Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tantangan Bisnis Media Cetak

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tantangan Bisnis Media Cetak"— Transcript presentasi:

1 Tantangan Bisnis Media Cetak
MK Manajemen Industri Media Cetak Oleh Usman Yatim

2 Kecemasan Kalangan MC Dekade awal tahun 1990 an, berbagai peritiwa sangat berkorelasi mempengaruhi bisnis media cetak,misal saat Piala Dunia, Piala Eropa dan perang teluk sudah dipastikan oplah naik, omzet naik. Kini, rasa penasaran orang membaca media cetak sudah amat sangat berkurang karena sudah melihat dan mendengar sebelumya lewat televisi dan media online.

3 Pendapatan Iklan Data tahun 2006 menunjukkan bahwa iklan di koran sebesar 28,4 persen. Angka ini diprediksi akan mengalami penurunan sampai tahun 2010 menjadi 23,3 persen. Sementara pertumbuhan iklan di media Internet dalam kurun akan tumbuh 23 persen. Dari semua media yang ada, media berbasis internet terus mengalami pertumbuhan. "Internet yang tahun 2006 pemasukan iklannya hanya 6,8 persen akan berkembang dalam empat tahun yang akan datang. Perlahan tapi pasti angka itu akan semakin naik." CEO MNC Sky Vision Handhi S Kentjono dalam seminar nasional bertajuk "New Media: Akhir Media Konvensional?" di Sanur Beach Paradise Hotel, Bali, Kamis (27/11/2008).

4 Kesulitan Mendapatkan Pelanggan
kenyatan saat ini untuk menjaring satu pelanggan media cetak lebih sulit di banding dengan tahun lalu. alasan semakin berangam: tidak sempat baca, tidak mampu berlangganan, sudah lihat di televisi, dan di alasan akhir tahun 90”an: sudah akses secara online.

5 Faktor Loncatan Budaya
Sebenarnya yang paling mempengaruhi justru budaya dan sosial ekonomi suatu bangsa itu sendiri. Di Jepang yang sangat maju segala piranti komunikasinya, media cetak masih survive ( walaupun juga berkurang oplahnya ) tapi tidak sebesar Negara berkembang seperti Indonesia. Ada sebuah fase yang melompat yaitu sebuah budaya baca belum mengakar di masyarakat tetapi sudah langsung meloncat dalam fase budaya menonton dan mendengar dengan segala kecanggihan tehnologi dan kemudahan mengakses yang serba digital. (Didiet Raditya Hadi)

6 Persaingan Media Cetak
Persaingan bisnis media cetak bukan saja dihadapkan pada keberadaan jenis media lain (televisi dan media online) tetapi juga media sejenis. Persaingan media cetak yang sangat ketat menuntut para pengelola media lebih cerdas dan jeli dalam menangkap peluang pasar media. Pengelola media cetak dituntut dapat meramu produk sedemikian rupa serta menemukan cara-cara untuk dapat diminati, dibeli dan dibaca khalayak.

7 Redaksi dan Usaha Tuntutan persaingan membuat organisasi media harus dikelola secara profesional, mengikuti penerapan manajemen yang dapat memenuhi tuntutan institusi/perusahaan media, baik dilihat dari bidang redaksi maupun usaha (bisnis). Pola kerja keredaksian digerakkan secara etis untuk menampilkan media sebagai institusi sosial, pada sisi lain secara teknis menjadikan produk yang dihasilkan dapat dipasarkan.

8 Fungsi Sosial dan Bisnis
Media cetak(pers) memiliki dua wajah, yaitu wajah institusi sosial dan wajah institusi bisnis. Kedua wajah membawa implikasi dalam orientasi keberadaan dan operasional media pers. Sebagai institusi sosial, fungsi pers berorientasi ke luar (outward looking) untuk kepentingan masyarakat. Sebagai institusi bisnis, media cetak sama halnya dengan setiap korporasi, yaitu menjalankan operasi dengan orientasi ke dalam (inward looking), untuk kepentingan sendiri.

9 Dilema Media Media dan jurnalis berada di antara dua posisi yang selalu menimbulkan dilema. Dia dihadapkan pada posisi sebagai pekerja dalam konteks institusi bisnis, serta sebagai pelaku profesi yang menjalankan fungsi sosial. Kecenderungan politik ekonomi negara membawa implikasi terhadap posisi tersebut. Ekonomi Indonesia yang liberal, mengedepankan pasar bebas, membuat media cenderung lebih memposisikan sebagai institusi bisnis.

10 Permasalahan Distribusi
sangat sedikit perusahaan media cetak menempatkan distribusi sebagai strategi utamanya ,karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit,dan sering kali di subkontrakan ke distributor/agen nya. perusahaan hanya menghitung omzetnya tanpa melihat dan menganalisis proses penjualan dan didistribusi produknya.

11 Aktifitas Mengirim Barang?
Sebagian orang masih memandang saluran distribusi adalah aktivitas mengirim barang dan setelah barang tersebut diterima selesailah perkerjaan itu. cara pandang tersebut sudah expired, sudah harus didelete dari segala strategi perusahaan modern media cetak. (Didiet Raditya Hadi ) sebaiknya kita tidak memandang saluran distribusi sebagai suatu pekerjaan tukang antar saja.

