Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH VII PROFESIONALISME DAN KODE ETIK JABATAN GURU (II)  Karakteristik guru profesional  Upaya peningkatan dan pengembangan profesionalitas guru 

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH VII PROFESIONALISME DAN KODE ETIK JABATAN GURU (II)  Karakteristik guru profesional  Upaya peningkatan dan pengembangan profesionalitas guru "— Transcript presentasi:

1 KULIAH VII PROFESIONALISME DAN KODE ETIK JABATAN GURU (II)  Karakteristik guru profesional  Upaya peningkatan dan pengembangan profesionalitas guru  Kode etik profesi guru (di Indonesia).

2 Menurut Jamil Suprihatiningrum (2013). I. KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL GURU PROFESIONAL Pertama: memiliki komitmen pd siswa dan proses belajarnya. Kedua: secara mendalam menguasai bahan ajar dan cara mengajarkannya. Ketiga: bertanggung jawab memantau kemampuan belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Keempat: mampu berpikir sistematis dlm melakukan tugas. Kelima: menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya.

3 Dari karakteristik tsb mngindikasikan bhw menjadi seorg guru bukanlah pekerjaan yg gampang, seperti yg dibayangkan oleh sebagian org, bhw dgn bermodalkan penguasaan materi dan menyampaikan kpd siswa sudahlah cupup. Pd hal anggapan tsb belumlah dpt dikategorikan sbg seorg guru yg profesional. Sebab seorg yg profesional minimal harus meiliki:  Berbagai keterampilan;  Kemampuan khusus;  Mencintai pekerjaaannya; serta  Menjaga kode etik guru, dll. Apalagi dgn adanya pengukuhan guru sgb profesi, guru dituntut untuk:  Mereformasi pendidikan,  Memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-2 belajar di luar disekolah;  Merombak struktur hubungan guru dan siswa;  Menggunakan teknologi modern dan menguasai IPTEK;  Melakukan kerja dgn teman sejawat antar sekolah;  Bekerjasama dgn komunitas lingkungannya.

4 Mejadi guru di era Global pasti tdklah mudah. Ada beberapa persyaratan yg harus dipenuhi agar dia berkembang menjadi guru yg profesional. Dan secara akademik agar guru menjadi seorg guru yg profesional, secara akademik dia harus memiliki karakteristik berikut: A. Menurut HOULE (Suyanto, 2007) karateristik guru profesioal adalah: 1)Harus memiliki lansadan pengetahuan yg kuat; 2)Harus berdasarkan kompetensi individual; 3)Memiliki sistem seleksi dan setifikasi; 4)Adanya kerjasama dan kompetensi yg sehat antar sejawat; 5)Adanya kesadaran rofesional yg tinggi; 6)Memiliki prinsip-prinsip etik (kode etik) 7)Memiliki sistem sanksi profesi; 8)Adanya militansi individual; 9)Memiliki organisasi profesi.

5 B. Menurut Hamalik (2003), pekerjaan guru adlh pekerjaan profesional, dan untuk menjadi guru profesional harus memenuhi persyaratan yg berat. diantaranya: 1)Memiliki bakat sebagai guru; 2)Harus memiliki keahlian sebagai guru; 3)Memiliki kepribadian yg baik dan terintegrasi; 4)Memiliki mental yg sehat 5)Berbadan sehat; 6)Memiliki pengetahuan dan pengalaman yg luas; 7)Harus berjiwa Pancasila 8)Harus seorg warga negara yg baik

