Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASAM NUKLEAT. Mengapa domba selalu melahirkan domba ? Mengapa ayam selalu melahirkan ayam ? Dapatkah sapi melahirkan kambing atau ayam?

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASAM NUKLEAT. Mengapa domba selalu melahirkan domba ? Mengapa ayam selalu melahirkan ayam ? Dapatkah sapi melahirkan kambing atau ayam?"— Transcript presentasi:

1 ASAM NUKLEAT

2 Mengapa domba selalu melahirkan domba ? Mengapa ayam selalu melahirkan ayam ? Dapatkah sapi melahirkan kambing atau ayam?

3 Hal ini terjadi karena ada sesuatu Zat yang mengatur, ada suatu pola atau pesan yang tetap yang tersimpan terus menerus dan turun temurun. Sehingga orang tua / induk akan melahirkan generasi yang sama. Zat tersebut terdapat di seluruh sel didalam tubuh mahluk hidup, baik itu hewan, manusia, tumbuhan ataupun bakteri. Zat tersebut adalah Nukleotida atau Asam Nukleat yang ada dalam RNA (Ribo Nucleic Acid ) dan DNA (Deoksiribo Nucleic Acid ). Salah satu fungsi Asam Nukleat adalah sebagai agen penyimpan informasi genetik yang dipertahankan turun temurun Sifat yang spesifik atau menonjol dari orang tua/ induk yang diturunkan kepada anaknya. Contoh : Rambut kriting atau lurus; mata bulat atau sipit dsb, sifat sifat tersebut dinamakan factor keturunan.

4 Dengan perkembangan ilmu, factor keturunan dipelajari dalam ilmu genetika yang tiada lain berasal dari kata gen yaitu suatu unit pembawa factor keturunan yang terdapat pada kromosom dalam inti setiap sel hidup. Gen kini diketahui adalah DNA. Asam Nukleat nerupakan biomolekul / polimer yang mengandung unsur-unsur C, H, O, N dan P, tapi bukan karbohidrat, bukan protein dan bukan lipida. Asam Nukleat sering disebut Nuclein

5 Asam nukleat terdiri dari 3 komponen 1. Basa Nitrogen heterosiklik (Basa N) : BASA PURIN, terdiri dari ; ADENIN (A) dan GUANIN (G) BASA PIRIMIDIN, terdiri dari ; URASIL (U), CITOSIN (C) dan TIMIN (T), 2. Karbohidrat Pentosa β - D-ribose (RNA) β – D- Deoksiribose (DNA) 3. Asam Fosfat (H 3 PO 4 ) Ketiga komponen tersebut membentuk struktur polimer/biomolekul Asam Nukleat

6 pirimidin pirin

7 Karbohidrat Pentosa DNA (DEOKSIRIBONUCLEI ACID) RNA (RIBONUCLEI ACID) STRUKTUR DASAR : DNA DAN RNA  RANTAI YANG TERDIRI ATAS ULANGAN ASAM PHOSPAT, RESIDU GULA YANG TERIKAT PADA BASA NITRO GEN. DNA  RESIDU GULA – DEOKSIRIBOSA RNA  RESIDU GULA – RIBOSA

8

9

10 BASA NITROGEN YANG MEMBENTUK ASAM NUKLEAT : PURIN  ADENIN (A), GUANIN (G) PIRIMIDIN  SITOSIN (C), TIMIN (T). DNA  ADENIN, GUANIN, SITOSIN DAN TIMIN RNA  ADENIN, GUANIN, SITOSIN DAN URASIL URASIL LAKTAM (BENTUK KETO)  dalam pH cairan tubuh LAKTIM (BENTUK ENOL)

11 SENYAWA GABUNGAN ANTARA ASAM NUKLEAT DENGAN PROTEIN  NUKLEOPROTEIN MOLEKUL ASAM NUKLEAT  POLIMER SEPERTI PROTEIN, TAPI MONOMERNYA NUKLEOTIDA.

