Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGGALI POTENSI DIRI MIMPI DAN CITA-CITA MIMPI DAN CITA-CITA PRIBADI YANG BERHASIL PRIBADI YANG BERHASIL Disajikan Pada BIMTEK PBJ BAGI GURU BK SLTA ANG.II.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGGALI POTENSI DIRI MIMPI DAN CITA-CITA MIMPI DAN CITA-CITA PRIBADI YANG BERHASIL PRIBADI YANG BERHASIL Disajikan Pada BIMTEK PBJ BAGI GURU BK SLTA ANG.II."— Transcript presentasi:

1 MENGGALI POTENSI DIRI MIMPI DAN CITA-CITA MIMPI DAN CITA-CITA PRIBADI YANG BERHASIL PRIBADI YANG BERHASIL Disajikan Pada BIMTEK PBJ BAGI GURU BK SLTA ANG.II JABODETABEK Th.2007

2 T.I.U: Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan pemilihan bidang studi lanjutan yang sesuai.

3 T.I.K: Setelah mengikuti materi ini, peserta diharapkan memperoleh: Pengetahuan tentang permasalahan-permasalahan dalam menetapkan/memilih pekerjaan atau karir. Pengetahuan tentang permasalahan-permasalahan dalam menetapkan/memilih pekerjaan atau karir. Pengetahuan tentang potensi diri melalui pengenalan terhadap kemampuan, bakat dan kepribadian. Pengetahuan tentang potensi diri melalui pengenalan terhadap kemampuan, bakat dan kepribadian. Pengetahuan tentang pemilihan bidang studi lanjutan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pengetahuan tentang pemilihan bidang studi lanjutan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pengetahuan tentang meraih kesuksesan melalui pemahaman sifat prestatif, kemandirian, swa-kendali dan sifat instrumental Pengetahuan tentang meraih kesuksesan melalui pemahaman sifat prestatif, kemandirian, swa-kendali dan sifat instrumental Pengetahuan untuk menetapkan dan mencapai tujuan. Pengetahuan untuk menetapkan dan mencapai tujuan. Pengetahuan merancang rencana tindak lanjut untuk menghadapi pemilihan karir. Pengetahuan merancang rencana tindak lanjut untuk menghadapi pemilihan karir.

4 Latar Belakang PBJ merupakan sebuah program yang dilatar belakangi oleh situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang masih jauh dari memadai (S : D). PBJ merupakan sebuah program yang dilatar belakangi oleh situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang masih jauh dari memadai (S : D). Masalah yang dihadapi oleh pencari kerja pada umumnya adalah ketidak sesuaian antara kualifikasi kompetensi tenaga kerja dengan persyaratan kerja (jabatan) yang disebabkan antara lain karena pencari kerja yang memasuki dunia kerja belum memiliki informasi tentang dunia kerja maupun informasi pasar kerja secara memadai ada “GAP” atau kesenjangan. Masalah yang dihadapi oleh pencari kerja pada umumnya adalah ketidak sesuaian antara kualifikasi kompetensi tenaga kerja dengan persyaratan kerja (jabatan) yang disebabkan antara lain karena pencari kerja yang memasuki dunia kerja belum memiliki informasi tentang dunia kerja maupun informasi pasar kerja secara memadai ada “GAP” atau kesenjangan.

5 Selain itu pencaker juga tidak mendapatkan pembekalan untuk memahami kondisi potensi dirinya baik kemampuan, minat, bakat dan kepribadiannya sehingga mereka kurang dapat mengarahkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk dapat mengisi kesempatan kerja sesuai dengan pekerjaan/jabatan yang diminatinya Selain itu pencaker juga tidak mendapatkan pembekalan untuk memahami kondisi potensi dirinya baik kemampuan, minat, bakat dan kepribadiannya sehingga mereka kurang dapat mengarahkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki untuk dapat mengisi kesempatan kerja sesuai dengan pekerjaan/jabatan yang diminatinya

6 Berkaitan dengan karir, Bandura (1997) mengatakan bahwa dalam membuat perencanaan dan pemilihan karir, individu harus memiliki keyakinan untuk mengatasi ketidakpastian mengenai kemampuan. Berkaitan dengan karir, Bandura (1997) mengatakan bahwa dalam membuat perencanaan dan pemilihan karir, individu harus memiliki keyakinan untuk mengatasi ketidakpastian mengenai kemampuan. Keyakinan ini biasanya muncul dalam bentuk kepercayaan diri. Hurlock (1973) mengungkapkan bahwa faktor keluarga, jenis kelamin, sekolah, derajat realitas, stereotipe, kemewahan, kepribadian dan informasi vokasional akan mempengaruhi pemilihan karir seseorang. Keyakinan ini biasanya muncul dalam bentuk kepercayaan diri. Hurlock (1973) mengungkapkan bahwa faktor keluarga, jenis kelamin, sekolah, derajat realitas, stereotipe, kemewahan, kepribadian dan informasi vokasional akan mempengaruhi pemilihan karir seseorang.

7 Pada faktor yang disebut terakhir, banyak pencaker yang tidak mempunyai informasi cukup mengenai karir dan bahkan tidak tahu bagaimana mencarinya (Santrock, 2003). Pada faktor yang disebut terakhir, banyak pencaker yang tidak mempunyai informasi cukup mengenai karir dan bahkan tidak tahu bagaimana mencarinya (Santrock, 2003). Materi bimbingan karir di sekolah diharapkan dapat membantu mengarahkan siswa untuk menentukan pendidikan lanjutan dan karirnya, Oleh karena itu, perlu diadakan semacam intervensi untuk mereka melalui keterpaduan program. Materi bimbingan karir di sekolah diharapkan dapat membantu mengarahkan siswa untuk menentukan pendidikan lanjutan dan karirnya, Oleh karena itu, perlu diadakan semacam intervensi untuk mereka melalui keterpaduan program.

