Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Yusi Sukmayanda (0801015) Gema Prima Nurdiansyah(0801017) Reni Sagita TN (0804376) Fani Oktaviani (0804575) Neneng Mida Nurhayati (0808404)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Yusi Sukmayanda (0801015) Gema Prima Nurdiansyah(0801017) Reni Sagita TN (0804376) Fani Oktaviani (0804575) Neneng Mida Nurhayati (0808404)"— Transcript presentasi:

1 Oleh : Yusi Sukmayanda ( ) Gema Prima Nurdiansyah( ) Reni Sagita TN ( ) Fani Oktaviani ( ) Neneng Mida Nurhayati ( )

2

3 Giro adalah simpanan dari pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Bank menetapkan harga dana giro lebih rendahkarena lama pengendapannya tidak dapat dipastikan secara tepat, dimana pemilik rekening giro dapat menarik uangnya kapan saja mereka kehendaki.

4

5

6 Jurnal soal Tuan Hermawan membuka rekening giro pada bank Omega cabang Jakarta dan menyetor tunai sejumlah Rp dan membayar tunai semua biaya administrasi seperti penerbitan buku cek sebesar Rp D : KASRp K : Giro-REKENING HERMAWANRp K : BARANG CETAKAN-BUKU CEKRp

7 Pembukuan penyetoran kliring dinyatakan berhasil Soal Hermawan kemudian menyerahkan sebuah cek giro Bank ABC untuk disetorkan ke dalam rekening gironya, oleh Bank Omega akan dibukukan sebagai transaksi kliring D : BANK INDONESIA-GIRO Rp K : WARKAT KLIRING Rp D : WARKAT KLIRING Rp K : GIRO-REKENING HERMAWAN Rp

8 Pembukuan yang dilakukan Bank Omega Soal Apabila hermawan menerima transfer dari seorang rekannya nasabah Bank Surya sebesar Rp , D : BANK LAIN-LAINRp K : GIRO-REKENING HERMAWANRp

9 Hermawan menarik selembar cek senilai Rp untuk diayarkan oleh bank secara tunai Hermawan menarik selembar cek senilai Rp untuk diayarkan oleh bank secara tunai Penarikan Pencatatan Pada Bank Omega D : GIRO-REKENING HERMAWANRp K : KAS RUPIAHRp

10 Penarikan secara Kliring Pencatatan Pada Bank Omega D : GIRO-REKENING HERMAWANRp K : BANK INDONESIA-GIRORp

11 Penarikan dengan Amanat Pencatatan Pada Bank Omega D : GIRO- HERMAWANRp K : REKENING ANTAR KANTOR Cabang SurabayaRp

12 BANK OMEGA Cabang Jakarta Rekening Koran Per 30 November 19xx Nomor Rekening : Nama : Hermawan Suku Bunga : 12 %pa Alamat : Jl. Duta II/1 Jakarta Selatan TglMutasiDebetKreditSaldo 1/11 6/11 8/11 11/11 15/11 20/11 30/11 Setor Tunai Setor Kliring Tarik Tunai Setor Transfer Tarik Kliring Tarik Transfer Bunga Giro Keterangan : Pimpinan Cabang SE & O

13 TanggalSaldoLamanyaBunga Hari Hari Hari Hari Hari Hari Jumlah Bunga D : BUNGA GIRORp ,7 K : GIRO-REKENING HERMAWANRp ,7

14 TABUNGAN Transaksi Tabungan Pembukaan Rekening & Penyetoran Penyetoran Antar Cabang Penarikan Perhitungan Bunga Penutupan Rekening Tabungan

