Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUANBAB II PLANNINGBAB III ORGANIZINGBAB IV STAFFINGBAB V DIRECTINGBAB VI CONTROLLING.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUANBAB II PLANNINGBAB III ORGANIZINGBAB IV STAFFINGBAB V DIRECTINGBAB VI CONTROLLING."— Transcript presentasi:

1

2 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUANBAB II PLANNINGBAB III ORGANIZINGBAB IV STAFFINGBAB V DIRECTINGBAB VI CONTROLLING

3 BAB I PENDAHULUAN

4 ARTI MANAJEMEN Koontz & O’Donnel “ Management the function of getting thing done trough people” rs. Malayu S.P. Hasibuan “ Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. “ Ralph Currier Davis “ Management is the function of executive leadership anywhere”

5 FUNGSI MANAJEMEN GR.Terry Planning Organizing Actuating Controlling Prof. Dr. Prayudi Planning Organizing Directing Actuating Controlling LM. Gullick Planning Organizing Staffing Directing Coordinating Reporting Budgeting AF. Stoner Planning Organizing Leading Controlling Henry Fayol Planning Organizing Coordinating Commanding Koont&O’Donnel Planning Organizing Staffing Directing Controlling

6 Prinsip-prinsip manajemen  Division of work  Authority and responsibility  Discipline  Unity of command  Unity of direction  Sub-ordinate of individual interest to general interest  Remuneration of personnel  Centralization  Scalar of chain  Order  Equity  Stabillity of tenure of personnel  Inisiative  Esprit de corps

7 Harblson - Myers Malayu SP Hasibuan Democtratic Management Open ManagementClose Management Paternalistic Management Profesional Management Political Management Patrimonial Management JENIS-JENIS MANAJEMEN

8 CHARLES BABBAGE ( ) HENRY FAYOL ( ) FW. TAYLOR ( )CHESTER BARNARD PARA AHLI MANAJEMEN

9 PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN Empirical Approach Interpersonal Approach Group Behavior Approach Cooperative Social System Approach (Sistem Kerjasama Sosial) Sociatechnical System Approach Decision Theory Approach (Teori Keputusan) Matematical Approach System Applied Approach Managerial Role Approach Contingency Approach Operation Approach

10 TUGAS-TUGAS MANAGER  Managerial cycle  Memotivasi  Memenuhi kebutuhan hidup bawahannya  Kondisi yang memuaskan bawahan dalam pekerjaannya  Mampu menjadikan bawahan bersedia memikul tanggungjawab  Membina bawahan dapat bekerja efisien dan efektif  Membenahi fungsi fundamental manajemen secara baik  Mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar

11 BIDANG-BIDANG MANAGEMENT Management Personalia Management Permodalan Management Biaya Management Produksi Management Pemasaran Management Kantor Management Risiko

12 BAB II PLANNING PERENCANAAN

13 DEFINISI PERENCANAAN Harold Kootz & O`Donnel “ perencanaan adalah fungsi seorang manager yang berhubungan dengan memilih tujuan- tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, program-program dari alternatif-alternatif yang ada” Drs. Malayu PS Hasibuan “ rencana ialah sejumlah keputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan”

14 PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN Principle of policy frame work Principle of timming Principle of contribution to objective Principle of efficiency of planning Principle of primacy of planning Principle of persuasiveness of planning Principle of planning premise Principle of planning communication Principle of alternatives Principle of limiting factor The commitment principle The principle of flexibility The principle of navigation Principle of strategie planning

15 LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN MENTETAPKAN OBJECTIVE MENETAPKAN PERUMPAMAAN MENCARI & MENGUJI ALTERNATIF MENILAI ALTERNATIF MEMILIH ALTERNATIF MENETAPKAN DERINATIVE PLANNING MERUMUSKAN DALAM BUDGE T

16 JENIS-JENIS PERENCANAAN OBJECTIVE OR GOAL STRATEGI POLICIES PROCEDUR RULES PROGRAMS BUDGET

17 PENTINGNYA PERENCANAAN To offset uncertainty and change To focus attention on objective To gain economical operation To facillities control

