Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 1 Idrus Chairiansyah A (105030100111004) Rizky Aprilianto (105030100111011) Subaidah (105030100111107) Viska W (105030101111008)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 1 Idrus Chairiansyah A (105030100111004) Rizky Aprilianto (105030100111011) Subaidah (105030100111107) Viska W (105030101111008)"— Transcript presentasi:

1 Kelompok 1 Idrus Chairiansyah A ( ) Rizky Aprilianto ( ) Subaidah ( ) Viska W ( )

2 A. Latar Belakang Suatu negara dapat mengadakan hubungan internasional manakala kemerdekaannya telah diakui oleh negara lain. Salah satu hubungan internasional yaitu hubungan bilateral, hubangan bilatelaral antar dua negara dilakukan untuk mencapai kepentingan masing-masing negara. Hubungan bilateral antara Indonesia – Jepang sudah terjalin cukup lama dan mencakup berbagai bidang. Hubungan bilateral Indonesia-Jepang kian berkembang dalam bidang teknologi dan energi, salah satunya adalah energi batubara yang merupakan salah satu energi alternative yang diminati oleh berbagai negara. Jepang merupakan negara yang memanfaatkan batubara sebagai energi alternative untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya. Selama ini Jepang mengimpor batubara dari China, tetapi China membatasi ekspor batubaranya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Oleh sebab itu Jepang terpaksa melirik Negara lain yang memiliki sumber mineral batubara melimpah yaitu Indonesia.

3 Dalam setiap kerjasama dengan Negara lain, kita perlu mengetahui keuntungan apa yang kita dapatkan, dan ancaman atau kerugian apa yang kita dapatkan, dengan melihat kekuataan dan kelemahan yang dimiliki masing-masing Negara, tetapi yang paling penting adalah mengetahui kekuatan dan kelemahan Negara kita sendiri dalam perjanjian atau hubungan tersebut. Dengan mengetahui hal tersebut kita dapat memutuskan perlu tidaknya ataupun diteruskan atau tidak diteruskan perjanjian atau hubungan dibidang tesebut. Atas masalah tersebut kelompok kami membahas makalah yang berjudul “Kerjasama Indonesia – Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal” Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal. 2. Untuk dapat menganalisis kerjasama Indonesia- Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal. 2. Untuk dapat menganalisis kerjasama Indonesia- Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal. Rumusan Masalah 1.Bagaimanakah kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal? 2.Bagaimanakah analisis SWOT pada kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal? Rumusan Masalah 1.Bagaimanakah kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal? 2.Bagaimanakah analisis SWOT pada kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Brown Coal?

4 A. Kerjasama Indonesia – Jepang dalam Bidang Upgrade Brown Coal 1. Kesepakatan Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Bidang Upgrade Brown Coal. Dalam hal ini kedua negara menyetujui nota kesepahaman bersama yang dikenal Memorandum of Understanding (MOU) dibidang pengembangan teknologi Upgrade Brown Coal, antara lain: a) Para pihak meningkatkan kerjasama dalam bidang energi dan sumber daya mineral batubara meliputi pengembangan, perdagangan dna kebijakan dalam bidang energi dan sumber mineral batubara sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan di masing-masing Negara. b) Para pihak memberikan kemudahan kerjasama berkaitan dengan pengembangan energi dan sumber mineral batubara. c) Para pihak memberikan kemudahan kerjasama dalam pengaturan atau kontrak, termasuk pengaturan mengenai keuangan untuk program kerjasama ini.

5 d) Para pihak melakukan pertukaran informasi dalam bidang sumber mineral batubara sesuai dengan bidang-bidang, yaitu: Kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan energi. Industri energi yang berkaitan dengan batu bara. Pihak yang melakukan pertukaran informasi dalam bidang sumber mineral batubara yang diperoleh sesuai dengan bidang-bidangnya. 2. Pola Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Bidang Upgrade Brown Coal a)Kerjasama pengembangan dan penelitian teknologi upgrade brown coal b)Priorita kerjasama dalam upaya peningkatan kualitas batubara. c)Pengembangan teknologi batubara. d)Pemeringkatan kualitas batubara melalui pabrikasi.

6 B. Analisis Kerjasama Indonesia-Jepang dalam Bidang Upgrade Brown Coal 1.Kekuatan pada kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Coal Pada konteks ini, hubungan kerjasama Indonesia dan jepang pasti memberikan kekuatan pada kedua belah pihak khususnya pada pengelolaan sumber daya batu bara. Kekuatan yang dimiliki Indonesia: Indonesia mampu menjadi salah satu negara penyuplai batubara ke jepang. Indonesia memiliki salah satu sumberdaya energi yang dibutuhkan jepang untuk menjalankan sektor industrinya. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Jepang memiliki kekuatan: Jepang memiliki modal yang besar untuk memasok batubara untuk negaranya. Jepang memiliki kekuatan pada teknologinya yang canggih dalam mengelola sumberdaya energi batubara. Jepang mampu membangun pusat penelitian dan pengkajian sumberdaya energi di Indonesia. Jepang memiliki peneliti – peneliti yang kompeten untuk mengembangkan sumberdaya energi batubara sebagai alternatif untuk minyak mentah.

