Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Disajikan pada Seminar “Jateng Bebas Pasung”, Musda IAKMI Jateng 10.03.2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Disajikan pada Seminar “Jateng Bebas Pasung”, Musda IAKMI Jateng 10.03.2012."— Transcript presentasi:

1

2 KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Disajikan pada Seminar “Jateng Bebas Pasung”, Musda IAKMI Jateng

3 WHO Definition of Health Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (1948). Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity (1948). Dikuti dari: Unutzer, 2011

4 1999 Disease or Injury2020 Disease or Injury TREN DALY DALY = Disability-adjusted life year 1. Acute lower respiratory infections 2. HIV/AIDS 3. Perinatal conditions 4. Diarrhoeal diseases 5. Unipolar major depression 6. Ischaemic heart disease 7. Cerebrovascular disease 8. Malaria 9. Road traffic injuries 10. Chronic obstructive pulmonary disease 11. Congenital anomalies 12. Tuberculosis 13. Falls 14. Measles 15. Anaemias 1. Ischaemic heart disease 2. Unipolar major depression 3. Road traffic injuries 4. Cerebrovascular disease 5. Chronic obstructive pulmonary disease 6. Lower respiratory infections 7. Tuberculosis 8. War 9. Diarrhoeal diseases 10. HIV 11. Perinatal conditions 12. Violence 13. Congenital anomalies 14. Self-inflicted injuries 15. Trachea, bronchus and lung cancers Source: WHO, Evidence, Information and Policy, 2000

5 Released October 4, 2001 Released October 4,

6 World Health Report 2001 Messages (1-3) Mental health is relevant to all of health. Mental disorders are real, diagnosable, common and universal. If left untreated, they can produce suffering and severe disability in individuals, and major social and economic losses. Mental disorders are treatable. Prevention and treatment are possible and feasible, but currently most sufferers are unreached.

7 Recommendations 1.Provide treatment in primary care 2.Make psychotropic medications available 3.Give care in the community 4.Educate the public 5.Involve communities, families, and consumers 6.Establish national policies, programs, and legislation 7.Develop Human resources 8.Link with other sectors 9.Monitor community mental health 10.Support more research. Recommendations 1.Provide treatment in primary care 2.Make psychotropic medications available 3.Give care in the community 4.Educate the public 5.Involve communities, families, and consumers 6.Establish national policies, programs, and legislation 7.Develop Human resources 8.Link with other sectors 9.Monitor community mental health 10.Support more research. World Health Report 2001

8 Prev Gg Mental (Jateng: 12%) Cilacap17,7Kudus2,5Banyumas18,0Jepara11,1 Purbalingga18,8Demak4,7 Banjarnegara30,5Semarang14,7 Kebumen17,7Temanggung15,6 Purworejo6,2Kendal8,9 Wonosobo10,4Batang13,3 Magelang19,7Pekalongan13,5 Boyolali7,7Pemalang22,3 Klaten4,5Tegal7,3 Sukoharjo6,7Brebes19,5 Wonogiri7,3 Magelang Kota 3,4 Karang Anyar 3,4Surakarta11,3 Sragen11,2Salatiga14,1 Grobogan12,6 Semarang Kota 4,5 Blora3,9 Pekalongan Kota 9,4 Rembang6,1 Tegal Kota 11,5 Pati9,7 Riskesdas, 2007

