Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perubahan besar sistem kesehatan di Indonesia: Bagaimana masa depan RS Daerah dan implikasinya untuk ARSADA? Laksono Trisnantoro Unievrsitas Gadjah Mada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perubahan besar sistem kesehatan di Indonesia: Bagaimana masa depan RS Daerah dan implikasinya untuk ARSADA? Laksono Trisnantoro Unievrsitas Gadjah Mada."— Transcript presentasi:

1 Perubahan besar sistem kesehatan di Indonesia: Bagaimana masa depan RS Daerah dan implikasinya untuk ARSADA? Laksono Trisnantoro Unievrsitas Gadjah Mada 1

2 Isi Perkembangan Ideologi dan dampaknya pada sistem kesehatan Perkembangan ideologi dan potensi konflik dengan dokter spesialis Bagaimana masa depan RSD? 2

3 Transformasi Ideologi Sistem Kesehatan dalam 10 tahun terakhir Adanya UU SJSN dan UU BPJS Adanya penguatan politik dalam manajemen RS di daerah Perkembangan terbaru 3

4 Perkembangan ideologi dalam sistem kesehatan di Indonesia 4

5 Ideologi A set of doctrines or beliefs that form the basis of a political, economic, or other system Ideologi negara dan partai politik Ideologi sektor kesehatan Ideologi dalam kehidupan seorang manusia (budaya) 5

6 Ideologi Pasar: ada kegagalan masyarakat miskin sulit mendapatkan pelayanan kesehatan 6

7 Intervensi Pemerintah untuk mengatasi kegagalan pasar Jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin Subsidy for the hospital and health service Ideologi: Meningkatkan peran pemerintah dalam pembiayaan Insentif para dokter 7

8 Kebijakan pemerintah semakin ke arah sosialisme Sosialisme Sosial Demokrat Neoliberal Ideologi KiriIdeologi Kanan Jaminan Kesehatan Universal 8

9 Debat ideologis: Apakah negara mampu membiayai? Siapa yang membayar pelayanan kesehatan? Pemerintah membayar semuanya. Masyarakat tidak perlu membayar iuran. Pajak dan penerimaan negara yang membayar. Pemerintah membayar sebagian. Masyarakat yang mampu membayar, harus membayar iuran Pemerintah minimalis.Masya rakat yang mampu membayar, harus membayar. Ideologi KiriIdeologi Kanan Catatan: Ideologi sosialisme membutuhkan kemampuan fiskal pemerintah yang kuat 9

10 Ideologi yang memberi jaminan Perlu dukungan kemampuan pebiayaan Ada kemungkinan kemampuan pembiayaan (fiskal) kecil namun dipaksakan karena motif populis untuk menarik hati rakyat Menjadi risiko bagi pelayanan kesehatan yang populis namun kurang dana Ada kemungkinan menjadi pelayanan untuk masyarakat miskin namun bermutu rendah. 10

11 Ideologi dalam gaya hidup manusia 11

12 Ideologi dalam bentuk nilai kehidupan atau budaya MaterialismeKesederhanaan. 12

13 Dimana ideologi dokter (spesialis) dalam kehidupan? MaterialismeKesederhanaan. 13

14 Potensi Ideologi antara dokter dan sistem kesehatan tidak berjalan seiring (tabrakan) Sistem jaminan mempunyai prinsip efisiensi Sistem jaminan mempunyai keterbatasan anggaran pemerintah Sistem jaminan mempunyai prinsip pemerataan Jasa medik/pendapatan dokter menjadi rendah Bertentangan dengan nilai hidup para dokter yang mempunyai kepuasan hidup yang diukur dari: F(Income + Leisure) 14

15 Ideologi tidak berjalan beriringan Sosialisme Sosial Demokrat Neoliberal Ideologi KiriIdeologi Kanan Jaminan Kesehatan Universal Dokter 15

16 Sejarah di Inggris Terjadi perdebatan keras antara asosiasi dokter dengan pemerintah selama 18 bulan sebelum disahkannya NHS Kelompok dokter sebelumnya tidak mendukung NHS Masalah pendapatan menjadi hal penting. 16

17 Akhirnya: After 18 months of ongoing dispute between the Ministry of Health and the BMA, Bevan finally managed to win over the support of the vast majority of the medical profession by offering a couple of minor concessions, but without compromising on the fundamental principles of his NHS proposals. Ministry of Health BMA Bevan later gave the famous quote that, in order to broker the deal, he had "stuffed their mouths with gold". 17

