Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WISMANTO SPd, SFt, M.Fis.. SISTEM PROSES FISIOTERAPI INPUTPROSESOUTPUTOUTCOME  Pasien  Fisioterapis  Peralatan  Metode  Kode etik  SOP  dll  Assessment.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WISMANTO SPd, SFt, M.Fis.. SISTEM PROSES FISIOTERAPI INPUTPROSESOUTPUTOUTCOME  Pasien  Fisioterapis  Peralatan  Metode  Kode etik  SOP  dll  Assessment."— Transcript presentasi:

1 WISMANTO SPd, SFt, M.Fis.

2 SISTEM PROSES FISIOTERAPI INPUTPROSESOUTPUTOUTCOME  Pasien  Fisioterapis  Peralatan  Metode  Kode etik  SOP  dll  Assessment  Diagnosis  Planning  Intervensi  ReEvaluasi  Kesembuhan pt.  FTis pandai  Pengembangan  Peralatan  dll Kepuasan:  Pasien  Fisioterapis  Manajemen  Share holder STANDARD PRAKTIK FISIOTERAPI

3 ASSESMENT FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL  ANAMNESIS  INSPECTION TERPILIH  QUICK TEST TERPILIH  PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK DASAR TERPILIH  Active  Passive  Isometric  PEMERIKSAAN KHUSUS TERPILIH  DATA medik/ profesi kesehatan lain  Penentuan akhir sbg diagnosis muskuloskeletal.

4 HISTORY TAKING Anamnesis Pengambilan data relevan Dibuat hipotesis awal Screening (Observasi = inspeksi) Screening (pemeriksaan fungsi fisik sesuai hipotesis awal) Quick test Tes Gerak aktif, gerak pasif, isometrik. PEMERIKSAAN (PENGAMBILAN DATA) Tes khusus sesuai hipotesis simpulan: Palpasi Joint play movement, tes provokasi, kinerja otot, Tes stabilisasi sendi. Muscle strength test, length test. Tes sensasi Balance test, coordination test. Strength Duration Curve dll Pengukuran selektif Pengukuran subyektif  obyektif: mis nyeri dgn VAS/VRS, Pengukuran Mobilitas sendi/ ROM, Manual Muscle Test Karakteristik antropometri Pengukuran postur Keseimbangan/Balance scale Aktifitas sehari-hari/IADL Index Barthel dll

5 EVALUASI PEMERIKSAAN EVALUASI Pengumpulan Data-data Analisis Sintesis KAJIAN KLINIS

6 FRAGMENTASSESMENTDIAGNOSIS AnamnesisInspeksiPemeriksaanfungsi Tes khusus & P’ukuran Muskulo skeletal Kel utama, Riw sakit. Diagn dan riwy medik Stat fungsi dan tingkat aktifitas Dinamik,Statik Analisis total, kuadran, lokal. Pem. fungsi gerak dasar: Tes cepat, grk aktif, pasif dan isometrik Palpasi, JPM, Provokasi, pengukuran 2 JaringanPatologi Gg gerak Pengobatan status kes famili Pekerjaan- sosial PROSES EVALUASI ANALISIS SINTESIS

7 DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS  Diagnosis meliputi:  Gangguan gerak & fungsi (goal of intervension)  Pada struktur jaringan spesifik tertentu (tissue target)  Disebabkan oleh patologi tertentu (Pathological target)  Diagnosis banding:  Diagnosis kasus yg mirip  Kadang diperlukan tes intervensi  Prognosis meliputi:  Prediksi akhir pemulihan gerak dan fungsi  Prediksi bertahap pemulihan gerak dan fungsi

8 PERENCANAAN FISIOTERAPI  Rencana proses Fisioterapi, misal urutan : intensitas, durasi, frekwensi, dll.  Selain itu dipertimbangkan kompleksitas dan berat- ringannya kondisi klinis  Mempertimbangkan kemampuan pasien/klien  Harapan pasien/klien, famili

