Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROTISTA Aditya Pusparajasa, S.Si. PROTISTA??? Protista adalah kelompok makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler yang belum terdeferensiasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROTISTA Aditya Pusparajasa, S.Si. PROTISTA??? Protista adalah kelompok makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler yang belum terdeferensiasi."— Transcript presentasi:

1 PROTISTA Aditya Pusparajasa, S.Si

2 PROTISTA??? Protista adalah kelompok makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler yang belum terdeferensiasi menjadi jaringan dan mempunyai kemiripan ciri dengan tumbuhan, hewan ataupun jamur. Protista adalah kelompok makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler yang belum terdeferensiasi menjadi jaringan dan mempunyai kemiripan ciri dengan tumbuhan, hewan ataupun jamur. Protista dikategorikan dalam 3 kelompok, yaitu : Protista dikategorikan dalam 3 kelompok, yaitu : 1. Protista mirip hewan (Protozoa) 2. Protista mirip tumbuhan (Alga) 3. Protista mirip jamur

3 Protista mirip hewan (Protozoa) Ciri-ciri : Ciri-ciri : Uniseluler Uniseluler Eukariotik Eukariotik Ukurannya antara 3 – 1000 mikron (mikroskopis) Ukurannya antara 3 – 1000 mikron (mikroskopis) bersifat heterotrof bersifat heterotrof Hidup di tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit Hidup di tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel) memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel) Bereproduksi dengan membelah diri Bereproduksi dengan membelah diri Membentuk kista pada keadaan yang tidak menguntungkan Membentuk kista pada keadaan yang tidak menguntungkan

4 Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya Protozoa dibedakan menjadi 4 fillum yaitu: Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya Protozoa dibedakan menjadi 4 fillum yaitu: 1. Mastigophora (Flagellata) 2. Sarcodina (Rhizopoda) 3. Cilliata (Cilliophora) 4. Sporozoa KLASIFIKASI PROTOZOA

5 1. Mastigophora (Flagellata) memiliki alat gerak berupa cambuk  cambuk getar memiliki alat gerak berupa cambuk  cambuk getar Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense  Parasit dalam darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense  Parasit dalam darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis. Trypanasoma cruzi  Penyakit chagas di Amerika Trypanasoma cruzi  Penyakit chagas di Amerika Trypanasoma evansi  Penyakit sura pada hewan Trypanasoma evansi  Penyakit sura pada hewan Trypanosoma brucei  Penyakit nagana pada sapi dan kerbau Trypanosoma brucei  Penyakit nagana pada sapi dan kerbau Trypanasoma vaginalis  Keputihan pada vagina wanita Trypanasoma vaginalis  Keputihan pada vagina wanita Trypanasoma foetus  Parasit pada vagina sapi Trypanasoma foetus  Parasit pada vagina sapi

6 2. Sarcodina (Rhizopoda) protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu)  Amoeba protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu)  Amoeba Rhizopoda yang terbungkus oleh cangkang misalnya Foraminifera dan Arcella Rhizopoda yang terbungkus oleh cangkang misalnya Foraminifera dan Arcella Amoeba adalah hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Amoeba adalah hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Amoeba yang hidup bebas di tanah yang berair dan banyak mengandung bahan organik, contohnya: Amoeba proteus Amoeba yang hidup bebas di tanah yang berair dan banyak mengandung bahan organik, contohnya: Amoeba proteus Sedangkan contoh Amoeba yang bersifat parasit terdapat dirongga mulut seperti Entamoeba ginggivalis dan di dalam usus manusia adalah Entamoeba histolytica. Sedangkan contoh Amoeba yang bersifat parasit terdapat dirongga mulut seperti Entamoeba ginggivalis dan di dalam usus manusia adalah Entamoeba histolytica.

7 Struktur tubuh Amoeba Struktur tubuh Amoeba Membran plasma berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi Membran plasma berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma. Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya). Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma. Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya). sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam) sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam)

8 3. Cilliata (Cilliophora) protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia) protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia) Bentuk tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval Bentuk tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik ada yang hidup bebas dan parasit ada yang hidup bebas dan parasit Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum dan yang hidup parasit dalam usus kecoa adalah Nyctoterus ovalis, Balantidium coli yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium) Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum dan yang hidup parasit dalam usus kecoa adalah Nyctoterus ovalis, Balantidium coli yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium)

9 Paramecium Paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus) memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus) memiliki vakuola makanan  untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut  mengeluarkan sisa makanan memiliki vakuola makanan  untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut  mengeluarkan sisa makanan bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air cara menangkap makanan  menggetarkan rambut (silianya) cara menangkap makanan  menggetarkan rambut (silianya) Reproduksi :Aseksual atau dengan cara membelah diri dan seksual dengan konjugasi Reproduksi :Aseksual atau dengan cara membelah diri dan seksual dengan konjugasi Contoh Cilliata lainnya : Contoh Cilliata lainnya : Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik. Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik. Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa. Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa. Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel. Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel. Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik

10 4. Sporozoa Ciri-ciri : Ciri-ciri : tidak memiliki alat gerak tidak memiliki alat gerak bersifat parasit bersifat parasit tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium: Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium: a. Schizogonia Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang b. Sporogoni Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif. c. Gametogoni Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk. Contoh-contoh Sporozoa antara lain: Contoh-contoh Sporozoa antara lain: a. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam. b. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam. c. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur. d. Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.

