Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kecerdasan Emosional Guru Taman Kanak-kanak dalam menghadapi anak didiknya (Studi deskriptif) BAb I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan guru.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kecerdasan Emosional Guru Taman Kanak-kanak dalam menghadapi anak didiknya (Studi deskriptif) BAb I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan guru."— Transcript presentasi:

1 Kecerdasan Emosional Guru Taman Kanak-kanak dalam menghadapi anak didiknya (Studi deskriptif) BAb I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan guru dalam dunia pendidikan Jenjang pendidikan yang ada, salah satunya adalah Taman Kanak-kanak Guru yang memiliki EQ seperti apa? EQ Bagaimana cara menghadapi anak usia TK Karakteristik dari anak usia Taman Kanak- kanak Sehingga bisa jadi EQ merupakan salah satu faktor penting yang diperlukan untuk menjadi guru TK

2 B. Tujuan Penelitian: Mengetahui secara empiris tentang kecerdasan emosional pada guru Taman Kanak-kanak dalam menghadapi anak didiknya C. Manfaat Penelitian: 1. Manfaat Teoritis 2. Manfaat Praktis

3 Bab II Tinjauan Pustaka A. Kecerdasan Emosional (EQ) –Kecerdasan Emosional merupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain (Goleman, 1996). –Komponen-komponen EQ: Mengenali Emosi diri, Mengelola emosi, Memotivasi diri sendiri, Mengenali emosi orang lain, Membina hubungan dengan orang lain. Kecerdasan Emosional Guru TK dalam Menghadapi Anak Didiknya Kecerdasan emosional penting untuk kemampuan bekerja secara efektif Dalam menghadapi anak usia TK diperlukan kesabaran, pengendalian emosi yang baik, guna memahami karakteristik anak didiknya Mampu menciptakan suasana belajar yang efektif Guru memiliki peranan penting dalam mengantarkan anak didik ke taraf yang dicita- citakan

4 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian >>> Menggunakan pendekatan kuantitatif berupa studi deskriptif, yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. B. Identifikasi Variabel Penelitian >>> Kecerdasan Emosional C. Definisi Operasional Variabel Penelitian >>> EQ merupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri, memahami perasaan orang lain, kemampuan dalam menghadapi situasi yang penuh dengan tantangan dan kemampuan seseorang untuk berhasil dalam tuntutan kerja serta tekanan lingkungan. D, Responden Penelitian >>> Guru TK yg berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia tahun berjumlah 50 responden E. Teknik Pengumpulan Data >>> Skala EQ disusun berdasarkan komponen2 dari GOleman (1996), bentuk skala ; skala likert dengan kategori jawaban (SS), (S), (TS), (STS) F. Validitas dan Reliabilitas Alat Pengumpul Data >>> Validitas: Menggunakan teknik analisis Product Moment Karl Pearson. Reliabilitas: menggunakan Technic Alpha Cronbach. G. Teknik Analisis Data >>> menggunakan Statistik Deskriptif

5 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1.Hasil uji validitas dan reliabilitas penelitian berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dari 48 item valid, validitasnya bergerak antara sampai 0,709 dan nilai reliabilitasnya sebesar 0, Hasil uji normalitas Signifikasi Kolmogorov-Smirnof sebesar 0,200 (P>0,05) dan Shapiro –Wilk sebesar 0,058 (P>0,05) 3. Hasil Mean empirik dan mean hipotetik B. Pembahasan >>> Hasil Deskripsi Data Responden: 1.Usia. Tingkat EQ paling tinggi ada pada usia 37-40thn, karena pd usia tsb, rata2 merupakan responden yang memiliki masa kerja yg masih baru mereka masih memiliki semangat kerja yang masih tinggi.. Tingkat EQ rendah ada pada usia 33-36thn, karena pd usia tsb, rata2 merupakan responden yg memiliki masa kerja yang lebih lama. Variabel mean empirik Mean hipotetik Standar deviasi EQ154,

6 2. Posisi dalam Keluarga * Paling tinggi>> Anak bungsu : anak bungsu merupakan anak yang memiliki kemampuan bergaul, cenderung populer, dan periang (Hadibroto & dkk, 2003) * Dalam penelitian ini didapatkan bahwa anak tengah memiliki EQ yang tidak jauh berbeda dengan anak bungsu >> anak tengah cenderung memiliki kestabilan emosi, mudah diatur, ramah, bersahabat, dalam hubungannya dengan orang lain. * Paling rendah >> tunggal: anak tunggal cenderung anak yang individualis, ia lebih suka menarik diri dari pergaulan, dan cenderung egois (Hadibroto & Dkk, 2003) 3. Pendidikan * Paling tinggi >> D3 & S1 : Menurut Fatimah (2008) seseorang yg memiliki kemampuan berfikir dan emosi yang stabil akan mudah menghadapi permasalahan dalam kehidupannya, memahami orang lain merupakan modal utama seseorang dalam kehidupan sosialnya, hal tersebut akan mudah dicapai oleh seseorang yang memiliki pendidikan serta kemampuan kognitif yang lebih tinggi. 4. Masa Kerja * Masa kerja 1-2 thn memiliki tingkat EQ lebih tinggi daripada masa kerja 3-5 thn dan >6 thn 5. Jumlah anak yang dididik dalam satu kelas Responden yg mendidik 30 anak memiliki tingkat EQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang mendidik 40 anak dalam satu kelas.

7 >>Menurut Grinder (dalam Munandi & Farida, 2009) bahwa pada setiap kelas yang terdiri dari 30 anak didalamnya beberapa diantaranya mampu belajar secara efektif selama gurunya menghadirkan kegiatan belajar yang berkombinasi antara visual, auditori, dan kinestetik. 6. Kepuasan Terhadap Profesi Responden yang merasa puas terhadap profesi memiliki tingkat EQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang merasa tidak puas. >> Kepuasan terhadap profesi mencerminkan sikap tenaga kerja terhadap pekerjaannya (Munandar, 2001) seseorang yg merasa suka terhadap pekerjaannya akan menjalani pekerjaannya tanpa adanya paksaan baik dari dirinya maupun dari lingkunganya, sehingga akan lebih memudahkan individu dalam mengatasi tuntutan dari pekerjaanya tersebut, dalam hal ini kecerdasan emosionl lah yang berperan penting 7. Ada/Tidak organisasi yang diikuti tingkat EQ lebih tinggi terdapat pd responden yg mengikuti organisasi Berdasarkan Komponen kecerdasan Emosional Tingkat kecerdasan emosional: * Paling tinggi >> Mengenali emosi orang Lain * Tertinggi kedua >> Memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi * Paling rendah >> Mengenali Emosi Diri

8 BAB V PENUTUP A.Simpulan * Berdasarkan hasil deskripsi data responden, tingkat kecerdasan emosional tinggi terdapat pada responden dengan usia 37-40tahun, responden dengan pendidikan D3 & S1, responden sebagai anak bungsu, responden yang mendidik 30 anak, responden dengan masa kerja 1-2 tahun, responden yang merasa puas terhadap profesi, responden yang mengikuti kegiatan organisasi. * Berdasarkan komponen EQ >>paling tinggi ada pada komponen mengenali emosi orang lain >>paling rendah ada pada mengenali emosi diri sendiri B. Saran 1. Bagi Responden Penelitian 2. Bagi Pihak Sekolah 3. Bagi Penelitian selanjutnya

9 …..Terima Kasih….


Download ppt "Kecerdasan Emosional Guru Taman Kanak-kanak dalam menghadapi anak didiknya (Studi deskriptif) BAb I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kedudukan guru."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google