18 JANGKA WAKTU PERENCANAAN JANGKA PANJANG JANGKA MENENGAH JANGKA PENDEK

19 SYARAT-SYARAT PERENCANAAN BERDASARKAN PADA ALTERNATIFHARUS REALISTISRENCANA HARUS EKONOMISRENCANA HARUS FLEKSIBELDILANDASI PARTISIPASI

20 FAKTOR-FAKTOR YG MEMBATASI PERENCANAAN Sulitnya mencari anggapan secara teliti Perubahan yang sangat cepat Kekakuan internal Kekakuan eksternal Waktu dan daya

21 DECISION MAKING Pengertian pengambilan keputusan Basis pengambilan keputusan Teknik-teknik pengambilan keputusan Proses prngambilan keputusan Macam-macam keputusan

22 BAB III ORGANIZING

23 ARTI ORGANISASI MALAYU SP HASIBUAN KOONTZ & O`DONNEL JAMES D MOONEY CHESTER I BARNARD KESIMPULAN PENGERTIAN SEBAGAI WADAH/TEMPAT KERJA SAMA PROSES KERJA SAMA SEDIKITNYA ANTARA DUA ORANG JELAS TUGAS DAN KEDUDUKAN MASING-MASING ADANYA TUJUAN TERTENTU

24 UNSUR-UNSUR ORGANISASI MANUSIASASARANTEMPAT KEDUDUKANPEKERJAANTEKNOLOGISTRUKTURLINGKUNGAN

25 PROSES PENGORGANISASIAN PENENTUAN SASARANPENENTUAN KEGIATANPENGELOMPOKAN KEGIATANPENDELEGASIAN WEWENANGRENTANG KENDALIPERINCIAN PERANAN PERORANGANTIPE ORGANISASIBAGAN ORGANISASI

26 PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI PRINCIPLE OF PARITY OF AUTHORITY AND RESPONSIBILITY PRINCIPLE OF DELEGATION OF AUTHORITY PRINCIPLE OF SPAN OF MANAGEMENT PRINCIPLE OF UNITY OF COMMAND PRINCIPLE OF UNITY OF OBJECTIVE PRINCIPLE OF ORGANIZATIONAL OBJECTIVE

27 PRINCIPLE OF COORDINATION PRINCIPLE OF CONTINUITY PRINCIPLE OF EFFICIENCY PRINCIPLE OF SCALAR OF CHAIN PRINCIPLE OF PERSONNEL PLACEMENT PRINCIPLE OF DEPARTEMENTATION PRINCIPLE OF RESPONSIBILITY

28 MACAM-MACAM ORGANISASI 1. ORGANISASI FORMAL 2. ORGANISASI INFORMAL BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKAN 1. ORGANISASI RESMI 2. ORGANISASI TIDAK RESMI BERDASARKAN KAITANNYA DGN PEMERINTAHAN 1. ORGANISASI BESAR 2. ORGANISASI MENENGAH 3. ORGANISASI KECIL BERDASARKAN SKALA BESAR KECILNYA 1. ORGANISASI PELAYANAN 2. ORGANISASI PERUSAHAAN BERDASARKAN TUJUAN 1. SEGITIGA VERTIKAL 2. SEGITIGA HORIZONTAL DARI KIRI KE KANAN 3. LINGKARAN BERDASARKAN BENTUK BAGAN ORGANISASI 1. LINE ORGANIZATION 2. FUNCTIONAL ORGANIZATION 3. LINE AND STAFF ORGANIZATION 4. COMMITTEE ORGANIZATION BERDASARKAN BENTUK ORGANISASI

29 WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB WEWENANGSUMBER AUTHORITY LINE AUTHORITY STAFF AUTHORITY FUNCTIONAL AUTHORITY FORMAL AUTHORITY THEORY ACCEPTANCE AUTHORITY THEORY AUTHORITY OF THE SITUATION POSITION AUTHORITY TECHNICAL AUTHORITY

30 SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI SENTRALISASI : Sebagian besar wewenang masih tetap di pegang oleh manager puncak. DESENTRALISASI : Sebagian kecil wewenang di pegang oleh manager puncak, sebagian besar kekuasaan di sebar pada seluruh struktur organisasi.