6 ASPEK-ASPEK YG HARUS ADA PADA SEORG GURU PROFESIONAL (Menurut Jamil Suprihatiningrum, 2013) No.Aspek yg harus dimiliki Sikap sebagai sebagai guru profesional 1. Komitmen tinggi Sikap komitmen guru yg kuat terhadap tugasnya, niat yg muncul dlm hati utk berusaha mengantarkan siswa dlm kesuksesan. 2. Tanggung Jawab Bertanggung jawab penuh terhdp pekerjaannya, berani menanggung seluruh resiko pekerjaannya tanpa melibatkan org lain. 3. Berpikir sistematis Mampu berpikir sistematis ttg apa yg dilakukannya, serta belajar dari pengalaman baik dlm mengelola kls maupun memahami siswa. 4. Penguasaan materi. Harus menguasai dgn mendalam materi yg diajarkan yg dilaksanakan dgn berbagai kegiatan. Misalnya dgn studi lanjut, menulis artikel serta selalu mengapdate ilmu pengetahuannya. 5. Menjadi bagian dari masyarakat profesional. Selalu aktif dalam organisasi profesi atau asosiasi, baik dlm tingkat lokal, nasional bahkan international, yg bermanfaat utk menambah ilmu pengatahuan dan pengalaman bagi guru ybs.

7 No. Aspek yg harus dimilikiSikap sebagai sebagai guru profesional 6.Autonomy.Guru harus mandiri dlm melaksanakan tugas-2utamanya, mulai dari perencanaan s.d. evaluasi terhadap proses dan hasilnya, tanpa tergantung pd org lain, namun dpt berkolaborasi dan berkoordinasi dgn teman sejawat lainnya. 7.Teacher Research Guru dituntut utk selalu melakukan penelitian (semisal PTK), sehingga guru memiliki keterampilan dlm menemukan masalah, menganalisis, sekaligus melakukan perbaikan/penyelesaian masalah yg ditemukan. 8.Publication.Guru dituntut utk menulis karya ilmiah, baik yg dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan, namun yg dipublikasikan akan lebih bermanfaat bagi guru ybs bersangkutan. 9.Profesional organization. Guru profesional adlh guru yg aktif dlm organisasi profesi. Karena organisasi tsb akan dibahas berbagai perkembangan dunia guru dan pendidikan. Hal akan sangat berguna utk menambah perbendaharaan ilmu guru, dll.

8 Sementara Utk melihat profesional atau tdknya seorg guru dpt dilhat dari: (menurut Danim, 2002) UKURAN PROFESIONAL ATAU TDKNYA SEORG GURU DPT DILIHAT DARI: Pertama: tingkat pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan utk jenjang sekolah tempat menjadi guru. Kedua; Dilihat dari:  Penguasaan guru terhadap materi ajar, Pengelolaan proses pembelajaran,  Pengelolaan siswa’  Kemampuan dlm melaksanakan tugas- tugas bimbingan;  Kemampuan melaksanakan tugas-2 lainnya.

9 Selain apa yg tlh dijelaskan di atas, ada 10 aspek yg harus dimiliki dan senantiasa dilakukan oleh guru profesional dilakukan Gru Profesional: No. Aspek yg harus dimiliki Penjelasan 1.Punya tujuan jelas utk pelajaran Guru yg baik menetapkan tujuan yg jelas utk setiap pelajaran, dan bekerja utk memenuhi tujuan tertentu dlm setiap kelas. 2.Punya keterampilan manajemen kelas yg baik. Guru yg baik harus memiliki keterampilan manajemen kelas, dan dpt memastikan perilaku siswa yg baik, saat belajar dan bekerja sama secara efektif, membiaskan menanamkan rasa hormat kpd semua komponen di dlm kelas. 3Selalu punya energi utk siswanya Guru yg baik menaruh perhatian pd siswa di setiap percakapan atau diskusi dgn mereka. Guru yg baik juga punya kemampuan mendenga dgn seksama. 4.Punya keterampilan mendisiplinkan yg efektif. Guru yg baik nemiliki keterampilan disiplin yg efektif sehingga dpt mempromosikan perubahan perubahan perilku efektif di dlm kelas

10

11 .

