Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Psikologi Kepribadian I Pertemuan ke 7 Psikologi Analitis – CARL JUNG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Psikologi Kepribadian I Pertemuan ke 7 Psikologi Analitis – CARL JUNG."— Transcript presentasi:

1 Psikologi Kepribadian I Pertemuan ke 7 Psikologi Analitis – CARL JUNG

2 Carl Jung ( ) Lahir di Kesswill, Swiss 26 Juli 1875 Minat awal pada Paleonthologi & Arkeologi Belajar kedokteran  gelar doktor pada th 1900 Suka membaca buku2 filsafat & menetukan spesifikasinya “psychiatry”  berpendapat bahwa ilmu filsafat dan kedokteran bisa dipersatukan

3 Carl Jung ( ) Awalnya menjadi pengikut Freud tapi kemudian mengembangkan sendiri teorinya Perbedaan dengan Freud: a. Jung memperluas konsep libido menjadi energi psikis yang lebih umum (tidak hanya seks) b.Dia percaya manusia dipengaruhi oleh masa lalunya tapi juga oleh apa yang dapat terjadi di masa depan c. Jung menjelaskan lebih detil mengenai isi ketidaksadaran d. Jung lebih menekankan pentingnya mid-life crisis daripada 5 tahun pertama kehidupan

4 Prinsip-Prinsip Teori Jung Kausalitas (masa lalu) Teleologis (masa depan) Sinkronitas (suatu kejadian yang bersamaan dengan apa yang dipikirkan)

5 STRUKTUR KEPRIBADIAN (psyche) Menggunakan istilah psyche artinya : “totalitas segala peristiwa psikis baik yang disadari maupun tidak disadari” Terdiri dari 2 hal yaitu: a. Alam Sadar (kesadaran) b. Alam tak Sadar (ketidaksadaran) Fungsinya adalah penyesuaian: Alam sadar  penyesuaian thd dunia luar Alam tak sadar  penyesuaian thd dunia dalam

6 A. KESADARAN (EGO)

7 1. Fungsi Jiwa Fungsi jiwa : suatu aktivitas kejiwaan yang secara teoritis tidak berubah walaupun dalam lingkungan yang berbeda Fungsi jiwa Sifat Cara bekerja PikiranRasional Dengan penilaian: benar-salah PerasaanRasional Senang-tidak senang PenginderaanIrasional Tanpa penilaian: sadar-indera IntuisiIrasional Tanpa penilaian: tak sadar-naluriah

8 Macam Fungsi Jiwa: a. Fungsi jiwa rasional 1.Pikiran ( menilai atas dasar benar- salah)/ thinking 2.Perasaan (menilai atas dasar senang- tidak senang)/feeling b. Fungsi jiwa irrasional 1. Pengindraan (sensing/sadar indrawi) 2. Intuisi (tak sadar- naluriah)

9 Pada dasarnya tiap manusia memiliki keempat fungsi itu, tetapi hanya salah satu fungsi saja yang paling berkembang (dominan) Fungsi yang paling berkembang itu merupakan fungsi superior dan menentukan tipe orangnya. Ex: Tipe Pemikir Pikiran Perasaan IntuisiPenginderaan

10 Fungsi yang paling berkembang/dominan disebut fungsi superior menentukan tipe orangnya. Contoh: memandang gunung Merapi. □ dominan perasaan: kagum, keindahan □ dominan indera: apa adanya (seperti memotret) tanpa penafsiran □ pikiran: prinsip2 geologi □ intuisi: misteri alam (pengalaman mistik)

11 Keempat fungsi saling berpasangan Kalau salah satu fungsi menjadi superior  menguasai alam sadar, fungsi pasangannya inferior  ada dalam ketidaksadaran Makin berkembang fungsi superior maka maki besar kebutuhan fungsi inferior akan kompensasi  gangguan keseimbangan jiwa. Tujuan ideal perkembangan kepribadian  empat fungsi pokok itu berada dalam kesadaran  manusia sempurna.

12 2. Sikap Jiwa Sikap jiwa : arah energi psikis umum/libido yang menjelma dalam orientasi manusia terhadap dunianya Ada 2 tipe sikap jiwa: a. ekstrovert (orientasi ke luar diri) b. introvert (orientasi ke dalam diri sendiri) Kombinasi fungsi jiwa dan sikap jiwa yang dominan membentuk tipe-tipe psikologis

13 Jung  org yg introvers dan ekstrovers memiliki perbedaan dalam sikap mereka thd dunia dalam hal rasional & tidak rasional. Fungsi rasional: pikiran & perasaan. Keduanya terlibat dlm membuat keputusan dan penilaian terhadap pengalaman2, termasuk mengkategorikan pengalaman2. Fungsi tdk rasional: penginderaan & intuisi  tidak menggunakan pikiran. Penginderaan terlibat dlm mengalami kenyataan melalui indera2, sedangkan intuisi berdasar firasat/semacam pengalaman yg tdk berhubungan dgn panca indera.