9 Koordinasi Komunikasi Dokumentasi Instruksi thd pasien/klien Prosedur intervensi Modalitas, Metoda, teknik intervensi, dan dosis. INTERVENSI FISIOTERAPI

10 PEMILIHAN MODALITAS  Sesuai dgn target jaringan  Sesuai target patologi  Meliputi secara manual; peningkatan gerakan; peralatan fisis, peralatan elektroterapuetis dan peralatan mekanis; pelatihan fungsional; penentuan bantuan dan peralatan bantu PEMILIHAN METODA Sesuai target jaringan Sesuai target patologi Sesuai dengan karakteristik / indikasi metoda PEMILIHAN TEKNIK Sesuai metoda Memperimbangkan kondisi klinis individual Mempertimbangkan aspek kemampuan fisik dan psikologis pasien/klien PENETAPAN DOSIS Sesuai dgn tingkat/ patologi Sesuai output yg akan dicapai Meliputi intensitas atau force, durasi tiap sesi dan frekwensi penanganan.

11 PENERAPAN PROSEDUR INTERVENSI  Penjelasan program & panduan partisipasi saat intervensi dan dirumah kpd klien  Persetujuan program  Pemberian posisi/awal gerakan  Pemanasan (preliminary primer intervention)  Intervensi inti  Pendinginan  Evaluasi dan Pengukuran hasil  Penjelasan prosedur selanjutnya

12 INSTRUKSI DAN PENDIDIKAN TERHADAP PASIEN/KLIEN  Proses pemberian informasi, pendidikan, atau pelatihan kepada pasien/klien/famili.  Instruksi berkaitan dengan: kondisi saat ini, rencana dan pentingnya Proses fisioterapi, Faktor resiko, dll.  Fisioterapis bertanggung jawab atas instruksi- instruksi.

13  Pemahaman informasi sakit dan program  Class exercise  Proper body/neck mechanic  Lifting technique  Home program exc and activities  Selective sport  dll. CONTOH INSTRUKSI DAN PENDIDIKAN

14 KOMUNIKASI DAN KOORDINASI o 1. Komunikasi dilaksanakan selama proses pelayanan o 2. Pemberian informasi untuk memperoleh kerja sama dgn pasien/klien/keluarga o 3. Komunikasi dan koordinasi antar fisioterapi dalam team atau diluar team o 4. Komunikasi dan koordinasi dgn tenaga kesehatan lain.

15 REEVALUASI  Dilakukan sebelum, selama dan setelah intervensi.  Penerapan tes cepat dan tes khusus.  Pengukuran dengan instrument yang relevans.  Untuk mengetahui semua perkembangan gangguan gerak & fungsi.  Penting untuk pengembangan program, perubahan program dan penelitian.

16 REKAM MEDIK  Rekam medik (medical record) dilaksanakan untuk menjamin kualitas pelayanan, penelitian dan pengembangan.  Rekam medik dibuat selama pelayanan  Rekam medik berisikan:  Catatan tiap tahap proses fisioterapi  Jadwal kedatangan dengan jenis pelayanan dan fisioterapis pelaksana proses.  Lampiran data terkait

17

18 TEMPOROMANDIBULAR DYSFUNCTION SYNDROME  Keluhan spesifik:  Pd pria/wanita 20-40th.  Nyeri rahang/telinga, kadang menyebar ke wajah, daerah temporal/sekitar leher. Nyeri mengunyah, kesulitan menyedot.  Clicking, subluxation dan recurrent dislocation.  Temuan dlm asesmen:  Saat depresi terjadi translasi keanterior berlebihan,  Clicking, popping/cracking saat depresi/elevasi  Nyeri tekan dan penebalan sendi.

