/60

5 Stimulus Hukum Fechner
Bila stimulus bertambah dengan perbanding-an yang tetap maka pengamatan akan men-dapat tambahan yang sama pula. Pertambahan stimulus : deret ukur; Penambahan pengamatan : deret hitung

6 Organisme Daya Tarik Stimulus : Intensitas atau kekuatan Ukuran
Perubahan Pengulangan Kontras Organisme bersikap selektif thd stimulus, tergantung : Sifat struktural individu  permanen (minat, kepribadian, dsb) Sifat temporer individu  tidak permanen (kondisi fisik/psikologis) Aktivitas yang sedang berjalan pada individu.

7 Organisme - Perhatian Dari timbulnya : Dari banyaknya objek :
Perhatian spontan Perhatian tidak spontan Dari banyaknya objek : Perhatian sempit Perhatian luas Dari konsentrasi/keterpusatan: Perhatian terpusat Perhatian terbagi-bagi Dari Fluktuasi : Perhatian statik Perhatian dinamik Alat ukur perhatian : Tes Bourdon dan Tes Kraepplin

8 Organisme – Alat Indera
Indera penglihatan Warna pokok : Hering : merah, kuning, hijau, biru; Putih-hitam Young & Helmholtz : merah, hijau, biru Buta warna : Merupakan kelainan, bukan penyakit Buta warna total (semua terlihat kelabu) Buta warna sebagian (merah-hijau; atau biru kuning) Alat tes buta warna : Holmgren’s Wool Test, Jensen Test, Spectral Analysis, Ishihara Test

9 Organisme – Alat Indera
Indera pendengaran Indera penciuman Indera pengecap Indera kulit

10 PERSEPSI PERSEPSI adalah proses menyeleksi, mengorganisasi- kan & menginterpretasikan input (info) dari receptor- receptor sensoris INFORMASI yg diberikan indra konstant, tetapi interpreta- si dari input sensoris berubah-ubah proses aktif & kom pleks Skema Proses Persepsi : INPUT  PROSES  PERSEPSI Sensoris di Otak (Pengalaman) OBYEK

11 ILUSI Contoh Proses kerja persepsi adalah ilusi.ILUSI adalah :
Bukan tipuan /trick Bukan kesalahan persepsi/misperception Ilusi terjadi karena data/info/input sensoris tidak diterjemahkan sebagaimana adanya, tetapi ditam- bahkan hasil pengolahan otak atas dasar penga-laman masa lalu (Kesalahan dalam mengartikan stimulus). Contoh : (lihat di buku Morgan) Faktor Penyebab Ilusi : a. Faktor alam/fisik (mis. kaca, gema, dsb.)

12 Lanjutan….. Faktor stimulus : Faktor individu Ambiguous
- Contoh : Pot bunga Rubin Tidak dianalisis lebih lanjut (menipu) - Contoh : Ilusi Zoellner, etc. Faktor individu Kebiasaan Mental set

13 PERHATIAN (ATENSI) PERHATIAN
Adalah proses menyeleksi input2 ttt untuk dimasukkan ke dalam “fokus” pengalaman Perhatian merupakan proses persepsi yang menyeleksi input2 ttt menjadi pengalaman yg disadari/ dikenal “kehadirannya” pada saat ttt Setiap alat sensoris yg “diserang” oleh sejumlah stimu- lus,hanya beberapa diantaranya yg dipersepsi dengan jelas. Proses kerja perhatian adalah membagi ke dalam 2 (dua) bagian yaitu Fokus & Margin. Peristiwa yg dipersepsi scr jelas Fokus pengalaman Peristiwa yg mungkin saja kita sadari kehadirannya tapi dipersepsi scr samar-samar Margin pengalaman Pengalaman senantiasa berubah shg yg semula menjadi fokus, pada saat lain dapat mjd Margin atau sebaliknya

14 DISARING  DIANALISA  DIPERSEPSI
TEORI “ATENSI” TEORI BEKERJANYA PERHATIAN dalam menyaring input sensoris : I. BROADBENT (1958) Filter info terjadi pada tahap awal pengolahan info II.SHIFFRIN & SCHEINER (1977) Filter info terjadi pada tahap yg lebih lanjut dlm pemrosesan info III.KAHNEMAN (1973) Adanya keterbatasan kapasitas mental menyebabkan info tdk dapat diolah scr serentak pusat pd ”fokus perhatian” DISARING  DIPERSEPSI DISARING  DIANALISA  DIPERSEPSI

15 Lanjutan…. CARA PERHATIAN MENGOLAH INFO
Fungsi perhatian adalah “filtering” yaitu menyaring info yg tdk terpilih utk memberi kesempatan pd input yg diingin- kan utk diolah lbh lanjut. Perhatian tdk dpt ditujukan pada banyak hal sekaligus, tetapi input2 sensoris diproses scr serial processing atau paralel processing Ciri-ciri obyek yg dapat mengubah margin menjadi fokus adalah yg memiliki “attention getting features” (ciri-ciri yg menarik perhatian) misal : dalam hal ukuran, intensitas, keunikannya.

