Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

C V NamaMM.DEAH.Hapsari LahirBogor, 22 April 1961 AlamatJl Kagok No 15 Semarang Telp024-8504859 - 08122801960

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "C V NamaMM.DEAH.Hapsari LahirBogor, 22 April 1961 AlamatJl Kagok No 15 Semarang Telp024-8504859 - 08122801960"— Transcript presentasi:

1 C V NamaMM.DEAH.Hapsari LahirBogor, 22 April 1961 AlamatJl Kagok No 15 Semarang Telp PekerjaanStaf Pengajar FK UNDIP-RS Dr Kariadi Sub Bag Infeksi & Penyakit Tropis Riwayat Pendidikan Dokter UmumFK UNS Tahun 1986 Spesialis AnakFK UNDIP Tahun 1996 Konsultan Infeksi & P.Tropis Kolegium IDAI 2006

2 Publikasi Ilmiah 1Decreasing of the Antibiotic usage on the children with fever without increasing the risk morbidity and mortality ( Sari Pediatri 2006 ) 2Blood transfusion practice on Dengue Haemorhagic Fever ( Media Medika Indonesia 2005 ) Pelatihan 1Workshop Kinternational Imunologi & Biomolekuler ( Jogja 2007 ) 2The Thailand chaprter of International Society of Tropical Pediatric Course ( Bangkok 2009 ) 3The Dengue course ( Singapore 2010 )

3 LOGO Peran Uji Mikrobiologi & sensitivitas test UKK Infeksi & Penyakit Tropis IDAI

4 Kuntaman,Loknas PPRA

5 Mikroba dan manusia Sedikit mikroba yang patogen Banyak mikroba yang potensial untuk patogen Sebagian besar mikroba tidak patogen

6 FAKTOR BIOLOGIS Flora normal :  Ada mikroba per cm2 di kulit (Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Diphtheroid, Streptococci, Candida dll.).  Berbagai macam bakteri hidup di hidung dan mulut  Di lambung dan usus halus terdapat Lactobacilli  Di usus halus terdapat 104 bakteri per gram dan di usus besar 1011 per gram, 95-99% di antaranya adalah anaerob.  Di saluran kemih terdapat koloni berbagai bakteri dan difteroid.  Setelah pubertas, terdapat koloni Lactobacillus aerophilus yang meng- fermentasi glikogen untuk mempertahankan pH asam. Flora normal menciptakan kesesuaian ekologis dalam tubuh, dan menghasilkan baktoriosidin, defensin, protein kationik dan laktoferin yang merusak bakteri lain.

7 Flora Normal BakteriskinnosefaringMouthLower GI Staphylococcus epidermidis++ + Staphylococcus aureus Enterococcus fecalis+++ Streptoccuc pneumonia++ Pseudomonas+

8 Kuman patogen didapat dari kultur Gejala Klinis Kondisi pasien mis. septicaemia, endocarditis, osteomyelitis meningitis, UTI, pneumonia pharyngitis Bagaimana mengetahui patogen tertentu dapat menyebabkan penyakit tertentu? Diagnosis dan terapi infeksi tidak tergantung dari KUMAN tetapi juga melihat hasil LAB yang lain serta GEJALA KLINIS pasien

9 Alur Pemeriksaan Mikrobiologi

10 Contents Handling specimen 1 Diagnosis Laboratorium Infeksi 2 Peta medan kuman 3 Pemilihan AB berdasarkan sensitivitas test Mekmnisme Resistensi

11 Diagnosis of Bacterial Infection Patient Clinical diagnosis Haematology Biochemistry Non-microbiological investigations Radiology Sample Take the correct specimen Take the specimen correctly Label & package the specimen up correctly Appropriate transport & storage of specimen

12 Biakan Urin 1 -Pengumpulan spesimen minimal kontaminasi -Pengambilan pagi hari - pengambilan sebelum AB. ( neg palsu jk sdh dapat AB) 2 Segera dikirmkan untuk diproses ( pertumbuhan berlipat ), kemas dengan es Jika tidak segera dikirim masukkan almari es ( 4 C ) 3. Bakteriuria bermakna : -Suprapubik : berapapun -Kateter : mid stream :

