Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Oleh Sri Palupi MTP – IPB 2009.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Oleh Sri Palupi MTP – IPB 2009."— Transcript presentasi:

1 1 Oleh Sri Palupi MTP – IPB 2009

2  Menurut S. Margono (1997) observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek tempat berlangsungnya peristiwa.  Metode observasi sebagai alat pengumpul data, dapat dikatakan berfungsi ganda, sederhana, dan dapat dilakukan tanpa menghabiskan banyak biaya. Namun demikian, dalam melakukan observasi peneliti dituntut untuk memiliki keahlian dan kompetensi tertentu. 2

3  Black dan Champion (1992) dalam Muslimin (2002) menyatakan bhw sebagai alat pengumpul data yg penting, kuesioner dan wawancara tdk sepenuhnya memuaskan. Ada masalah tertentu yg tidak dapat dijangkau oleh kedua alat tsb.  Adakalanya penting untuk melihat perilaku dalam keadaan (setting) alamiah, melihat dinamika, dan melihat gambaran perilaku berdasarkan situasi yg ada. Dalam kondisi dan konteks seperti ini, observasi menjadi penting sbg metode utama untuk mendapatkan informasi. 3

4  Berdasarkan jenisnya, observasi dibagi 2 : Obsevasi langsung, yaitu observer berada bersama objek yg diselidiki Observasi tidak langsung, yaitu observasi yg dilakukan tdk pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yg akan diteliti, misalnya melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian foto 4

5 Beberapa hal yg perlu diperhatikan peneliti agar observasi yg dilakukannya dapat menghimpun data yg efektif dan benar : 1. Memiliki pengetahuan yg cukup mengenai objek yg akan diobservasi 2. Memahami tujan umum dan khusus penelitian yg dilaksanakannya 3. Menentukan cara dan alat yg dipakai utk mencatat data. Cara yg dipakai utk mencatat data bisa langsung di tempat atau setelah observasi dilakukan. Alat yg dipakai utk mencatat data dapat berupa anecdotal record, catatan berkala, check list, rating scale, atau mechanical device. 5

6 4. Menentukan kategori pendapat ttg gejala yg diamati, apakah dgn menggunakan skala tertentu atau sekadar mencatat frekuensi munculnya gejala tanpa klasifikasi tingkatannya, shg perumusan dgn tegas dan jelas ciri-ciri setiap kategori sangat perlu 5. Pengamatan dan pencatatan hrs dilakukan secara cermat dan kritis, sehingga tdk ada satu pun gejala yg lepas dari pengamatan 6. Pencatatan setiap gejala hrs dilakukan terpisah agar tdk saling memengaruhi 6

7 7. Memiliki pengetahuan dan keterampilan terhadap alat dan cara mencatat hasil observasi yg meliputi :  Catatan anekdot (anecdotal record) Alat untuk mencatat gejala2 khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. Catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi  Catatan berkala (incidental record) Pencatatan dilakukan secara berurutan tapi dilakukan pd waktu tertentu dan terbatas pada jangka waktu yg ditetapkan 7

8  Daftar Cek (check list) Memakai sebuah daftar nama objek disertai dengan jenis gejala yg akan diamati. Tanda cek diberikan pada gejala yg muncul  Skala nilai (rating scale) Pencatatan dilakukan spt check list, tapi pd rating scale tdk hanya tdpt nama objek yg diobservasi tapi juga tercantum kolom2 yg menunjukkan tingkatan tiap gejala tsb. Misalnya : baik, sedang, buruk (skala 3); sangat baik, baik, sedang, buruk, dan sangat buruk (skala 5); luar biasa, sangat baik, baik, sedang, buruk, sangat buruk, dan luar biasa buruk (skala 7). 8

9 9  Peralatan mekanis (mechanical device) Pencatatan data tdk dilakukan pd saat observasi berlangsung krn seluruh atau sebagian peristiwa direkam dgn alat elektronik sesuai dgn keperluan. Misalnya, peristiwa di film, foto, rekaman, menggunakan video kaset, dll.