18 Bagaimana dengan dokter (spesialis) di Indonesia? Apakah ada perubahan ideologi/nilai hidup/dan kebudayaan? Apakah selaras dengan “perubahan ideologi” sistem pembiayaan kesehatan selama 10 tahun terakhir ini yang mengarah ke sosialisme? Ataukah bertabrakan? 18

19 Pertanyaan Apakah Perubahan Ideologi Pemerintah dalam sistem kesehatan cocok dengan ideologi /budaya dokter (spesialis)? ataukah Perubahan ideologi Pemerintah dalam sistem kesehatan ternyata tidak cocok dengan budaya dokter (spesialis)? Catatan: Situasi di berbagai negara menunjukkan ketegangan antara dokter dengan sistem jaminan sosial atau asuransi kesehatan 19

20 Situasi ekonomi masyarakat Indonesia 20

21 Kemampuan ekonomi masyarakat di Indonesia 49% penduduk <2US$ sehari 16.7 % penduduk <1.55 US$ sehari 7.4 % penduduk <1 US$ sehari 10% orang kaya Indonesia = 25 juta = Penduduk Malaysia 21

22 Kebijakan Jaminan 49% penduduk <2US$ sehari 16.7 % penduduk <1.55 US$ sehari 7.4 % penduduk <1 US$ sehari 10% orang kaya Indonesia = 25 juta = Penduduk Malaysia Untuk masyarakat miskin dan menengah bawah 22

23 49% penduduk <2US$ sehari 16.7 % penduduk <1.55 US$ sehari 7.4 % penduduk <1 US$ sehari 10% orang kaya Indonesia = 25 juta = Penduduk Malaysia Untuk masyarakat miskin Apakah dokter/ spesialisnya cukup? Kebijakan Jaminan 23

24 Kebijakan Jamkesmas 49% penduduk <2US$ sehari 16.7 % penduduk <1.55 US$ sehari 7.4 % penduduk <1 US$ sehari 10% orang kaya Indonesia = 25 juta = Penduduk Malaysia Untuk masyarakat miskin Kalau tidak cukup jumlahnya dokter spesialis cenderung memilih mana? 24

25 Skenario 1 Dokter enggan bekerja di sistem jaminan karena pendapatannya rendah Jumlah dokter relatif sedikit RS yang menggunakan sistem jaminan kesehatan kesulitan mendapatkan tenaga dokter spesialis Mungkin akan terjadi perubahan mutu 25

26 Ideologi tidak berjalan beriringan dan dokter enggan melayani Jaminan Sosialisme Sosial Demokrat Neoliberal Ideologi KiriIdeologi Kanan Jaminan Kesehatan Universal Dokter 26

27 Skenario 2 Jumlah dokter spesialis cukup banyak Sistem jaminan tidak menghargai dokter secara cukup Ada dokter yang mau bekerja di sistem jaminan dengan pendapatan yang jauh berbeda (terpaksa atau sukarela) RS yang menggunakan sistem jaminan kesehatan tidak kesulitan mendapatkan tenaga dokter spesialis Catatan: Sebaiknya diperhatikan unsur keterpaksaaan 27

28 Ideologi tidak sama, namun ada sekelompok dokter yang ideologinya cocok dengan sistem jaminan Sosialisme Sosial Demokrat Neoliberal Ideologi KiriIdeologi Kanan Jaminan Kesehatan Universal Dokter yang cocok dengan ideologi di sini Pelayanan Kesehatan berbasis Pasar 28

29 Skenario 3 Jumlah dokter spesialis cukup banyak Sistem Jaminan menghargai dokter Ada dokter yang mau bekerja di sistem jaminan dengan pendapatan yang tidak jauh berbeda RS yang menggunakan sistem jaminan kesehatan tidak kesulitan mendapatkan tenaga dokter spesialis 29

30 Ideologi tidak sama, namun ada sekelompok dokter yang ideologinya cocok dengan sistem jaminan dan pendapatannya tidak banyak berbeda Sosialisme Sosial Demokrat Neoliberal Ideologi KiriIdeologi Kanan Jaminan Kesehatan Universal Dokter yang cocok dengan ideologi di sini Pelayanan Kesehatan berbasis Pasar 30

31 Bahan diskusi: Apakah di Indonesia akan ada rumahsakit yang melayani masyarakat atas dan bawah secara terpisah (seperti sistem bintang hotel)? Apakah harus mempersiapkan dokter yang cocok dengan ideologi jaminan? 31

32 Dokter Indonesia menghadapi berbagai front Masyarakat miskin Masyarakat daerah terpencil Masyarakat sangat terpencil Apakah perlu ada berbagai kelompok dokter yang cenderung berbeda budayanya? Masyarakat kaya di perkotaan dan kabupaten yang menyenangkan Pendapatan berbeda jauh 32

33 Kemana RSD menuju?

34 34 Analisis 1.Aspek Teknis perubahan BLUD saat ini. 2.Tantangan luar 3.Bagaimana sebaiknya?