19 TEMPOROMANDIBULAR INTERNAL DERANGEMENT  Keluhan:  Pd usia muda/tua. Penyebab minor trauma/proses penuaan.  Nyeri saat gerak mengunyah/diam, nyeri dalam atau ngilu. Kadang nyeri menyebar kewajah.  Morning stiffness saat dipakai mengunyah  Mengunyah bunyi klik atau krepitesi  Temuan asesmen:  Grk terbatas capsular pattern. Pada unilateral pola geral depresi/elevasi bentuk L.  JPM test nyeri dan firm end feel

20 PATOLOGI CERVICAL SPINE: Whiplash injury  Oleh kecelakaan ‘Asceleration’ (hyper extension=lebih berat)/ ‘Desceleration’ (hyperflexion) injury.  Pd hyper extension: Sprain lig longitudinal anterior, disk, facets capsule, atlanto occypital - Atlanto axial joint capsule. ; Muscle strain sternocleidomastoid, scaleni, longus colli.; Retropharyngeal haematome, intraoesophageal haemorrhage dan sympahetic chain reaction.  Pd hyperflexion: Strain posterior musculature, sprain lig.nushae dan longit posterior, kerusakan facets, atlanto occypital - Atlanto axial joint capsule, kerobekan disk dan haemorrhage radix.  Hypermobile/instability/Listhesis.

21  Keluhan Fase acute 2-3mgg:  Post traumatic head ache, nyeri-kaku leher.  Otot sternocleidomastoid, scaleni, longus colli nyeri dan spasm,  ROM awalnya bebas kemudian menjadikaku ssd jam,  Temuan asesmen:  Forward head position,  Active ROM; terbatas  Defisit neurologis: C5 atau C6  Keluhan Fase subacute 2-10 mgg:  Nyeri dalam menyebar ke kepala, interscapular dan lengan.  Temuan asesmen:  Local tenderness otot sternocleidomastoid, scaleni, longus colli.  ROM normal dengan muscular guarding end feel.  JPM test terbatas bila facets terkena.  X ray: flat neck.

22  Keluhan Fase chronic >10 mgg:  Nyeri dalam menyebar ke kepala, interscapular dan lengan.  Temuan asesmen:  Tight-contracture dan fibrotic m. longus colli, sternocleidomastoid, scaleni, tenderness longus colli. M. multifidus C5-C6 spasm spt karet dan bengkak.  ROM hipermobil atau instability.  JPM test terbatas bila facets terkena.  X ray: flat neck.

23 Acute locking of cervical spine  Pd anak/remaja, krn grk tak terkontrol, nyeri pd articular pilar, umumnya C2-C3.  Patologi pd intervertebral complex mechanic, rupture annulus-disc bulging dan facet blockade.  Keluhan: kaku dan nyeri gerak setelah bangun tidur.  Temuan asesmen:  Acute neck pain pagi hari,  Antalgic position: lat fleksi-rotasi kearah sisi lesi  Rotasi satu sisi nyeri & terbatas, ekstensi hilang.  Grk pasif ROM lebih besar dr aktif.  JPM test terbatas oleh muscle spasm, traksi mengurangi nyeri

24 Local Cervical facet pain  Keluhan:  Usia 25-50th.  Nyeri daerah scapular, dpt sampai lengan umumnya unilateral, kadang headache.  Ada riwayat trauma atau nyeri leher akut hilang timbul.  Nyeri memburuk sore hari dan saat otot-otot tegang dlm wkt lama misal stress dan menahan kepala melawan gravitasi (depan komputer/membaca)  Temuan asesmen:  Grk aktif dgn overpressure: nyeri hebat saat lateral fleksi/rotasi; Nyeri saat ekstensi.  Grk 3 dimensi ekstensi nyeri sisi ipsilateral.

25 GENERAL CERVICAL DEGENERATIVE DISEASE (SPONDYLOSIS DEF / S.A.C).  Keluhan:  Usia diatas 50th.  Kaku leher makin memberat, disertai shoulder girdle pain/arm pain. Nyeri dan kaku bilateral (kdg satu sisi leb berat). Kdg head ache (cervicogenic) pd occyput.  Tahunan mengeluh nyeri leher.  Kaku leher dan head ache pagi hari dan berkurang siang hari, malam memburuk.  Temuan asesmen:  Tes aktif dan pasif : Ekstensi terbatas, terbatas ringan lateral fleksi dan terbatas ringan-sedang saat rotasi dan fleksi; Nyeri saat ROM penuh.