13 Biakan Darah dan Tinja 1 -Teoritis diambil pada 2 sisi berbeda (Clin Microbiol. Rev 19: , 2006) - jumlah volume darah sangat menentukan hasil - waktu bakteremia ( penting) 2 Diambil sebelum diberikan AB Pengambilan di 2 tempat berbeda Tinja : -2 sampel berturut- turut - tdk boleh > dr 3 hari 3. 2 kultur dr vena dan kateter : -Keduanya vena (PPV 98 %) -Keduanya kateter ( 50 %) - satu vena, satu kateter ( 96 % )

14 Berat BadanVolume Darah ( minimum ) < 1 kg1 ml 1.5 – 3.9 kg1.5 ml 4 – 13.9 kg3 ml kg10 ml > 25 kg20 ml Pediatric Blood Cultures - Volume

15 Blood Cultures - Volume The magnitude of bacteremia may be low (<1cfu/ml) Higher volumes have higher yield

16 Timing-Culture diagnostic of typhoid weeks % patients with pos culture urine stool bloods

17 Cara pengambilan, penyimpanan dan pengiriman bahan Petunjuk Umum  Pemeriksaan diambil sebelum diberikan antibiotik  Bahan pemeriksaan diambil saat & lokasi yang tepat( untuk dapat kuman)  Tindakan aseptik  Jumlah cukup  Formulir diisi lengkap(riwayat penyakit, pengobatan,diagnosis  Pelabelan yang jelas Petunjuk Khusus  Air seni –penampungan pagi hari-steril- midstream/ kateter- segera kirim.( Urin diambil < 3 hari MRS)  Darah : diambil sesuai perjalan penyakit  Dengan media “bactec”  Ukuran sesuai dengan aturan

18 Lanjt..... Tinja  Pengambilan pada pagi hari atau tinja yang baru  Hapusan rektum kurang dianjurkan  Jumlah 10 gramn  Segera kirim LCS  Pengambilan dengan pungsi  Pengiriman segera mungkin

19 Handling specimen Pus Darah Urin Tinja Sputum Turn Around Time Lab Mikrobiologi

20 Turn Around Time

21 Contents Handling specimen 1 Diagnosis Laboratorium Infeksi 2 Peta medan kuman 3 Pemilihan AB berdasarkan sensitivitas test Mekanisme Resistensi

22 Laboratorium Mikrobiologi

23 Pemeriksaan Kultur Darah

24

25

26 Contents Handling specimen 1 Diagnosis Laboratorium Infeksi 2 Peta medan kuman 3 Pemilihan AB berdasarkan sensitivitas test Mekanisme Resistens

27 Hasil Peta Kuman – sensitivitas PICU-NICU - darah (Jan-Jun 2009)RSDK ChlGenCipCtxCazDKBFOSMEMMFXSXTVAN Enterobacter.aerog enes Eschericia coli Pseudomonas aeroginosa Staphylococcus epidemidis Ruang Anak

28

29

30 Contents Handling specimen 1 Diagnosis Laboratorium Infeksi 2 Peta medan kuman 3 Pemilihan AB berdasarkan sensitivitas test Mekanisme Resistensi

31 Pengamatan Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi

32 Pengamatan Hasil Pengamatan Sebelum Terapi Empirik Spektrum luas De-escalating Data epidemiologi Narrow sp aman oost Sesudah Terapi Definitif

33 Use Antimicrobials Wisely Treat infection, not contamination Fact: A major cause of antimicrobial overuse is “treatment” of contaminated cultures. Actions: use proper antisepsis for blood & other cultures culture the blood, not the skin or catheter hub use proper methods to obtain & process all cultures  Link to: CAP standards for specimen collection and managementCAP standards for specimen collection and management 12 Steps to Prevent Antimicrobial Resistance: Hospitalized Adults