14 Intraversi: mengarahkan orang ke dunia dalam, orientasi ke dalam, dunia subyektif. Pikiran, perasaan perilaku ditentukan faktor subyektif. Penyesuaian dgn dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain Bahaya  jarak dgn dunia objektif terlalu jauh  orang lepas dari dunia objektifnya.

15 Ekstraversi: mengarahkan pribadi ke dunia luar, orientasi keluar. Pikir, rasa perilaku ditentukan lingkungan. Bersikap positif thd masyarakat: hatinya terbuka, mudah bergaul, hubungan dengan orang lain lancar. Bahaya  ikatan dgn dunia luar terlalu kuat  tenggelam di dunia objektif  kehilangan dirinya / asing thd dunia subjektifnya sendiri

16 3. Tipologi Jung (tipe2 psikologis) Sikap JiwaFungsi JiwaTipeKetidaksadarannya EkstraversPikiranPemikir ekstraversPerasa Introvers PerasaanPerasa EkstraversPemikir Introvers PenginderaanPengindra EkstraversIntuitif Introvers IntuisiIntiuitif ekstraversPengindra Introvers IntroversPikiranPemikir IntroversPerasa Ekstravers PerasaanPerasa IntroversPemikir Ekstravers PenginderaanPengindra IntroversIntuitif Ekstravers IntuisiIntuitif IntroversPengindra Ekstravers

17 Tipe-tipe Psikologis Thinking ekstraverted Feeling ekstraverted Sensing ekstraverted Intuiting ekstraverted Thinking introverted Feeling introverted Sensing introverted Intuiting introverted

18 THINKING EKSTRAVERTED Sifat kaku, menekan perasaan, objektif dan dogmatik FEELING EKSTRAVERTED Menekan pikiran, sangat emosional, memiliki konformitas yang tinggi, tidak peka dengan pendapat atau pikiran orang lain. SENSING EKSTRAVERTED Fokus pada kesenangan, suka dengan pengalaman dan sensasi baru, mudah beradaptasi, orientasi pada realitas

19 INTUITING EKSTRAVERTED Mampu nelihat kesempatan, kreatif, tertarik dengan ide-ide baru, mampu memberikan inspirasi pada org-lain THINKING INTROVERTED Tidak mudah bergaul, memiliki kesulitan komunikasi, “dingin”, mengutamakan pikiran, sulit untuk berpikir praktis

20 FEELING INTROVERTED Penekanan pada perasaan, misterius, pendiam, sulit untuk didekati, childish, tidak begitu memperhatikan perasaan dan pikiran orang lain SENSING INTROVERTED Introvert, jauh dari dunia keseharian, estetik INTUITING INTROVERTED Eksentrik, visioner, tidak mudah dipahami, kontak dengan realita minim.

21 Contoh 8 tipe Jungian Fungsi- Fungsi Sikap-sikap IntroversiEkstraversi BerpikirFilsuf, ilmuwan teoretisi, beberapa penemu Ilmuwan periset, akuntan, matematikawan MerasaKritikus film subjektif, pengamat seni Pengusaha real-estate, kritikus film objektif MengindraSeniman, musisi klasikKorektor penerbitan, pencicip anggur, musisi populer, pen-cat rumah IntuisiMistikus, pemuja fanatik agama Beberapa penemu, para pembaru agama

22

23 B. KETIDAKSADARAN

24 A. Ketidaksadaran pribadi Daerah terdekat dengan kesadaran. Terdiri pengalaman sadar yang direpresikan/ditekan, dilupakan atau diabaikan. Juga pengalaman2 yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar. Mirip prasadar dari Freud. Isi alam bawah sadar personal (ketidaksadaran pribadi disebut COMPLEXES / kompleks  pengelompokan emosi, memori, persepsi & harapan menjadi tema tertentu yang kemudian mendasari perilaku

25 Ketidaksadaran Pribadi Merupakan gudang/wadah dari sesuatu yg tdk sadar tetapi dgn mudah dpt muncul kekesadaran. Yaitu: ingatan2 & pikiran2 yg telah dikeluarkan dr alam sadar krn kurang penting / mengancam. Ex: qta hafal nomor telp qta / ingatan penting lain, tapi qta tdk memikirkannya setiap saat. Namun jika saat qta membutuhkannya qta dapat dgn segera menariknya ke alam sadar qta. Ada semacam arus bolak-balik antara kesadaran & ketidaksadaran pribadi. Ketidaksadaran pribadi “lemari arsip” dr pikiran, perasaan & ingatan qta

26 B. Ketidaksadaran kolektif Gudang bekas2 ingatan laten yang diwariskan leluhur Sisa psikis perkembangan evolusi manusia yang menumpuk akibat pengalaman2 berulang beberapa generasi Bersifat universal & hampir terbebas dari semua segi pribadi

27 Ketidaksadaran Kolektif Merupakan gudang pengalaman2 evolusi yg universal. Merupakan tingkat kepribadian yg paling dlm. Mengatur seluruh tingkah laku sekarang & merupakan kekuatan yg paling berpengaruh dlm kepribadian. Kunci penting! : Ingat bahwa pengalaman awal manusia adalah tdk sadar  kita tdk menyadari mereka. Kita tdk ingat hal tersebut secara sadar / dapat menggambarkan hal tersebut (seperti saat qta menarik keluar ktdksadaran pribadi yg pernah qta alami secara sadar) Merupakan kecenderungan2 untuk mengamati, berpikir & merasakan menurut cara2 yang sama seperti leluhur- leluhur qta. Ketidaksadaran kolektif  pengalaman yang diwariskan.