26 Cervical disc dysfunction  Patologi:  Usia 30-35, umumnya C5-6, C6-7, C4-5. Akibat repetitive micro injury→annulus fissure→herniasi.  Inflamasi menyebabkan radiculopathy/myelothy.  Keluhan:  Nyeri mendadak, pd cervical/scapular area, menyebar ke bahu-lengan disertai parestesias  Temuan asesmen:  Nyeri radicular, parestesias, kelemahan myotome tertentu dan refleks fisiologis menurun.  Fase akut: ROM terbatas segala arah, batuk-bersin nyeri, fase kronik nyeri radicular wkt fleksi  Tes 3 dimensi ekstensi nyeri radicular, distraksi nyeri berkurang.  CT Scan/MRI positif.

27 Cervical instability  Patologi:  Umumnya C4-C5. Akibat hyperextension injury.  Keluhan:  Nyeri leher menyebar.  Temuan asesmen:  Ada riwayat acceleration injury, atau kerja posisi fleksi, hypertrphy otot leher depan/ dada depan.  ROM aktif/pasif terbatas,  Multifidi guarding spasm, sternocleidomastoid hypertrophy/fibrotic dan nyeri tekan, longus colli spasm  Segmental movement test C4-C5 hypermobile, dibawah C5 terbatas.

28 Cervical head ache  Patologi: Patologi facets C0-C1, C1-C2, C2-C3, cervical myofascial syndrome, C1, C2, C3 nerve root iritation.  Keluhan:  Nyeri pegal leher nyebar ke kepala satu sisi kdg menyebar ke mata dan bahu.  Nyeri ↑ grk leher / ekstensi cervical atas / posisi janggal.  Temuan asesmen:  Forward head position,  ROM cervical terbatas, nesk flexor tight/contracture kadang neck extensor.  Segmental test C0-C1, C1-C2, C2-C3 terbatas dan palpasi memicu nyeri primer.  Dijumpai trigger point pd upper trapezius/ sternocleidomastoid/ masseter  Neurologic test (n.X) kadang positif.

29 THORACIC DISC BULGING - HERNIATION  Patologi: HNP jarang, hanya T11 dan T12.  Keluhan: Timbul nyeri thoracolumbar menyebar ssd angkat beban, batuk, bersin dan nafas dalam nyeri.  Temuan asesmen:  Jatuh kompresi trunk, atau angkat beban berat pss fleksi.  Nyeri segmental, batuk mengejan nyeri thoracal  Lateral disc bulging dpt kompresi radix menimbulkan referred pain. Stenosis (sangat jarang) menimbulkan gejala UMNL. Harus dipilah thd ankylosing spondylitis, metastatic tumors, chronic duodinal ulcers, intercostal neuralgia atau neurofibroma.

30 MINOR INTERVERTEBRAL DERANGEMENT (MID)  Patologi: kerusakan satu/dua facet ringan akibat mobilisasi/manipulasi terbalik.  Keluhan: nyeri lokal segmental.  Temuan asesmen:  Nyeri segmental, kulit sensitif, otot nyeri tegang spt tali.  Bila nyeri menyebar dlm dermatome overlap,  PACVP dan LPAVP nyeri lokal/menyebar kelateral

31 THORACIC PAIN (BERASAL DARI CERVICAL)  Patologi: Banyak, C4-5; C6-7.  Keluhan: Nyeri thoracal/interscapular girdle, provokasi duduk lama, mengemudi kendaraan.  Temuan asesmen:  Posisi kepala forward head position, scoliosis, atau flat back.  Mobilitas aktif/pasif cervical→ nyeri/terbatas.  3dimensi ekstensi cervical nyeri ipsilateral, firm end feel.  Palpasi otot spasm.

