Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NOV-2013 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR). Tujuan KRR Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NOV-2013 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR). Tujuan KRR Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab."— Transcript presentasi:

1 NOV-2013 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)

2 Tujuan KRR Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab dgn masalah KR 2

3 Kebijakan dan KRR Pemerintah, masy termasuk remaja wajib menciptakan lingkungan kondusif agar remaja dapat berperilaku hidup sehat Setiap remaja mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pelay kesh berkualitas tmsk pelay informasi dgn memperhatikan kesetaraan & keadilan gender 3

4 Strategi yang diterapkan Pembinaan kesh remaja disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembangnya Pelaksanaan pembinaan kesehatan remaja dilaksanakan terpadu lintas program dan lintas sektor scr efektif dan efisien 4

5 Lanjutan… Pelay kesh remaja dilakukan melalui pelay kesehatan dasar dan rujukannya Pelay kesh remaja dilakukan secara pro aktif melalui penerapan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) 5

6 Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja atau disingkat PKPR Sebutan ini merupakan terjemahan dari istilah adolescent friendly health services (AFHS), yang sebelumnya dikenal dengan youth friendly health services (YFHS). Model pelayanan kesehatan remaja yang memenuhi kebutuhan, hak dan “selera” remaja di beberapa propinsi, dan diperkenalkan dengan sebutan pelayanan kesehatan peduli remaja atau disingkat PKPR. 6

7 Sasaran PKPR Remaja usia tahun Pelajar SLTP/MTs, SMU/MA, remaja putus sekolah. Memantapkan program UKS dan pesantren di wilayah kerja puskesmas Perluasan jangkauan pelay kesh di luar sekolah. 7

8 Segmentasi pelayanan Remaja tidak bermasalah : tidak berperilaku berisiko dan tidak mempunyai masalah Remaja berisiko : pernah melakukan perilaku berisiko bagi kesehatan Remaja bermasalah : melakukan perilaku berisiko dan telah mengalami dampak/akibat 8

9 Langkah kegiatan Perencanaan : kajian sederhana, pembentukan tim dan persiapan petugas kesehatan Pembentukan tim di kab/kota dan kecamatan dengan melakukan upaya dukungan politis Pelaksanaan : fokus pelayanan. 9

10 Jenis pelayanan KRR Puskesmas : promotif dan preventif Rumah sakit : kuratif dan rehabilitatif 10

11 Peran masing2 sektor Sektor kesehatan : menyelenggarakan pelay KRR dlm upaya mjd calon orang tua yg sehat Sektor KB : menyelenggarakan pelay KIE dalam membina kaum remaja utk mjalankan kehidupan reproduksi yg sehat dan mpersiapkan keluarga yg berkualitas 11

12 Lanjutan… Sektor pendidikan : menyelenggarakan pendidikan kurikuler/ekstrakurikuler utk membina remaja menjalankan KR yg sehat melalui sekolah umum dan kejuruan Sektor sosial : membina remaja melalui kelp karang taruna 12

13 Lanjutan… Sektor agama : membina remaja melalui pondok pesantren, remaja masjid/gereja dan sekolah agama 13

14 Permasalahan KRR Permisivitas remaja terhadap perilaku berisiko Kurangnya akses pelayanan Kurangnya informasi yg benar dan dpt diptanggungjawabkan Banyaknya akses pada informasi yg salah tanpa tapisan Masalah IMS termasuk HIV/AIDS 14

15 Lanjutan… Tindak kekerasan seksual seperti pemerkosaan, pelecehan seksual dan transaksi seks komersial Kehamilan dan persalinan di usia muda yg berisiko kematian ibu dan bayi Kehamilan yg tidak dikehendaki menjurus pada aborsi tidak aman dan komplikasinya. 15

16 Faktor penyebab remaja melakukan seks pra nikah Faktor internal : kematangan organ seks yang terlalu cepat, emosi yang belum stabil, rasa ingin tahu, pengetahuan tentang seks yang kurang atau salah Faktor eksternal : rangsangan pornografi melalui film, buku porno, transportasi dan komunikasi makin canggih, kehidupan konsumerisme, keadaan keluarga kurang harmonis, konsep tentang seks pada ortu/masy yang tidak mendukung 16