34 Use Antimicrobials Wisely Treat infection, not colonization Fact: A major cause of antimicrobial overuse is treatment of colonization. Actions: treat bacteremia, not the catheter tip or hub treat pneumonia, not the tracheal aspirate treat urinary tract infection, not the indwelling catheter  Link to: IDSA guideline for evaluating fever in critically ill adultsIDSA guideline for evaluating fever in critically ill adults 12 Steps to Prevent Antimicrobial Resistance: Hospitalized Adults

35 Follow Established Guidelines Consult Specialist Follow Guidelines

36 Use Local Data  Know your antibiogram  Know your formulary  Know your patient population  When infection is not diagnosed  When infection is unlikely Stop Antimicrobial Treatment

37 Hasil Kultur Darah Ruang Anak RSDK KumanJumlahProsentase Candida albicans % Enterobacter aerogenes % Escherichia coli146.3 % Pseudomonas aeruginosa % Salmonella typhi 41.8 % Staphylococcus aureus % Staphylococcus epidermidis % Streptococcus pneumoniae 20.9 %

38 Peta Kuman Kultur Urin RS Kariadi 38

39 Kultur Darah (2009) 39

40 Pasien DSS mengalami : -Sepsis -VAP + Gagal Nafas -Perdarahan Sembuh Perawatan selama 2 bulan Invitro : Chloramphenicol = S Invivio : Pseudomonas tidak bisa dengan Chloramphenicol

41 Pasien dengan diare kronis Hasil Kultur feses : Escherichia coli EPEC (+), berarti memang didapatkan infeksi di saluran cerna

42 Contents Handling specimen 1 Diagnosis Laboratorium Infeksi 2 Peta medan kuman 3 Pemilihan AB berdasarkan sensitivitas test Mekanisme Resistensi

43 Mechanisms of antibiotic resistance Efflux Pumps Hydrolysis Reduced Uptake Sequestering Enzymatic Modification The Science Creative Quarterly 2: Jan-March 2007.

44 44 Mechanisms of antimicrobial resistance Antimicrobial agents are catagorized according to their principle mechanism of action 1.Interference with cell wall synthesis (  lactams, Glycopeptide agents) 2.Inhibition of protein synthesis (macrolide, tetracycline) 3.Interference with nucleic acid synthesis (fluoroquinolones, rifampin) 4.Inhibition of a metabolic pathway (trimetopim sulfamethoxazole) 5.Disruption of bacterial membrane structure (polymixin) Tenover FC. Am J Med 2006;119(6):S3-S10

45 betalaktamase asertiltransferase Permeabilitas Metabolisme alternatif

46 Figure Antibiotic Resistance

47 Proses Resistensi bakteria  Mutation  Gene exchange  Selection  Transmission proses biologi alamiah

48 New Resistant Bacteria Mutations XX Emergence of Antimicrobial Resistance Susceptible Bacteria Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings Resistant Bacteria Resistance Gene Transfer

49 Mutation

50 Gene Exchange

51 R

52 Gene exchang e

53 R

54 R R R

55 Resistant Strains Rare x x Resistant Strains Dominant Antimicrobial Exposure x x x x x x x x x x Selection for antimicrobial-resistant Strains Campaign to Prevent Antimicrobial Resistance in Healthcare Settings

56 Selection

57

58

59

60

61

62 Antibiotic Selection for Resistant Bacteria

63 Transmission

64

65

66

67 Air Droplets Contact Water Food Blood Vectors

68 Rangkuman  Pemeriksaan mikrobiologi khususnya biakan dan sensitifitas test sangat berperan dalam menegakkan suatu penyakit infeksi  Handling dan koleksi spesimen haruslah mengikuti kaidah yang sudah ditentukan  Pelaporan peta medan kuman disetiap RS dengan rutin sangat mendukung dalam pengelolaan pasien infeksi di RS tersebut  Penentuan pemberian antibiotik berdasarkan hasil biakan haruslah hati-hati, mengingat kadang ada perbedaan antara invivo dan invitro

69


Download ppt "C V NamaMM.DEAH.Hapsari LahirBogor, 22 April 1961 AlamatJl Kagok No 15 Semarang Telp024-8504859 - 08122801960"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google