12 PROTEIN ASAM NUKLEAT NUKLEOPROTEIN NUKLEOSIDA ASAM PHOSPAT BASA PURIN/BASA PIRIMIDIN PENTOSA NUKLEOTIDA

13 NUKLEOPROTEIN DIHIDROLISIS SEMPURNA AKAN MENGHASILKAN PROTEIN, ASAM PHOSPAT, BASA PURIN/PIRIMIDIN, PENTOSA NUKLEOSIDA  BASA PURIN ATAU PIRIMIDIN DENGAN RIBOSA/DEOKSIRIBOSA

14 IKATAN GLIKOSIDIK MOLEKUL AIR DIHASILKAN DARI ATOM HIDROGEN PADA N-9 (BASA PURIN) DENGAN GUGUS OH PADA ATOM C 1 DARI PENTOSA

15 NUKLEOTIDA DALAM ALAM NUKLEOSIDA TERUTAMA DALAM BENTUK ESTER PHOSPAT  NUKLEOTIDA PADA RIBOSA ADA 3 TEMPAT PHOSPAT DAPAT MEMBENTUK ESTER YAITU C-2 1, C-3 1, DAN C-5 1 PADA 2 1 -DEOKSIRIBOSA  HANYA 2 TEMPAT UNTUK MEMBENTUK ESTER PHOSPAT PADA POSISI 3 1 DAN 5 1 PALING DOMINAN  GUGUS PHOSPAT PADA POSISI 5 1 (PALING BANYAK PADA JARINGAN BIOLOGIS) NUKLEOTIDA YANG SANGAT PENTING : ADENOSIN 5 1 -MONOFOSFAT (5 1 -ADENILAT)  AMP, DERIVATNYA ADENOSIN 5 1 -DIFOSFAT ( ADP ) DAN ADENOSIN 5 1 -TRIFOSFAT ( ATP ) FUNGSI : PENYIMPANAN DAN PEMANFAATAN ENERGI METABOLISME SEL (KEMAMPUAN MENERIMA DAN MEMBERI GUGUS FOSFAT) ( DEFOSFORILASI ATP  ADP  AMP )

16 NUKLEOTIDA  SEBAGAI PEMBAWA BAHAN PEMBENTUK DASAR MOLEKUL UDP (URIDIN DIFOSFAT BERTUGAS SEBAGAI PEMBAWA RESIDU GULA UNTUK SINTESIS POLISAKARIDA. CONTOH : GLU.URIDIN DIFOSFAT  DONOR RESIDU GLUKOSA UNTUK PEMBENTUKAN GLIKOGEN KOLIN SITIDIN DIFOSFAT  SENYAWA DONOR KOLIN UNTUK BIOSINTESIS FOSFOGLISERIDA YANG MENGANDUNG KOLIN. Keterangan: (dAMP)  d deoksiadenosin –monofosfat

17 ASAM NUKLEAT 1.DNA :  TERDIRI ATAS 2 ATAU LEBIH RANTAI POLINUKLEOTIDA YANG TERSUSUN DALAM STRUKTUR HELIX  ALASAN UTAMA PARA AHLI  PENGGANDAAN YANG SANGAT TEPAT SESUAI INFORMASI GENETIK  MOLEKUL DNA BERASAL DARI BERMACAM-MACAM SEL YANG TERDIRI ATAS 4 UNIT MONONUKLEOTIDA  dAMP, dTMP, DAN dCMP DAN BEBERAPA DERIVAT BERMETILASI DARI BASA-BASA TERSEBUT  BOBOT MOLEKUL TINGGI  SUKAR DIISOLASI

18 2.RNA :  m RNA  r RNA (Setiap bentuk RNA memiliki bentuk mol berlainan)  t RNA RANTAI TUNGGAL POLIBONUK LEOTIDA  TEK PERLU MEMILIKI PASANGAN m RNA  MENGANDUNG 4 BASA  A, G, C, DAN U  DISINTESIS DI NUKLEUS  m RNA MENGATUR SUSUNAN AA t RNA  MEMBAWA 1`MOLEKUL AA MASUK KE DALAM RIBOSOM r RNA  65% DARI BERAT RIBOSOM FUNGSI  BELUM JELAS, YANG PALING UTAMA SEBAGAI POLIMER STRUKTURAL YANG MEMEGANG PARTIKEL PROTEIN