32 THORACIC OUTLET SYNDROME  Patologi: entrapment plexus brachialis setinggi scalenus, pectoralis minor, costoclavicular.  Keluhan:  Wanita setengah baya,  Nyeri menyebar pd lengan & bahu trtm abd 90 0  Nyeri dpt pd cervical, wajah, kepala, bahu, lengan atas, dada, axillar, dgn parestesias, rasa tebal, terasa berat, lemah dan pucat.  Temuan asesmen:  Kifosis, otot pectoral tegang, grk bahu terbatas dan posisi scapula kebawah.  Dowagers hump (grk upper & mid thoracal terbatas)  Nyeri tekan upper & mid thoracal dan costal.  Dipisahkan dgn Hyper abduction test, Adson’s test, Allen test, Ross test.

33 THORACIC PAIN (BERASAL DARI THORAX)  Patologi: Banyak, T4-5 (kifosis); T7-8 (scoliosis), T9-10 (round back).  Keluhan: Nyeri thoracal ke dada trtm saat duduk lama.  Temuan asesmen:  Posisi derformitas kifosis, scoliosis, round back atau flat back.  Mobilitas aktif/pasif → nyeri/terbatas.  Firm end feel.  LPAVP nyeri, terbatas, firm e f.  Palpasi otot spasm,

34 THORACIC HYPOMOBILITY SYNDROME  Keluhan:  Terkait posture jelek.  Nyeri pegal, ngilu/nyeri tajam, makin berat saat aktivitas, duduk lama atau posisi janggal.  Nyeri menyebar pd spinal, paraspinal, interscapular, lengan, dada samping, sub sternal, kdg crista iliaca.  Memberat saat inspirasi dalam, membungkuk, duduk/tidur wkt lama, angkat beban, tempat tidur terlalu lunak/keras.  Temuan asesmen:  Thoracolumbar mobility terbatas. Ekstensi terbatas kompensasi fleksi hip/lumbar lordosis.  Hypomobility dada akibat hypomobility thoracal spine.  Forward head position dan thoracal kyphosis.  Pola pernafasan abdominal terbatas.  Ekspansi dada terbatas.

35 UPPER THORACIC SPINAL SYNDROME  Upper thoracal merpk regio paling kaku.  Patologi: umumnya karn injury jatuh, mengangkat beban, mendorong dll Dpt melibatkan spinal cord.  Keluhan: Nyeri lengan sampai tangan. Tegang leher belakang.  Temuan asesmen:  Posisi derformitas kifosis, scoliosis, round back atau flat back.  Hipomobil satu level/lebih T3-4; T4-5, T5-6. T4 paling sering.  PACVP, LPAVP terbatas, firm end feel.  Palasi otot spasm.

36 MID THORACIC AND COSTOVERTEBRAL DISORDER  Patologi: Terbanyak pd facet T5-T6-T7, costo vert T 8 - T 9 -T 10 mengangkat beban, mendorong dll Dpt melibatkan spinal cord. Banyak pd pekerja/sport dgn rotasi thorax (golfers).  Keluhan:  Nyeri spt pd nyeri visceral, menyebar kedada sepanjang costae, dgn baal /parestesias. Nyeri costo vertebral sampai 3-4 cm dr midline.  Nyeri meningkat saat gerak atau terlentang.  Temuan asesmen:  Nyeri pd test snterior pressure costovertebral  PACVP, LPAVP nyeri kadang terbatas, firm e f.  Palasi otot paravertebrale nyeri dan spasm.

37 LOWER THORACIC SPINE AND THORACOLUMBAR DYSFUNCTION  Patologi:  pd usia ±40 th sering kronik,  akibat disc bulging/hipomobil facet T12-L1  Keluhan:  Nyeri lumbale, crista iliaca/sacroiliac dan gluteal /inguinal.  Nyeri crista & gluteal hgg 8-10 cm dr midline.  Temuan asesmen:  Gejala MID T10-L2  PACVP dan LPAVP nyeri pd crista iliaca.