15 Debet: KasRp Kredit: Tabungan – Rekening Tn. AgungRp Pada tanggal 04 Agustus 1992, Tn. Agung hendak membuka tabungan di Bank Ekonomi – Jakarta. Setoran pertamanya sebesar Rp ;- tunai. Bunga ditetapkan secara floating yang mana disesuaikan pada suku bunga yang berlaku dan dihitung atas dasar lamanya tabungan mengendap. Pada waktu penyetoran pertama suku bunga sebesar 20% setahun. Atas dasar suku bunga ini akan diperhitungkan bunga tabungan untuk Tn. Agung, hingga suku bunga Bank Ekonomi berubah. Pada saat penyetoran tersebut, oleh Bank Ekonomi cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagi berikut : Pembukaan Rekening & Penyetoran

16 Penyetoran Antar Cabang On-line

17 Off-line Trans. Setoran Proses Cabang Penerima SetoranCabang Penerbit Tabungan Proses Kredit Nota Ke Cabang Penerbit Mengkredit Passbook Nasabah Kredit Nota Ke Cabang Penerbit

18 Penarikan Pada tanggal 28 Agustus 19xx, Tn. Agung menarik rekening tabungan di Bank Ekonomi cabang Bandung sebesar Rp ;- tunai, oleh cabang Bandung akan dibukukan sebagai berikut : D : RAK – JakartaRp K : KasRp Cabang penerbit, yaitu cabang Jakarta, akan mengkredit cabang Bandung dan mendebet rekening Tn. Agung, sebagai berikut : D : Tabungan rek Tn AgungRp K : RAK-BandungRp

19 Perhitungan Bunga 1Agustus19xx………………………………20%pertahun 10Agustus 19xx………………………………21,25%pertahun 15Agustus19xx………………………………19,75%pertahun 20Agustus 19xx………………………………20,5%pertahun 25 Agustus19xx………………………………20%pertahun Contoh, bila perhitungan bunga untuk Tn. Agung dilakukan atas dasar floating, maka besarnya bunga tabungan yang harus diberikan kepada Tn. Agung dapat dihitung dengan memperhatikan perubahan – perubahan suku bunga yang terjadi selama bulan Agustus. Apabila bunga selama bulan Agustus berubah-ubah seperti diuraikan sebagai berikut :

20 Sebagai contoh, mutasi rekening Tn. Agung selama bulan Agustus 19xx dapat dijabarkan sebagai berikut :

21 Perhitungannya adalah sebagai berikut : 6/360*20%*RPH =Rp ,99 5/360*21,25%*RPH =Rp ,08 5/360*19,75%*RPH =Rp ,58 4/360*20,50%*RPH =Rp ,77 1/360*20,5%*RPH =Rp ,13 3/360*20%*RPH =Rp ,33 3/360*20%*RPH =Rp ,33 Besarnya bunga yang dibayar=Rp ,21 Dibulatkan menjadi=RPH ,00 D : Biaya Bunga – TabunganRp K : Tabungan – Rekening Tn. AgungRp

22 Penutupan Rekening Tabungan Apabila kemudian pada tanggal 01 September 19xx, Tn. Agung datang untuk menutup rekening tabungannya, maka Bank Ekonomi – Jakarta akan membukuan sebagai berikut : D : Tabungan Rekening Tn. AgungRp K : Kas Rp

23 Tabungan Lainnya Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) Tabungan Asuransi Berjangka (Taska)

24 Tabungan Kartu Smart adalah tabungan berkartu dimana pada kartu tabungan tersebut diberikan suatu processor (chips) untuk menyimpan data transaksi nasabah.

25  Sebagai alat pembayaran di toko-toko atau sebagai point of sale (POS)  Sebagai alat untuk memperoleh diskon  Sebagai pengganti membawa uang tunai milik sendiri

26 Pengoperasian Tabungan 1. Secara On-line 2. Secara Off-line Akuntansi Untuk Tabungan Smart : 1. Pengoperasian secara On-line 2. Pengoperasian Secara Off-line