8 (Brainstorming) (Brainstorming)

9 KARIER Pengertian : Rangkaian perkembangan pengalaman kerja seseorang selama hidupnya(Arthur,Hall,Lawrence,dalm Seligman 1994). Rangkaian perkembangan pengalaman kerja seseorang selama hidupnya(Arthur,Hall,Lawrence,dalm Seligman 1994). Terbentuknya dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis, sosiologis, pendidikan, fisik, ekonomi dan kesempatan (Hoyt&Seligman,1994) Terbentuknya dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis, sosiologis, pendidikan, fisik, ekonomi dan kesempatan (Hoyt&Seligman,1994)

10 KARIR KARIR Memiliki banyak fungsi bagi individu maupun masyarakat sekitar, a.l.: Memiliki banyak fungsi bagi individu maupun masyarakat sekitar, a.l.: memenuhi 3 kebutuhan utama yaitu : memenuhi 3 kebutuhan utama yaitu : 1. Kebutuhan akan hubungan manusia 2. Kebutuhan akan aktivitas 3. Kebutuhan mata pencaharian

11 Perkembangan Karir Tahap Pertumbuhan ( tahun)  mengamati dunia sekitarnya, rasa ingin tahu  mengembangkan minat dan membentuk kompetensi  memahami kelebihan dan kekurangan Tahap eksplorasi (15 – 24 tahun)  sifat pengembangan sudah internal  mulai melihat bidang pekerjaan yang ingin ditekuni berdasarkan pendidikan yang dipilih berdasarkan pendidikan yang dipilih  menyelesaikan sekolah dan mulai bekerja  komitmen masih rendah sehingga mudah pindah2 komitmen masih rendah sehingga mudah pindah2

12 Perkembangan Karir Tahap Penetapan ( tahun)  mulai membangun posisi dalam pekerjaan dan berusaha menampilkan prestasi yang baik  mulai menapaki jenjang karir dan memantapkan bidang pekerjaan yang dipilihnya Tahap Pemeliharaan (45 – 65 tahun)  memutuskan untuk tetap bertahan pada pekerjaan yang telah dijalani pada tahap- tahap sebelumnya  mulai meningkatkan karirnya dan biasanya mereka mencapai puncak karirnya

13 Perkembangan Karir Tahap Penurunan (di atas 65 tahun)  mengalami penurunan enerji dan minat pada pekerjaan pekerjaan  mengurangi pekerjaannya dan menyerahkan pada yang lebih muda pada yang lebih muda  menghadapi masa pensiun Catatan : Pengelompokan ini bukan hal yang mutlak, namun yang jelas keberhasilan pada satu tahap tergantung pada keberhasilannya di tahap sebelumnya. Misalnya individu yang gagal pada tahap eksplorasi akan memilih pekerjaan yang kurang sesuai dengan dirinya

14 Perencanaan Karir : Tujuan yang ingin dicapai dalam pekerjaaan yang dipilih dengan pertimbangan matang. Manfaat perencanaan karir : 1. Membantu individu untuk tetap fokus dalam membuat keputusan hidup 2. Petunjuk individu dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari agar tidak berpindah-pindah pekerjaan

15 Langkah-langkah dalam perencanaan karir : 1.Pemahaman diri akan faktor personal yang dimiliki seperti: kemampuan,bakat, minat, nilai, kepribadian. 2.Pengetahuan tentang pekerjaan (vokasional). dipengaruhi oleh faktor : keluarga, teman sebaya, sekolah, gender, kemewahan dan gengsi, dsb. 3. Menghubungkan pemahaman diri dengan pengetahuan mengenai pekerjaan untuk membuat keputusan karir

16 (Brainstorming)

17 MIMPI BUATLAH SUATU CERITA BERGAMBAR YANG MERUPAKAN GAMBARAN MIMPI SAUDARA UNTUK 2 ATAU 3 TAHUN KE DEPAN

18 Ceritakan gambar yang telah saudara buat. Ceritakan gambar yang telah saudara buat. Menurut saudara apa mimpi itu? Menurut saudara apa mimpi itu? Apa cita-cita saudara ? Apa cita-cita saudara ? Apa beda antara mimpi dan cita-cita ? Apa beda antara mimpi dan cita-cita ? Perlukah seseorang mempunyai mimpi & cita- cita ? Perlukah seseorang mempunyai mimpi & cita- cita ? Apa Manfaat mimpi & cita-cita yang ada dalam diri seseorang yang berhubungan dengan kehidupannya ? Apa Manfaat mimpi & cita-cita yang ada dalam diri seseorang yang berhubungan dengan kehidupannya ?

19 Penjelasan Cita-cita : Sudah direncanakan dan masih dapat berubah-ubah dan Sudah ada langkah-langkah aktivitas Cita-cita : Sudah direncanakan dan masih dapat berubah-ubah dan Sudah ada langkah-langkah aktivitas Mimpi : Spontan masih berubah- ubah, Masih angan- angan Mimpi : Spontan masih berubah- ubah, Masih angan- angan Cita-cita diawali dari mimpi dan Sudah ada langkah/tahapan yang akan dicapai Cita-cita diawali dari mimpi dan Sudah ada langkah/tahapan yang akan dicapai Mimpi mengarahkan prilaku kita untuk mencapai cita-cita Mimpi mengarahkan prilaku kita untuk mencapai cita-cita

20 KESUKSESAN (brainstorming) Diskusi: 1. Individu 2. Kelompok (dibagi 3 kelompok) 3. Presentasi masing-masing kelompok

21 Bahan Diskusi Ketika Anda di sekolah dasar, bagaimana Anda mendefinisikan kesuksesan? Ketika Anda di sekolah dasar, bagaimana Anda mendefinisikan kesuksesan? Ketika Anda di sekolah menengah atau kuliah, bagaimana Anda mendefinisikan kesuksesan? Ketika Anda di sekolah menengah atau kuliah, bagaimana Anda mendefinisikan kesuksesan? Sekarang ketika Anda seperti ini, bagaimana mengidentifikasikan kesuksesan? Sekarang ketika Anda seperti ini, bagaimana mengidentifikasikan kesuksesan?

22 Kesuksesan (SD) adalah:

23 Kesuksesan (SLP/A dan PT) adalah:

24 Kesuksesan Sekarang

25 Mengapa arti kesuksesan bisa berubah ? Mengapa arti kesuksesan bisa berubah ? Faktor-faktor apa yang berpengaruh dan berperan dalam perubahan tersebut ? Faktor-faktor apa yang berpengaruh dan berperan dalam perubahan tersebut ?

26 Faktor yang berperan dalam perubahan Internal : Internal : Tujuan hidup Tujuan hidup kebutuhan kebutuhan motivasi internal (dorongan untuk melakukan sesuatu dari dalam diri) motivasi internal (dorongan untuk melakukan sesuatu dari dalam diri) pengalaman pengalaman pengetahuan pengetahuan Kesadaran….ilustrasi: 5 M  Penasihat rohani Kesadaran….ilustrasi: 5 M  Penasihat rohani ttp kok mau bikin video mesum ? ttp kok mau bikin video mesum ? Eksternal : Eksternal : Lingkungan; keluarga, sekolah, masyarakat dll Lingkungan; keluarga, sekolah, masyarakat dll

27 Penetapan Tujuan dan Sasaran (GAME: Membangun Rumah Kokoh)

28 GAME: Membangun Rumah ( 1. individu 2. kelompok ) Susunlah kartu-kartu yang ada menjadi sebuah rumah yang kuat dan tinggi Susunlah kartu-kartu yang ada menjadi sebuah rumah yang kuat dan tinggi Syarat rumah : berdiri kokoh dalam waktu 3 menit tidak roboh, dan memiliki tinggi rumah minimal 15 cm Syarat rumah : berdiri kokoh dalam waktu 3 menit tidak roboh, dan memiliki tinggi rumah minimal 15 cm

29 Bahan Diskusi Apa yang harus dipersiapkan agar rumah tidak roboh? Apa yang harus dipersiapkan agar rumah tidak roboh? Strategi apa yang digunakan dalam menyusun rumah tersebut? Strategi apa yang digunakan dalam menyusun rumah tersebut? Bagaimanakah Anda mengatur waktu? Bagaimanakah Anda mengatur waktu? Mengapa pengaturan waktu menjadi penting dalam mencapai tujuan-tujuan Anda? Mengapa pengaturan waktu menjadi penting dalam mencapai tujuan-tujuan Anda? Apa yang dapat diaplikasikan dari permainan ini ke dalam situasi kerja yang akan dihadapi? Apa yang dapat diaplikasikan dari permainan ini ke dalam situasi kerja yang akan dihadapi?