31 DEPARTEMENTASI BASIC OF DEPERTEMENTATION  ENTERPRISE FUNCTION  MANAGEMENT FUNCTION  PROCESS  PRODUCT  COSTUMER  TERRITORY  TIME  SIMPLE NUMBER

32 STAFFING

33 Menurut Malayu SP Hasibuan adalah kegiatan untuk memperoleh pegawai yang efekif yang akan mengisi jabatan-jabatan kosong organisasi perusahaan. Pengertian Untuk menarik, menempatkan pegawai menurut jumlah, jenis, keahlian dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, agar pegawai dapat bekerja efektif sehingga sasaran perusahaan tercapai. Tujuan Principle of job definition Principle of managerial appraisal Principle of open competition Principle of management training and development Principle of training objectives Principle of continuing development Proses Staffing ( AA Rachmat MZ)

34 Recruitment Appraisal Selection Promotion retirement A. Pengadaan pegawai Internal external B. Sumber pegawai Latihan magang Latihan kerja khas C. Pengembangan pegawai Perputaran (turn over) D. Pemeliharaan Pegawai Replacement transfer Temporary transfer E. Pemindahan Pegawai Bagi pegawai operasional Bagi manajer F. Penilaian Pegawai Pemutusan hubungan kerja pegawai, disebabkan permintaan sendiri tetapi ada pula yang diberhentikan G. Pemberhentian pegawai Yang sudah tua Yang invalid Yang tak dapat bekerja karena sakit Yang diremajakan H. Pemensiunan pegawai

35 Eksternal Tingkat pendidikan Undang-undang dan peraturan-peraturan Kondisi ekonomi Penawaran dan permintaan untuk para manajer dari luar perusahaan Social-culture internal Tujuan organisasi Teknologi Tugas-tugas yang diberikan kpd seseorang Stuktur organisasi Macam-macam org yang dipekerjakan oleh perusahaan Sistem upah Permintaan dan penawaran para manajer dalam perusahaan Macam-macam kebijaksanaan

36 Sifat yang mendukung keberhasilan kecerdasankepemimpinan Kemampuan untuk berkomunikasi Facility in scientific metodology Breadth of interestNilai-nilai moralKebijaksanaaninisiatif

37 RekruitmentEksplorasi Karir Establishment karir tengah Maintenance Karir awal Termination S1S1 OrientasiPenempatan (4 Th) Persiapan Purna Bakti Pensiun Magang/ Pengarahan Rotasi 1X (4 th) Diklat / Pemeliharaan Rotasi Akhir* Pegawai tetap Diklat Pengembang an Spesialisasi/ generalisasi Promosi Penempatan 4 Th Usia min 21 th, max 30 th Rotasi 1X (4 TH) Diklat Pengembanga n Promosi S/D Usia 45 ThSelama 2 ThnS/D Usia 53 thS/d usia 55 th * = Kembali ke daerah asal selama ada formasi

38 PENGGERAKAN BAB V DIRECTING

39 PENGERTIAN DIRECTING GR Terry Penggerakan adalah membuat semua anggota kelompok agar mau bekerja dengan ikhlas serta bergairahuntuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian. Koontz dan O’Donnel Penggerakan adalah hubungan antara aspek-aspek individual uang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dimengerti dan pembagian pekerjaan yang efekif dan efisien untuk tujuan perusahaan yang nyata.

40 PRINSIP DIRECTING PRINSIP PENGARAHAN TUJUAN PRINSIP KEHARMONISAN DENGAN TUJUAN PRINSIP KESATUAN KOMANDO

41 POKOK MASALAH FUNGSI PENGGERAKAN a. Perilaku manusia (human behaviour) b. Motivasi (motivation) c. Kepemimpinan (leadership) d. Komunikasi (communication) e. Hubungan manusia (human relation)

42 a. Perilaku manusia (human behaviour) Para penulis : Douglas Mc. Gregor dengan teori X dan Y. Elton Mayo dengan Teori Human Science. Edgar H. Schein dengan Rational Economic Man, Social Man, Self Actalization dan Complex Man. D Jung dengan Introvert, Extrovert dan Ambivert.