17 Penyebab dasar dari permasalahan Rendahnya pendidikan remaja Kurangnya keterampilan petugas kesehatan Kurangnya kesadaran semua pihak akan pentingnya penanganan kesehatan remaja 17

18 Upaya peningkatan pengetahuan KRR Tumbuh kembang remaja : fisik, kejiwaan, kematangan seksual termasuk permasalahan yg dihadapi remaja. Persiapan pra nikah : pemeriksaan kesehatan, gizi dan imunisasi TT Persiapan psikis dan psikososial pra nikah 18

19 Lanjutan… Proses reproduksi sehat yg bertanggungjawab IMS termasuk HIV/AIDS Penyalahgunaan NAPZA Kehamilan tidak diinginkan Kekerasan seksual Penyimpangan perilaku seksual 19

20 Lanjutan… KIE kesehatan Pengenalan gender Pemeliharaan kesehatan sistem reproduksi 20

21 21 1.Perilaku Seksual Remaja (BAB 14) 2.Kehamilan Remaja (BAB 15) 3.IMS pada Remaja (BAB 16) 4.HIV/AIDS pada Remaja (BAB 21) 5.Gay, Lesbian & Biseksual pada Remaja (BAB 28) KETERANGAN : BAB MENUNJUKKAN LINK DG TUMBUH KEMBANG REMAJA DAN PERMASALAHANNYA, SOETJININGSIH 2010

22 1. Perilaku Seksual Remaja 22 Pemahaman ttg perilaku seksual remaja adalh PENTING, krn remaja merupakan masa peralihan dari perilaku seksual anak  dewasa. Kurang pemahaman  sangat merugikan remaja & keluarga  perkembangan penting Kurang pemahaman disebabkan beberapa faktor-faktor,al : -Adat istiadat -Budaya -Agama -Kurang informasi Dampak merugikan bagi remaja

23 Akibat kurang pemahaman terhadap perilaku seksual remaja  dapat terjadi : 23 Hub seksual pd masa pubertas (80% L, 70% P), 20% memiliki partner 4/ lebih. 53% P usia 15-19th melakukan hub seksual, L 2x lipat. Bbrp kekerasan seksual dilakukan remaja kpd sebaya atau anak lebih kecil (3-11 thn). Sebagian remaja mengalami kebingungan utk memahami apa yg boleh & tidak boleh. Perilaku seksual remaja kurang sehat. Pemahaman ilmu pengetahuan >< ilmu agama

24 Perkembangan seksual remaja : 1. Fisik (nyata) 2. Psikososial (bervariasi): 24 REMAJA : Ingin bersikap tidak tergantung pada orang tua Ingin mengembangkan ketrampilan scr interaktif dg kelompoknya Mulai mempelajari prinsip2 etika Ingin menunjukkan kemampuan intelektualnya Mempunyai tgjwb pribadi & sosial

25 25 Perkembangan perilaku seksual dipengaruhi a.l: Perkembangan fisik Perkembangan psikis Proses belajar Sosio kultural Aktifitas seksual, dapat terjadi : Sentuhan seksual Membangkitkan gairah seksual Seks oral Seks anal Masturbasi Hubungan heteroseksual

26 Hubungan Seksual Remaja, sebagai gambaran : 26 AS : meningkat 1% tiap tahunnya, dampak: 40% remaja hamil sebelum tamat sekolah menengah  50% abortus, 50% melahirkan Penularan IMS terutama HIV/AIDS Faktor berpengaruh:  Saat pubertas, tdk memahami perubahan yg dialaminya  Kontrol sosial kurang tepat (terlalu ketat/ longgar)  Frekuensi pertemuan dg pacar >> & tanpa kontrol  Kondisi keluarga  Kontrol ortu kurang  Status ekonomi  Korban pelecehan seksual