7 2. Kelemahan pada kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Coal Dalam suatu kerjasama selain adanya kekuatan tentunya terdapat kelemahan, Hubungan kerjasama antara Indonesia dan jepang terdapat kelemahan, Indonesia memiliki kelemahan: Pengelolaan batubara di Indonesia masih kurang dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan pembangunan di Indonesia. Hutang luar negeri yang dimiliki Indonesia, membuat Indonesia tidak memiliki kekuatan untuk membatasi pengelolaan batubara pada Jepang, seperti yang dilakukan China. 3. Manfaat pada kerjasama Indonesia-Jepang dalam bidang Upgrade Coal Manfaat yang ada dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: a) Manfaat energi bagi negara penghasil mineral adalah untuk mencapai keuntungan yang besar dari negara konsumen. b) Manfaat bagi negara konsumen ( negara industri) adalah untuk memperoleh suatu suplai yang menjamin dengan harga yang memadai untuk kepentingan industrinya. c) Manfaat bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam pengembangan energi, untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya dari usaha pengembangannya.

8 4. Ancaman Pada Kerjasama Indonesia – Jepang dalam Bidang Upgrade Brown Coal Adanya beberapa ancaman yang harus diwaspadai khususnya oleh Pemerintah RI, ancaman tersebut antara lain: a) Terkait biaya ekspor, tarif impor Jepang yang relatif tinggi dapat menjadi ancaman untuk Pemerintah RI dalam mengekspor batubaranya ke Jepang. b) Komoditi non-migas Indonesia menghadapi saingan kuat dari komoditi yang dihasilkan negara-negara lain, seperti China, Amerika Serikat, dan India. c) Didalam negeri, kondisi infrastuktur jalan dan sarana pelabuhan yang tidak memadai dan kerusakan sejumlah sarana dan prasarana akibat bencana alam diberbagai wilayah Indonesia. d) Adanya kecemburuan perusahaan atau pihak di daerah lain yang memiliki potensi batubara yang melimpah juga terkait pengembangan batubara atau Upgarde Brown Coal (UBC) di Satui, Kalimantan Selatan. Karena belum atau tidak mendapatkan kesempatan untuk Upgarde Brown Coal (UBC). e) Kurangnya pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan di Indonesia, dikarenakan banyaknya ekspor yang dilakukan ke luar negeri. Sehingga cadangan batubara yang di miliki indonesia lebih sedikit daripada negara-negara yang disuplai batubara.

9 A. Kesimpulan Kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan Jepang merupakan bentuk kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. Pada dasarnya kerjasama merupakan bentuk kesepakatan yang harus menguntungkan keduanya. Pada kerjasama ini, Indonesia diuntungkan dengan transfer teknologi dan ilmu dari Jepang sehingga Indonesia dapat mengetahui tata cara pengelolaan sumber daya energi batubara tersebut. Indonesia dapat mengadopsi cara Jepang dalam mengelola sumber daya alam mereka sehingga dapat bermanfaat untuk segala sektor industri. Oleh sebab itu Indonesia mengizinkan Jepang untuk mendirikan pusat penelitiannya di Indonesia. Sedangkan Jepang mendapatkan pemasok batubara untuk negaranya dari Indonesia. Jepang membutuhkan pasokan batubara yang cukup banyak sebagai pengganti minyak mentah. Jepang menjadikan batubara sebagai energi alternatif penggerak perindustriannya.

10 B. Saran Dari kesimpulan diatas, saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut: 1. Dengan adanya transfer teknologi dan ilmu dari Jepang, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok batubara saja akan tetapi juga mampu menjadikan batubara sebagai energi aleternatif sehingga tidak bergantung pada minyak mentah saja. 2. Indonesia kaya akan sumber daya alam akan tetapi pada saat ini Indonesia masih belum memiliki sumber daya manusia dan sumber daya teknologi yang mampu mengelola sumber daya alam tersebut dengan baik. Dengan adanya kerjasama ini, Indonesia harus mampu mengembangkan SDM dan sumber daya teknologinya sehingga dapat mengelola sumber daya alamnya sendiri dan tidak akan terpaku lagi dengan kerjasama dengan Negara lain.


Download ppt "Kelompok 1 Idrus Chairiansyah A (105030100111004) Rizky Aprilianto (105030100111011) Subaidah (105030100111107) Viska W (105030101111008)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google