Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ARBOVIRUSES ARTHROPOD-BORNE VIRUS INFECTIONS. ARBOVIRUSES VIRUS-VIRUS YANG DITULARKAN KEPADA MANUSIA/VERTEBRATA MELALUI GIGITAN VEKTOR YANG BERUPA ARTHROPODA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ARBOVIRUSES ARTHROPOD-BORNE VIRUS INFECTIONS. ARBOVIRUSES VIRUS-VIRUS YANG DITULARKAN KEPADA MANUSIA/VERTEBRATA MELALUI GIGITAN VEKTOR YANG BERUPA ARTHROPODA."— Transcript presentasi:

1 ARBOVIRUSES ARTHROPOD-BORNE VIRUS INFECTIONS

2 ARBOVIRUSES VIRUS-VIRUS YANG DITULARKAN KEPADA MANUSIA/VERTEBRATA MELALUI GIGITAN VEKTOR YANG BERUPA ARTHROPODA DILIHAT DARI SUKUNYA SANGAT BERANEKA HOST RESERVOIRSNYA ADALAH BURUNG LIAR DAN MAMALIA KECIL.

3 PENAMAAN ARBOVIRUS BEBERAPA PENAMAAN VIRUS DIDASARKAN PADA: JENIS PENYAKIT YANG DITIMBULKAN (Yellow fever, Dengue) GEOGRAFI MUNCULNYA PENYAKIT PERTAMA KALI (St. Louis Encephalitis, West Nile fever)

4 Penyakit utama yang muncul karena Arbovirus Encephalitis Fever (kadang-kadang dengan pendarahan/haemorrhage) Dikenal ada: Arbovirus encephalitis Arbovirus fevers dan haemorrhagic fevers

5 Arbovirus Terpenting Alphaviruses (ada yang menyebut Golongan A) (Togaviridae) Eastern Equine Encephalitis (encephalitis) Western Equine Encephalitis (encephalitis) Venezuelan Equine Encephalitis (encephalitis & febrile disease) O’nyong-nyong (febrile disease) Chikungunya (febrile disease & haemorrhagic fever) Semua golongan A berkembang biak dalam artropoda.

6 Arbovirus terpenting (lanjut) Flaviviruses (ada yang menyebut golongan B) (Togaviridae) St Louis Encephalitis (encephalitis) Japanese B Encephalitis (encephalitis) Murray Valley Encephalitis (encephalitis) Tick-borne Encephalitis (encephalitis) Louping Ill (encephalitis, meningitis) Yellow fever (haemorrhagic fever) Kyasanur-forest fever (haemorrhagic fever) Dengue (febrile disease; haemorrhagic fever) Tidak semua Golongan B berkembang biak dalam artropoda.

7 Togaviridae Lebih dari 300 serological type RNA virus Enveloped; simetri kubik Haemaglutinasi efek Dapat tumbuh dalam KJ

8 Arbovirus terpenting (lanjut) Bunyaviruses (Bunyawera) (Bunyaviridae) California Encephalitis (encephalitis) Crimean Haemorrhagic Fever (haemo rrhagic fever)

9 Arbovirus terpenting (lanjut) Orbivirus (Reoviridae) Colorado Tick Fever (febrile disease) (belum dikenal penyakit ini pada manusia) Chenuda virus (encephalitis ringan)

10 Arbovirus terpenting (lanjut) Arenavirus (Arenaviridae) Junin Virus (argentina haemorrhagic fever) Machupo virus (bolivia haemorrahgic fever) Lassa virus (haemorrhagic fever) Pichinde virus (tidak infeksi pd manusia)

11 Arbovirus Encephalitis Worldwide problem (Amerika; Afrika; Timur jauh; Eropa timur; Australia) Gejala klinik utama: demam, sakit kepala yang berat; mual; muntah; timbul gangguan syaraf dengan tanda paralisis dan tremor. Angka kematian masih tinggi

12 Arbovirus Fever dan Haemorrhogic faver. Cukup tersebar terutama di daerah Sub-tropik dan tropik. Gejal Klinik Umum: demam tinggi; menggigil; sakit kepala yang sangat; mual; muntah (beberapa arbovirus menyebabkan gejala yg khusus) Yellow fever: Endemik di Amerika Selatan dan Afrika Tengah. Ini ada dua macam: a.Urban: Reservoir adalah manusia; dan Vektor nyamuk Aedes aegypti b.Sylvan or Jungle: Reservoir adalah Kera dan Vektornya berbagai nyamuk hutan Kekhasan klinik Yellow Fever tubuh kekuningan, berkaitan dengan invasi virus pada hati yang menyebabkan hepatitis; pada kasus berat, pendarahan sering terjadi dan neprosis dengan proteinuria umum teramati, angka kematiannya tinggi.

13 Chikungunja dan O’nyong-nyong Banyak ditemukan di Afrika Secara klinik kedua penyakit ini ditandai dengan rasa sakit yang sangat pada persendian. O’nyong-nyong, ada nama lokal yang berarti”break-bone fever” Sakit pada persendian mungkin masih tetap tersisa setelah sehat dari penyakit akut.

14 Virus Lassa Arenaviridae Pertama kali ditemukan penyakit ini (berupa demam) di Lassa Nigeria yang disebabkan virus dengan anka kematian % Virus ini dapat menyerang hampir semua sistem organ dengan gejala klinis: demam tinggi, tukak pada mulut, sakit otot berat; ruam kulit disertai pendarahan; pneumonia; kerusakan jantung dan ginjal. Pengobatan hanya dengan serum yang diperoleh dari penderita yang sudah sehat atau dari yang kebal secara alami. Virus dapat menetap dalam darah untuk beberapa bulan setelah sembuh, karena itu penggunaan serum dari orang yang baru sembuh harus waspada.