27  Pembukaan dan Penyetoran Sebagai contoh, Tn. Wijaya membuka rekening Tabungan Kartu Smart dengan setoran awal Rp ,00 dibayar tunai. Beban kartu sebesar Rp ,00 juga dibayar tunai. Oleh bank bersangkutan akan dibukukan sebagai berikut : Pembebanan Kartu Tabungan Smart dibukukan sebagai berikut : D : KasRp ,00 K : TabunganRp ,00 D : KasRp ,00 K : Persediaan Kartu SmartRp ,00

28  Penggunaan Kartu Smart Pada Merchant Sebagai contoh, Tn. Wijaya berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang menerima Kartu Smart dari bank bersangkutan. Nilai belanja sebesar Rp ,00. Pembayaran dilakukan dengan Kartu Smart. Oleh merchant bersangkutan akan divalidasikan ke dalam mesin pembaca chips yang beroperasi secara on-line. Setelah mengetahui bahwa kartu dapat dipakai, maka merchant akan memasukkan angka Rp ,00 tersebut untuk mendebit rekening nasabah bersangkutan. Pada waktu ini, karena pengoperasian secara on-line, rekening nasabah akan didebit oleh bank dengan ayat jurnal sebagai berikut : D : TabunganRp ,00 K : Giro-MerchantRp ,00

29  Pembukaan dan Penyetoran Sebagai contoh, seseorang membuka rekening Tabungan Kartu Smart dengan setoran awal Rp ,00 dibayar tunai. Beban kartu sebesar Rp ,00 juga dibayar tunai. Oleh bank dibukukan sebagai berikut : Pembebanan Kartu Tabungan Smart dibukukan sebagai berikut : D : KasRp ,00 K : TabunganRp ,00 D : KasRp ,00 K : Persediaan Kartu SmartRp ,00

30  Transaksi Download Ke dalam Chips Apabila nasabah bersangkutan hendak melakukan proses download ke dalam chips sebesar Rp ,00, maka nasabah bersangkutan dapat langsung ke dalam mesin ATM yang dapat membaca chips untuk melakukan proses download tersebut. PIN tetap akan diminta oleh mesin ATM sebagai proses otentifikasi. Proses download sebesar Rp ,00 tersebut akan dicatat oleh mesin dengan ayat jurnal sebagai berikut : Dengan demikian sisa rekening tabungan dalam pembukuan bank tetap total sebesar Rp ,00, namun sudah terpecah menjadi dua bagian : pada rekening semula sebesar Rp ,00 dan pada kartu chips sebesar Rp ,00. Hal ini diperlukan untuk memudahkan audit trail bila data transaksi hilang dan sebagainya. D : TabunganRp ,00 K : Tabungan Kartu ChipsRp ,00

31  Penggunaan Kartu Smart Pada Merchant Sebagai contoh, bila nasabah hendak membayar sejumlah barang dengan nilai Rp ,00 dan mempergunakan Kartu Smart untuk membayarnya, maka alat yang terpasang pada merchant akan mengurangi nilai saldo yang terdapat pada chips tersebut. Atas data yang telah ditandatangani oleh nasabah bersangkutan dan diterima oleh bank, maka bank akan membukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut : Kontrol terhadap saldo dalam chips maupun dalam rekening bank akan tetap dapat dilakukan oleh bank. Saldo tabungan nasabah sekarang bernilai Rp ,00, yang terdiri dari rekening di bank Rp ,00 dan chips Rp ,00. D : Tabungan Kartu ChipsRp ,00 K : Giro MerchantRp ,00

32  Penarikan Tunai Melalui Chips Sebagai contoh, apabila nasabah bersangkutan hendak menarik uang tunai melalui ATM dari chips sebesar Rp ,00, maka dengan memasukkan PIN uang akan keluar dan bank akan membukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut : Bila jumlah uang sebesar Rp ,00 tersebut diambil melalui MS, yaitu dari rekening tabungan bersangkutan, maka ayat jurnalnya akan menjadi sebagai berikut : D : Tabungan Kartu ChipsRp ,00 K : KasRp ,00 D : TabunganRp ,00 K : KasRp ,00