43 b. Motivasi (motivation) Motivasi adalah suatu pernyataan penting yang berwujud daya kekuatan untuk bergerak melalui perilaku yang mengarah kepada sasaran. Peterson dan Plowman, orang mau bekerja karena: The desire of live, the desire of posession, the desire for power, the desire for recognition.

44 Kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja: Kebutuhan fisik dan keamanan Kebutuhan sosial Kebutuhan egoistik Alat motivasi yang dapat diberikan kepada pegawai: Material incentive Non material incentive Jenis motivasi: Motivasi positif Motifasi negatif

45 c. Kepemimpinan (leadership) Adalah keahlian seorang manajer yang dapat memungkinkan untuk meyakinkan bawahannya agar bekerja dengan kesungguhan hati dan penuh kepercayaan. Leadership merupakan segi utama dari pengarahan.

46 Teori kepemimpinan The situation theory of leadership The traitist theory of leadership Tipe kepemimpinan manurut Haris The autocratic leader The participative leader The free reln leader Tipe kepemimpinan menurut Robert Blake & Mouton Deserter Missionary Autocrat Compromiser Executive

47 Ordway Tead, 10 sifat yang perlu dimiliki pemimpin: Energi fisik dan mental Bersemangat untuk mencapai tujuan Ramah tamah dan kasih sayang Jujur, dapat dipercaya Memiliki keahlian teknis Bergairah dalam pekerjaan Kecerdasan dan sanggup mengambil keputusan Kecakapan mengajar Ketegasan dan konsisten Setia terhadap organisasi George R. Terry, 8 ciri dari pemimpin : Energi Stabilitas emosi Human relationship Communication skill Teaching skill Social skill Technical competent

48 d. Komunikasi (communication) Komunikasi digambarkan sebagai pemindahan informasi dari seseorang kepada orang lain terlepas dari dipercayai atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer tentulah dimengerti oleh si penerima (Koontz & O’ Donnel) Penggolongan komunikasi dilihat dari ruang lingkupnya: - Public communication - Bussines communication

49 Unsur komunikasi GiverPesanChannelReceiverFeed back Fungsi komunikasi instructiveInformativeInfluencingevaluating Tipe komunikasi Formal Communication Informal communication

50 Hambatan komunikasi Hambatan semantik Hambatan teknis Hambatan biologis Hambatan Phsyologis Hambatan persepsi Metode komunikasi Komunikasi langsung Komunikasi tidak langsung Komunikasi horizontal One way traffic Two way traffic

51 Syarat komunikasi yang baik Mempergunakan bahasa yang baik Lengkap agar pesan yang disampaikan dipahami oleh komunikan secara menyeluruh Tepat, komunikasi/ perintah yang diberikan itu benar Jelas, artinya disampaikan secara benar pada orang yang tepat Disampaikan pada saat yang tepat

52

53  Harold Koontz Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah di buat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara.  Earl P. Strong Pengendalian adalah proses pengaturan berbagaim faktor dalam suatu perusahaan, agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.

54 Prinsip Pengendalian Principle of assurance of objective Principle of future directid control Principle of control resposibillity Principle of effiency of control Principle of direct control Principle of reflection of plans Principle of individuality of control Principle of organizational suitability Principle of standard Principle of strategic point control The exception principle Principle of flexibility of control Principle of review Principle of action

55 Tahapan Pengendalian Menentukan standar atau dasar untuk koreksi Mengukur pelaksanaan Membandingksn pelaksanaan dengan standar dan menentukan deviasi-deviasi bila ada Melakukan tindakan perbaikan jika ada penyimpangan, agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana

56 Jenis pengendalian Production control Financial control Personal control Time control Pollcy control Tehnical control Sales control Inventory control Maintenance control Alat pengendalian Budget Personal observation Report Financial statement Statistik Break even point Internal audit

