Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI PERSEDIAAN Sandhika Cipta Bidhari, S.M.B., M.M. Program Studi D III Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI PERSEDIAAN Sandhika Cipta Bidhari, S.M.B., M.M. Program Studi D III Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas."— Transcript presentasi:

1 PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI PERSEDIAAN Sandhika Cipta Bidhari, S.M.B., M.M. Program Studi D III Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember

2 Topik Bahasan Perkuliahan 1.Dasar Penjurnalan 2.Kas I 3.Kas II 4.Piutang 5.Persediaan 6.Persediaan (lanjutan) 7.Investasi Jangka Panjang dan Investasi Jangka Pendek 8.UTS

3 Topik Bahasan Perkuliahan (2) 9.Aset Tetap I 10.Aset Tetap II 11.Komprehensif Perusahaan Dagang 12.Komprehensif Perusahaan Jasa 13.Komprehensif Perusahaan Manufaktur 14.Komprehensif Perusahaan Manufaktur 15.Komprehensif Perusahaan Manufaktur 16.UAS

4 PERSEDIAAN Aset dalam bentuk barang atau perlengkapan(supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional atau barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu 12 bulan dari tanggal perolehan. 4

5 METODE PENCATATAN 1.Metode Periodik adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana persediaan dicatat dan dihitung hanya pada awal dan akhir periode akuntansi saja untuk menentukan harga pokok penjualannya. 2.Metode Perpetual adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana persediaan dicatat dan dihitung secara detail, baik pada waktu dibeli maupun dijual. 5

6 Metode Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Periodik vs. Perpetual Metode Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Periodik vs. Perpetual Metode Periodik Suatu metode untuk menentukan harga pokok barang yang dijual dan nilai persediaan barang dagangan. Dalam metode ini, catatan persediaan tidak menunjukkan nilai barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang terjual selama periode tersebut. 6

7 Dalam metode ini, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan dicatat dalam akun Persediaan dan akun Harga Pokok Penjualan. Nilai barang dagangan tersedia untuk dijual dan nilai barang dagangan yang dijual secara kontinu disajikan di catatan persediaan. Metode Perpetual Metode Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Periodik vs. Perpetual Metode Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Periodik vs. Perpetual 7

8 HARGA POKOK PENJUALAN Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah harga pokok/harga beli dari barang-barang yang dijual di dalam suatu periode akuntansi. Beban pemasaran adalah beban-beban yang dibutuhkan untuk mendistribusikan barang dari perusahaan sampai ke tangan konsumen. Beban administrasi & umum adalah beban-beban yang terkait dengan operasi kantor dan umum. 8

9 PERSEDIAAN BARANG DAGANG (MERCHANDISE INVENTORY) SISTEM PENCATATAN : - INVENTARISASI PERIODIK / METODE FISIK - PERPETUAL / BALANCE PERMANEN METODE FISIK : - PEMBELIAN : DICATAT PADA PERKIRAAN “PEMBELIAN” SEBESAR HARGA POKOKNYA - PENJUALAN : DICATAT PADA PERKIRAAN “PENJUALAN” SEBESAR HARGA JUAL BARANG YANG DIBELI UNTUK DIJUAL KEMBALI 9

10 - HARGA POKOK PENJUALAN : PERSEDIAAN AWAL Rp. XXX PEMBELIAN BERSIH Rp. XXX + PERSED.BRG U/ DIJUAL Rp. XXX PERSEDIAAN AKHIR Rp XX – HARGA POKOK PENJUALANRp. …… - PERK.”PERSEDIAAN BRG.DAG” DIGUNAKAN UNTUK MENCATAT JUMLAH PERSEDIAAN PADA AWAL / AKHIR PERIODE SESUAI HASIL INVENTARISASI - PERLU ADJUSTMENT PADA AKHIR PERIODE AKUNTANSI MENIADAKAN PERSEDIAAN AWAL : IKHTISAR L/R PERSEDIAAN BRG. DAG (AWAL MENAMPAKKAN PERSEDIAAN AKHIR : PERSEDIAAN BRG. DAG (AKHIR) IKHTISAR L/R 10

11 METODE PERPETUAL - PERK. “PERSEDIAAN BRG.DAG.” DIGUNAKAN UNTUK MENCATAT SETIAP TERJADI MUTASI PERSEDIAAN - TRANSAKSI PENJUALAN – 2 AYAT JURNAL : 1. MENCATAT HASIL PENJUALAN 2. MENGKREDIT PERSEDIAAN SBESAR HARGA POKOKNYA - TIDAK PERLU ADJUSMENT PADA AKHIR PERIODE AKUNTANSI PENETAPAN HARGA POKOK PENJUALAN : - METODE RATA-RATA - METODE FIFO - METODE LIFO NILAI AKHIR PERSEDIAAN : LOWER COST OR MARKET HARGA TAKSIRAN : - METODE LABA KOTOR - METODE ECERAN 11