30 Hasil Diskusi Hal yang harus dipersiapkan : fondasi kuat, lay- out/design, kualitas bahan yang digunakan, biaya, tenaga yang diperlukan, jadwal pelaksanaan Hal yang harus dipersiapkan : fondasi kuat, lay- out/design, kualitas bahan yang digunakan, biaya, tenaga yang diperlukan, jadwal pelaksanaan Strategi yang digunakan : mempersiapkan konstruksi, menggunakan bahan secara maksimal, tenaga profesional, kontrol thd pelaksanaan, berimajinasi Strategi yang digunakan : mempersiapkan konstruksi, menggunakan bahan secara maksimal, tenaga profesional, kontrol thd pelaksanaan, berimajinasi

31 Hasil Diskusi Cara mengatur waktu : bertahap, dng skala prioritas, atur waktu per unit, bertahap dng memperhitungkan bahan Cara mengatur waktu : bertahap, dng skala prioritas, atur waktu per unit, bertahap dng memperhitungkan bahan Pengaturan waktu penting karena : agar tidak mengulang pekerjaan, mengendalikan pengeluaran, sesuai target, punya patokan dalam penyelesaian tanpa mengurangi kualitas Pengaturan waktu penting karena : agar tidak mengulang pekerjaan, mengendalikan pengeluaran, sesuai target, punya patokan dalam penyelesaian tanpa mengurangi kualitas

32 Hal yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja Kesesuaian SDM dng tujuan yg ingin dicapai dng melihat potensi/kemampuan yg dimiliki Kesesuaian SDM dng tujuan yg ingin dicapai dng melihat potensi/kemampuan yg dimiliki Pentingnya perencanaan untuk mengendalikan tenaga, waktu dan biaya Pentingnya perencanaan untuk mengendalikan tenaga, waktu dan biaya Pertimbangan kompetensi dengan peluang kesempatan yg ada Pertimbangan kompetensi dengan peluang kesempatan yg ada Pengendalian diri Pengendalian diri

33 Hal yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja Perlunya ketelitian dan kesabaran Perlunya ketelitian dan kesabaran Perlunya proses yang bertahap Perlunya proses yang bertahap Butuh kepribadian yang kuat  ulet, kerja keras, tekun, tanggung jawab (tuntas) Butuh kepribadian yang kuat  ulet, kerja keras, tekun, tanggung jawab (tuntas) Swa Kendali

34 PRIBADI YANG BERHASIL MEMILIKI SIFAT-SIFAT: Swa kendali Swa kendali Kemandirian Kemandirian Instrumental Instrumental Prestatif Prestatif

35 Dalam Swa-Kendali Tanggung jawab Tanggung jawab Komitmen Komitmen Perlu adanya : Perencanaan Strategi Potensi  realistis Efisiensi Kematangan Kontrol Evaluasi Kreativitas

36 KOMITMEN ? KOMITMEN ? Komitmen sebagai modal utama untuk mencapai prestasi Komitmen sebagai modal utama untuk mencapai prestasi Komitmen  motivator, tekad/ kesepakatan, norma, menjadi tujuan bersama Komitmen  motivator, tekad/ kesepakatan, norma, menjadi tujuan bersama Kendala : adanya perbedaan, latar belakang, tujuan dari masing-masing pihak Kendala : adanya perbedaan, latar belakang, tujuan dari masing-masing pihak Cara : memberikan pemahaman akan tujuan, latar belakang dari masing-masing pihak Cara : memberikan pemahaman akan tujuan, latar belakang dari masing-masing pihak

37 Kesimpulan: Komitmen Komitmen  disiplin (berasal dari diri sendiri) Komitmen  disiplin (berasal dari diri sendiri) Komitmen dibuat untuk membantu pelaksanaan kegiatan Komitmen dibuat untuk membantu pelaksanaan kegiatan Komitmen bisa dilatih?  BISA! Komitmen bisa dilatih?  BISA! Perlunya memberikan pemahaman dan penguat (hadiah, gambaran) agar komitmen dapat terus dilaksanakan Perlunya memberikan pemahaman dan penguat (hadiah, gambaran) agar komitmen dapat terus dilaksanakan

38 Sifat Swa Kendali Sifat mengendalikan diri untuk mengarahkan pada tujuan Sifat mengendalikan diri untuk mengarahkan pada tujuan Mengontrol diri untuk mencapai tujuan Mengontrol diri untuk mencapai tujuan Mengarahkan tindakan  dasar dari perencanaan Mengarahkan tindakan  dasar dari perencanaan Punya strategi Punya strategi (Sukardi) (Sukardi)

39 Aspek apa saja yang berperan: Eksternal; Eksternal; - dukungan pimpinan, fasilitas, peraturan yang jelas. - dukungan pimpinan, fasilitas, peraturan yang jelas. Internal; Internal; - Kemampuan memadai - Kemampuan memadai Memiliki Kemauan Memiliki Kemauan Motivasi Motivasi Semangat belajar Semangat belajar Kemauan berubah Kemauan berubah

40 SIFAT SWA-KENDALI Sukardi merumuskan sifat swa-kendali sebagai sifat mengendalikan diri sedemikian rupa sehingga kegiatan- kegiatan yang dilakukannya mengarah ke pencapaian tujuan. Sukardi merumuskan sifat swa-kendali sebagai sifat mengendalikan diri sedemikian rupa sehingga kegiatan- kegiatan yang dilakukannya mengarah ke pencapaian tujuan. McClellan menggambarkan salah satu perilaku yang menunjukkan keinginan berprestasi adalah berusaha mencapai tujuan pribadi yang telah ditetapkan. McClellan menggambarkan salah satu perilaku yang menunjukkan keinginan berprestasi adalah berusaha mencapai tujuan pribadi yang telah ditetapkan. Timmons menggambarkan karakteristik tingkah laku berprestasi dan berwira usaha antara lain adalah keyakinan bahwa dirinya dapat mengendalikan tingkah laku dan berkonsentrasi untuk mencapai tujuan. Timmons menggambarkan karakteristik tingkah laku berprestasi dan berwira usaha antara lain adalah keyakinan bahwa dirinya dapat mengendalikan tingkah laku dan berkonsentrasi untuk mencapai tujuan. Salah satu sifat yang penting disini adalah tidak percaya adanya keberuntungan atau nasib atau kekuatan-kekuatan diluar dirinya yang secara langsung mempengaruhi keputusan- keputusannya. Salah satu sifat yang penting disini adalah tidak percaya adanya keberuntungan atau nasib atau kekuatan-kekuatan diluar dirinya yang secara langsung mempengaruhi keputusan- keputusannya.

