Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2. Laporan Keuangan Perusahaan Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2. Laporan Keuangan Perusahaan Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom 1."— Transcript presentasi:

1 2. Laporan Keuangan Perusahaan Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom 1

2 Attention Pada slide ini ditampilkan contoh laporan keuangan dari Allied Food Products untuk periode tahun 2001 dan Sedangkan pada buku Brigham dan Houston tertulis periode tahun 2002 dan Periode tahun 2001 pada slide = periode tahun 2002 pada buku, dan sebaliknya periode tahun 2000 pada slide = periode tahun 2001 pada buku. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom2

3 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan. Laporan keuangan melaporkan apa yang sebenarnya telah terjadi pada aset, laba, dan dividen selama beberapa tahun terakhir. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom3

4 Laporan Keuangan Laporan keuangan terdiri dari : 1.Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu. 2.Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu. 3.Laporan laba ditahan yaitu daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden. 4.Laporan arus kas yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas pembiayaan. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom4

5 Neraca Sisi sebelah kiri neraca menunjukkan aktiva dan sisi sebelah kanan aktiva menunjukkan kewajiban dan ekuitas. Aktiva disusun menurut urutan likuiditasnya atau jumlah waktu yang umumnya dibutuhkan untuk mengubahnya menjadi uang kas. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom5

6 Neraca Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom6

7 Depresiasi vs Amortisasi Depresiasi (depreciation) adalah pembebanan tahunan terhadap laba yang mencerminkan estimasi biaya rupiah dari peralatan modal yang digunakan dalam proses produksi. Depresiasi adalah penyusutan pada aktiva berwujud seperti gedung pabrik dan peralatan. Amortisasi (amortization) adalah penyusutan pada aktiva tidak berwujud (intangible asset) seperti paten, hak cipta, dan merek dagang. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom7

8 Laporan Laba Rugi Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom8

9 Laporan Laba Rugi Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom9 EBITDA = Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization EBIT = Earnings Before Interest and Taxes NOPAT = Net Operating Profit After Tax

10 Laporan Laba Ditahan Perusahaan menahan labanya untuk memperluas bisnis, artinya melakukan investasi pada pabrik dan peralatan, persediaan, dst. Laba ditahan seperti yang dilaporkan pada neraca tidak benar-benar mencerminkan kas dan tidak “tersedia” untuk pembayaran dividen atau apa pun. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom10

11 Laporan Laba Ditahan Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom11

12 Arus Kas Bersih Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom12 Arus kas bersih = Laba Bersih – Pendapatan nonkas + Beban Nonkas Arus kas bersih = Laba Bersih + Depresiasi dan Amortisasi Arus kas bersih 2001 = $113,5 + $100 = $213,5 juta Arus kas bersih 2000 = $117,8 + $90 = $207,8 juta Data diambil dari L/R

13 Laporan Arus Kas Arus kas bersih mencerminkan jumlah kas yang dihasilkan oleh bisnis untuk para pemegang sahamnya selama satu tahun tertentu. Akan tetapi, fakta bahwa sebuah perusahaan menghasilkan arus kas yang tinggi tidak selalu berarti bahwa jumlah kas yang dilaporkan pada neracanya juga akan tinggi. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom13

14 Laporan Arus Kas Laporan ini memisahkan aktivitas-aktivitas menjadi 3 kategori: 1.Aktivitas operasi, meliputi laba bersih, depresiasi, dan perubahan dalam aktiva lancar dan kewajiban lancar di luar kas dan utang jangka pendek 2.Aktivitas investasi, meliputi investasi atau penjualan aktiva tetap 3.Aktivitas pendanaan, meliputi kas yang dihimpun selama tahun berjalan dengan menerbitkan utang jangka pendek, utang jangka panjang, atau saham. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom14

15 Laporan Arus Kas Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom15

16 Modal Kerja Operasi Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom16 Modal kerja operasi bersih = Seluruh aktiva lancar – Seluruh kewajiban yang tidak dikenakan bunga Atau Modal kerja operasi bersih = (Kas dan sekuritas + Piutang + Persediaan) – (Utang + Akrual) Total modal operasi = Modal kerja operasi bersih + Aktiva tetap bersih Data diambil dari neraca