16 PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA PROSES PERSEPSI
Perbedaan individual dalam proses belajar persepsi terjadi karena adanya 1.Set, 2.Motives/Need, serta 3.Perceptual Cognitive Style yg berakibat pada perbedaan dalam cara memproses input sensoris. 1.SET Adalah kesiapan mental sehingga individu menjadi lebih peka atau lebih siap menangkap input sensoris. Misal : suami lbh peka pada dering telpon di malam hari daripada suara tangis bayi (karena suami sedang menunggu telp dari seseorang). Set sangat penting dlm penyeleksian input sensoris ke dalam fokus perhatian

17 2.MOTIVE & NEED Motive & need mempengaruhi persepsi dan fokus perhatian serta organisasi info akan disesuaikan dengan need individu. Misal : Saat lapar, maka perhatian lebih pada hal-hal yg dapat memenuhi kebutuhan lapar tsb 3.PERCEPTUAL COGNITIVE STYLE Adalah strategi memproses info yang biasa digunakan oleh seseorang. Cara memproses info berbeda antara satu orang dg orang lain (khas/unik) tergantung pada ‘style’ masing – masing orang

18 DIMENSI-DIMENSI PERCEPTUAL COGNITIVE STYLE
Dimensi Flexible >< Constricted (Klein, 1973), berkaitan dg luas/ tdknya wawasan perhatian.Didominasi oleh kebutuhan internal/external,mudah/tidaknya terpengaruh oleh hal-hal yg tdk penting Flexible  wawasan lbh luas, external, mdh terpengaruh Constricted  wawasan lbh sempit, internal,tdk mdh terpengaruh Dimensi Field Dependence >< Field Independence (Witkin & Goodenough,1981), berkaitan dg persepsi keseluruhan atau detail Field Dependence  lbh ‘whole’ Field Independence  lbh detil

19 PERCEPTUAL LEARNING PERCEPTUAL LEARNING adalah
“Meningkatnya kemampuan untuk mengekstrasikan informasi dari lingkungan sebagai hasil pengalaman/ latihan dengan rangsangan yg datang dari lingkungan” Jadi Persepsi dapat dibentuk melalui BELAJAR atau LATIHAN Pengalaman masa lalu + latihan khusus  BELAJAR untuk menekankan pada info2 sensoris ttt dan menga- baikan yg lainnya. Mis :Orang Buta belajar mengekstrasikan info lingkungan yg tidak digunakan oleh orang yg tdk buta JADI bukan karena lebih sensitive terhadap stimulus “non visual” atau karena “sense” lain

20 HAL-HAL YG DIPERSEPSI DALAM PENGALAMAN
I. PERSEPSI BENTUK II. PERSEPSI GERAK III.PERSEPSI KEDALAMAN

21 I.PERSEPSI BENTUK Dunia disekitar kita dipersepsi dalam bentuk dan arti tertentu.Misal : pohon, meja, kursi, bunyi klakson, bunyi Proses utama dalam persepsi bentuk adalah mengenal FIGURE & GROUND. FIGUR  obyek yg menonjol didalam pengalaman, GROUND  obyek lain yg menjadi latar belakang Persepsi Bentuk terjadi karena kita dapat menangkap contours dan contours terbentuk bila terdapat perbedaan yg tajam dalam brightness dari latar belakang. Tetapi apabila variasi brightness kontinu, maka dipersepsi sebagai contours Contours memberi bentuk (shape) pd obyek.Contours tjd karena ada perbedaan level energi obyek yg diterima retina, tetapi contours kadang2 dapat juga dipersepsi tanpa perbedaan energi  contours subyektif