11

12 Peranan Protozoa Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica, Trypanosoma dan Balantidium. Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica, Trypanosoma dan Balantidium. Protozoa yang menguntungkan antara lain: Protozoa yang menguntungkan antara lain: Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi. Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi. Rhizopoda yang hidup di laut memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya yang terbuat dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal Foraminifera). Jika hewan tersebut mati maka cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil. yang digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi dan petunjuk adanya sumber minyak Rhizopoda yang hidup di laut memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya yang terbuat dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal Foraminifera). Jika hewan tersebut mati maka cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil. yang digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi dan petunjuk adanya sumber minyak

13 Protista Mirip Tumbuhan (Alga) Ciri-ciri : Ciri-ciri : Uniseluler dan multiseluler (berbentuk seperti benang, lembaran, atau ada pula yang berkoloni) Uniseluler dan multiseluler (berbentuk seperti benang, lembaran, atau ada pula yang berkoloni) Tubuh berbentuk tallus Tubuh berbentuk tallus ditemukan di air tawar, air laut, menempel pada tempat-tempat basah atau lembab ditemukan di air tawar, air laut, menempel pada tempat-tempat basah atau lembab Terdapat plastida  kloroplas (klorofil)  fotosintesis  autotrof Terdapat plastida  kloroplas (klorofil)  fotosintesis  autotrof Pigmen lain : Pigmen lain : Fikosianin = warna biru; Fikosianin = warna biru; Xantofil = warna kuning; Xantofil = warna kuning; Karoten = warna keemasan; Karoten = warna keemasan; Fikosantin = warna pirang; Fikosantin = warna pirang; Fikoeritrin = warna merah Fikoeritrin = warna merah

14 Alga (ganggang) dibagi menjadi enam divisi berdasarkan pigmen dominan yang dikandungnya, yaitu : Alga (ganggang) dibagi menjadi enam divisi berdasarkan pigmen dominan yang dikandungnya, yaitu :

15 Chlorophyta Ganggang hijau merupakan bagian dari plankton air tawar dan laut. Ganggang hijau merupakan bagian dari plankton air tawar dan laut. Sel ganggang mempunyai kloroplas yang mengandung klorofil. Sel ganggang mempunyai kloroplas yang mengandung klorofil. Ganggang hijau juga mempunyai karoten dan xantofil Ganggang hijau juga mempunyai karoten dan xantofil Reproduksi : Reproduksi : Secara aseksual : Pembelahan biner pada sel, Fragmentasi benang / koloni, dan Pembentukan zoospora Secara aseksual : Pembelahan biner pada sel, Fragmentasi benang / koloni, dan Pembentukan zoospora Secara seksual :Konjugasi, Peleburan sperma dan ovum Secara seksual :Konjugasi, Peleburan sperma dan ovum

16 Contoh Chlorophyta Contoh Chlorophyta Bersel satu tak bergerak Bersel satu tak bergerak Chlorella Chlorella Chlorococcum Chlorococcum Bersel satu dapat bergerak Bersel satu dapat bergerak Chlamydomonas Chlamydomonas Euglena Euglena Berkoloni tak bergerak Berkoloni tak bergerak Hydrodictyon Hydrodictyon Berkoloni dapat bergerak Berkoloni dapat bergerak Volvox Volvox Bentuk benang Bentuk benang Spyrogyra Spyrogyra Oedogonium Oedogonium Bentuk lembaran Bentuk lembaran Ulva Ulva Chara Chara

17 Phaeophyta Bentuk tubuh alga ini seperti tumbuhan tinggi Bentuk tubuh alga ini seperti tumbuhan tinggi Hidup di air laut, terdampar di pantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast) Hidup di air laut, terdampar di pantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast) Berwarna kecoklatan karena memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil. Berwarna kecoklatan karena memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil. Contohnya : Sargassum, Macrocystis, Ectocarpus, dan Fucus Contohnya : Sargassum, Macrocystis, Ectocarpus, dan Fucus Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, reproduksi generatif dengan membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan  anteridium dan konseptakel betina  arkegonium Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, reproduksi generatif dengan membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan  anteridium dan konseptakel betina  arkegonium

18 Rhodophyta Ganggang ini hidup di laut Ganggang ini hidup di laut bentuk tubuh seperti rumput  rumput laut bentuk tubuh seperti rumput  rumput laut Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran Ganggang merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah) dan fikosianin (biru). Ganggang merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah) dan fikosianin (biru). Reproduksi seksual dengan peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot Reproduksi seksual dengan peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata Euchemma spinosum  penghasil agar-agar di daerah dingin Euchemma spinosum  penghasil agar-agar di daerah dingin

19 Chrysophyta Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu: Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu: a. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae) b. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae) c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)

20 a. Kelas alga Hijau-Kuning : Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) Contoh: Vaucheria. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang berinti banyak  Coenocytic, bercabang tapi tidak bersekat. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang berinti banyak  Coenocytic, bercabang tapi tidak bersekat. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.