19 ENZIM HIDROLIS ASAM NUKLEAT ENDONUKLEASE EKSONUKLEASE ENZIM EKSONUKLEASE  BEKERJA PADA UJUNG POLINUKLEOTIDA ENZIM ENDONUKLEASE  BEKERJA MEMUTUS SECARA ACAK JEMBATAN POSPODIESTER DARI RANTAI POLIPEPTIDA ENZIM a DAN b  ENZIM EKSONUKLEASE ENZIM DEOKSIRIBONUKLEASE 1  DARI PANKREAS SAPI ENZIM DEOKSIRIBONUKLEASE 2  DIISOLASI DARI LIMPA TIKUS DAN BEBERAPA BAKTERI

20 HIDROLISIS ASAM NUKLEAT DENGAN ASAM ATAU BASA 1. HIDROLISIS DNA DENGAN ASAM pH DENGAN ASAM 3,6  MENYEBABKAN PUTUSNYA IKATAN  - GLIKOSIDA ANTARA PURIN DENGAN DEOKSIRIBOSA, SEDANGKAN IKATAN ANTARA PIRIMIDIN DAN DEOKSIRIBOSA DAN IKATAN ANTAR UNIT-UNIT MONOLEOTIDA  TIDAK BERUBAH. DNA YANG TERTUNDA (TIDAK ADA PURIN)  ASAM APURINAT CARA-CARA LAIN  ASAM APIRINIDA DNA TIDAK BISA DIHIDROLISA DENGAN BASA 2. HIDROLISIS RNA  DENGAN BASA  PUTUS IKATAN GUGUS HIDROKSIL-2 1 RIBOSA HIDROLISIS RNA DENGAN NaOH  TERBENTUK CAMPURAN NUKLEOSIDA FOSFAT 2 1 DAN 3 1 DAN SEDIKIT NUKLEOSIDA 2 1 DAN 3 1 – MONOFOSFAT SIKLIK

21 PERANAN ASAM NULKEAT DALAM SINTESIS PROTEIN DNA  MATERI GENETIK YANG BERPERAN DALAM INFORMASI PEMBENTUKAN PROTEIN PROSES PEMBENTUKAN PROTEIN ( 3 TAHAP) : REPLIKASI DNA RNA PROTEIN transkripsi translasi m RNA t RNA r RNA

22 REPLIKASI : SATU SETIAP UNTAI GANDA DNA INDUK DICOPY SECARA PERSIS SESUAI DENGAN PASANGAN NUKLEOTIDANYA TRANSKRIPSI : INFORMASI YANG TERDAPAT DI DALAM DNA DISATUKAN DENGAN PASANGAN BASA MEMBENTUK URUTAN RIBONUKLEOTIDA YANG SESUAI MENJADI SEBUAH RANTAI RNA TRANSLASI : INFORMASI DARI DNA KE m RNA  DITERJEMAHKAN SEBAGAI PERINTAH UNTUK MEMBUAT POLIMERASI ASAM- ASAM AMINO YANG TELAH DIPROGRAM  SUSUNAN PROTEIN TERTENTU

23 REKAYASA GENETIKA : PADA ABAD XX ILMU GENETIKA MENGALAMI PERKEMBANGAN PESAT. PENELITIAN BANYAK DILAKUKAN KHUSUSNTYA TENTANG FAKTOR KETURUNAN EKSPERIMEN BANYAK DILAKUKAN MENGGUNAKAN E. COLI PRINSIP REKAYASA GENETIKA : BIOSINTESIS PROTEIN ATAU POLIPEPTIDA DITENTUKAN OLEH DNA YANG TERDAPAT DALAM SEL.BILA STRUKTUR DNA DIUBAH MAKA STRUKTUR PROTEIN/ POLIPEPTIDA YANG TERBENTUK AKAN BERUBAH. HASIL REKAYASA GENETIKA DALAM BIDANG KEDOKTERAN HORMON INSULIN, HORMON METABOLISME, BIDANG PETERNAKAN HORMON PERTUMBUHAN  REKOMBINAN INSULIN, REKOMBINAN HORMON PERTUMBUHAN.

24

25


Download ppt "ASAM NUKLEAT. Mengapa domba selalu melahirkan domba ? Mengapa ayam selalu melahirkan ayam ? Dapatkah sapi melahirkan kambing atau ayam?"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google