Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TINJAUAN TEORI Musafaah, SKM, MKM Observasi Identifikasi bidang permasalahan Kerangka teoritik & Proposisi Hipotes a Konstruksi konsep & definisi operasional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TINJAUAN TEORI Musafaah, SKM, MKM Observasi Identifikasi bidang permasalahan Kerangka teoritik & Proposisi Hipotes a Konstruksi konsep & definisi operasional."— Transcript presentasi:

1

2 TINJAUAN TEORI Musafaah, SKM, MKM

3 Observasi Identifikasi bidang permasalahan Kerangka teoritik & Proposisi Hipotes a Konstruksi konsep & definisi operasional Disain penelitian Pengumpulan Data Analisis Data Interpretasi Data Perbaikan Teori (penelitian murni) atau implementasi (penerapan penelitian)

4 SISTEMATIKA BAB II KERANGKA TEORI 1. Perspektif atau paradigma yang dipergunakan (bila ada) 2. Kajian terhadap teori-teori, hasil studi terdahulu, atau uraian observasi awal (bila ada), yang kesemuanya diusahakan untuk mengikuti state of the art dalam disiplin ilmu sipeneliti 3. Konseptualisasi konsep/permasalahan berdasarkan kajian pustaka, studi-studi terdahulu

5 SISTEMATIKA BAB II KERANGKA TEORI 4.Dalam studi eksplanatif, bagian ini dikembangkan menjadi penyusunan kerangka teori yang berisi proposisi/postulat, asumsi-asumsi atau generalisasi empiris yang bisa di tarik sebagai sintetis atau generalisasi yang diperoleh dari kajian pustaka, tinjauan studi-studi terdahulu. 5.Setiap konsep kemudian diturunkan menjadi definisi konseptual 6.Pengajuan hipotetis (theoritic hyphotesis)

6 TINJAUAN TEORI Perumusan tinjauan teoretis ini dimaksudkan untuk : (1) menemukan teori-teori yang mendasari kajian masalah (rumusan, definisi, pola pikir, pembahasan) dan prosedur penelitian (metode, desain, teknik pengumpulan dan pengolahan data); (2) menemukan kebijakan, peraturan yang berlaku; (3) menemukan hasil penelitian terdahulu. Sumber tinjauan teoretis dapat diambil dari buku-buku teks, jurnal, majalah ilmiah, dokumen-dokumen resmi, dan hasil-hasil penelitian.

7 Syarat Teori 1. Relevansi 2. Kelengkapan materi 3. Kemutakhiran

8 Tinjaun Pustaka-Kerangka Teori  Ide penelitian  harus datang dari masalah yang ingin dipecahkan  Berfikir induktif  mencari, menemukan segala penjelasan terkait dengan ide/masalah penelitian  Kerangka teori  batas-batas pengetahuan yang dapat ditelusuri dari kepustakaan terkait dengan ide/masalah penelitian (konsep, konstruk, variabel)

9 KERANGKA TEORI Teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (biasanya di bab 2)  Kesimpulan dari Tinjauan Pustaka yang berisi tentang konsep-konsep teori yang dipergunakan atau berhubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan  Berdasarkan Kerangka Teori diatas disusunlah Kerangka Konsep

10 Model teori merupakan: Kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada.

11 KERANGKA TEORI & HIPOTESIS ( Contoh ) SUHU TUBUH SUHU LINGKUNGAN KERJA REAKSI KESEIMBANGAN SUHU TUBUH MINUM AIR PUTIH DAN ISTIRAHAT MENCEGAH REAKSI FISIOLOGI MINUM AIR PUTIH UNTUK MENGGANTI CAIRAN TUBUH ISTIRAHAT UNTUK MENGURANGI PAJANAN PANAS HIPOTESIS : MINUM AIR PUTIH DAN ISTIRAHAT MENCEGAH PENINGKATAN SUHU TUBUH

12 KERANGKA KONSEP

13 KERANGKA KONSEP (conceptual Framework) 12 Konsep (Konstrukta) Dimensi (Abstrakta) Indikator (Konkreta) Status sosial ekonomi Tingkat Pendapatan Jenjang pekerjaan Tingkat pendidikan Pengakuan verbal tentang gaji resmi dan pendapatan tambahan perbulan Pengakuan verbal tentang jenjang jabatan dalam bidang pekerjaan yang dimiliki Pengakuan verbal tentang jenjang pendidikan formal terakhir yang dijalani/ditempuh