41 SIFAT SWA-KENDALI Swasono mengungkapkan rumusan serupa, yaitu sifat mengendalikan diri, mengkonsentrasikan perbuatan untuk mengarah pada pencapaian tujuan dalam berusaha. Swasono mengungkapkan rumusan serupa, yaitu sifat mengendalikan diri, mengkonsentrasikan perbuatan untuk mengarah pada pencapaian tujuan dalam berusaha. Vesper mengungkapkan bahwa pengusaha / pekerja mampu mengendalikan tingkah laku dalam mencapai tujuan, serta menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan langsung dengan perncapaian tujuan. Vesper mengungkapkan bahwa pengusaha / pekerja mampu mengendalikan tingkah laku dalam mencapai tujuan, serta menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan langsung dengan perncapaian tujuan. Dengan demikian sifat swa-kendali dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/pekerja yang dalam berbagai situasi selalu mengontrol diri atau mengkonsentrasikan segala perbuatannya untuk menacapai tujuan usaha atau pekerjaan. Ia mengarahkan tindakannya untuk mencapai tujuan dan Dengan demikian sifat swa-kendali dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/pekerja yang dalam berbagai situasi selalu mengontrol diri atau mengkonsentrasikan segala perbuatannya untuk menacapai tujuan usaha atau pekerjaan. Ia mengarahkan tindakannya untuk mencapai tujuan dan

42 SIFAT INSTRUMENTAL (Game) dari 9 titik. Peserta diberi waktu 2 menit untuk menyambung titik tersebut dengan 4 buah garis lurus yang dibuat tanpa terputus. dari 9 titik. Peserta diberi waktu 2 menit untuk menyambung titik tersebut dengan 4 buah garis lurus yang dibuat tanpa terputus. Tugas berikut adalah diberikan 12 titik dengan menyambungnya dengan 5 tarikan garis lurus Tugas berikut adalah diberikan 12 titik dengan menyambungnya dengan 5 tarikan garis lurus Tugas berikut berikan problem terakhir dengan 16 titik dengan 6 tarikan garis lurus bersambung Tugas berikut berikan problem terakhir dengan 16 titik dengan 6 tarikan garis lurus bersambung

43 Sifat Instrumental Memandang segala sesuatu sebagai alat untuk mencapai tujuan

44 Sifat Instrumental Memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan Memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan Peka dan tanggap terhadap peluang yang ada Peka dan tanggap terhadap peluang yang ada

45 SIFAT INSTRUMENTAL Sukardi merumuskan sifat instrumental sebagai sifat memandang segala sesuatu yang ada di lingkungan (termasuk keberadaan orang lain ) sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuannya. Gambaran ini serupa dengan gambaran Mc Clelland mengenai salah satu ciri motif prestasi tinggi. Sukardi merumuskan sifat instrumental sebagai sifat memandang segala sesuatu yang ada di lingkungan (termasuk keberadaan orang lain ) sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuannya. Gambaran ini serupa dengan gambaran Mc Clelland mengenai salah satu ciri motif prestasi tinggi. Timmons mengungkapkan bahwa pengusaha atau karyawan menyadari dirinya bukanlah sempurna, sehingga bila perlu ia akan mencari dan memanfaatkan bantuan orang lain, walaupun keputusan akhir ada ditangannya. Timmons mengungkapkan bahwa pengusaha atau karyawan menyadari dirinya bukanlah sempurna, sehingga bila perlu ia akan mencari dan memanfaatkan bantuan orang lain, walaupun keputusan akhir ada ditangannya. Crossley menyatakan bahwa pengusaha atau karyawan selalu menunjukan kepekaan dan tanggap terhadap sesuatu yang terjadi pasar, kondisi ekonomi pada umumnya dan perkembangan teknologi. Crossley menyatakan bahwa pengusaha atau karyawan selalu menunjukan kepekaan dan tanggap terhadap sesuatu yang terjadi pasar, kondisi ekonomi pada umumnya dan perkembangan teknologi.

46 SIFAT INSTRUMENTAL Brockous juga mengungkapkan bahwa pengusaha atau karyawan memiliki ketajaman terhadap peluang berusaha yang ada dilingkungannya. Brockous juga mengungkapkan bahwa pengusaha atau karyawan memiliki ketajaman terhadap peluang berusaha yang ada dilingkungannya. Dengan demikian, sifat instrumental dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/karyawan dalam berbagai situasi untuk selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan, untuk membantu tujuan pribadi dalam berusaha atau bekerja. Dengan demikian, sifat instrumental dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/karyawan dalam berbagai situasi untuk selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada di lingkungan, untuk membantu tujuan pribadi dalam berusaha atau bekerja. Ia peka dan tanggap terhadap lingkungan, khususnya melihat, mengenali dan mengidentifikasi peluang usaha yang muncul di lingkungan. Ia peka dan tanggap terhadap lingkungan, khususnya melihat, mengenali dan mengidentifikasi peluang usaha yang muncul di lingkungan. Ia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kinerjanya. Ia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kinerjanya.

47 Sifat Prestatif Motif prestatif  dalam individu Motif prestatif  dalam individu McClelland McClelland Motivasi prestasi tinggi  wiraswasta Motivasi prestasi tinggi  wiraswasta Motivasi prestasi rendah  karyawan Motivasi prestasi rendah  karyawan

48 Perilaku Prestatif Tanggung jawab pribadi tinggi Tanggung jawab pribadi tinggi Resiko taraf sedang Resiko taraf sedang Cari umpan balik Cari umpan balik

49 Perilaku Prestatif Tidak pernah puas Tidak pernah puas Melakukan evaluasi Melakukan evaluasi Berani menghadapi kegagalan Berani menghadapi kegagalan Berusaha bekerja optimal dalam segala situasi Berusaha bekerja optimal dalam segala situasi Realistis Realistis Proses lebih penting Proses lebih penting(Sukardi)

50 Perilaku Sifat Prestatif Mc.Clelland meneliti kaitan antara motif prestasi mahasiswa dengan tingkah laku pemilihan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan motif prestasi tinggi, 66% diantaranya memilih pekerjaan sebagai wiraswastawan, setelah selesai kuliah. 34% memilih pekerjaan di bidang lain Sementara mahasiswa dengan motif prestasi rendah, hanya 10% diantaranya yang memilih menjadi wiraswasta, sedangkan 90% lainnya memilih pekerjaan non-wiraswasta (Iskandar,1976).

