Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB I Al-Baqarah; 30, al-Mu’minun; 12-14, az-Zariyat; 56, an-nahl; 78 Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi: al-Baqarah; 36 a.Makna Ijmali Ayat 30 surat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB I Al-Baqarah; 30, al-Mu’minun; 12-14, az-Zariyat; 56, an-nahl; 78 Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi: al-Baqarah; 36 a.Makna Ijmali Ayat 30 surat."— Transcript presentasi:

1 BAB I Al-Baqarah; 30, al-Mu’minun; 12-14, az-Zariyat; 56, an-nahl; 78 Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi: al-Baqarah; 36 a.Makna Ijmali Ayat 30 surat al-Baqarah dimulai dengan penyampaian keputusan Allah kepada para Malaikat tentang rencana-Nya menciptakan manusia di Bumi. Penyampaian kepada Malaikat penting karena merekalah yang akan dibebani tugas-tugas yang berhubungan dengan manusia, seperti memelihara, membimbing, dan lain sebagainya. Penyampaian itu juga, kelak ketika diketahui manusia, akan mengantarnya bersyukur kepada Allah atas segala anugerah-Nya. Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi: al-Baqarah; 36 a.Makna Ijmali Ayat 30 surat al-Baqarah dimulai dengan penyampaian keputusan Allah kepada para Malaikat tentang rencana-Nya menciptakan manusia di Bumi. Penyampaian kepada Malaikat penting karena merekalah yang akan dibebani tugas-tugas yang berhubungan dengan manusia, seperti memelihara, membimbing, dan lain sebagainya. Penyampaian itu juga, kelak ketika diketahui manusia, akan mengantarnya bersyukur kepada Allah atas segala anugerah-Nya.

2 b.Tafsir Makna  خَلِيْفَة : “Berarti yang menggantikan” atau “yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya”. artinya: yang menggantikan Allah dalam menegakan kehendak-Nya serta menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya. Allah bermaksud dengan pengangkatan itu untuk menguji manusia dan memberinya penghormatan.  Asal kata مَلَئِكَة adalah jamak dari kata مَلَكُ, kata tersebut mempunyai 2 makna: 1. Kata مَألَكَة yang berarti “Penutup Risalah”, jadi Malaikat adalah “Utusan-utusan Tuhan untuk berbagai tugas” 2. Kata لأَكَ yang berarti “menyampaikan sesuatu”, jadi, malak/malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari Allah SWT.

3 Proses Penciptaan Manusia (al-Mu’minun; 12-14) 1.Tafsir Kata a. سُلَلَةٍ مِنْ طِيْنِ : سُلَلَةٍ diambil dari kata salla yang artinya mengambil, mencabut. Makna dalam kata ini sedikit sehingga sulalah berarti mengambil sedikit dari tanah dan yang diambil dari tanah adalah sari patinya Unsur-Unsur tanah : Oksigen (O) Hidrogen (H) Zat Belerang (S) Zat Arang (C) Kalium (K) Natrium (Na) Yodium (J) Asam Arang CO 2 ) Air (H 2 O) Dll

4 b. نُطْفَة : Setetes yang dapat membasahi (sperma/air mani) c. عَلَقَة : Dalam kamus bahasa Indonesia kata tersebut diartikan Segumpal darah yang membeku Sesuatu yang seperti cacing, berwarna hitam terdapat dalam air, yang apabila air itu diminum, cacing tersebut menyangkut dikerongkongan Sesuatu yang bergabung atau berdempet Dahulu kita memahaminya sebagai segumpal darah, tetapi setelah kejadian ilmu pengetahuan serta maraknya penelitian, para ahli embriolog mengartikannya sebagai “sesuatu yang bergantung atau berdempet di dinding rahim”. Menurut mereka, setelah terjadi pembuahan (nutfah yang berada dalam rahim) maka terjadi proses dimana hasil pembuahan itu menghasilkan zat baru. Zat baru kemudian terbelah menjadi dua, empat, delapan, demikian seterusnya berkelipatan dua. Dalam proses itu, ia menuju dinding rahim dan akhirnya tergantung atau berdempet di sana. b. نُطْفَة : Setetes yang dapat membasahi (sperma/air mani) c. عَلَقَة : Dalam kamus bahasa Indonesia kata tersebut diartikan Segumpal darah yang membeku Sesuatu yang seperti cacing, berwarna hitam terdapat dalam air, yang apabila air itu diminum, cacing tersebut menyangkut dikerongkongan Sesuatu yang bergabung atau berdempet Dahulu kita memahaminya sebagai segumpal darah, tetapi setelah kejadian ilmu pengetahuan serta maraknya penelitian, para ahli embriolog mengartikannya sebagai “sesuatu yang bergantung atau berdempet di dinding rahim”. Menurut mereka, setelah terjadi pembuahan (nutfah yang berada dalam rahim) maka terjadi proses dimana hasil pembuahan itu menghasilkan zat baru. Zat baru kemudian terbelah menjadi dua, empat, delapan, demikian seterusnya berkelipatan dua. Dalam proses itu, ia menuju dinding rahim dan akhirnya tergantung atau berdempet di sana.