27 27 Faktor berpengaruh (lanjutan) :  Tekanan teman sebaya  Penyalahgunaan NAPZA  hilang kontrol karena tdk tahu batas boleh-tidak boleh  Merasa sudah saatnya  Keinginan menunjukkan cinta kepada pasangan  Penerimaan aktifitas seksual pasangan  Menunjukkan kegagahan & kemampuan fisik  Peningkatan rangsangan seksual akibat peningkatan kadar hormon reproduksi

28 28 Saran  pencegahan masalah perilaku seksual remaja :  Pendidikan seksual scr holistik & terpadu perlu diberikan kepada anak sedini mungkin, dan juga kepada ortu & konselor  Perlu perubahan pemahaman masy trhadap seksualitas dari kaku  fleksibel  Kepedulian masy thdp seks yg aman & sehat perlu ditingkatkan.

29 2. Kehamilan Remaja 29 Kehamilan & mjd ortu pd masa remaja  Risiko medis & psikososial pd ibu (remaja) dan bayinya. Kondisi fisiologis Kondisi psikososial intrinsik remaja Resiko kehamilan Kondisi keluarga kurang baik Faktor sosiodemografi,al : Kemiskinan Pendidikan <<

30 Masalah remaja  Faktor2: 30 Perubahan biologik & psikologik Institusi pendidikan : ortu & guru, kurang siap memberi info yg benar & tepat waktu Perbaikan gizi  usia menarche lebih cepat  pola tradisional : kawin muda Kemajuan teknologi  arus informasi sulit diseleksi Kemajuan pembangunan, pertumbuhan penduduk, transisi industri  urbanisasi  perubahan tata nilai Kurangnya pemanfaatan sarana penyaluran gejolak remaja  aktifitas jasmani <<

31 31 Gejala masalah: Hub seks pranikah Remaja tdk siap mengatasi kehamilan  aborsi, kekejaman pd bayi, masalah perawatan anak, konsekuensi sosial, beban ekonomi Ketakutan yg tidak wajar Ggn kesehatan akibat ketidak tahuan, kurangnya kendali diri, dan kurangnya bimbingan Tingkat kebugaran rendah Lambatnya prestasi OR  derajat kesegaran jasmani pd remaja

32 Hamil usia remaja  risiko komplikasi ibu & anak, al: 32 Anemia Abortus Lahir prematur Kematian perinatal Perdarahan pd tindakan operatif obstetrik Hamil usia remaja, pengaruh pada: Perawatan anak Pendidikan anak Pengembangan fisik & mental anak Kehidupan sosial keluarga

33 33 KTD & Akibatnya Perilaku seks pranikah  Kehamilan tak diharapkan (KTD) 1.Mempertahankan kehamilan 2.Mengakhiri kehamilan (Aborsi) Risiko: Fisik Psikis Sosial Ekonomi (Baca Referensi)

34 34 KURANGNYA PENGETAHUAN MENGENAI HUBUNGAN SEKSUAL. DARI JUMLAH REMAJA YANG HAMIL PADA PRA NIKAH DAPAT DISIMPULKAN BAHWA BANYAK REMAJA MASIH MINIM PENGETAHUANNYA AKAN HUBUNGAN SEKSUAL. PENGETAHUAN YANG SETENGAH- SETENGAH JUSTRU LEBIH BERBAHAYA KETIMBANG TIDAK TAHU SAMA SEKALI. PENGETAHUAN YANG SETENGAH- SETENGAH TIDAK HANYA MENDORONG REMAJA UNTUK MENCOBA-COBA, TAPI JUGA MENIMBULKAN SALAH PERSEPSI. komunikasi orang tua – anak berperan penting bagi pemantauan perilaku anak di masyarakat. orangtua dapat memasukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan apa konsekuensinya kalau dilanggar. Kepercayaan dari orang tua akan membuat mereka merasa lebih bertanggung jawab.

