Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan karateristik:  Derajat keteraturan tinggi  Derajat kesimetrian tinggi  Mengikuti aturan secara tetap.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan karateristik:  Derajat keteraturan tinggi  Derajat kesimetrian tinggi  Mengikuti aturan secara tetap."— Transcript presentasi:

1

2 Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan karateristik:  Derajat keteraturan tinggi  Derajat kesimetrian tinggi  Mengikuti aturan secara tetap (konsisten)  Dengan karakteristik inilah dimudahkan bagi manusia untuk mempelajari fisika, sehingga dapat merumuskan keteraturan dan kekonsistenan peristiwa-peristiwa alam yang seringkali terlihat sangat kompleks

3  Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam atau materi dalam lingkup ruang dan waktu dalam bidang yang sangat beragam.

4  fisika (dalam bahasa inggris “Physic”) ialah ilmu yang mempelajari aspek-aspek alam yang dapat dipahami dengan dasar-dasar pengertian terhadap prinsip-prinsip dan hukum-hukum elemennya. Selanjutnya fisika dapat didefenisikan dalam berbagai pengertian, satu diantaranya mengatakan bahwa fisika adalah ilmu yang mempelajari suatu zat dan energi atau zat dan gerakan.

5  Adapun pengertian fisika dari sumber lain seperti dari ensiklopedia bebas dunia internet “wikipedia.org” yang berbunyi fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu.

6  Fisika juga dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengukuran, sebab segala sesuatu yang kita ketahui tentang dunia fisika dan tentang prinsip-prinsip yang mengatur prilakunya telah dipelajari melalui pengamatan-pengamatan terhadap gejala alam. Tanpa kecuali gejala-gejala itu selalu mengikuti atau memahami sekumpulan prinsip umum tertentu yang disebut hukum-hukum fisika.

7  Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika Ruang lingkup ilmu fisika adalah mempelajari alam semesta dari partikel yang kecil sampai yang besar sekali yaitu alam semesta

8  Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas.

9 Menurut Richtmeyer, sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:  PERIODE PERTAMA  Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis.

10 Beberapa penemuan pada periode ini diantaranya :  SM SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran, koin (mata uang).

11  600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom.

12  Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain- lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.

13  530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang.

14  Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang mendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).

15  1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis

16  PERIODE KEDUA  Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metode saintifik dalam penelitian.

17 Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:  Kerja sama antara eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet. Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum- hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.

18  Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.

19  Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter. Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.

20  Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.

21  PERIODE KETIGA  Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

22  Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika. Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.

23  Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain. Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.

24  PERIODE KEEMPAT  Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).

25  Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc 2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.

26  Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli, Heisenberg dan lain- lain, melahirkan teori- teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

27 Bidang utama dalam Fisika  Astrofisika : Kosmologi, Ilmu planet, Fisika plasma, BigBang, Inflasi kosmik, Relativitas umum, Hukum gravitasi universal.  Fisika atom, molekul dan optik  Fisika partikel :Fisika Akselerator dan Fisika nuklir.  Fisika benda kondensasi :Fisika benda padat, Fisika material, Fisika polimer dsb.

28  Pada abad ke-17 dan ke-18, fisika masih disebut sebagai filsafat alam (natural philosophy).  kata physic merupakan akar kata bagi sejumlah medis, misalnya physician (dokter), physical (fisik/tubuh), dan fisiologi (ilmu faal).  Salah satu buku teks fisika pertama yang membahas fisika tubuh adalah elements of physics or natural philosophy: general medical oleh dr. Neil Arnott, yang diterbitkan di London pada tahun 1827.

29 Peran Fisika dalam Bidang Kesehatan:  Penggunaan ilmu fisika untuk menentukan fungsi tubuh meliputi kesehatan dan penyakit. Dalam hal ini dapat pula disebut faal fisika.  Penggunaan fisika dalam praktek kedokteran meliputi pengetahuan tentang benda/alat yang digunakan untuk diagnostik, pengobatan/terapi dan sebagainya.

30 THANK YOU

31 TUGAS!!!  Search tentang kemajuan atau penemuan terbaru dalam teknologi/FISIKA khususnya di bidang kesehatan di berbagai media (internet, buku, majalah, dll). Cantumkan REFRENSI/sumbernya yang lengkap  Kirim via ke: (dalam format microsoft word)  Pakai sendiri  DONT FORGET!!!!!!!!!


Download ppt "Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan karateristik:  Derajat keteraturan tinggi  Derajat kesimetrian tinggi  Mengikuti aturan secara tetap."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google