22 Lanjutan….. KAMUFLASE adalah usaha merusak contours agar obyek yg sebenarnya tidak dikenali. Contoh : tentara baju loreng2 diatas rerumputan & daun hijau ORGANISASI DALAM PERSEPSI BENTUK Kita cenderung mempersepsi obyek disekeliling kita secara terorganisasi dalam pola/kelompok Pengorganisasian dalam lapangan pengalaman persepsi = penjumlahan unsur-unsurnya. PSI GESTALT = Keseluruhan adalah lebih dari sekedar penjumlahan bagian

23 II.PERSEPSI GERAK Ada 2 jenis Gerakan yg dapat dipersepsi :
I.REAL MOTION Pengamatan gerakan obyek yg disebabkan oleh obyek tsb memang pada kenyataanya bergerak. II.APPARENT MOTION Pengamatan gerakan tanpa adanya gerakan nyata dari obyek yg diamati maupun gerakan fisik tubuh si pengamat Macamnya : a.Stroboscopic motion Adanya beberapa stimulus/gambar yg terpisah, bila disajukan secara berurutan dalam suatu kecepatan tertentu akan dipersepsi sebagai suatu gerakan. Contoh :FILM, TV, dll

24 LANJUTAN….... b.Autokinetic Effect Pengamatan 1 titik cahaya di R.Gelap, cahaya yg diam/ tidak bergerak tsb dapat dipersepsi bergerak (maju mundur).Bisa dipengaruhi oleh sugesti Contoh : Bintang di langit c.Induced Movement Pengamatan gerakan obyek karena latar belakangnya bergerak. Contoh : Bulan melintasi awan

25 III.PERSEPSI KEDALAMAN
Persepsi mengenai jarak suatu obyek dari pengamat atau jarak depan belakang suatu benda padat (Hilgard) Pengolahan informasi 2 demensi menjadi 3 demensi Kesan tentang kedalaman diperoleh melalui pengamatan 1 mata : monocular cues 2 mata : binocular cues Keuntungan BINOCULAR : Lingkup pandang lebih luas lebih banyak yg dapat dilihat pd suatu waktu yg bersamaan sekaligus Stereoscopic Vision Kerjasama antara kedua mata sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman ttg kedalam & jarak secara tepat

26 LANJUTAN….. BINOCULAR CUES Perbedaan bayangan obyek di kedua retina (retina disparity) terjadi karena posisi mata yg berbeda  perbedaan sudut pandang (apa yg diterima mata kanan tidak sama persis dengan bayangan yg diterima mata kiri).Dari perbedaan yang ada dikombinasikan sehingga diperoleh efek stereoscopic MONOCULAR Pengamatan 1 mata Kesan kedalaman dapat diperoleh melalui cues : 1.SUPERPOSITION /INTERPOSITION Suatu obyek terlihat terpotong oleh obyek lain, maka obyek tsb akan diamati lebih jauh.

27 Contoh: Superposition
B A BB B Contoh : Linier Perspective

28 LANJUTAN……. 2.RELATIVE SIZE : Benda yg paralel, semakin jauh jaraknya, tampak seperti akan bertemu di satu titik. Contoh : Rel Kereta Api Benda yg lebih tinggi posisinya akan diamati lebih jauh. Contoh : Height in place Height in Place

29 3.CLEARNESS Semakin jelas suatu obyek, maka terlihat semakin dekat detail dari karakteristik obyek, semakin tampak jelas & tajam. Semakin jauh  semakin kabur & suram 4.SHADOWS Arsiran pada obyek yg menunjukan bayangan,memberi kesan kuat tentang kedalaman. Gelap  jarak jauh /dalam, terang  jarak dekat 5.GRADIENTS OF TEXTURE Derajat perubahan tekstur/susunan obyek semakin jauh, tekstur semakin luas 6.MOVEMENT Kepala bergerak, obyek yg berada dekat kita bergerak berlawanan arah dng gerakan kepala sedangkan obyek yg berada lbh jauh bergerak searah

30 TERBENTUKNYA PERSEPSI
PLASTICITY (Nature ><Nurture) NATURE = Innate = inborn = bawaan lahir  NATIVIS Terdapat ‘genetic codes’ yg membentuk organisasi persepsi di otak. Misal :persepsi gerak, kedalaman dll Kemampuan tsb dapat hilang/ mundur bila koneksi-konek si dlm otak yg telah ada sejak lahir hilang /tdk digunakan terutama pada ‘sensitive periode’ NURTURE = learning =dipelajari = berdasar pengalaman EMPIRIS Memang ada ‘genetic codes’ yg membentuk kemampuan persepsi , tetapi selama ‘sensitive period’ genetic codes tsb harus berinteraksi dng proses belajar shg membentuk koneksi-koneksi penting di otak