17 Modal Kerja Operasi Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom17 Tahun 2001 Modal kerja operasi bersih = ($10 + $375 + $615) – ($60 + $140) = $800 juta Total modal operasi = $800 + $1.000 = $ juta Tahun 2000 Modal kerja operasi bersih = ($80 + $315 + $415) – ($30 + $130) = $650 juta Total modal operasi = $650 + $870 = $1.520 juta Data diambil dari neraca

18 Laba Operasi Bersih Setelah Pajak Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom18 Laba operasi bersih setelah pajak (net operating profit after taxes – NOPAT) NOPAT = EBIT(1-%Tarif pajak) Data diambil dari L/R NOPAT 2001 = $283,8(1 – 0,4) = $283,8(0,6) = $170,3 juta NOPAT 2000 = $263(0,6) = $157,8 juta

19 Arus Kas Bebas Arus kas bebas (free cash flow) adalah arus kas yang benar-benar tersedia untuk didistribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk-produk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom19

20 Arus Kas Bebas Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom20 Arus kas operasi = NOPAT + Depresiasi dan amortisasi Investasi bersih pada modal operasi = modal operasi thn berjalan – modal operasi thn lalu Investasi bruto pada modal operasi = investasi bersih + Depresiasi dan amortisasi FCF = Arus kas operasi – Investasi bruto pada modal operasi Atau FCF = NOPAT – Investasi bersih pada modal operasi Data diambil dari neraca

21 Arus Kas Bebas Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom21 Tahun 2001 Arus kas operasi = $170,3 + $100 = $270,3 juta Investasi bersih pada modal operasi = $ $1.520 = $280 juta Investasi bruto pada modal operasi = $280 + $100 = $380 juta FCF = $270,3 - $380 = -$109,7 juta Data diambil dari neraca

22 MVA Kekayaan pemegang saham akan dimaksimalkan dengan meminimalkan perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham. Perbedaan ini disebut sebagai Nilai Tambah Pasar (MVA). Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom22

23 EVA EVA mencerminkan laba residu yang tersisa setelah biaya dari seluruh modal, termasuk modal ekuitas setelah dikurangkan, sedangkan laba akuntansi ditentukan tanpa mengenakan beban untuk modal ekuitas. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom23

24 MVA dan EVA Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom24 MVA = Nilai pasar dari saham – Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham Atau MVA = (Saham beredar)(Harga saham) – Total ekuitas saham biasa EVA = NOPAT – Biaya modal operasi setelah pajak

25 MVA dan EVA Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom25

26 Exercise (Page 80) 1.Little Books Inc. recently reported net income of $3 million. Its operating income (EBIT) was $6 million, and the company pays a 40 percent tax rate. What was the company’s interest expense for the year? [Hint: Divide $3 million by (1 - T) = 0.6 to find taxable income.] (Hal 80, soal 2-1) 2.Kendall Corners Inc. recently reported net income of $3.1 million. The company’s depreciation expense was $500,000. What is the company’s approximate net cash flow? Assume the firm has no amortization expense. (Hal 80, soal 2-2) Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom26

27 Exercise (Page 80) 3.In its most recent financial statements, Newhouse Inc. reported $50 million of net income and $810 million of retained earnings. The previous year, its balance sheet showed $780 million of retained earnings. What were the total dividends paid to shareholders during the most recent year? (Hal 80, soal 2-4) 4.Pearson Brothers recently reported an EBITDA of $7.5 million and $1.8 million of net income. The company has $2.0 million of interest expense and the corporate tax rate is 40 percent. What was the company’s depreciation and amortization expense? (Hal 80, soal 2-5) Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom27

28 Exercise (Page 80 No. 2-6) The Klaven Corporation has operating income (EBIT) of $750,000. The company’s depreciation expense is $200,000. Klaven is 100 percent equity financed, and it faces a 40 percent tax rate. What are its net income, its net cash flow, and its operating cash flow? Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom28

29 Exercise (Page 81 No. 2-8) Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom29


Download ppt "2. Laporan Keuangan Perusahaan Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google