14 KERANGKA KONSEP  TEORI : Sistem yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara merinci konstruk (yang membentuk fenomena), beserta hukum/aturan yang mengatur keterkaitan antara satu konstruk dengan lainnya.  KERANGKA KONSEP /KERANGKA BERPIKIR : Penjelasan rasional dan logis yang diberikan oleh seorang peneliti terhadap pokok/obyek penelitiannya.  Menggambarkan interaksi antara berbagai variabel yang diteliti  Biasanya digambarkan dalam bentuk bagan  Uraian tentang hubungan antar variabel yang terkait dalam masalah terutama yang akan diteliti, sesuai dengan rumusan masalah dan tinjauan pustaka.

15 KERANGKA KONSEP Perumusan konsep diserahkan kepada kebutuhan penelitian, yang dapat diperoleh dari semua sumber hukum yang dimiliki. Perumusan konsep dibutuhkan untuk memperoleh pemahaman inti dan dasar pijakan pada istilah yang akan dipergunakan dalam penelitian. Perumusan konsep dibutuhkan untuk memperoleh pemahaman inti dan dasar pijakan pada istilah yang akan dipergunakan dalam penelitian.

16 KERANGKA KONSEP  Kerangka konsep hakikatnya merumuskan definisi operasional yang digunakan peneliti untuk maksud menyamakan persepsi.  Definisi yang digunakan minimal 10 buah yang berasal dari sumber peraturan perundang-undangan, buku, artikel ilmiah, dan kamus.  Definisi yang dijadikan acuan harus mencantukan catatan kaki untuk menunjukkan referensi definisi yang dimaksud.  Definisi dalam judul lebih utama untuk diuraikan pengertiannya.

17 PEMBUATAN KERANGKA KONSEP 1. Penjelasan yang rasional dan logis 2. Dukungan data teoritis/empiris 3. Variabel-variabel penelitian 4. Keterkaitan antara variabel-variabel Penelitian Kualitatif Tidak Perlu Kerangka Konseptual

18 TUJUAN DAN MANFAAT KERANGKA KONSEP 1. Menjelaskan definisi operasional variabel penelitian 2. Menjelaskan pola hubungan antara satu dan lain variabel 3. Menentukan metodologi penelitian secara akurat 4. Menentukan metode analisis yang tepat 5. Menentukan cara penafsiran temuan secara objektif  KATA KUNCI DLM KERANGKA KONSEP ADALAH VARIABEL

19 ASMA KARAKTERISTIK PENDERITA a Umur b Jenis kelamin c Status Gizi d Aktivitas fisik e Psikis/kecemasan f Pendidikan g Pekerjaan h Status ekonomi LINGKUNGAN a Inhalasi Iritan - B3 - Rokok - Dapur b Inhalasi Alergen c Perubahan Musim d Polusi Udara e Lingkungan pekerjaan f Daerah (kota/desa) INFESKSI SALURAN PERNAFASAN a. ISPA - Rhinitis - Pharingitis - Tonsilitis b. SINUSITIS c. POLIP ALERGI a Riwayat genetic b Riwayat atopi c Alergi Obat d Alergi makanan HUBUNGAN ANTARA INDOOR AIR POLLUTION DENGAN KEJADIAN ASMA

20

21 PENELITIAN DEDUKTIF DALAM PARADIGMA KUANTITATIF Peneliti menguji konstruksi teori Peneliti menguji hipotesis penelitian Peneliti mengoperasionalkan konsep atau variabel Peneliti menggunakan instrumen untuk mengukur variabel

22 PENELITIAN INDUKTIF DALAM PARADIGMA KUALITATIF Peneliti menyusun konstruksi teori atau membandingkan teori dengan teori lain Peneliti mencari teori Peneliti membentuk kategori Peneliti menjawab pertanyaan Peneliti mengumpulkan informasi

23 STUDI/TELAAH KEPUSTAKAAN

24 STUDI KEPUSTAKAAN  berisi uraian hasil telaahan terhadap teori dan hasil penelitian terdahulu yang terkait.  Telaahan ini bisa dalam arti membandingkan, mengontraskan, meletakkan tempat kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti, dan pada akhirnya menyatakan posisi/pendirian peneliti dengan alasan-alasannya

25 TUJUAN STUDI KEPUSTAKAAN  Menemukan masalah yang untuk diteliti  Mancari informasi yang relevan dengan masalah yang akan diteliti  Mengkaji beberapa teori-teori dasar yang relevan dengan masalah yang akan diteliti  Mencari landasan teori yang digunakan untuk pemecahan masalah……….

