Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N."— Transcript presentasi:

1 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N

2 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan MENCARI PELUANG BISNIS DARI KATA “PELUANG” Peluang itu muncul, Karena Anda berbeda dengan yang lain. “Think and look differently”

3 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Peluang hampir ada di setiap saat dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sejak bangun pagi sehingga larut malam. Peluang itu dapat muncul di dalam berbagai bentuk, tergantung cara kita melihatnya. Sebagai contoh : Kita melihat suatu produk, sebut saja pensil. Bagi seseorang yang mengetahui seluk beluknya, maka ini adalah sebuah peluang, karena ia melihatnya dengan pola pikir “ketidaksempurnaan”, lalu menemukan kelemahan dan mengetahui bahwa produk itu kurang sempurna. Tetapi, yang penting ialah bukan sekadar cara melihat atau memandang suatu hal, melainkan bagaimana sesuatu ketidaksempurnaan itu bisa berubah menjadi peluang yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Kemudian, mulailah mengeksplorasi apakah peluang itu adalah peluang emas atau tidak.

4 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Peluang Anda akan menjadi peluang emas (prospektif) bila mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Sedang dibutuhkan oleh pasar. Memecahkan kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi pasar. Menyempurnakan yang sebelumnya. Benar-benar beda dan ada nilai tambahnya. Temuan yang orisinil (inovatif). Memberi keuntungan yang nyata. Ada unsur yang dibanggakan oleh Anda/pembeli. Yang pasti, bisa Anda wujudkan. Namun, orang banyak mencari peluang emasnya hanya dengan bertanya kepada orang-rang atau para pelaku bisnis. Mereka bertanya, “Saya ingin membuka suatu usaha (menjadi entrepreneur), tolong beri tahu, peluang apa yang menjaminkan?” Dan, jawabannya pun biasanya adalah, “Belum ada”, “Tidak tahu”, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa peluang itu harus Anda ciptakan, dan pebisnis itu cenderung “egois” bagi orang lain.

5 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Beberapa contoh bagaimana seseorang mendapatkan peluang Chairul Rivai dengan Cwie Mie-nya – Pengetahuan, Kebiasaan, Pengalaman dan skillnya di bidang perhotelan didapat setalah lulus dari National Hotel Institute Bandung pada tahun Ia kemudian bekerja di Burger King sebagai Manager Operasional. Lalu, ia menjadi karyawan dari perusahaan milik Bob Sadino. Karena sering bergaul dengan “angsa”, maka “itik” akan berubah pula menjadi angsa, yaitu saat Chairul Rivai bekerja dengan Bob Sadino dan menjadi entrepreneur. Bob Sadino – Setelah mobil sewaan miliknya satu-satunya yang juga adalah modal usahanya ringsek, dia memberi 50 ekor ayam ras petelur oleh temannya yang ingin membantunya. Mulailah ia menjalankan hasil ternaknya ke teman-teman asingnya. Dari kebiasaan, pengalaman dan pengetahuannya, ia tahu apa yang diinginkan oleh teman-teman asingnya, yaitu “sayuran oraganik”. Oleh karena itu, ia kemudian membuka Kem Chick yang khusus menyuplai ayam organik dan sayuran organik. Itulah “skill of empowering the golden opportunity”. Hot Hair Brush – Inspirasi ini muncul saat orang mendapatkan masalah di dalam berdandan. Para wanita ingin cepat menata rambutnya sambil di-hair dryer. – Inspirasi muncul dengan mengganti kata “tetapi” menjadi “dan”, yaitu: “saya ingin merapikan rambut, tetapi saya ingin sekaligus mem-blow rambut saya,” menjadi “Saya ingin merapikan rambut dan sekaligus mem-blow rambut saya” ( membuat inspirasi). – Hot Hair Brush ini memecahkan msalah yang ada, karena setelah dilakukan survei, memang banyak yang membutuhkannya.

6 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Pemanfaatan Peluang Berusaha  Setiap orang mempunyai peluang (opportunity) untuk maju dengan menciptakan peluang usaha (memulai Usaha) dengan mempertimbangkan :  Minat : mulailah usaha dari suatu usaha yang diminati atau disukai (misalnya dalam bidang industri, kerajinan dan perdagangan atau jasa)  Modal : mulailah usaha dengan modal seadanya tanpa ragu-ragu  Relasi : mulailah usaha dengan menjalin relasi/ hubungan dengan keluaraga atau teman yang sudah menekuni atau yang bersimpati kepada anda