12 . Menurut Danim (2002) UPAYA PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISSME GURU Peningkatan dan Pengem- bangan profesional guru bertujuan utk memenuhi tiga kebutuhan berikut: (1). Kebutuhan sosial yg meningkatkan kemampuan sistem pendidikan yg efesien dan manusiawi, serta melaku- kan adaptasi utk penyusunan kebu- tuhan-2 sosial. (2). Kebutuhan utk menemukan cara-2 utk membantu staf pendidikan guna mengembangkan pribadinya secara luas. (3). Kebutuhan utk mengembangkan dan mendorong keinginan guru utk menik- mati dan mendorong kehidupan pribadinya, seperti halnya membantu siswa dlm mengembangkan keinginan dan keyakinan utk memenuhi tuntutan pribadi yg sesuai dgn potensi dasarnya.

13 .. Peningkatan dan pengembangan profesionalisme guru pd akhirnya terpulang dan ditentukan oleh para guru itu sendiri. Utk maksud tsb guru harus selalu berusaha melakukan hal-2 berikut: UPAYA PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU 1.Memahami tuntutan standar profesi yang ada. 2.Mencapai kualifikasi dan kompetensi yg dipersyaratkan; 3.Membangun hubungan yg baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi; 4.Mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yg mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kpd konstituen (siswa); 5.Mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreatifitas dlm pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir agar senantiasa tak ketinggalan dlm kemampuannya mengelola pembelajaran.

14  USAHA PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU PENINGKATAN/PENGEM- BANGAN PROFESI- ONALITAS GURU 1. Melalui usaha peningkatan kualitas guru 2). Melalui pembinaan profesionalitas Guru memlalui Musyawarh Guru Mata Pelajaran (MGMP) 3). Peningkatan Profesionalitas guru melalui Sertifikasi Guru.

15 Utk mengantisi tantangan dunia pendidikan yg semakin berat, upaya profesionalisme guru harus dikembangkan. MENURUT BALITBANG DIKNAS, ADA BEBERAPA CARA YG DPT DITEMPUH DLM PENGEMBANGAN/PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU I. USAHA PENINGKATAN KUALITAS GURU No.CARA–CARA YG DAPAT DITEMPUH a.Perlunya revitalisasi pelatihan guru yg secara khusus dititikberatkan utk memperbaiki kinerja guru dlm meningkatkan mutu pendidikan, dan bukan utk meningkatkan sertifikasi mengajar semata-mata. b.Perlunya mekanisme kontrol penyelenggaraan pelatihan guru utk memaksimalkan pelaksanaannya; c.Perlunya sistem penilaian yg sistematik dan periodik utk mengetahui efektifitas dan dampak pelatihan guru terhadap mutu pendidikan. d.Perlu ddisentralisasi pelatihan guru pada tingkat Kabupaten/Kota. e.Perlunya upaya-upaya alternatif yg mampu meningkatkan kesempatan dan kemampuan para guru dlm penguasaan materi pelajaran.

16 . No.CARA–CARA YG DAPAT DITEMPUH f.Perlunya tolok ukur kemampuan profesional sbg acuan pelaksanaan pembi- naan dan peningktan mutu guru. g.Perlunya utk mengkaji ulang aturan atau kebijaksanaan yg ada melalui peru- musan kembali aturan atau kebijakan yg lebih fleksibel dan mampu mendo- rong guru utk mengembangkan krestifitasnya. h.Perlunya reorganisasi dan rekonseptualisasi kegiatan pengawasan pengelo- laan sekolah, sehingga kegiatan ini dpt menjadi sarana alternatif peningktan mutu guru. i.Perlunya upaya utk meningkatkan kemampuan guru dlm penelitian teruta- ma penelitian tindakan kelas, agar lebih bisa memahami dan menghayati permasalahan-2 yg dihadapi dlm proses pembelajaran. j.Perlu mendorong para guru utk bersikap kritis dan selalu berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan. k.Meperketat persyaratan utk menjadi calon guru pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPKTK) l.l