15 HERPESVIRUS Herpesviridae dsDNA; emploved; simetri kubik Dibagi menjadi tiga sub-suku: 1.Alphaherpesvirus 2.Betaherpesvirus 3.Gammaherpesvirus

16 Alphaherpesvirus Siklus replikasi yang pendek Efek sitopatologi (ECP) tinggi Infeksi laten sering ditemukan pada ganglion Meliputi: 1.HSV 1 dan 2 2.Varisela-Zoster Virus

17 Betaherpesvirus Siklus replikasi lebih panjang ECP progresif lambat Inangnya relatif terbatas Virus utama: Sitomegalovirus

18 Gammaherpesvirus Replikasi dalam sel limfoblas dan spesifik bagi limfosit T maupun B disertai latenisasi yang sering ditemukan pada jaringan limfoid. Meliputi: (Utama) 1.Epstein-Bar virus (EB) 2.Virus penyakit Marek

19 Infeksi herpes pada manusia HSV 1 HSV 2 Varisella-Zoster virus Epstein-Bar virus dan Sitomegalivirus

20 HSV 1 herpes labialis gingivostomatitis herpetik akut; eksema herpetikum; keratokonjungtivitis dan meningo ensefalitis

21 HSV 2 Herpes genitalis Herpes neonatal (bisa menimbulkan kerusakan otak permanen, untuk menghindari ini harus caesar)

22 Herpes varisella-zoster Herpes varisela (cacar air) dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama tapi gejala klinin yang timbul berbeda Varisela umumnya pada anak-anak, zoster pada orang dewasa Varisela adalah penyakit ringan yang sangat menular ditandai dengan adanya gangguan kulit dan selaput lendir berupa erupsi vesikular.

23 Varisela-zoster (lanjut) Penyakit zoster (shingles) pada orang dewasa (jarang pada anak) ditandai oleh peradangan radix posterior saraf dan ganglia, diikuti oleh vesikel yang berkelompok seperti vesikel varisela pada kulit yang dipersarafi oleh saraf sensoris yang terkena. Varisela merupakan penyakit akut karena kontak primer dengan virus Zoster merupakan reaktivasi virus varisela dalam bentuk laten pada ganglia sensorik

24 Patologi varisela-zoster Jalur infeksi varisela melalui selaput lendir saluran pernapasan atas, kemudian masuk keperedaran darah dan virus menetap pada kulit. Terjadi pembengkakan sel epitel, degenerasi balon, dan penimbunan cairan sehingga terbentuk vesikel Virus varisela bisa masuk ganglion dalam waktu lama (infeksi laten), dan bisa mengalami reaktivasi.

25 Epstein-Barr virus (EBV) Ditemukan pada leukosit simpanse dan baboon normal Dilaporkan penyakit mononukleosus infektiosa (demam glandula, ditandai demam dan pembesaran kelenjar getah bening serta limpa) yang ada hubungannya dengan karsinoma nasofaring dan limfoma Burkitt (tumor pada anak-anak di afrika tengah) diduga berat karena virus EB

26 Sitomegalovirus Umumnya ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke bayi pada masa kehamilan (congenital infection) Sitomegalik sel dapat ditemukan pada organ hati, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar paratiroid, pankreas, kelenjar ludah dll.(terjadi pembesaran sel dengan inti sel yang besar) Kematian umumnya pada anak-anak dibawah 2 tahun. Kalaupun hidup biasanya mengalami retardasi mental. Sitomegalovirus merupakan penyebab 10 % kasus microcephaly.

27 Virus Rabies Rabies suatu bentuk ensepalitis yang mematikan disebabkan oleh infeksi suatu virus pada berbagai jenis binatang (anjing, kera, kucing, kelelawar, anjing liar dll). Dan masuk ke manusia karena gigitan dari binatang yang terinfeksi tsb. Masa inkubasinya cukup panjang, biasanya 4-12 minggu, dan kadang-kadang lebih panjang lagi. Tapi kalau gigitan terjadi pada kepala, leher maka masa inkubasinya bisa lebih pendek. Penyebaran virus dari daerah gigitan ke SSP adalah melalui syaraf.

28 Virus rabies (lanjut) Gejala: tremor; kontraksi otot; kejang; Dulu penyakit ini dikenal sebagai hydro phobia/fear of water Rhabdoviridae (hanya satu type) RNA virus; enveloped; helik; nm Haemaglutinasi eritrosit angsa

29 Mumps (gondongan) Secara klinik menunjukan demam dengan peradangan kelenjar saliva yang ditandai pembengkakan kelenjar parotid dan submaxillary. Komplikasi neurologi: tidak umum tapi dapat terjadi meningitis aseptik atau meningoensefalitis; kadang- kadang muncul melemahnya otot atau paralisis Komplikasi lain: orchitis (radang testis); pancreatitis; oophoritis (radang opharium) dan thyroiditis 20 % laki dewasa yang terinfeksi mumps mengalami orchitis

30 Mumps (lanjut) Paramyxovirus (satu type) RNA virus Enveloped; nm; simetri helik Haemaglutinasi butir darah merah unggas


Download ppt "ARBOVIRUSES ARTHROPOD-BORNE VIRUS INFECTIONS. ARBOVIRUSES VIRUS-VIRUS YANG DITULARKAN KEPADA MANUSIA/VERTEBRATA MELALUI GIGITAN VEKTOR YANG BERUPA ARTHROPODA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google