12 PENCATATAN TransaksiPerpetualPeriodik PembelianPersediaan xx Kas/Hut xx Pembelian xx Kas/Hut xx Retur pembelian & pot harga Hutang xx Persediaan xx Hutang xx Retur Pemb xx Biaya AngkutPersediaan xx Kas xx Bi. Angkut xx kas xx 12

13 PembayaranHutang xx Kas xx Persed xx Hutang xx Kas xx Pot pemb xx PenjualanKas/Piut xx Penjualan xx HPPenj xx Persed xx Kas/Piut xx Penjualan xx Retur penj & pot harga Retur penj xx Piutang xx Persediaan xx HPPenj xx Retur penj xx Piutang xx 13

14 Pelunasan/ Penerimaan kas Kas xx Pot Penj xx Piutang xx Kas xx Pot Penj xx Piutang xx 14

15 METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification) Metode FIFO (First In First Out) Metode LIFO (Last In First Out) Metode Rata-Rata (Average) Metode LCM (Lower of Cost or Market) Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode, 15

16 Harga Pokok Penjualan: Persediaan awalRp PembelianRp Persed siap dijualRp Persed akhir Rp Harga Pokok PenjRp

17 Identifikasi Khusus Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri. Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang- barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir. Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik maupun perpectual. Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan. Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas. 17

18 Contoh Metode Identifikasi Khusus : Mobil A Mobil B Mobil C Pembelian Rp Rp Rp Penjualan Rp Jurnal untuk mencatat pembelian : Pembelian (Mobil A) Rp ,00 Pembelian (Mobil B) Rp ,00 Pembelian (Mobil C) Rp ,00 Kas ( Hutang) Rp ,00 Jurnal untuk mencatat penjualan : Kas ( Piutang ) Rp ,00 Penjualan Rp ,00 Menentukan persediaan akhir: Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai belinya adalah : Rp ,00 + Rp ,00 = Rp ,00 Melaporan Persediaan dalam neraca akhir 18

19 Perpetual Inventory Costs Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian

20 20

21 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Perusahaan memulai usahanya dengan 10 units barang 127B senilai $

22 22 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjuala7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjuala7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 FIFO Perpetual Inventory Account 4 Januari, 7 units barang 127B terjual $30.

23 23 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units. Jan Jan Januari, 7 units barang 127B terjual $30.

24 24 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Sale7$30 10Purchase821 22Sale431 28Sale232 30Purchase1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Sale7$30 10Purchase821 22Sale431 28Sale232 30Purchase1022 FIFO Perpetual Inventory Account 10 January, perusahaan membeli 8 units $21.

25 25 Item 127B FIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan membeli 8 units $21. Karena harga pembelian $21 berbeda dengan harga perolehan sebelumnya 3 units persediaan yang ada, saldo bersediaan sebesar 11 units perhitungkan secara terpisah.

26 26 Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 FIFO Perpetual Inventory Account 22 Januari, perusahaan menjual 4 $31.

27 27 Item 127B PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Untuk 4 units yang terjual, 3 diantaranya berasal dari persediaan yang pertama masuk (fifo) $ January, perusahaan menjual 4 $31.

28 28 FIFO Perpetual Inventory Account 28 Januari, perusahaan menjual 2 $32. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022

29 29 Item 127B PembelianPenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Januari, perusahaan menjual 2 $32.

30 30 FIFO Perpetual Inventory Account 30 Januari, pembelian 10 units tambahan barang 127B $22. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022 Item 127B Units Cost Price Jan. 1Inventory10$20 4Penjualan7$30 10Pembelian821 22Penjualan431 28Penjualan232 30Pembelian1022

31 Item 127B PenjualanHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan FIFO Perpetual Inventory Account Totals18$38813$26315$ January, pembelian 10 units tambahan barang 127B $22. 31

32 32

33 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang 127B yang tersedia dengan total harga $

34 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan menjual 7 units $30. 34

35 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, perusahaan membeli 8 units $21. Penyajian data persediaan yg terkini. 35

36 36 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PurchasesCost of Mdse. SoldInventory Balance UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan On January 22, the firm sells four units at $31 each units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang paling terakhir $21.