10 Pencatatan hasil observasi dapat dilakukan dengan 2 bentuk: 1. Pencatatan berbentuk kronologis, yaitu pencatatan yg dilakukan menurut urutan kejadian 2.Pencatatan berbentuk sistematis, yaitu pencatatan dilakukan dgn memasukkan tiap2 gejala yg diamati ke dalam kategori tertentu tanpa memerhatikan urutan kejadiannya 10

11 Berdasar versi data yang dicatat, pencatatan dapat dibedakan lagi ke dalam 2 bentuk : 1. Pencatatan secara faktual, yaitu pencatatan gejala yg timbul sebagaimana adanya, tanpa interpretasi dari observer 2.Pencatatan secara interpretative, yaitu pencatatan yg dilakukan dgn memberikan interpretasi thdp gejala yg timbul oleh observer 11

12 Pelaksanaan teknik observasi dapat dilakukan dalam beberapa cara : 1. Observasi Partisipan dan Observasi Nonpartisipan Disebut partisipan jika observer ikut ambil bagian dalam kehidupan orang yg diobservasi. Jika observer hanya berpura-pura ikut ambil bagian, disebut quasi partisipasi. Sedangkan bila observer tdk ikut ambil bagian dlm kehidupan orang yg diobservasi dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat disebut observasi nonpartisipan 12

13 2. Observasi Sistematis dan Observasi Nonsistematis Disebut observasi sistematis jika faktor2 dan kategori yang akan diobservasi (wilayah atau ruang lingkup observasi) dibatasi secara tegas sesuai dgn masalah dan tujuan penelitian. Sebaliknya jika tdk membatasi membatasi kerangka yg akan diamati disebut observasi nonsistematis. 13

14 Keterbatasan/kelemahan teknik observasi : 1. Observasi sangat bergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat 2. Kelemahan dalam pencatatan 3. Banyak kejadian atau keadaan objek yg sulit diobservasi, terutama yg menyangkut kehidupan pribadi dan rahasia. Selain itu, sering terjadi munculnya suatu gejala yg akan diamati pada saat diamati 14

15 4. Seringkali dijumpai observee yg bertingkah laku baik karena tahu bahwa ia sedang diobservasi atau sebaliknya 5. Banyak gejala yg hanya dpt diamati dlm lingkungan tertentu shg kalau terjadi gangguan yg tiba2 observasi tdk dpt dilakukan. Misalnya gangguan cuaca, alam dsb. Selain itu banyak kejadian yg berlangsung sgt pendek dan tdk terjadi serempak. 15

16 Kelebihan teknik observasi : 1. Banyak gejala yg hanya dpt diselidiki dgn observasi shg hasilnya akurat 2. Banyak objek yg hanya bersedia diambil datanya hanya dgn observasi, misalnya karena observee terlalu sibuk dan kurang waktu utk diwawancarai atau mengisi kuesioner 3. Kejadian yg serempak dpt diamati dan dicatat secara serempak pula dgn memperbanyak observee 4. Banyak kejadian yg dipandang kecil dan tdk dpt ditangkap oleh alat pengumpul data yg lain, yg ternyata sgt menentukan hasil penelitian, justru dapat ditangkap oleh observasi 16

17 Sasaran Observasi : 1. Ruang atau tempat Benda atau gejala yg ada dlm ruang yg menciptakan suatu suasana tertentu yg patut diperhatikan peneliti, sepanjang hal itu mempunyai pengaruh thdp gejala2 yg diamatinya 2. Pelaku Pengamatan terhadap pelaku mencakup ciri-ciri tertentu dimana sistem kategorisasi yg berpengaruh terhadap struktur interaksi dpt terungkapkan. 17

18 Kegiatan Tindakan yg dilakukan para pelaku yg dapat mewujudkan adanya serangkaian interaksi diantara mereka 4. Benda atau alat Semua benda atau alat yg berada dlm ruang tempat yg dipakai para pelaku dlm melakukan kegiatannya hrs diperhatikan dan dicatat oleh peneliti 5. Waktu Peneliti hrs memerhatikan waktu dan urutan berkesinambungan dari kegiatan atau hanya dlm jangka waktu tertentu saja

19 6. Peristiwa Dlm kegiatan yg dilakukan pelaku, bisa terjadi peristiwa yg sebenarnya penting tetapi dianggap biasa. Dlm hal ini, peneliti hrs tajam pengamatannya dan tdk lupa mencatatnya 7. Tujuan Di dlm kegiatan yg diamati bisa juga terlihat tujuan yg ingin dicapai oleh para pelakunya yg terwujud dlm bentuk tindakan ekspresi muka, dan gerak tubuh atau juga dalam bentuk ucapan dan ungkapan bahasa 8. Perasaan Melalui kegiatan dan interaksi sesama pelaku bisa terlihat ungkapan perasaan dan emosi mrk melalui tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh yg harus diperhatikan dgn cermat oleh peneliti. 19

20 Sekian Terima Kasih 20


Download ppt "1 Oleh Sri Palupi MTP – IPB 2009."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google