38 THORACIC DERANGEMENT SYNDROME (Mc Kenzie)  Patologi: displacement/mechanical deformation struktur sendi oleh kelainan mekanis diskus. Pd thoracal posterior derangement.  Akbt posisi salah/aktivitas fisik, kontraktur jar.  Keluhan:  Nyeri simetrik thoracal.  Nyeri unilateral/simetrik dgn/tanpa menyebar.  Temuan asesmen:  Nyeri akhir ROM,  PACVP/LPAVP nyeri firm ef.

39 THORACIC HYPERMOBILITY PROBLEMS  Patologi: Jarang & sulit diobati. Akbt muscle imbalance.  Diatas segment stiff; /grk berlebih akbt terbatas lumbale & hip.  Keluhan:  Nyeri thoracal menyebar ssd aktivitas fisik.  Temuan asesmen:  PACVP/LPAVP nyeri dgn empty e f.

40 COSTAL SPRAIN  Patologi: Strain akibat aktivitas fisik atau injury  Keluhan:  Nyeri pd costal &/ lumbale.  Batuk/bersin nyeri intercostal.  Temuan asesmen:  Ekspansi thorac nyeri/terbatas.  Intercostal muscle spam.  Nyeri tekan pd costa.

41 FIRST RIB SYNDROME  Patologi: Costa 1 subluxatio dan tertarik kecranial oleh scalenus. Diikuti hypertrophy, pemendekan dan myofascial pain.  Keluhan:  Nyeri dan tenderness pd fossa supraspinata unilat, nyeri menyebar dermatome C8-T1.  Temuan asesmen:  Forward head & girdle potracted.  Pd palpasi M. scalenus teraba hypertrophy/ tightness.  Caudal pressure costa1 nyeri menyebar.

42 KYPHOSIS & SENILE KYPHOSIS  Patologi:  Gibbus (hump back). Dowager’s hump (upper thoracal) akbt osteoporosis. Flat back. Round back.  Thoracic kyphosis berlebihan disertai girdle protraction dan pemendekan serratus anterior-shoulder internal rotator, diikuti kontraktur capsular shoulder.  Pd senile kyphosis disertai arthrosis berat mid thoracal. Hypomobile upper thoracal dan hypermobile lower thoracal.  Keluhan:  Nyeri berulang ssd aktivitas, tidur terganggu.  Temuan asesmen:  Posture membungkuk, ROM terbatas (lower th hipermobil) pemendekan otot-otot diatas.  Pengukuran dgn menggunakan plump line, X ray.

43 OSTEOPOROSIS  Patologi: Berkaitan dgn senile kyphosis, wanita pasca menopause. Diikuti compression fracture.  Keluhan:  Timbul nyeri memburuk ssd aktivitas, duduk lama, tidur.  Badan lebih nyeman membungkuk.  Temuan asesmen:  Deformitas  Nyeri dan terbatas grk ekstensi upper thoracal, hipermobillower thoracal.  X ray, kepadatan tulang menurun.

44 LUMBAR INTERVERTEBRAL DISC LESION  Keluhan:  Timbul nyeri lumbosacral mendadak, intensitasnya kdg meningkat. Paginya nyeri makin berat, kdg nyeri sampai tungkai.  Memburuk ssd duduk lama, lebih nyeman berdiri.  Temuan asesmen:  Deformitas fungsional lumbale, flat back dan umumnya scoliosis cembung sisi sakit.  Nyeri dan terbatas grk lumbale terutama fleksi.  Lasegue, atau nyeri positif.