37 37 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Januari, terjual 2 units $

38 38 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan January, pembelian 10 units $

39 39 Item 127B LIFO Perpetual Inventory Account PembelianHarga Pokok PenjualanSaldo Persediaan UnitTotalUnitTotalUnitTotal Date Qty.Cost Cost Qty.CostCost Qty.CostCost Jan Totals18$38813$26615$322

40 Fifo Periodic 40

41 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Fifo Periodic 41

42 Fifo Periodic 200 $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 Nilai persediaan tersedia untuk dijual 42

43 Fifo Periodic Perhitungan fisik pada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units telah terjual. Menggunakan fifo, unit yang pertama kali dibeli secara teori adalah yang pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January. 43

44 44 Fifo Periodic 200 $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 Terjual 200 Terjual 300 Sold 200 of these 200 $11 =$ 0Jan. 1 = 0Mar. 10 =2,200Sept. 21 $ 3,400 Persediaan Akhir

45 Nilai persediaan tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan$ 7,000 Nilai persediaan tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan$ 7,000 Fifo Periodic 45

46 46 Jan units at $9 Summary of Fifo Periodic Mar units at $10 Sep units at $11 Nov units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual $1,800 $3,000 $2,200 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $2,200 $1,200 $7,000 Merchandise Inventory $3, units at $ units at $ units at $12 1,000 units 700 units 300 units

47 Lifo Periodic 47

48 48 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Menggunakan lifo, barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama dikeluarkan untuk dijual

49 Jan. 1Persediaan Awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $12 Nov. 18 Purchase 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama periode berjalan. 49

50 200 $9 300 $ $ $12 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Sold these 100 Sold these 400 Sold 200 of these 100 $10 =$1,800Jan. 1 = 3,000Mar. 10 =4,400Sept. 21 =1,200Nov. 18 $10, ,000 Persediaan Akhir $2,800 50

51 Nilai persediaan tersedia untuk dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan$ 7,600 Nilai persediaan tersedia untuk dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan$ 7,600 Lifo Periodic 51

52 Jan units at $9 Summary of Lifo Periodic Mar units at $10 Sep units at $11 Nov units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 $1,800 $1,000 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $4,400 $1,200 $2,800 $7, units at $ units at $ units at $ units at $12 $2, units 1,000 units 300 units Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual $1,800 Merchandise Inventory 52

53 Jan. 1Persediaan awal 200 $9 Mar. 10 Pembelian 300 $ $ $11 Sept. 21 Pembelian 100 $ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Metode Harga Pokok Rata-rata dihitung berdasarkan nilai rata- rata dari unit yang ada Average Cost Periodic 53

54 Average Cost Periodic 200 $9 = $ 1,800 1,000 units tersedia untuk dijual 300 $10 = $ 3, $11 = $ 4, $11 = $ 1,200 $10,400 Nilai Persediaan tersedia untuk dijual 54

55 Nilai Persediaan Tersedia untuk Dijual Units Tersedia untuk Dijual = Nilai Rata-rata Unit $10,400 1,000 Units = $10.40 per Unit Average Cost Periodic 55

56 Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan$ 7,280 Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual$10,400 Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan$ 7,280 Untuk memverifikasi jumlah ini, kalikan 700 units penjualan dengan $10.40 = $7,280. Average Cost Periodic 56

57 Penilaian Persediaan Menurut LCM (Lower of cost or market method) Persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga perolehan (buku) dengan harga pasar persediaan tersebut Dapat diberlakukan untuk tiap jenis persediaan, kelompok persediaan atau keseluruhan persediaan 57

58 Contoh Penerapan LCM 58

59 Penilaian Persediaan Menurut Harga Eceran Penilaian persediaan maupun harga pokok persediaan dihitung dengan melihat harga eceran masing-masing jenis persediaan. Didasarkan pada hubungan antara harga pokok barang yang siap untuk dijual dengan harga jualnya. Biasa digunakan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail 59

60 Contoh Retail Methode 60 UD. Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut : Harga Pokok Harga Jual Persediaan awal Pembelian BTUD % harga pokok terhadap harga jual : ( / ) x 100% = 55 % Penjualan bersih – Persediaan akhir eceran Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) : 55 % x = Beban Pokok Penjualan : – =

61 PENGUNGKAPAN PERSEDIAAN Kebijakan akuntansi yang digunakan Penjelasan lebih lanjut tentang cakupan persediaan Kondisi persediaan Hal-hal lain, misalnya peruntukan dan asal persediaan 61

62 62

63 Latihan Soal Berikut adalah data persediaan barang dagang untuk Perusahaan Komputer “Pintar” bulan Maret

64 TanggalKeteranganKuantitas (unit) Harga Perolehan per unit 1 Maret 2014Persediaan awal120Rp ,- 5 Maret 2014Penjualan84 12 Maret 2014Pembelian96Rp ,- 19 Maret 2014Penjualan48 23 Maret 2014Penjualan24 27 Maret 2014Pembelian60Rp ,- 31 Maret 2014Pembelian60Rp ,-

65 Diminta Hitunglah nilai persediaan akhir dan HPP dengan menggunakan metode: 1.Perpetual (LIFO, FIFO, Average) 2.Periodik (LIFO, FIFO, Average) 65


Download ppt "PRAKTIKUM PENGANTAR AKUNTANSI PERSEDIAAN Sandhika Cipta Bidhari, S.M.B., M.M. Program Studi D III Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google