28

29

30 Ketidaksadaran Archetypes: manifestasi dari ketidaksadaran kolektif dalam mimpi/fantasi Jenis-jenisnya: 1. Persona: cara individu secara sadar menampakkan diri keluar (dunia sekitar) sebagai respon terhadap tuntutan2, kebiasaan, tradisi masyarakat Tujuan: menciptakan kesan tertentu pada orang lain. Sering menyembunyikan hakikat pribadi sebenarnya. Sifatnya elastis

31 2. Anima-Animus: Hakikat manusia adalah biseksual. Berperan sebagai gambaran2 kolektif yang memotivasikan masing2 jenis untuk tertarik & memahami lawan jenis. a.Biologis: hormon b.Psikologis: karakteristik, temperamen, sikap Archetypes animus: psikis wanita mengandung aspek maskulin Archetypes anima: psikis lelaki mengandung aspek feminin

32 Anima-animus

33 3. Shadow: berisi insting dasar/primitif terdiri insting2 hewan yang diwarisi dari evolusinya dari bentuk2 kehidupan yang lebih rendah Merupakan arketip kegelapan & represi, merepresentasikan kualitas-kualitas yg tdk ingin kita akui namu berusaha kita sembunyikan dari org lain bahkan dari diri sendiri. our darker self, most animalistic part of personality,contains immoral, passionate, and unacceptable desires and activities Shadow terdiri atas kecenderungan2 yg secara moral ditolak

34 4. Self : titik pusat kepribadian, mempersatukan sistem kepribadian  most important archetype Jung percaya bhw setiap pribadi memiliki sebuah kecenderungan warisan u/ bergerak menuju pertumbuhan, penyempurnaan & perlengkapan (sifat bawaan) Tujuan hidup: terus diperjuangkan tapi jarang tercapai. Memotivasi perilaku manusia, menyebabkan orang mencari kebulatan, khususnya melalui agama. Tujuan hidup yakni tujuan untuk mencapai keutuhan terutama dengan jalan religius. Adanya penghayatan religius yang sejati menunjukkan bahwa seseorang sudah mendekati pencapaian self (biasanya terbentuk setelah sso mencapai usia th)

35 Dinamika terjadi karena adanya pembagian energi psikis yang berasal dari pengalaman individual dan menggerakkan berbagai aktivitas spt berpikir, berkeinginan, dll

36 Konsep energi psikis Fisik dapat mempengaruhi psikis, dan sebaliknya Prinsip kebalikan: Polaritas/ kebalikan energi psikis dan fisik merupakan penggerak utama perilaku. Tanpa polaritas tidak ada energi. Prinsip ekuivalensi: energi tidak hilang tapi berpindah dari satu bagian ke bagian lain Prinsip entropi: dalam diri terdapat kecenderungan menuju keseimbangan. Energi mengalir dari yang lebih kuat ke yang lebih lemah

37 Dinamika kepribadian Kepribadian adalah sistem energi yang setengah tertutup karena energi dari sumber luar harus ditambahkan dari sistem (misal: makan) atau dikurangi dari sistem (misal: olahraga). Kestabilan kepribadian tidak absolut, melainkan relatif. Prinsip ekuivalensi: jika suatu nilai menurun/menghilang, jumlah energi yang diwakili oleh nilai itu tidak akan hilang dari psike, melainkan akan muncul dalam nilai baru.

38 Prinsip entropi: distribusi energi dalam psike mencari keseimabngan, dari yang kuat menuju lemah (ekuilibrium) PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Manusia berkembang dari kurang sempurna menjadi lebih sempurna. Tujuannya untuk realisasi self. Pusat kepribadian berpindah dari EGO ke DIRI pada usia setengah baya. Asas kausalitas : perilaku masa kini ada penyebab di masa lalu Asas teleologis: perilaku masa kini ada tujuan untuk masa depan.

39 TAHAP PERKEMBANGAN Masa Chilhood-Young adulthood ◦ Tidak menekankan pada early 5 years crisis seperti Freud ◦ Masa anak sangat dipengaruhi insting fisik ◦ Psychic birth begins on puberty

40 TAHAP PERKEMBANGAN Middle adulthood-old age ◦ tahun ◦ Pada masa midlife terjadi transisi dan perubahan yang banyak ◦ Kehidupan sso sangat ditentukan bagaimana ia mengatasi midlife crisis


Download ppt "Psikologi Kepribadian I Pertemuan ke 7 Psikologi Analitis – CARL JUNG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google