5 d. مُضْغَة : Segumpal daging (daging hancur yang sudah dikunyah-kunyah) e. عِظَامً : Tulang belulang atau rangka f.Lalu tulang belulang itu dibungkus oleh daging dan dijadikan makhluk yang sempurna. d. مُضْغَة : Segumpal daging (daging hancur yang sudah dikunyah-kunyah) e. عِظَامً : Tulang belulang atau rangka f.Lalu tulang belulang itu dibungkus oleh daging dan dijadikan makhluk yang sempurna. Saksikan video Berikut ini!!!!

6 Tugas Manusia di Bumi Surah az-Zariyat; 56 a.Makna Ijmali Menurut ayat di atas Allah tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT b.Tafsir Kata Didahulukannya penyebutan kata al-Jin/Jin dari kata al-Ins/manusia karena memang Jin diciptakan lebih dahulu dari pada manusia. Ibadah bukan hanya ketaatan dan ketundukan tetapi ibadah adalah dampak dari keyakinan bahwa keyakinan itu tertuju kepada yang memiliki kekuasaan yang tidak terjangkau arti hakikatnya. Ibadah terbagi 2 (dua): a. Mahdah (murni; shalat, puasa, zakat, haji) b. Ghairu Mahdhah (muammalah) Tugas Manusia di Bumi Surah az-Zariyat; 56 a.Makna Ijmali Menurut ayat di atas Allah tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT b.Tafsir Kata Didahulukannya penyebutan kata al-Jin/Jin dari kata al-Ins/manusia karena memang Jin diciptakan lebih dahulu dari pada manusia. Ibadah bukan hanya ketaatan dan ketundukan tetapi ibadah adalah dampak dari keyakinan bahwa keyakinan itu tertuju kepada yang memiliki kekuasaan yang tidak terjangkau arti hakikatnya. Ibadah terbagi 2 (dua): a. Mahdah (murni; shalat, puasa, zakat, haji) b. Ghairu Mahdhah (muammalah)

7 Tafsir an-Nahl ; 78 a.Makna Ijmali Pemberitahuan dari Allah SWT, bahwa Allah SWT telah mengeluarkan setiap manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak berilmu pengetahuan kemudian Allah SWT memberi manusia pendengaran, penglihatan, akal, dan hati (kalbu), sebagai akal dan alat untuk meraih ilmu pengetahuan. Itu semua dimaksudkan agar manusia bersyukur kepada Allah SWT. a.Penjelasan Diidahulukan kata pendengaran dan penglihatan merupakan urutan yang sungguh tepat. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa indera pendengaran berfungsi lebih dahulu dari pada indera penglihatan. Indera pendengaran berfungsi di minggu-minggu awal setelah kelahiran sedangkan penglihatan berfungsi pada bulan ketiga semenjak kelahiran. sedangkan akal/kalbu dikaruniakan jauh setelah berfungsinya kedua indera tersebut.


Download ppt "BAB I Al-Baqarah; 30, al-Mu’minun; 12-14, az-Zariyat; 56, an-nahl; 78 Manusia Sebagai Khalifah di Muka Bumi: al-Baqarah; 36 a.Makna Ijmali Ayat 30 surat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google