33  Penggunaan Chips Yang Melebihi Saldo Pada contoh di atas, saldo dalam chips menjadi sebesar Rp ,00 (Rp ,00 dikurangi dengan Rp ,00). Apabila kemudian nasabah hendak menggunakan Kartu Smart untuk belanja melebihi jumlah Rp ,00, maka merchant tidak dapat mengotorisasi transaksi karena saldo tidak cukup. Untuk itu, nasabah bersangkutan harus terlebih dahulu melakukan download melalui ATM terdekat. Sebagai contoh, nasabah bersangkutan hendak menggunakan Kartu Smart untuk membayar suatu transaksi senilai Rp ,00, dan ia melakukan download sebesar Rp ,00, ayat jurnal untuk mencatat transaksi adalah sebagai berikut : Pada waktu download Rp ,00 dari rekening ke dalam chips Dengan demikian saldo rekening tabungan menjadi Rp ,00 (Rp ,00 dikurangi dengan Rp ,00) dan saldo dalam chips menjadi Rp ,00 (Rp ,00 ditambah download Rp ,00). D : TabunganRp ,00 K : Tabungan Kartu ChipsRp ,00

34 Pembayaran dengan Kartu Smart sebesar Rp ,00 sekarang dapat diambil alih oleh merchant dan bank akan membukukan atas dasar tagihan merchant dalam slips penjualan dengan ayat jurnal sebagai berikut : Sekarang saldo dalam chips menjadi Rp ,00 (Rp ,00 dikurangi Rp ,00). Audit trail yang baik akan selalu memiliki data lengkap untuk setiap transaksi. D : Tabungan Kartu ChipsRp ,00 K : Giro MerchantRp ,00

35

36 Salah satu dana bank yang harga atau biayanya cukup tinggi dibandingkan dana giro adalah simpanan berjangka, atau lebih dikenal dengan deposito berjangka. Simpanan berjangka merupakan simpanan masyarakat yang penariknya dapat dilakukan setelah jangka waktu yang telah disetujui berkhir.

37 Dari sudut pandang akuntansi, simpanan berjangka yang dicatat dalam proses akuntansi bank sebaiknya digolongkan menjadi paling tidak dua jenis, yaitu yang akan jatuh waktu pada tahun depan atau paling tidak setahun yang aka datang, dan yang masih akan jatuh waktu lebih dari setahun.

38 Penggolongan simpanan berjangka yang kurang dari setahun ini disebut sebagai simpanan jangka pendek dan harus digolongkan kedalam kelompok hutang lancar suatu bank. Sedangkan yang akan jatuh tempo lebih dari setahun disebut sebagai simpanan berjangka panjang dan harus digolongkan kedalam kelompok hutang jangka panjang suatu bank.

39 Akuntansi untuk mencatat transaksi simpanan berjangka ini meliputi:  transaksi pembelian simpanan berjangka,  perhitungan dan pembukuan bunga,  pencairan simpanan berjangka pada saat jatuh tempo,  perpanjangan simpanan berjangka secara rollover.

40  Tn. A membuka simpanan kepada bank Omega – Jakarta dengan membayar sebesar Rp ,- jangka waktu selama 3 bulan, bunga dibayarkan 21% setahun, dibayarkan pada saat jatuh bunga.

41

42  Sumber dana yang paling murah atau tidak berbunga dan memiliki unsur promosi yang tinggi.  Warkat berharga atas nama yang diterbitkan oleh suatu bank yang pencairannya dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan hanya oleh orang yang memiliki dan namanya tercantum di atas TC tersbut.