51 Perilaku Sifat Prestatif Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa mahasiswa dengan motif berprestasi yang tinggi melihat prestasi sebagai pencapaian usaha secara swakarsa karena biasanya seorang wiraswastawan harus memulai segala sesuatu dari nol dalam merintis usahanya sehingga dibutuhkan motif berprestasi yang tinggi sebagai wujud dari kerja dan usaha yang dilakukannya untuk mencapai keberhasilan dalam usahanya.

52 Berdasarkan penelitiannya, Mc.Clelland menyimpulkan bahwa seseorang yang mempunyai motif berprestai yang tinggi secara nyata akan menampilkan beberapa perilaku berikut (Angelia,1999; Iskandar dkk,1976) : Memiliki rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi. Bertanggung jawab dalam memecahkan masalah, dengan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan dengan usahanya sendiri Memiliki rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi. Bertanggung jawab dalam memecahkan masalah, dengan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan dengan usahanya sendiri Cenderung mengambil resiko dengan taraf sedang, yaitu risiko yang sesuai dengan level kemampuannya. Cenderung mengambil resiko dengan taraf sedang, yaitu risiko yang sesuai dengan level kemampuannya. Mencari umpan balik untuk mengetahui hasil dari proses penyelesaian tugas dan keputusan yang diambilnya. Mencari umpan balik untuk mengetahui hasil dari proses penyelesaian tugas dan keputusan yang diambilnya.

53 Sifat Kemandirian Sifat bertanggung jawab atas tindakan maupun konsekuensinya

54 Sifat Kemandirian Keberanian untuk mengambil tanggung jawab pribadi Keberanian untuk mengambil tanggung jawab pribadi Kegagalan dan keberhasilan adalah milik pribadi Kegagalan dan keberhasilan adalah milik pribadi Memenuhi kebutuhannya secara mandiri Memenuhi kebutuhannya secara mandiri Senang memegang kendali dalam kerja kelompok Senang memegang kendali dalam kerja kelompok(Sukardi)

55 SIFAT KEMANDIRIAN Sukardi merumuskan sifat kemandirian sebagai sifat bertanggung jawab atas tindakan maupun konsekuensi tindakannya. Sukardi merumuskan sifat kemandirian sebagai sifat bertanggung jawab atas tindakan maupun konsekuensi tindakannya. McClelland mengungkapkan salah satu perilaku yang menunjukkan motif prestasi adalah rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi, yaitu tidak menggantungkan diri pada orang lain untuk memecahkan masalah pribadi. McClelland mengungkapkan salah satu perilaku yang menunjukkan motif prestasi adalah rasa tanggung jawab pribadi yang tinggi, yaitu tidak menggantungkan diri pada orang lain untuk memecahkan masalah pribadi.

56 SIFAT KEMANDIRIAN Tions mengungkapkan karakteristik prilaku karyawan / pengusaha antara lain adalah keberanian untuk mengambil tanggung jawab pribadi atas segala perbuatannya, dimana kegagalan dan keberhasilan diyakini sebagai tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab lingkungan atau orang lain. Tions mengungkapkan karakteristik prilaku karyawan / pengusaha antara lain adalah keberanian untuk mengambil tanggung jawab pribadi atas segala perbuatannya, dimana kegagalan dan keberhasilan diyakini sebagai tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab lingkungan atau orang lain. Sifat kemandirian ini serupa dengan karakteristik swa-daya yang diungkapkan Swasono, yang menyatakan bahwa segala penampilan tingkah laku pengusaha atau karyawan dalam daur kehidupannya merupakan upaya pribadi. Sifat kemandirian ini serupa dengan karakteristik swa-daya yang diungkapkan Swasono, yang menyatakan bahwa segala penampilan tingkah laku pengusaha atau karyawan dalam daur kehidupannya merupakan upaya pribadi. Vesper menggambarkan kemandirian sebagai penentuan arah perbuatan. Vesper menggambarkan kemandirian sebagai penentuan arah perbuatan.

57 SIFAT KEMANDIRIAN Dengan demikian, sifat kemandirian dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha atau karyawan pada umumnya yang dalam berbagai situasi selalu berusaha memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Dengan demikian, sifat kemandirian dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha atau karyawan pada umumnya yang dalam berbagai situasi selalu berusaha memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ia merasa bertanggung jawab atas kehidupan pribadi, atau atas keberhasilan dan kegagalan dari tindakannya. Ia merasa bertanggung jawab atas kehidupan pribadi, atau atas keberhasilan dan kegagalan dari tindakannya. Ia lebih memilih bergantungan pada dirinya sendiri dibandingkan pada orang lain. Ia lebih memilih bergantungan pada dirinya sendiri dibandingkan pada orang lain. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya.

58 SIFAT KEMANDIRIAN Meskipun demikian ia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak dan mengambil keputusan. Meskipun demikian ia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak dan mengambil keputusan. Artinya ia lebih senang memegang kendali dalam kerja kelompok, menentukan tujuan kelompok, serta memilih alternatif tindakan dalam pencapaian tujuan. Artinya ia lebih senang memegang kendali dalam kerja kelompok, menentukan tujuan kelompok, serta memilih alternatif tindakan dalam pencapaian tujuan. Ia mementingkan otonomi dalam bertindak, pengambilan keputusan, dan dalam pemilihan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Ia mementingkan otonomi dalam bertindak, pengambilan keputusan, dan dalam pemilihan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Ia lebih senang bekerja sendiri, memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya Ia lebih senang bekerja sendiri, memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya

59 SIFAT SWA-KENDALI Sukardi merumuskan sifat swa-kendali sebagai sifat mengendalikan diri sedemikian rupa sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukannya mengarah ke pencapaian tujuan. Sukardi merumuskan sifat swa-kendali sebagai sifat mengendalikan diri sedemikian rupa sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukannya mengarah ke pencapaian tujuan. McClellan menggambarkan salah satu perilaku yang menunjukkan keinginan berprestasi adalah berusaha mencapai tujuan pribadi yang telah ditetapkan. McClellan menggambarkan salah satu perilaku yang menunjukkan keinginan berprestasi adalah berusaha mencapai tujuan pribadi yang telah ditetapkan. Timmons menggambarkan karakteristik tingkah laku berprestasi dan berwira usaha antara lain adalah keyakinan bahwa dirinya dapat mengendalikan tingkah laku dan berkonsentrasi untuk mencapai tujuan. Timmons menggambarkan karakteristik tingkah laku berprestasi dan berwira usaha antara lain adalah keyakinan bahwa dirinya dapat mengendalikan tingkah laku dan berkonsentrasi untuk mencapai tujuan.