35 adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. 3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

36 IMS pada Remaja 36 IMS : jejak yg mengambarkan corak perilaku seksual anak  remaja. Di dunia : remaja merupakan kelompok terbanyak menderita IMS. Epidemiologi & Besar Permasalahan Penyebab : dorongan & aktifitas seksual tinggi  tukar pasangan seks  resiko IMS >> Gambaran masalah: 1. AS : kasus IMS 20 juta/thn  30% remaja  >50% dewasa muda (<25thn)

37 37 2. Inggris : Peningkatan kasus IMS terutama pd klp remaja  th 2000: 34% klamidia & 40% Go adalh remaja perempuan 3. Indonesia : kasus IMS terbanyak pd klp remaja; usia thn. Dampak tdk bisa diabaikan  penyulit dan penjalaran pd organ tubuh lain:  Reproduksi ♀ : kemandulan, penyakit radang panggul (pelvic inflamatory diseases, PID), kehamilan di luar kandungan.  Bayi : Go & klamidia ibu  infx pd mata bayi  kebutaan. IMS mempermudah penularan HIV/AIDS  org dengan risiko tinggi terhadap IMS = risiko HIV/AIDS >>. Upaya penanggulangan IMS  menekan penyebaran HIV/AIDS

38 Gonore / GO (Kencing Nanah) 38 Penyebab : Bakteri Neisseria gonorhea Gejala pada Pria : Keluar cairan berwarna putih kekuning kehijauan, rasa panas, gatal dan nyeri. Gejala pada Wanita : Keputihan, cairan vagina kental kekuningan, rasa nyeri dirongga panggul dan sakit waktu haids. Akibatnya : Penyakit radang panggul, kemungkinan mandul, infeksi mata pada bayi yang dilahirkan, memudahkan penularan HIV/AIDS. YANG LAIN (dll): Batu Singa  Bakteri Treponema palidium Herpes Genitalis  Virus Herpes Simplex Trikomonas Vaginalis  Protozoa Vaginalis Condiloma Akuminata (Jengger Ayam)  Virus Human papilomma

39 39 Penelitian (2007) di 4 kota di Indonesia, 450 responden dengan umur 15 – 24 tahun. 65% informasi tentang seks didapat dari kawan ; 35% dari film porno ; 5% yang mendapatkan informasi tentang seks dari orang tua. Para remaja juga mengaku tahu resiko terkena PMS (29%), sehingga harus menggunakan kontrasepsi (29%) tapi hanya 24% dari responden remaja ini yang melakukan preventif untuk mencegah penyakit AIDS yang menghinggapi mereka.

40 4. HIV/AIDS pada Remaja 40 Faktor risiko : Perubahan fisiologis Aktifitas seksual Infeksi menular seksual (IMS) Perilaku penggunaan obat Anak jalanan & remaja yang lari dari rumah Penanganan:  Medis  Psikososial  Kebijakan  sistem pelayanan komprehensif: penilaian risiko, intervensi pencegahan, plynn psikososial sblum remaja terinfx (konseling), penatalaksanaan penyakit terkait HIV.

41 41

42 HIV (Human Immunodeficiency Virus) VIRUS YG MENYERANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA  AIDS. MENYERANG SEL LIMPOSIT – T (CD4) YG BERFUNGSI SBG SALAH SATU SIST. KEKEBALAN TUBUH MANUSIA. MENGGUNAKAN RNA SBG MOLEKUL PEMBAWA INFORMASI GENETIK. 42

43 A= AQUIRED (DIDAPAT) I = IMMUNO ( SISTEM KEKEBALAN) D= DEFICIENCY (KEKURANGAN) S= SYNDROME (KUMPULAN GEJALA) KUMPULAN GEJALA PENYAKIT AKIBAT MENURUNNYA SISTEM KEKEBALAN TUBUH OLEH HIV. 43

44 44 Strategi Pencegahan HIV/AIDS : Informasi ttg infx, transmisi, & pencegahannya Instruksi & demonstrasi pemakaian kondom Informasi ttg perilaku yg berhubungan dengan risiko  utk menilai diri sendiri Informasi & role-play utk mengembangkan kemampuan komunikasi & sikap remaja  bertahan terhadap tekanan terhadap perilaku berisiko.