12 Biaya Distribusi Mahal
Selain bahan baku yang semakin mahal, distribusi fisik sering menjadi penghambat perkembangan media cetak karena merupakan sumber biaya yang cukup besar, bagi media cetak baru pasti terhambat dengan biaya tersebut ,terlebih base penjualannya masih konsinyasi (eceran, kalau tidak laku bisa dikembalikan),sehingga media cetak yang baru berkembang harus mempunyai napas panjang untuk menopang biaya distribusi fisik ini,

13 Indonesia Timur Distribusi media cetak nasional dikirim melalui jasa angkutan umum (pesawat, fery,mobil,motor dll). Distribusi ke Indonesia bagian timur, harus memakai pesawat dengan biaya (tonase, surat muatan udara, gudang )yang mahal,schedule flight tidak teratur, harus berebutan dengan produk lain untuk merebutkan space cargo.

14 Pola distributor baru (Didiet Raditya Hadi )
1.Kolaborasi antara principal-distributor-agen 2.Satu frame cara memandang pasar sebagai pasar yang berkelanjutan (Customer Relationship Management),ada suatu layanan lanjutan, tidak saja transaksi sesaat, (tidak hanya barang diterima pembeli,dan semua perkerjaan sudah selesai) 3.Menyatukan strategi pengembangan, penetrasi, secara detil dan berdasar target. 4.Kegiatan Spreading, Coverage & Penetration tidak berhenti pada jaringan berikutnya (sub agen,dan armada penjualan lainnya) tetapi harus sampai pintu konsumen atau semakin mendekati potensi pasar (menciptakan potensi pasar).

15 Solusi Cetak Jarak Jauh
Menghadapi mahalnya biaya distribusi fisik dilakukan dengan solusi cetak jarak jauh sebagaimana dilakukan media cetak besar, seperti Harian Kompas. Cetak jarak jauh membutuhkan biaya besar, selain juga dapat terbentur dengan biaya distribusi fisik lagi untuk spreading di beberapa kota yang menjadi coverage-nya.

16 Kertas dan Masalah Lingkungan
Media Cetak sangat berhubungan dengan kertas yang kini harganya dinilai terbilang mahal. Bahan baku kertas terutama berasal dari kayu (pulp). Harga kertas terus menjadi mahal terkait dengan isu lingkungan. Penebangan pohon dalam rangka mendapatkan pulp, termasuk isu perusakan lingkungan yang kini terus mendapat kecaman LSM lingkungan hidup

17 Teknologi Media & Media Alternatif
Mahalnya harga kertas, kelangkaan kertas terkait isu lingkungan, kian memberi tempat atas kehadiran media alternatif, pengganti media cetak. Perkembangan teknologi media, terutama media elektronik (televisi) dan online, menimbulkan prediksi bahwa perusahaan media cetak berada diambang kebangkrutan atau malah sudah banyak yang bangkrut. Media online = e-newspaper?

18 Prof Brian S Brooks: (Editorial Department Missouri School of Journalism dari University Missouri, AS) Media cetak yang dianggap media tradisional dalam beberapa tahun mendatang terancam dengan perkembangan cyber media. Paling tidak itulah yang saat ini terjadi pada media di Amerika. Meski kebutuhan akan informasi terus meningkat, namun keinginan untuk membaca media tradisional cenderung menurun. Menghadapi trend media tahun-tahun mendatang, ada tiga hal penting harus diperhatikan dunia usaha pers, yaitu manajemen, teknologi dan anggaran. Tanpa itu, media tradisional akan ditinggalkan pembacanya.

19 Kemampuan Manajerial Manajemen meliputi kemampuan manajerial yang dimiliki seorang manajer dan bagaimana menerapkan model kepemimpinan yang tetap. "Seorang pemimpin harus mempunyai visi, mampu menjelaskan pada stafnya mengapa visi yang dimilikinya itu penting sehingga bisa mengajak stafnya untuk mencapai tujuan bersama." (Brian S Brooks)

20 Jakob Oetama: Tugas Besar
Saat ini ada tugas besar yang dihadapi dunia usaha penerbitan dengan keterbatasan kapasitas yang dimilikinya. Tugas itu berkaitan dengan peran media dalam demokrasi dan bagaimana dunia media dapat bertahan menghadapi perkembangan teknologi. "Satu-satunya yang bisa dikerjakan adalah membentuk kerja sama tim yang solid dan mau terus belajar. Kita harus sadar terhadap kemajuan teknologi informasi saat ini, dan harus mau belajar lagi dengan membuka pikiran dan mau terjun ke lapangan."

21 Membuka Diri Manajemen media cetak bukan sekadar bagaimana memproduksi suatu berita, tetapi juga berkaitan dengan marketing, manajemen finansial dan kepercayaan dari masyarakat yang menjadi pembacanya. "Oleh karena itu kita harus dapat membuka diri terhadap kritik dari masyarakat."


Download ppt "Tantangan Bisnis Media Cetak"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google