60 SIFAT SWA-KENDALI Salah satu sifat yang penting disini adalah tidak percaya adanya keberuntungan atau nasib atau kekuatan-kekuatan diluar dirinya yang secara langsung mempengaruhi keputusan- keputusannya. Salah satu sifat yang penting disini adalah tidak percaya adanya keberuntungan atau nasib atau kekuatan-kekuatan diluar dirinya yang secara langsung mempengaruhi keputusan- keputusannya. Swasono mengungkapkan rumusan serupa, yaitu sifat mengendalikan diri, mengkonsentrasikan perbuatan untuk mengarah pada pencapaian tujuan dalam berusaha. Swasono mengungkapkan rumusan serupa, yaitu sifat mengendalikan diri, mengkonsentrasikan perbuatan untuk mengarah pada pencapaian tujuan dalam berusaha. Vesper mengungkapkan bahwa pengusaha / pekerja mampu mengendalikan tingkah laku dalam mencapai tujuan, serta menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan langsung dengan perncapaian tujuan. Vesper mengungkapkan bahwa pengusaha / pekerja mampu mengendalikan tingkah laku dalam mencapai tujuan, serta menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan langsung dengan perncapaian tujuan.

61 SIFAT KEMANDIRIAN Dengan demikian sifat swa-kendali dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/pekerja yang dalam berbagai situasi selalu mengontrol diri atau mengkonsentrasikan segala perbuatannya untuk menacapai tujuan usaha atau pekerjaan. Dengan demikian sifat swa-kendali dapat digambarkan sebagai sifat pengusaha/pekerja yang dalam berbagai situasi selalu mengontrol diri atau mengkonsentrasikan segala perbuatannya untuk menacapai tujuan usaha atau pekerjaan. Ia mengarahkan tindakannya untuk mencapai tujuan dan menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan dengan pencapaian tujuan. Ia mengarahkan tindakannya untuk mencapai tujuan dan menghindari tingkah laku-tingkah laku yang dianggap tidak berguna karena tidak berkaitan dengan pencapaian tujuan. Ia menjabarkan peluang usaha kedalam perencanaan kongkrit untuk mewujudkannya. Ia menjabarkan peluang usaha kedalam perencanaan kongkrit untuk mewujudkannya. Ia memutuskan kapan perlu mengambil resiko, kapan harus bekerja lebih keras, kapan berhenti untuk minta bantuan orang lain dan kapan harus mengubah strategi dalam bekerja bila menghadapi hambatan. Ia memutuskan kapan perlu mengambil resiko, kapan harus bekerja lebih keras, kapan berhenti untuk minta bantuan orang lain dan kapan harus mengubah strategi dalam bekerja bila menghadapi hambatan. Ia juga memutuskan kapan harus mengalah, bernegoisasi, memutuskan sepihak secara tegas ataupun kapan ia perlu membina relasi baru dengan pihak lain. Segala keputusannya mengacu pada pencapaian tujuan. Ia juga memutuskan kapan harus mengalah, bernegoisasi, memutuskan sepihak secara tegas ataupun kapan ia perlu membina relasi baru dengan pihak lain. Segala keputusannya mengacu pada pencapaian tujuan.

62 Rumus keberhasilan kinerja P = M x K x S x U P = M x K x S x U P = Performance/Kinerja P = Performance/Kinerja M = Motivasi M = Motivasi K = Kemampuan, Pengetahuan K = Kemampuan, Pengetahuan S = Kesempatan S = Kesempatan U = Usaha U = Usaha

63 Penetapan Tujuan Spesifik Spesifik Measurable Measurable Attainable/Achievable Attainable/Achievable Relevant Relevant Time constraints Time constraints

64 Hal yang perlu diingat Belajar dari pengalaman Belajar dari pengalaman Tanggung jawab pribadi Tanggung jawab pribadi

65 Penjelasan SMART Spesifik  tujuan jelas Spesifik  tujuan jelas Measurable  ada target yang bisa diukur (mis: meningkat 10%) Measurable  ada target yang bisa diukur (mis: meningkat 10%) Attainable  dapat dicapai sesuai kondisi (realistis) Attainable  dapat dicapai sesuai kondisi (realistis) Relevant  sesuai atau tidak Relevant  sesuai atau tidak Time-bound  ada batasan waktu (mis: tahun 2010, 3 tahun lagi) Time-bound  ada batasan waktu (mis: tahun 2010, 3 tahun lagi)

66 Karakteristik orang yang memiliki hasrat berprestasi tinggi Berani mengambil risiko yang sifatnya moderat, karena realistis menentukan sasaran yang dapat tercapai. Berani mengambil risiko yang sifatnya moderat, karena realistis menentukan sasaran yang dapat tercapai. Menginginkan penyelesaian tugas yang sifatnya individual, karena hasilnya dapat dilihat dan tidak tergantung pada orang lain, kontrol ada ditangan diri sendiri. Menginginkan penyelesaian tugas yang sifatnya individual, karena hasilnya dapat dilihat dan tidak tergantung pada orang lain, kontrol ada ditangan diri sendiri. Menginginkan umpan balik, mengenal diri sendiri. Menginginkan umpan balik, mengenal diri sendiri.

67 Individu – Individu Adanya pengalaman mempengaruhi dalam penentuan target Adanya pengalaman mempengaruhi dalam penentuan target Faktor eksternal juga mempengaruhi dalam penentuan dan pencapaian target (tekanan, dukungan) Faktor eksternal juga mempengaruhi dalam penentuan dan pencapaian target (tekanan, dukungan) Keyakinan diri memegang peranan penting dalam melakukan permainan Keyakinan diri memegang peranan penting dalam melakukan permainan

68 Hal yang dapat dilakukan ? Ciptakan kesempatan ! Ciptakan kesempatan ! Dengan : Dengan : Buka wawasan Buka wawasan Perluas jaringan Perluas jaringan Peka terhadap peluang Peka terhadap peluang