45 5. Gay, Lesbian & Biseksual pada Remaja 45 GLB  HIV/AIDS Remaja GLB = remaja lain ≠ orientasi seksual  penolakan dari keluarga, teman, sekolah, dan masyarakat luas. Sering mendapat kekerasan verbal, fisik, seksual  lari dari rumah, DO sekolah  tinggal di jlnn, prostitusi, penyalahgunaan obat, depresi, bunuh diri, IMS.

46 46 Remaja GLB sebagian besar sama dengan kelompok heteroseksual dalam perjuangannya pada masa remaja. Walaupun berhadapan dengan penolakan orang tua, pemimpin agama dan teman-teman yang tentu tidak dapat menerima perilaku homoseksualitas. Remaja pada umumnya menyembunyikan perasaan seksualitas dari teman dekat dan keluarga sehingga makin terisolasi.

47 faktor genetik : homoseksual 47 Penelitian  orientasi homoseksual telah terbukti diantara kembar identik, kembar heterozigot dan saudara kandung. Penelitian  angka kejadian homoseksual pada kembar identik lebih tinggi (48-66%) dibandingkan kembar heterozigot. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik memegang peranan penting, walaupun bukan satu-satunya penyebab.

48 Faktor Hormonal 48 keseimbangan hormone androgen sebelum dan saat dewasa  ada kontribusi pd homoseksual Hormon androgen prenatal diperlukan untuk perkembangan genitalia eksternal laki pada fetus dengan genetik laki. Pada kasus yang dikenal sebagai Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yaitu suatu kondisi dimana secara congenital terdapat defek dari suatu enzim  sehingga terjadi produksi hormon androgen secara berlebihan. Jika CAH terjadi pada fetus perempuan, maka akan menyebabkan terjadinya maskulinisasi pada bayi perempuan itu.

49 Teori-teori Psikososial. Beberapa teori perkembangan orientasi homoseksual menghubungkan dengan pola asuh, trauma kehidupan dan tanda-tanda psikologis individu. 49 Freud dalam Wilson (2003)  hubungan buruk dengan ayah dan memiliki ibu yang sangat dekat dengan dirinya  homoseksual Beiber dan Socrarides dalam Wilson (2003) melaporkan bahwa banyak kaum homoseksual mempunyai ibu yang dominan, overprotektif dan ayah yang lemah, bermusuhan dan bahkan tidak ada. Mereka berpendapat bahwa hubungan dengan orangtua seperti ini dapat menyebabkan rasa bersalah dan kecemasan yang mendorong mereka menjadi homoseksual.

50 50 Orientasi seksual: gambaran menetap dr gairah emosi & seksual ssorg thdp sesama jenis, lawan jenis, atau kedua jenis kelamin. Identitas jenis kelamin: ssorg yg dari lahirnya sudah diketahui L/P, biasanya tampak jelas pd usia 3 tahun Homoseksual: ssorg yg mengalami bangkitan emosi & sesksual thdp sesama jenis kelamin  Gay istilah utk L, Lesbian istilah utk P. Heteroseksual: ssorg yg mengalami bangkitan emosi & seksual trhdp lawan jenis Biseksual: individu yg melakukan aktifitas homoseksual & heteroseksual secara menetap selama satu periode kehidupan Beberapa terminologi :

51 51 Transeksual: ssorg yg menolak jenis kelamin badaniahnya, tidak peduli ia dibesarkan sbg pria/wanita. Disebutkan juga bhw ’jenis kelamin fisik’nya bertentangan dg ‘jenis kelamin psikologik’nya. Transvestitisme: keadaan ssorg yg mencari rangsangan & pemuasan seksual dg memakai pakaian & berperan sbg ssorg dari jenis kelamin yang berlainan. Miss waria thailand Nong Poy

52 52 Permasalahan remaja GLB  Umumnya sama dg remaja heteroseksual: Merokok Penyalahgunaan obat Cemas, depresi, bunuh diri Kekerasan Meninggalkan rumah Masalah di sekolah IMS

53 53


Download ppt "NOV-2013 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR). Tujuan KRR Membantu remaja agar memahami dan menyadari KRR Memiliki sikap & perilaku sehat yg btanggungjawab."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google