57 1. Pengawasan memerlukan rencana 2. Pengawasan memerlukan struktur organisasi

58 Sistem Informasi Manajemen adalah pendekatan-pendekatan yang direncanakan dan disusun untuk memberikan bantuan yang piawai yang memudahkan proses manajerial kepada pejabat pimpinan

59 1. Melalui pengamatan sendiri secara langsung 2. Melalui wawancara 3. Melalui perkiraan koresponden (pembawa berita) 4. Melalui daftar pertanyaan

60  Capturing operasi ini menunjukkan pencatatan data dari suatu peristiwa atau kejadian dalam suatu bentuk, yaitu formulir-formulir kepegawaian, pesanan-pesanan pembelian.  Pemeriksaan (verifying) operasi ini menunjukkan pengecekan atau pengesahan data untuk menjamin agar data tersebut dapat diperoleh dan dicatat secara cermat

61  Penggolongan (classifying) operasi ini menempatkan unsur-unsur data dalam kategori khusus yang memberikan arti bagi  Penyusunan dan penyortiran  Operasi ini menempatkan unsur-unsur data dalam suatu rangkaian urutan khusus atau rangkaiaian yang telah ditentukan sebelumnya.  Peringkasan

62 MANAJEMEN BERWAWASAN NUSANTARA

63 MANAJEMEN BARAT DAN TIMUR MANAJEMEN MANAJEMEN TIMUR (JEPANG) BUDAYA MANAJEMEN BARAT (AMERIKA)

64 PERBEDAAN NILAI SOSIAL BUDAYA BARATTIMUR LIBERALISME, INDIVIDUALISME, KEBEBASAN PRIBADI SOSIALISME, KOLEKTIFISME, FAMILY SYSTEM, PATERNALISTIK LINGKUNGAN ALAM DAN MASYARAKAT

65 MANAJEMEN BARAT VS MANAJEMEN TIMUR PRINSIP MANAJEMEN BARATPRINSIP MANAJEMEN TIMUR SHORT TIME EMPLOYMENT RAPID EVALUATION AND PROMOTION SPECIALIZED CAREER PATH EXPLICIT CONTROL MECHANISM IND. DECISION MAKING INDIVIDUAL RESPONSIBILITY LIFE TIME EMPLOYMENT SLOW EVALUATION AND PROMOTION NON SPECIALIZED CAREER PATH IMPLICIT CONTROL MECHANISM COLLEC. DEC. MAKING COLLEC RESPONSIBILITY

66 MANAJEMEN BERWAWASAN NUSANTARA Adalah penerapan manajemen dalam mewujudkan tujuan dilandasi oleh nilai- nilai sosial budaya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

67 PRINSIP MANAJEMEN BERWAWASAN NUSANTARA Prinsip dasar kepemimpinan Indonesia dengan wawasan Nusantara Diungkapkan secara filosofis dalam kalimat: ING NGARSO SUNG TULODO ING MADYA MANGUN KARSO TUT WURI HANDAYANI ASAHASAH ASUHASUH ASIHASIH

68 MODEL BAYA KEPEMIMPINAN INDONESIA ING NGARSO SUNG TULODO jika tingkat kesiapan bawahan/ anggota kelompok rendah maka pimpinan harus memberikan pengarahan yang di sertai contoh-contoh terperinci. ING MADYA MANGUN KARSO jika tingkat kesiapan bawahan/ anggota kelompok sedang maka pimpinan perlu terjun ke lapangan. Berada di tengah-tengah mereka memberikan semangat kerja. TUT WURI HANDAYANI jika tingkat kesiapan mereka/ anggota kelompok cukup tinggi maka pimpinan tidak perlu banyak campur tangan. Tugas cukup didelegasikan kepada mereka dan pimpinan tinggal memantau dari jauh.

69 POLA DASAR KEPEMIMPINAN INDONESIA MUSYAWARAHMUSYAWARAH UNTUKUNTUK MUFAKATMUFAKAT


Download ppt "DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUANBAB II PLANNINGBAB III ORGANIZINGBAB IV STAFFINGBAB V DIRECTINGBAB VI CONTROLLING."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google