26 Kepustakaan  Six hours in library save six months in field / laboratory  Tujuan : menunjukkan jalan pemecahan masalah  Kegunaan : mendapat landasan teori, informasi penelitian sejenis / relevan, mendapat metode, teknik dan pendekatan, sumber data sekunder, mengetahui historis dan perspektif, memperkaya ide  Macam : acuan umum dan acuan khusus

27 Kepustakaan ( lanjutan ) Syarat : 1. Mutakhir (recency) 2. Relevansi (relevance) Sumber : 1. Acuan umum : berisi konsep, teori misalnya : Text Book, Encyclopaedia 2. Acuan khusus : berisi hasil penelitian terdahulu misalnya : Jurnal, Buletin

28 TINJAUAN PUSTAKA

29 Tinjauan Pustaka mempunyai arti:  peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature).  Relevan dengan permasalahan penelitian anda

30 Kegunaan Tinjauan Pustaka  mengkaji sejarah permasalahan;  membantu pemilihan prosedur penelitian;  mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan;  mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu;  menghindari duplikasi penelitian; dan  menunjang perumusan permasalahan.

31 TINJAUAN PUSTAKA  Penggunaan pustaka untuk ditinjau secara singkat pada dasarnya bermanfaat menunjukkan aspek ilmiah dalam penelitian yang akan disusun.  Pustaka yang digunakan idealnya adalah pustaka inti yang berkaitan dengan topik penelitian.  Pustaka juga menjadi rujukan konsep yang akan diteliti

32 ISI TINJAUAN PUSTAKA  Menyampaikan secara singkat subtansi pustaka yang berkaitan dengan topik yang dibahas.  Uraikan kebaikan pustaka tersebut sebagai rujukan penelitian.  Diulas beberapa segi materi yang menarik dalam buku tersebut, sehingga perlu menjadi rujukan.

33 REFERENSI DAN ACUAN KEPUSTAKAAN

34 Referensi Kepustakaan 1. Buku Text Tulisan ilmiah yang di jilid rapi yang di terbitkan dengan interval tidak tentu isi menyeluruh dalam suatu bidang ilmu tertentu 2. Jurnal Majalah ilmiah yang berisi tulisan ilmiah/ hasil seminar 3. Periodical Majalah ilmiah yang di terbitkan secara berkala oleh lembaga yang berisi hasil penelitian

35 Referensi Kepustakaan ( lanjutan ) 4. Year Book Buku mengenai fakta dalam 1 tahun yang diterbitkan oleh lembaga dalam 1 tahun 1x 5. Buletin Tulisan ilmiah pendek, catatan & petunjuk ilmiah yang terbit secara berkala 6. Circular Tulisan ilmiah pendek & praktis di terbitkan oleh lembaga dengan interval tidak tentu 7. Leaflet Karangan ilmiah pendek, praktis di terbitkan oleh lembaga dengan interval tidak tetap

36 Referensi Kepustakaan ( lanjutan ) 8. Annual Review Berisi ulasan tentang literatur yang telah terbit 9. Bacaan Lain a. Off print b. Reprint c. Recent advances d. Bibliografi e. Hand book f. Manual

37 Sumber-Sumber Pustaka 1) abstrak hasil penelitian 2) indeks 3) review 4) jurnal 5) buku referensi 6) Internet

38 KEASLIAN PENELITIAN

39 Keaslian penelitian  Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya.  Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali.  Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).


Download ppt "TINJAUAN TEORI Musafaah, SKM, MKM Observasi Identifikasi bidang permasalahan Kerangka teoritik & Proposisi Hipotes a Konstruksi konsep & definisi operasional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google