45 DISK PROLAPS  Keluhan:  Timbul nyeri lumbosacral mendadak, intensitasnya meningkat.  Memburuk ssd duduk lama, lebih nyaman berdiri.  Temuan asesmen:  Deformitas fungsional lumbale, flat back dan umumnya scoliosis cembung sisi sakit.  Nyeri dan terbatas grk lumbale terutama fleksi.  Lasegue, atau nyeri positif.

46 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT (LUMBALE)  Patologi:  Acute locked back, sudden back ache, facet blockade, subluxation/fixation atau lumbago.  Penyebab grk tdk terkontrol→ mechanical derangement dan locking intervertebral joint complex.  Timbul lig sprain, lesi otot, lesi facet, sinovitis, acute nuclear prolaps, acute disc hydrops dan annular tear.  Keluhan:  Nyeri pinggang berat ssd aktivitas/bangun tidur pagi harinya.  Bilateral/umumnya unilat.  Temuan asesmen:  Nyeri dan terbatas semua arah grk lumbale  Tes pilar anterior adan posterior bisa positif  Lasegue, bragard atau neri positif ±.

47 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT IMPACTED SYNOVIAL MENISCOIDE  Lumbar synovial joint locking pd usia muda.  Pd hypermobile facet saat aktivitas (meraih, bungkuk dll).  Keluhan:  Nyeri pinggang ssd aktivitas, grak terbatas satu arah.  Temuan asesmen  Deformitas spinal dgn muscle spasm.  ROM terbatas satu sisi patologis (lat flexion), fleksi sering nyeri terbatas.  SLR terbatas krn nyeri pd posterosuperior crista. Neurologic test Θ

48 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT (lanjutan) LOCKING OF ARTHROTIC FACET JOINT  L4-5 atau L5-S1 usia lanjut dgn dugaan OA.  Keluhan:  Nyeri pinggang ssd melakukan aktivitas trunki / olah raga.  Nyeri lokal–menyebar segmental  Temuan asesmen  ROM terbatas semua arah, ekstensi nyeri terbatas.  SLR terbatas krn nyeri pd posterosuperior crista. Neurologic test Θ

49 HYPOMOBILITY LESIONS: Localized restriction  Keluhan:  Nyeri setelah mendadak nyeri akut  Nyeri daerah lumbosacral, pagi hari lebih berat, meningkat saat lama berdiri, jalan/aktivitas lama atau berulang ekstensi lumbale.  Temuan asesmen:  Kemungkinan beda panjang kaki  Lateral fleksi terbataskearah ipsilateral,  Tes 3dimensi ekstensi nyeri ipsilateral.

50 HYPOMOBILITY LESIONS Multisegmental bilateral capsular restriction  Keluhan:  Pd usia pertengahan atau usia lanjut.  Ada riwayat nyeri pinggang hilang timbul lama  Nyeri pinggang dan pelvic girdle memburuk saat berdiri lama atau jalan. Morning stifness berkurang siang hari dan meningkat malam. Dg nyeri hilang timbul satu/kedua tungkai.  Temuan asesmen:  Lumbar lordosis hilang.  Grk spinal terbatas dlm capsular pattern, paling terbatas ekstensi lumbale, lateral fleksi terbatas sedang, rotasi terbatas ringan/sedang.

51 Segmental Intervertebral Instability  Patologi: Usia th. Tak jelas penyebabnya, jarang akbt injury.  Keluhan:  Nyeri pinggang sp gluteal bilat berulang lama. Nyeri meningkat ssd aktivitas  Temuan asesmen:  Posisi sering lordosis  Tes Aktif/Pasif/isometrik normal. ROM > dr normal.  Nyeri tekan pd otot paravertebral.

52 LUMBAR SPONDYLOLYSIS & SPONDYLOLISTHESIS  Patologi: Kerusakan facet/pro.artric  subluxation/dislocation.  Keluhan:  Nyeri belakang paha bilat, provokasi berdiri lama, aktivitas trunki.  Kdg bunyi pinggang bl aktivitas  Temuan asesmen:  Nyeri bilat hamstrings, gluteal, kdfg sp gatrocnemius.  Posisi tubuh flat back/deviasi  Tes segmental gapping nyeri bilat, clicking/ crepitasi.