43  Penerbitan TC  Pencairan TC di bukan cabang penerbit dilakukan oleh sipemilik  Pencairan TC pada bukan cabang penerbit yang dilakukan oleh pihak ketiga (bukan pemilik)  Penerbitan TC yang diserahkan agen penjual yang telah ditunjuk  Penjualan TC oleh agen penjual  TC yang hilang  Penerbitan ulang TC di cabang penerbit

44 Giro - Rekening Ny.SitaRp TC - RupiahRp

45 Rekening Titipan (payment point) adalah salah satu jasa perbankan untuk melayani masyarakat yang akan melakukan pembayaran- pembayaran yang relatif rutin dan nilainya relatif kecil. Contoh : pembayaran rekening listrik, telepon dan air.

46  Saat penerimaan warkat rekening nasabah  Saat penerimaan setoran pembayaran rekening  Pemindahbukuan ke rekening perusahaan penitip rekening

47 Sebagai contoh apabila Bank Omega – Jakarta menerima sebundel rekening tagihan listrik PLN bernilai Rp ,00 untuk tagihan pelanggan periode Agustus 201X, pada saat penerimaan bunde rekening titipan ini, Bank Omega akan membukukan : K : Rekening Administrasi Rupiah Warkat Rekening PLN Yang Diterima Rp ,00

48 Misalnya pada akhir hari, jumlah pembayaran pelanggan PLN yang diterima mencapai jumlah sebesar Rp ,00 semuanya diterima tunai oleh Bank Omega-Jakarta. Oleh Bank Omega-Jakarta akan dibukukan seluruh penerimaan uang dari pembayaran rekening tersebut dengan ayat jurnal sebagai berikut : D : KasRp ,00 K : Giro – Rekening PLNRp ,00

49 Untuk mencatat posisi warkat yang masih outstanding atau belum dibayar oleh para pelanggan, harus dibukukan dengan jumlah nilai yang sama dengan diatas dan langsung mengurangi rekening administratif yang masih outstanding. Dengan dibukukannya ayat jurnal di atas, maka sisa warkat yang belum dibayar oleh pelanggan listrik menjadi Rp ,00 (selisih antara Rp ,00 warkat yang telah diterima dari PLN dengan jumlah pembayaran pelanggan Rp ,00). D : Rekening Administrasi Rupiah Warkat Rekening PLN yang Diterima......Rp ,00

50

51 Setoran ongkos naik haji adalah dana dari nasabah yang ditujukan untuk kepentingan khusus naik haji yang diterima oleh bank yang kemudian diteruskan kepada pihak yang berhak Contoh: Apabila seseorang datang kepada Bank Omega cabang Jakarta untuk menyetorkan dana ongkos naik haji sebesar Rp tunai. Setoran tersebut ditujukan untuk keuntungan rekening giro C.V. Arafat sebagai pengelola naik haji. Pada saat penerimaan setoran naik haji ini, oleh Bank Omega Jakarta dibukukan sebagai berikut : Secara berkala jumlah setoran ini dipindahbukukan kedalam rekening C.V. Arafat dengan jurnal : D : DANA SETORAN NAIK HAJIRp K : GIRO-C.V. ARAFATRp D : KASRp K : DANA SETORAN NAIK HAJIRp

52 Penyetoran Tabungan Naik Haji contoh Bila Tuan Surya datang hendak membuka rekening tabungan naik haji di Bank Omega cabang Jakarta sebesar Rp tunai, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut: D : KASRp K : TABUNGAN NAIK HAJI-SURYARp

53 Pencairan Tabungan Naik Haji contoh Apabila Tuan Surya yang telah memiliki tabungan naik haji sebesar Rp datang hendak mencairkannya dan menyetor dana tersebut kepada C.V. Arafat, pengelola naik haji, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut: D : TABUNGAN NAIK HAJI-SURYARp K : GIRO-C.V. ARAFATRp


Download ppt "Oleh : Yusi Sukmayanda (0801015) Gema Prima Nurdiansyah(0801017) Reni Sagita TN (0804376) Fani Oktaviani (0804575) Neneng Mida Nurhayati (0808404)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google