69 GAME: IDENTIFIKASI MASALAH IDENTIFIKASI MASALAH Mengidentifikasikan masalah yang dihadapinya berkaitan dengan topik utama pelatihan (perencanaan karir) Mengidentifikasikan masalah yang dihadapinya berkaitan dengan topik utama pelatihan (perencanaan karir)Prosedur Bagi peserta kedalam kelompok yang terdiri dari 5-6 orang (jika jumlah peserta orang bisa dengan menyebutkan A-I-U-E-O) Bagi peserta kedalam kelompok yang terdiri dari 5-6 orang (jika jumlah peserta orang bisa dengan menyebutkan A-I-U-E-O) Di dalam kelompok setiap peserta diminta untuk mengungkapkan masalah yang dihadapinya berkaitan dengan perencanaan karir kepada anggota kelompok yang lain. Di dalam kelompok setiap peserta diminta untuk mengungkapkan masalah yang dihadapinya berkaitan dengan perencanaan karir kepada anggota kelompok yang lain. Bagikan kertas ke setiap kelompok untuk menuliskan rangkuman masalah yang dihadapi. Bagikan kertas ke setiap kelompok untuk menuliskan rangkuman masalah yang dihadapi. Setiap kelompok menyampaikan rangkuman masalah yang dihadapinya kepada kelompok-kelompok lain. Setiap kelompok menyampaikan rangkuman masalah yang dihadapinya kepada kelompok-kelompok lain. Kertas yang berisi rangkuman dikumpulkan kepada fasilitator. Rangkuman ini berguna sebagai gambaran umum masalah yang dialami oleh para peserta. Kertas yang berisi rangkuman dikumpulkan kepada fasilitator. Rangkuman ini berguna sebagai gambaran umum masalah yang dialami oleh para peserta. Fasilitator mengkaitkan masalah-masalah yang muncul dengan tujuan pelatihan serta pentingnya memiliki mimpi dan cita-cita untuk mengantarkan kepada babak selanjutnya. Fasilitator mengkaitkan masalah-masalah yang muncul dengan tujuan pelatihan serta pentingnya memiliki mimpi dan cita-cita untuk mengantarkan kepada babak selanjutnya.

70 KECERDASAN MAJEMUK Howard Gardner : Howard Gardner : Setiap orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda pada berbagai bidang Setiap orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda pada berbagai bidang Ada 8 jenis kecerdasan yang telah diketahui Ada 8 jenis kecerdasan yang telah diketahui Biasanya ada jenis kecerdasan yang lebih berkembang dibandingkan yang lainnya Biasanya ada jenis kecerdasan yang lebih berkembang dibandingkan yang lainnya Berkaitan dengan jenis stimulasi dan kesempatan pengembangan dari keluarga dan lingkungan Berkaitan dengan jenis stimulasi dan kesempatan pengembangan dari keluarga dan lingkungan

71 8 JENIS KECERDASAN 1. Kecerdasan Visual/Keruangan Kemampuan mempersepsi secara visual Kemampuan mempersepsi secara visual Cenderung berpikir dengan gambar Cenderung berpikir dengan gambar Senang memperhatikan peta, grafik, gambar, film Senang memperhatikan peta, grafik, gambar, film Ketrampilan yang dimiliki : menyusun puzzle, membaca, menulis, membuat sketsa, dsb. Ketrampilan yang dimiliki : menyusun puzzle, membaca, menulis, membuat sketsa, dsb. Bidang kerja : arsitek, desainer interior, teknisi, mekanik, pematung, pemandu tur Bidang kerja : arsitek, desainer interior, teknisi, mekanik, pematung, pemandu tur

72 2. Kecerdasan Verbal/Bahasa Kemampuan menggunakan bahasa Kemampuan menggunakan bahasa Memiliki kemampuan auditori yang baik Memiliki kemampuan auditori yang baik Ketrampilan yang dimiliki : berbicara, menulis, mengajar, mengingat informasi Ketrampilan yang dimiliki : berbicara, menulis, mengajar, mengingat informasi Bidang kerja : jurnalis, penulis, guru/dosen, pengacara, ahli politik, penerjemah Bidang kerja : jurnalis, penulis, guru/dosen, pengacara, ahli politik, penerjemah

73 3. Kecerdasan Kinestetik Kemampuan menggunakan semua atau sebagian anggota gerak tubuh dengan mengontrol pergerakan tubuh sambil mengerjakan suatu hal secara terampil Kemampuan menggunakan semua atau sebagian anggota gerak tubuh dengan mengontrol pergerakan tubuh sambil mengerjakan suatu hal secara terampil Ketrampilan yang dimiliki : koordinasi fisik, olahraga, menari, membuat kerajinan tangan Ketrampilan yang dimiliki : koordinasi fisik, olahraga, menari, membuat kerajinan tangan Bidang kerja : atlit, artis, penari Bidang kerja : atlit, artis, penari

74 4. Kecerdasan Musik/Ritmis Kemampuan menghasilkan dan menghargai suatu karya musik Kemampuan menghasilkan dan menghargai suatu karya musik Berpikir dengan suara Berpikir dengan suara Peka terhadap suara dari sekitarnya Peka terhadap suara dari sekitarnya Ketrampilan yang dimiliki : menyanyi, bersiul, memainkan alat musik, mengingat melodi Ketrampilan yang dimiliki : menyanyi, bersiul, memainkan alat musik, mengingat melodi Bidang kerja : musisi, DJ, penyanyi, komposer Bidang kerja : musisi, DJ, penyanyi, komposer

75 5. Kecerdasan Natural Kemampuan melakukan pembedaan terhadap makhluk hidup dan kepekaan untuk mengenali karakteristik alam Kemampuan melakukan pembedaan terhadap makhluk hidup dan kepekaan untuk mengenali karakteristik alam Ketrampilan yang dimiliki : melakukan klasifikasi terhadap hewan dan tanaman, melakukan kegiatan di alam bebas Ketrampilan yang dimiliki : melakukan klasifikasi terhadap hewan dan tanaman, melakukan kegiatan di alam bebas Bidang kerja : petani, pemburu, ahli biologi, koki, ahli kehutanan Bidang kerja : petani, pemburu, ahli biologi, koki, ahli kehutanan

76 6. Kecerdasan Interpersonal Kemampuan refleksi diri dan menyadari keadaan diri sendiri Kemampuan refleksi diri dan menyadari keadaan diri sendiri Ketrampilan yang dimiliki : mengenali diri sendiri, menyadari perannya berhubungan dengan orang lain Ketrampilan yang dimiliki : mengenali diri sendiri, menyadari perannya berhubungan dengan orang lain Bidang kerja : peneliti, filsuf Bidang kerja : peneliti, filsuf

77 7. Kecerdasan Intrapersonal Kemampuan berhubungan dan memahami orang lain Kemampuan berhubungan dan memahami orang lain Memiliki kepekaan untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain Memiliki kepekaan untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain Ketrampilan yang dimiliki : melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain, berempati, mendengarkan aktif Ketrampilan yang dimiliki : melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain, berempati, mendengarkan aktif Bidang kerja : konselor, tenaga penjualan, pebisnis, politisi Bidang kerja : konselor, tenaga penjualan, pebisnis, politisi

78 8. Kecerdasan Logika/Matematika Kemampuan menggunakan penalaran, logika dan angka Kemampuan menggunakan penalaran, logika dan angka Senang membuat hubungan antara potongan-potongan informasi Senang membuat hubungan antara potongan-potongan informasi Ketrampilan yang dimiliki : pemecahan masalah, bekerja dengan konsep, melakukan perhitungan matematika Ketrampilan yang dimiliki : pemecahan masalah, bekerja dengan konsep, melakukan perhitungan matematika Bidang kerja : ilmuwan, insinyur, peneliti, akuntan Bidang kerja : ilmuwan, insinyur, peneliti, akuntan