35 35 Makna Perubahan menjadi BLUD

36 36 Perubahan otonomi keuangan di RS pemerintah

37 37 Penafsiran Perubahan: Merupakan Perubahan radikal RS Daerah sebagai Unit Birokrasi RS Daerah sebagai Badan Usaha yang berfungsi sosial

38 38 5 tahun BLUD Aspek Kebijakan Masih belum jelas Kurang Otonom Belum selesai- selesai RSD semakin menjadi lembaga politis Aspek Manajemen Perubahan sistem manajemen di RSD belum berjalan baik Kerjasama antar RS belum berjalan dalam kontek pengembangan infrastruktur

39 39 Sebagai gambaran: Sistem keuangan belum seperti yang diharapkan: Ada transparansi Dapat diaudit oleh akuntan publik Mampu memberikan laporan keuangan yang standar RS BLUD saat ini belum mempunyai Standar lembaga usaha yang sehat

40 Dalam hal mutu: Implikasi BLU terhadap mutu pelayanan belum jelas. Belum ada evaluasi komprehensif terhadap mutu pelayanan 40

41 Tantangan eksternal Semakin banyak RS Swasta termasuk milik dokter RS Swasta yang muncul ada yang berbentuk RS jaringan dengan sistem jaringan yang efisien: misal RS Siloam Mempunyai pangsa pasar dari bawah sampai ke atas dan mau menerima Jamkesmas Mempunyai akses ke Corporate Social responsibility dari perusahaan induknya RS ini mungkin “disenangi” oleh dokter RSD mempunyai risko kembali ke jaman dulu (sebelum kebijakan swadana): Menjadi pelayanan kesehatan yang inferior. Bersifat sebagai bulgur. Hanya dipakai oleh kelompok miskin dengan mutu yang rendah 41

42 Ada kemungkinan Akibat perkembangan BPJS dan RS pesaing: RSD-RSD kekurangan dokter, atau dokter yang ada tidak sepenuh hati bekerja di dalamnya. RSD kehilangan gairah/greget untuk memberikan pelayanan yang bermutu RSD menjadi lembaga yang stafnya apatis dan dipimpin oleh direktur yang kurang visi dan tidak bergairah karena tekanan politik daerah 42

43 Bagaimana sebaiknya? Penguatan internal RSD, termasuk mengurangi politisasi direktur Negosiasi dengan BPJS agar memperhatikan aspek mutu pelayanan yang terkait dengan anggaran 43

44 44 Apa yang sebaiknya dikuatkan secara internal? Terkait dengan mutu pelayanan dan penguatan sistem keuangan Penguatan Kompetensi SDM RSD Mengurangi aspek politik & menggunakan sistem jaringan dan berbasis open system dan opensource Penguatan Sistem Manajemen RSD

45 Contoh praktis penguatan SDM: Penentuan direktur RSD harus sesuai kompetensi Mengurangi pengaruh politik praktis di kabupaten/kota Direksi dan sistem manajemennya sebaiknya mengembangkan kompetensinya 45

46 46 Contoh praktis penguatan sistem manajemen RS: Disusunnya sistem manajemen yang dilengkapi dengan Software sistem. Tidak boleh lagi melatih manajemen RS tanpa perbaikan sistem Contoh: Latihan manajemen keuangan, harus dalam kerangka perbaikan sistem manajemen Software sistem sebaiknya disusun berbasis Open Source (misal Linux) Prinsip dalam penyusunan sistem adalah melakukannya secara Open Source dan Open

47 Apa implikasinya untuk ARSADA? ARSADA sebaiknya mampu menjadi agen penekan untuk mengurangi politisasi jabatan direktur ARSADA sebaiknya mampu menjadi penyedia sistem manajemen yang dapat diakses oleh anggotanya dengan mudah dan relatif terjangkau (open source dan open system) ARSADA sebaiknya mampu menyediakan tenaga bantuan teknis (konsultan) untuk membangun sistem manajemen RS 47

48 terimakasih 48


Download ppt "Perubahan besar sistem kesehatan di Indonesia: Bagaimana masa depan RS Daerah dan implikasinya untuk ARSADA? Laksono Trisnantoro Unievrsitas Gadjah Mada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google