7 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan  Selain Jenis usaha itu diminati juga harus melihat/memperhatikan aspek-aspek :  Jenis usaha yang secara realistis akan memberikan laba (faktor keuntungan)  Jenis usaha yang dikuasai, mudah mengurus,mengerjakan & memeliharanya (faktor pengusahaan teknis & manajemen)  Jenis usaha yang produknya disenangi&mudah memasarkan produknya&sedikit pesaingnya(faktor pemasaran & persaingan)  Jenis usaha yang modalnya mampu disediakan (faktor modal)  Jenis usaha yang bahan baku dan tenaga kerjanya mudah didapat (faktor bahan baku dan tenaga kerja)  Jenis usaha yang mampu diukur risikonya (faktor risiko)  Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah (faktor fasilitas dan kemudahan)

8 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan KEGAGALAN SEBUAH PELUANG Banyak orang yang ingin berbisnis, bahkan sudah memutuskan bisnis apa, namun ketika peluang sudah di depan mata itu dilihat, dipikirkan, dan terus dipelajari, orang lain sudah berlari kencang mendahuluinya. Peluang pun gagal didapat. Anda harus mempunyai konsep dan pengetahuan tentang “Smart Entrepreneur” yang terasah, sehingga mempunyai Insting dan intuisi yang tajam memanfaatkan peluang. Kegagalan sebuah peluang bisa bersumber dari berbagai hal, antara lain : 1.Tidak segera mengambil keputusan – Peluang itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya, atau bahkan tidak. 2.Waktunya sudah lewat (kadaluawarsa)-tidak efektif lagi – Peluang itu bisa memiliki waktu dan masa. Terkadang lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti. 3.Survei tidak akurat, hanya presepsi Anda saja – Terkadang Anda telah siap, waktu juga tepat, namun survei yang dilakukan tidak akurat. Ini akan membuat peluang menjadi meleset. Ternyata apa yang diperkirakan salah dan tidak sesuai. 4.Diambil orang – Ingat bahwa banyak orang yang berpikir sama. Jadi, jangan menganggap bahwa Anda adalah orang pertama, sehingga tenang-tenang saja. Pesaing akan segera mengambil kesempatan. 5.Tidak anda strategi yang jelas beserta konsepnya – Hal ini mengakibatkan bisnis Anda “Layu sebelum berkembang”. Saat mendapatkan sebuah peluang, memang rasanya luar biasa. Namun, lebih sulit ialah mewujudan impian Anda Jadi.

9 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan

10 Peluang itu bagaikan bola api, Yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa pamit. Andalah yang harus meraihnya! Peluang juga seperti biji, yang membutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, menjaganya dari predator (pesaing) Anda agar biji itu tidak rusak. “Be a SMARTER, not HARDER”.

11 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Kita mungkin tidak terlahir sebagai orang yang brilian atau sangat kreatif, namun dengan belajar dan berlatih kita bisa menjadi orang yang cerdik dan kreatif. Being creative is sooo fun!!!

12 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan

13 “KUASAI DAN CINTAI BISNIS BARU ANDA” Bila Anda ingin sukses, maka Anda perlu melihat dasar-dasar bisnis Anda harus mengacu (bersumber) pada hal-hal berikut sebagai titik awalnya : Pekerjaan yang Anda kuasai dan seluk beluk bisnisnya Keahlian Anda yang benar-benar Anda kuasai Hobi Anada atau kesukaan Anda Pengalaman Anda Pengetahuan yang Anda kuasai Kebiasaan yang sudah sering Anda lakukan dan kuasai Bisnis yang Anfa kuasai dan cintai merupakan bisnis yang benar-benar akan cepat tumbuh dan berkembang, karena selebihnya adalah strategi dan taktikm ditambah keberuntungan Anda utuk meraih kesuksesan yang sebenarnya.

14 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Ketika Anda sudah memutuskan dan mengevalusai karakter bisns dan peluang, Ada maka hal yang harus Anda lakukan ialah memilih acuan bisnis Anda. Berdasarkan pengalaman kami, prosentase kesuksesan Anda ditentukan juga oleh dasar Anda memilih suatu bisnis. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di bawah ini. DASAR BISNIS ANDARASIO/PROSENTASE KESUKSESAN Keahlian dan pengalaman Anda60 % Hobi dan Kesukaan Anda40 % Melihat bisnis orang lain, mengamati, lalu meniru20 % bisnis tersebut Kebiasaan Anda sehari-hari35 % Inovasi sendiri, menemukan, lalu memasarkannya25 % Ikut-ikutan orang lain: mengamati secara langsung35 % Lalu mencoba bisnis lain dengan jenis yang sama Membentuk “Business Team Skill” yang solid40 %


Download ppt "Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google