31 PERSEPSI EKSTRA SENSORIK
E.S.P (Extra Sensory Perception) Adalah kemampuan mempersepsi sesuatu tanpa menerima/kehadiran stimulus sensoris.  Gejala Parapsikologi Macam-macam E.S.P TELEPATI Kemampuan membaca/memindahkan pikiran ke pikiran orang lain PRECOGNITION Kemampuan meramalkan kejadian di masa yang akan datang. PSYCHOKINESIS Kemampuan untuk memanipulasi obyek tanpa menyen-tuhnya

32 Bayangan Membayangkan : mengamati sesuatu yang tidak kelihatan.
Pengamatan vs Bayangan : Pengamatan memerlukan objek, bayangan tidak Pengamatan terikat tempat & waktu, bayangan tidak Pengamatan terjadi hanya selama stimulus dan perhatian bekerja, bayangan selama proses membayangkan Bayangan yang sejelas pengamatan : Bayangan Eidetik Bayangan vs Halusinasi : Bayangan  individu sadar objek sesungguhnya tidak ada. Halusinasi sebaliknya (tidak ada obyek/stimulus eksternal)

33 Asosiasi dan Reproduksi
Hukum Kontiguitas (Contiguity) : Bayangan yang telah bersentuhan/berhubungan akan terjadi asosiasi Asosiasi : kemampuan menghubungkan suatu bayangan dengan bayangan lain Reproduksi : kemampuan membangkitkan suatu bayangan

34 Fantasi Proses : - Disadari Jenisnya : - F. yg menciptakan
- Tidak disadari F. yg dituntun Dari cara berfantasi : - Fantasi yg mengabstraksi - Fantasi yg mendeterminasi - Fantasi yg mengkombinasi Fantasi : Kemampuan membentuk bayangan baru Tes Fantasi : Thematic Apperception Test (TAT); Rorschach; Wartegg

35 Kurt Lewin (1980 – 1947) Teori Lapangan/teori medan/field theory
Minatnya ke arah  kepribadian manusia dan sosial, psikologi sosial Semula penganut Gestalt, tapi kurang puas thd Gestalt yg terlalu berfokus pada persepsi & penginderaan Kemudian ia memperluas pandangan Gestalt shg mencakup juga needs, kepribadian, pengaruh sosial dan motivasi.

36 1. Lapangan Kehidupan/Life Space
LS LIFE SPHERE LS LS LS Life sphere = region = wilayah * Notasi LS

37 Life Space (lapangan kehidupan) terbagi atas wilayah-wilayah (region) atau lingkungan kehidupan (life sphere) Apa yang ada bagi sso / klp secara obyektif, belum tentu ada scr subyektif; Tapi apa yang ada secara subyektif, juga belum tentu ada scr objektf. Ada-tidaknya sesuatu bagi sso harus dibukti-kan berdasarkan ada tidaknya pengaruhnya terhadap orang itu.

38 DIFERENSIASI LAPANGAN KEHIDUPAN
Diferensiasi lapangan kehidupan pd anak kecil atau pd org yg primitif  belum rumit, belum banyak. Differensiasi dipengaruhi pengalaman, usia & intelegensi. Lapangan Kehidupan/life-space dpt berubah a.l. karena diferensiasi meningkat atau berkurang, atau oleh adanya penggabungan atau pemisahan wilayah.

39 2. Locomotion Tingkah Laku adl lokomosi atau gerakan pada lapangan kehidupan (dari suatu wilayah ke wilayah lain, mis wilayah kerja  wilayah kesehatan  oleh pelaku) Komunikasi Ketegangan KEBUTUHAN (menembus barriers) LOKOMOSI

40 3. Forces (Daya) Adalah suatu hal yang menyebabkan perubahan  bervalensi (positif/negatif) 4. Tension (Ketegangan) Ketegangan mereda jika telah tercapai equilibrium atau keseimbangan di antara wilayah-wilayah.

41 SOAL KUIS Jelaskan perbedaan antara proses sensasi dan proses persepsi ! Jelaskan perbedaan antara pendekatan nativis dan empiris dalam memandang terbentuknya persepsi ! Jelaskan peranan atensi (perhatian) dalam pro- ses persepsi ! Apa yang dimaksud dengan Perceptual Cogniti- ve Style ? Berikan contoh !


Download ppt "PERTEMUAN III : Sensasi dan Persepsi oleh : Sulis Mariyanti"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google