17 . No.CARA–CARA YG DAPAT DITEMPUH l.Menumbuhkan apreresiasi karier guru dgn memberikan kesempatan yg lebih luas utk meningkatkan karier; m.Perlunya ketentuan sistem cridet point yg lebih fleksibel utk mendudkung jenjang karier guru, yg lebih menekankan pd aktifitas dan kreatifitas guru dlm melaksanakan proses pengajaran. Disamping itu utk mendorong tumbuhnya profesionalisme guru, maka wu- jud nyata usaha pemerintah utk meningkatkan profesionalitas guru salah satunya adlh dgn melakukan sertifikasi guru. Karena sertifikasi guru tujuan utamanya adalah utk menunjukkan bhw yg bersangkutan memiliki kompetensi sbgimana yg disyaratkan dlm kompetensi guru. Dan sekaligus sertifikasi akan membawa dam- pak positif bagi peningkatan kualitas guru.

18  ADA BEBERAPA TUJUAN DILAKUKANNYA SERTIFIKASI GURU:  ADAPUN MANFAAT SERTIFIKASI GURU, DPT DIRINCI SEBAGAI BERIKUT; a.Menentukan kelayakan guru dlm melaksanakan tugas sbg agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. b.Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan c.Meningkatkan martabat guru. d.Meningkatkan profesionalitas guru. a.Melindungi profesi guru dari praaktik-2 yg tdk kompetensi yg dpt merusak citra guru. b.Melindungi masyarakat dari praktik-2 pendidikan yg tidak berkualitas dan tdk profesional. c.Meningkatkan kesejahtaraan guru. d.Menjadikan guru sebagai tenaga yg profesional.

19 . MGMP dianggap efektif dlm meningkatkan kemampuan profesionalisme guru. Kegiatan ini dilakukan utk mendiskusikan permasalahan-2 yg berhubungan dgn bidang studi yg sama. Dan MGMP merupakan salah satu sistem penataran guru dgn Pola dari, oleh dan untuk guru. 2. PENINGKATAN/PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI MUSYAWARAH GURU MKATA PELAJARAN (MGMP) Berdasarkan pengakuan beberapa guru yg aktif dlm MGMP, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan profesionalitas guru. Diantara manfaat tsb antara lain: a.Sbg wadah yg efektif utk menyelesaikan permasalahan yg dihadapi guru di kelas. b.Sbg wadah utk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencari olusi dari permasa-lahan yg dihadapi di kelas, terutama menyangkut perbedaan gaya (budaya) guru dan para siswa. c.Sbg wadah yg memberikan peluang kpd guru utk merancang program kerja ber-dasarkan kebutuhan guru mata pelajaran, serta disesuaikan dgn paradigma baru dibidang pendidikan.

20 Sertifikasi adlh “Proses pemberian sertifikat Pendidik kpd Guru dan Dosen, dgn logika bhw Guru/Dosen tlh memiliki dua hal yg dipersyaratkan, (UU RI Nomor 14 Thn 2005, pasal 1 ayat (11), yakni: a.Kualifikasi pendidikan minimum, yg dibuktikan memiliki ijazah S.1 atau D.4. b.Penguasaan kompetensi guru, yg dibuktikan sertifikat pendidik, yg dilakukan melalui evaluasi yg cermat dan komprehensif dari aspek-2 penbentuk sosuk guru yg kompeten dan profesional. (UU RI No. 14/2005 pasal 11 ayat (3). Jadi sertifikasi guru dari sisi proses dia merupakan uji kompetensi yg cermat dan kmprehensif. Sehingga bila seorg guru/calon guru lulus dlm uji kompetensi ini, maka dia berhak memperoleh “SERTFIKASI PENDIDIK”. Jadi Sertikasi Guru bertujuan utk menentukan tingkat kelayakan seorg guru dlm melaksanakan tugasnya sbg agen pembelajaran di sekolah, sekaligus memberikan sertifikat pendidik bagi guru yg tlh memenuhi persyaratan dan lulus uji sertifikasi. 3. PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SERIFIKASI