53 SACRO ILIAC JOINT HYPOMOBILITY  Patologi: akibat degenerasi/inflamasi (injury/infeksi mis. RA) ossification.  Keluhan:  Nyeri gluteal menyebar ke hamstrings satu sisi, trtm ssd duduk lama, bangun tidur.  Nyeri saat naik/turun tangga.  Temuan asesmen:  Asimetri SIAS-SIPS saat berdiri dan trunk flexion.  Terbatas hip flexion, nutation.  Nyeri tekan sacrum.  Gapping test 

54 ACUTE SACROILIAC DYSFUNCTION  Keluhan:  Timbul nyeri sacroiliac unilateral, sering akibat grk twisting.  Nyeri menyebar ke paha belakang bilateral.  Nyeri memburuk pd posterior torsional displacement (ekstensi hip-spine dengan felksi hip sisi kontralateral) atau anterior torsional displacement.  Temuan asesment:  Posterior torsional displacement (sering):  Kecenderungan berdiri posisi hip, knee, dan pinggang sedikit fleksi pd sisi yang terkena. SIPS sisi sakit rendah baik posisi biasa atau dikoreksi.  Rotasi anterior nyeri, rotasi posterior berkurang.  SLR kontralateral menyebabkan nyeri dan berkurang bila SLR sisi sama.  Anterior torsional displacement terjadi temuan sebaliknya.

55 CHRONIC SACRO ILIAC JOINT HYPERMOBILITY  Keluhan:  Ada riwayat intermittent acute sacroiliac dysfunction dan menjadi nyeri kronik sacroiliac dan kedua paha belakang, terkait pasca penglahiran.  Memburuk pd aktivitas lama/berulang:  Kombinasi ekstensi hip-spine dengan felksi hip sisi kontralateral.  Temuan asesmen:  Tampak asimetri sacroiliac joint  Pd sacroiliac stress test nyeri atau crepitasi.

56 DEGENERATIVE CHANGES SIJ (SACRIO ILIAC JOINT)  Patologi: Pd usila, ♀ > ♂  Keluhan:  Nyeri gluteal, terutama bangun tidur/duduk lama  Temuan asesmen: o Nyeri terbatas grk nutasi-kontra nutasi o Anterior/posterior Gapping test positif

57 PUBIC SYMPHYSIS COMPRESSION  Patologi: pubic compression, n a condition in which the pubic bones are con-stricted in the pubic symphysis, characterized by tenderness at the symphysis, restricted pelvic motion, and an absence of pelvic asymmetry. Also called pelvic adduction.  Keluhan: kompresi kemaluan, kondisi di mana tulang kemaluan yang menyempit di simfisis pubis, ditandai dengan nyeri pada simfisis, gerak panggul terbatas, dan tidak adanya asimetri panggul. Juga disebut? Adduksi panggul.  Temuan asesmen: Jonas: Mosby's Dictionary of Complementary and Alternative Medicine. (c) 2005, Elsevier

58 OSTEITIS PUBIS SYNDROME (Inflammation of the pubic bone)  Patologi:  Keluhan: Nyeri selangkangan ketika berjalan, melakukan sit-up dan jongkok. Nyeri pangkal paha mungkin berkembang secara bertahap  Temuan asesmen:  Pubic Bone Stress Injury.

59

60 Kemampuan akhir yang diharapkan Proses Fisioterapi Pada Gangguan mobililitas sendi, fungsi motorik, kinerja otot dan Rom akibat patologi kerusakan spinal (Pertemuan 1)


Download ppt "WISMANTO SPd, SFt, M.Fis.. SISTEM PROSES FISIOTERAPI INPUTPROSESOUTPUTOUTCOME  Pasien  Fisioterapis  Peralatan  Metode  Kode etik  SOP  dll  Assessment."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google