21 b. Kelas Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae) Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura. c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae) Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri. Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri. Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella. Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

22 Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. sebelah luar terdapat celah dan alur, masing- masing mengandung satu flagel sebelah luar terdapat celah dan alur, masing- masing mengandung satu flagel berkembangbiak dengan membelah diri berkembangbiak dengan membelah diri kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar Contohnya adalah Perodinium Contohnya adalah Perodinium Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya. PHYROPHYTA

23 EUGLENOPHYTA organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, contohnya: Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, contohnya: Euglena : Euglena : Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma)  membedakan gelap dan terang. Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma)  membedakan gelap dan terang. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil untuk fotosintesis (fotoautotrof) Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil untuk fotosintesis (fotoautotrof) Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan organik yang tersedia. Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan organik yang tersedia. Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner. Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner. Contohnya Euglena viridis Contohnya Euglena viridis

24 Protista Mirip Jamur ciri-ciri: ciri-ciri: aktif seperti Amoeba yang akan berkembang menjadi fase multiseluler dan akan menghasilkan spora. aktif seperti Amoeba yang akan berkembang menjadi fase multiseluler dan akan menghasilkan spora. Jamur ini dibagi dalam tiga filum yaitu: Myxomycota (jamur lendir), Acrasiomycota dan Oomycota (jamur air). Jamur ini dibagi dalam tiga filum yaitu: Myxomycota (jamur lendir), Acrasiomycota dan Oomycota (jamur air).

25 Myxomycota (jamur lendir tidak bersekat) Banyak terdapat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah, kayu lapuk. Banyak terdapat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah, kayu lapuk. berkembangbiak dengan cara vegetatif dan generatif: berkembangbiak dengan cara vegetatif dan generatif: Fase vegetatif, plasmodium bergerak ameboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan, sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa Fase vegetatif, plasmodium bergerak ameboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan, sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa

26 Acrasiomycota Cellular slime mold (Acrasiomycota) Organisme haploid Organisme haploid Memiliki tubuh buah yang berfungsi dalam reproduksi aseksual Memiliki tubuh buah yang berfungsi dalam reproduksi aseksual Tidak memiliki tahapan flagela Tidak memiliki tahapan flagela Siklus hidup Acrasiomycota merupakan sel tunggal yang bebas. Sel berkumpul membentuk suatu masa multiseluler tunggal. Masa sel berbentuk siput, bergerak atau bermigrasi menuju lokasi yang cacah. Ketika berhenti bergerak, siput mengatur untuk membentuk tangkai (stalk) dengan kotak spora diujung (dipuncak). Pada saat kotak spora matang, kotak spora melepaskan spora ke udara. Spora tersebut terdiri dari sel yang haploid. Siklus hidup Acrasiomycota merupakan sel tunggal yang bebas. Sel berkumpul membentuk suatu masa multiseluler tunggal. Masa sel berbentuk siput, bergerak atau bermigrasi menuju lokasi yang cacah. Ketika berhenti bergerak, siput mengatur untuk membentuk tangkai (stalk) dengan kotak spora diujung (dipuncak). Pada saat kotak spora matang, kotak spora melepaskan spora ke udara. Spora tersebut terdiri dari sel yang haploid. Contoh : Dictyostelium discoideum Contoh : Dictyostelium discoideum

27 Oomycota Oomycota merupakan jamur yang hidup di tempat lembab (air). Ciri-cirinya: Oomycota merupakan jamur yang hidup di tempat lembab (air). Ciri-cirinya: Benang-benang hifa tidak bersekat melintang di dalamnya terdapat inti dalam jumlah banyak Benang-benang hifa tidak bersekat melintang di dalamnya terdapat inti dalam jumlah banyak Dinding selnya terdiri dari selulosa Dinding selnya terdiri dari selulosa Melakukan reproduksi aseksual membentuk zoospora memiliki 2 flagela untuk berenang. Melakukan reproduksi aseksual membentuk zoospora memiliki 2 flagela untuk berenang. Reproduksi seksual dengan membentuk gamet, setelah fertilisasi membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora. Reproduksi seksual dengan membentuk gamet, setelah fertilisasi membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora. Contoh jamur ini: Contoh jamur ini: Saprolegnia  Jamur yang hidup saprofit pada hewan-hewan yang mati di air Saprolegnia  Jamur yang hidup saprofit pada hewan-hewan yang mati di air Phytophtora  Jamur karat putih ada yang hidup saprofit dan ada yang hidup parasit. Phytophtora  Jamur karat putih ada yang hidup saprofit dan ada yang hidup parasit. Yang parasit : Yang parasit : Phytophtora infestans = parasit pada kentang Phytophtora infestans = parasit pada kentang P. nicotinae parasit pada tembakau P. nicotinae parasit pada tembakau P palmifera parasit pada kelapa P palmifera parasit pada kelapa Pythium Pythium

28


Download ppt "PROTISTA Aditya Pusparajasa, S.Si. PROTISTA??? Protista adalah kelompok makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler yang belum terdeferensiasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google