21 (menurut Prof.Suyanto, & Asep Djihad, 2012) MANFAAT UJI SERTIFIKASI I GURU DLM PENDIDIKAN 1). Melindungi profesi guru dari praktik layanan pendidikan yg tdk kompeten sehingga dpt merusak citra profesi guru itu sendiri. 2). Melindungi masyarakat dari prak- tik pendidikan yg tdk berkualitas dan profesional yg akan mengham- bat upaya peningktan kualitas pen- didikan dan penyiapan SDM di ne- geri ini. 3 ). Mejadi wahana penjamin mutu bagi LPTK yg bertugas memper- siapkan calon Guru dan juga ber- fungsi sbg kontrol mutu bagi pengguna layanan pendidikan. 4). Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan dari keinginan internal dan eksternal yg potensial dpt me- nyimpang dari ketentuan yg berla- ku.

22  Selanjutnya menurut jamil Suprihatiningrum menyebutkan adala lima kegiatan Guru yg termasuk dlm kegiatan pengembangan/peningkatan profesionalitas guru, yaitu:  Selain dari itu beliau menyebutkan bhw lahirnya UU RI No 14/2005 adlh merupa- kan salah satu usaha utk meningkatkan profesionalitas guru, dan diharapkan juga akan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.  Di katakan bhw UU RI tsb mengamanatkan bhw guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, memiliki kemampuan utk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Kebijakan prioritas dlm kerangka pemberdayaan guru saat ini adalah meningkatkan kualifikasi, peningkatan kompetensi, sertifikasi guru, pengembangan karier, peng- hargaan dan perlindungan, perencanaan kebutuhan guru, tunjangan guru, dan maslahat tambahan lainnya. a.Melaksanakan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan; b.Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan’ c.Membuat alat pelajaran/peraga atau alat bimbingan’ d.Menciptakan karya seni; e.Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.

23 .. LANDASAN HUKUM PENGEMBANGAN/PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU DI INDONESIA 1.UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional; 2.UU RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 3.PP. Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 4.Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Guru. 5.Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 Tentang Srtifikasi bagi Guru dalam Jaabatan melalui Penilaian Portofolio. 6.Permendiknas Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Srtfikasi bagi Guru dalam Jabatan melalui jalur Pendidikan.

24 . PENGERTIAN “KODE ETIK”:  “Kode” berarti =tanda-tanda atau simbul yg berupa kata-kata, tulisan atau benda yg disepakati utk maksud-2 tertentu. Dpt juga berarti = “Sebagai Sekumpulan peraturan yg sistematis”. (Barmawi & Muhammad Arifin, 2012).  “Etik” berarti aturan aturan tata susila, sikap atau akhlak. Dgn demikian “Kode Etik” secara kebahasaan berarti ketentuan atau aturan yg berkenaan dgn tata susila dan akhlak.(Nur Fuadi, 2012)  Dgn demikian Kode etik adlh “Sumber etika, aturan, sopan santun atau tata susila, atau suatu hal yg berhubungan dgn kesusilaan dlm mengerjakan suatu pekerjaan.  “Kode Etik Profesi” berarti aturan kesusilaan suatu profesi. Ia semacam penangkal dari kecenderungan manusia pengemban profesi yg ingin menyimpang atau menyeleweng, agar tdk jadi berbuat penyimpangan/penyelewengan.  “Kode Etik Guru” (Indonesia) adlh norma dan asas yg disepakati dan diterima guru- 2 di Indonesia sbg pedoman sikap dan perilkau dlm melaksanakan tugas profesi sbg pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. KODE ETIK PROFESI GURU (di Indonesia)