79 Minat J.L. Holland : ada 6 jenis atau orientasi kepribadian yang mengarahkan karir manusia J.L. Holland : ada 6 jenis atau orientasi kepribadian yang mengarahkan karir manusia Disebut dengan istilah RIASEC : Disebut dengan istilah RIASEC : Realistic Realistic Investigative Investigative Artistic Artistic Social Social Enterpreneur Enterpreneur Conventional Conventional

80 Penjelasan MINAT Realistic Realistic  kongkret, membutuhkan stamina fisik  perburuhan, pertanian, konstruksi Investigative Investigative  teoritis, konseptual  peneliti, ilmuwan, ahli matematika

81 Penjelasan MINAT Artistic Artistic  ekspresi diri, tidak terstruktur  musisi, seniman, penari, penulis Social Social  kemampuan komunikasi, berhubungan dengan orang lain  guru, konselor, pekerja sosial, pemandu tur

82 Penjelasan MINAT Enterpreneur Enterpreneur  mengatur dan mengarahkan orang lain  tenaga penjualan, manajer, politikus Conventional Conventional  terstruktur, mengolah data dengan aturan tertentu  sekretaris, akuntan, pustakawan

83 Tipe Kepribadian Carl Jung : Carl Jung : Setiap orang memiliki tipe kepribadian tertentu Setiap orang memiliki tipe kepribadian tertentu Mepengaruhi pikiran, perasaan dan interaksi dengan lingkungan Mepengaruhi pikiran, perasaan dan interaksi dengan lingkungan Ada 4 tipe : Ada 4 tipe : Extraversion – intraversion Extraversion – intraversion Sensing – intuition Sensing – intuition Thinking – feeling Thinking – feeling Judging – perceiving Judging – perceiving Hasil kombinasi : 16 tipe kepribadian Hasil kombinasi : 16 tipe kepribadian

84 Asal Energi Extraversion senang bergaul senang bergaul dan berbicara dan berbicara dengan orang lain dengan orang lain terlibat dengan terlibat dengan banyak orang banyak orang berbuat baru berbuat baru berpikir berpikirIntraversion melakukan kegiatan sendiri melakukan kegiatan sendiri banyak berpikir banyak berpikir tidak suka interupsi tidak suka interupsi menyadari perasaan dan pikirannya menyadari perasaan dan pikirannya

85 Cara Memperoleh Informasi Sensing menyerap informasi melalui panca indera menyerap informasi melalui panca indera Informasi yang diperoleh biasanya kongkrit Informasi yang diperoleh biasanya kongkritIntuition memikirkan kemungkinan- kemungkinan lain dari informasi memikirkan kemungkinan- kemungkinan lain dari informasi Melihat sesuatu secara makro Melihat sesuatu secara makro

86 Membuat Keputusan Thinking berdasarkan pemikiran rasional berdasarkan pemikiran rasional Sesuai dengan kebutuhan Sesuai dengan kebutuhan Melakukan sesuai aturan, tidak peduli orang lain suka/tidak Melakukan sesuai aturan, tidak peduli orang lain suka/tidakFeeling berdasarkan pertimbangan subyektif berdasarkan pertimbangan subyektif sesuai dengan perasaan sesuai dengan perasaan memikirkan perasaan orang lain memikirkan perasaan orang lain

87 Sikap terhadap dunia Judging menginginkan keteraturan dan kejelasan menginginkan keteraturan dan kejelasan memiliki perencanaan memiliki perencanaanPerceiving mementingkan fleksibilitas dan spontanitas mementingkan fleksibilitas dan spontanitas tidak menyukai perencanaan tidak menyukai perencanaan

88 GAME: kepribadian Diambil dari JOB-JOB (bentuk dan karakter manusia) Diambil dari JOB-JOB (bentuk dan karakter manusia)

89 Kombinasi Tipe Kepribadian ISTJ ISTJ ISTP ISTP ISFJ ISFJ ISFP ISFP INFJ INFJ INFP INFP INTJ INTJ INTP INTP ESTP ESTP ESTJ ESTJ ESFP ESFP ESFJ ESFJ ENFP ENFP ENFJ ENFJ ENTP ENTP ENTJ ENTJ

90 Pernyataan 3 & 4 Aku lebih senang bekerja bersama-sama teman- teman daripada bekerja sendiri Aku lebih senang bekerja bersama-sama teman- teman daripada bekerja sendiri SSSKSTSTM Jumlah Aku mengambil jalan yang jarang dilalui orang lain Aku mengambil jalan yang jarang dilalui orang lainSSSKSTSTMJumlah

91 Pernyataan 1 & 2 Aku yakin bahwa kegagalanku adalah karena kesalahan yang kubuat Aku yakin bahwa kegagalanku adalah karena kesalahan yang kubuat SSSKSTSTM Jumlah-- Aku selalu minta pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusan Aku selalu minta pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusanSSSKSTSTMJumlah--

92 Pernyataan 5 & 6 Aku memilih tidak merokok daripada harus berhutang di warung Aku memilih tidak merokok daripada harus berhutang di warung SSSKSTSTM Jumlah Aku kurang suka diinterupsi ketika sedang mengerjakan sesuatu Aku kurang suka diinterupsi ketika sedang mengerjakan sesuatuSSSKSTSTMJumlah

93 Pernyataan 7 & 8 Aku ingin cepat berpenghasilan agar dapat membelanjakannya semauku Aku ingin cepat berpenghasilan agar dapat membelanjakannya semauku SSSKSTSTM Jumlah--- Aku mampu mempengaruhi orang lain untuk mengikuti kemauanku Aku mampu mempengaruhi orang lain untuk mengikuti kemauankuSSSKSTSTMJumlah---

94 Pernyataan 9 & 10 Aku sering mengambil inisiatif untuk memulai suatu kegiatan Aku sering mengambil inisiatif untuk memulai suatu kegiatan SSSKSTSTM Jumlah Petunjuk untuk mengerjakan tugas tersebut harus detil dan jelas prosedurnya Petunjuk untuk mengerjakan tugas tersebut harus detil dan jelas prosedurnyaSSSKSTSTMJumlah

95 Diskusi Pernyataan 1 s.d. 10 Menggambarkan sifat Menggambarkan sifat Perbedaan karena Perbedaan karena Dipengaruhi oleh Dipengaruhi oleh Menggambarkan diri/tidak? Menggambarkan diri/tidak?

96 TERIMA KASIH atas Perhatian Bapak dan Ibu


Download ppt "MENGGALI POTENSI DIRI MIMPI DAN CITA-CITA MIMPI DAN CITA-CITA PRIBADI YANG BERHASIL PRIBADI YANG BERHASIL Disajikan Pada BIMTEK PBJ BAGI GURU BK SLTA ANG.II."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google