25  “Kode Etik Guru Indonesia” dirumuskan sbg himpunan norma dan nilai-2 profesi gurru yg tersusun secara sistematis dlm suatau sistem yg bulat. Fungsinya adlh sbg landasan moral dan pedoman tingkah laku dlm menunaikan pengabdiannya serta sbg seperangkat prinsip dan norma moral yg melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dlm hubungannya dgn siswa, org tua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dgn nilai-2 agama, pendidikan, sosial, etika dan kemanusiaan.  Kode Etik akan memberikan manfaat, baik utk pengemban profesi maupun utk pengguina jasa profesional (klien/masyarakat).  Bagi suatu profesi; kode etik memegang peranan sbg kompas atau petunuk arah moral yg diinginkan. Kode akan menjadi rel bagi jalannya sebuah profesi dan akan menjaga martabat dan kehormatan profesi.  Di sisi lain Kode etik akan melindungi masyarakat/Klien dari segala bentuk penyim- pangan maupun penyalahgunaan keahlian.  Dgn demikian Kode Etik memberikan kepastian bhw suatu profesi akan terjaga kehormatannya dan kepentingan masyarakat/klien akan terjamin.

26 . FUNGSI KODE ETIK PROFESI 1)Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi ttg prinsip profesionalitas yg tlh digariskan; 2)Sbg sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yg bersangkutan; 3)Mencegah campur tangan pihak di laur organisasi profesi ttg hubungan etika dlm keanggotaan profesi. KODE ETIK GURU DLM MELAKSANAKAN TUGASNYA 1)Menyangkut Kompetensi guru dlm mengajarkan bidang studinya. 2)Menyangkut Profesionalitas guru dlam melaksanakan tugasnya sbg guru; 3)Menyangkut keterampilan dan kebenaran guru dlm melaksanakan kinerjanya sbg guru.

27  Kode etik Guru Indonesia adlh merupakan jiwa dari Pancasila dan UUD 1945 serta bertanggung jawab atas terwujudnya cita-2 proklamasi kemerdekaan RI tgl 17 Agustus  Dlm Kongres PGRI ke XIII thn 1973 di Jakarta, Jonto Konres PGRI ke XVI thn 1989 di Jakarta, telah dirumuskan Kode Etik Guru yg berbunyi sebagai berikut: 1)Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya utk mrmbrntuk manusiaa pembangunan yg berpancasila. 2)Guru mempunyai kejujuran profesioanl dan menerapkan kurikulum sesuai dgn kebutuhan anak didik masing-2; 3)Guru mengadakan komunikasi teruta,a dlm memperoleh informasi ttg anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaannya. 4)Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan org tua murid sebaik-2nya demi kepentingan anak didik; 5)Guru memelihara hubungan baik dgn maupun masyarakat di sekitar sekolahnya, mauoun masyarakat yg lebih luas utk kepentingan pendidikan; 6)Guru secara sendiri-2 maupun bersama-2 berusha mengembangkan dan meningkatka perofesinya.

28 . 1.Para guru mempunyai pedoman dlm bertingkah laku sehari-hari sbg pendidik. 2.Para guru dpt bercermin diri mengenai tingkah lakunya, apakah sdh selaras dgn profesi seorg pedidik ataukah belum. 3.Para guru dpt menjaga prilakunya agar martabatnya tetap terjaga sbg seorg pendidik profesional. 4.Guru dgn cepat memperbaiki diri apabila apa yg mereka lakukan selama ini bertentangan dgn norma-norma yg tlh dirumuskan dan disepakati sebagai kode etik guru; dan 5.Agar guru menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat umum. 7)Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan hubungan kerja maupun di dlm hubungan keseluruhan’ 8)Guru bersama -2 memelihara, membinan, dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sbg sarana pengabdiannya; 9)Guru melaksanakan segala ketentuan yg merupakan kebijakan pemerintah dlm bidang pendidikan (Yamin, 2007). TUJUAN MENGAPA KODE ETIK GURU HARUS DITAATI:

29  Berkaitan dgn hubungan Guru dgn peserta didik, dgn Org tua/wali murid, dgn masyarakat, dgn sekolah, profesi, organisasi profesi, dgn pemerintah, maka dibuatlah nilai-2 operasional yg harus dilajankan guru, yang rincian sebagaima terlampir ini:


Download ppt "KULIAH VII PROFESIONALISME DAN KODE ETIK JABATAN GURU (II)  Karakteristik guru profesional  Upaya peningkatan dan pengembangan profesionalitas guru "

Presentasi serupa


Iklan oleh Google