9 Adverse Childhood Experience (ACE) Kekerasan pd anak Kekerasan emosional berulang Kekerasan emosional berulang Kekerasan fisik berulang Kekerasan fisik berulang Kekerasan seksual Kekerasan seksual Lingkungan keluarga traumatik Adiksi Napza Adiksi Napza Perceraian Perceraian Anggota keluarga depresi Anggota keluarga depresi KDRT thd ibu KDRT thd ibu Anggota keluarga dipenjara Anggota keluarga dipenjara Kehilangan keluarga Kehilangan keluarga Anak yg terabaikan Pembiaran fase tumbuh Pembiaran fase tumbuh Kebutuhan fisik, sosial dan emosional terabaikan Kebutuhan fisik, sosial dan emosional terabaikan * Setiap jenis berkontribusi dalam skor ACE Dampak traumat & Perilaku Beresiko akibat ACE Efek Neurobiologis Pertumbuhan neurol tergg Pertumbuhan neurol tergg Kesulitan menahan amarah Kesulitan menahan amarah Halusinasi Halusinasi Depresi Depresi Reaksi panik Reaksi panik Kecemasan Kecemasan Msalah somatik Msalah somatik Sulit tidur Sulit tidur Lemah ingatan Lemah ingatan Memori menakutkan Memori menakutkan Disosiasi Disosiasi Perilaku Beresiko Merokok Merokok Makan berlebihan Makan berlebihan Tdk mau beraktifitas Tdk mau beraktifitas Niat bunuh diri Niat bunuh diri Alkohol Alkohol Napza Napza Pasangan sesksual berlebih Pasangan sesksual berlebih Trauma ulangan Trauma ulangan Melukai diri Melukai diri Makan tdk adekuat Makan tdk adekuat Kekerasan thd org lain Kekerasan thd org lain Efek Jangka Panjang dr ACE Penyakit & Kecacatan Penyajit Jantung Koroner Penyajit Jantung Koroner Kankes Kankes Peny Paru Kronis Peny Paru Kronis Emfisema Emfisema Asma Asma Peny Hati Peny Hati Rfaktur Rfaktur Kualitas kesehatan rendah Kualitas kesehatan rendah STD STD HIV/AIDS HIV/AIDS Tekanan sosial Homelessness Homelessness Pelacuran Pelacuran Kekerasan, kriminalitas Kekerasan, kriminalitas Tdk mampu bekerja Tdk mampu bekerja Kekerasan berulang Kekerasan berulang Kemampuan mengasuh kel tbts Kemampuan mengasuh kel tbts Kekerasan antar-generasi Kekerasan antar-generasi Ketergantungan pada yankes kronis Ketergantungan pada yankes kronis

10 Korelasi Depresi Mental Dengan Skor ACE Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

11 Korelasi Percobaan Bunuh Diri Dengan Skor ACE Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

12 ACE Score Ever Hallucinated* (%) Adiksi Napza/ Alkohol *Adjusted for age, sex, race, and education. Korelasi Halusinasi Dengan Skor ACE Jenning, 2011

13 Korelasi Kemampuan Mengingat Dengan Skor ACE Percent With Memory Impairment (%) ACE Score Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

14 Korelasi Merokok Dengan Skor ACE % Jenning, 2011 N = 8,022 p<0.001

15 Korelasi Menjadi Penasun Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

16 KDRT Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

17 Pasangan Seksual >50org Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

18 Kehamilan Tak Terencana Dengan Skor ACE N = 8,022 p<0.001 Jenning, 2011

19 Not 16-18yrs yrs <=10 yrs abused Age when first abused Percent who impregnated a teenage girl 1.3x 1.4x 1.8x 1.0 ref ACE pada Anak Laki Dengan Menghamili Orang Jenning, 2011

20 Performansi Ditempat Kerja Dengan Skor ACE Prevalence of Impaired Performance (%) Jenning, 2011

21

22 Masa Kanak Berkelainan (Adverse Child Experiences) Perkembangan sistem syaraf terganggu Gangguan kognitif, emosional, & sosial Kehidupan sosial beresiko kesehatan Masalah sosial, Diabilitas & peny Kematiandini

23 Dikuti dari: Unutzer, 2011

24 Mental Health / Substance Abuse Neurologic Disorders 10-20% Diabetes 10-30% Heart Disease 10-30% Chronic Physical Pain 25-50% Cancer 10-20% Smoking, Obesity, Physical Inactivity 40-70% Timbal Balik (Vice Versa) Unutzer, 2011

25 Determinan Kesehatan Jiwa Kesehatan Biologis Kesehatan Biologis Perilaku individual Perilaku individual Lingkungan sosial Lingkungan sosial Lingkungan fisik Lingkungan fisik Akses ke layanan kesehatan dasar & rujukan Akses ke layanan kesehatan dasar & rujukan Kebijakan kesehatan dan program Kebijakan kesehatan dan program Kebijakan sosial dan kesejahteraan Kebijakan sosial dan kesejahteraan

26 ..... MasalahKeswa Masalah Kes fisik AdiksiNapza KemiskinanPengangguranhomeless Kekerasan & Kriminalitas

27 ... LINGKUNGAN PERSONAL PERILAKU Social Learning/ Social Cognitive Theory Kontribusi terbesar perilaku (abnormal) adalah LINGKUNGAN

28 APAKAH KITA SIAP?

29 NSPK lemah Propinsi hilang arah Kab/Ko bias politik Modal sosial daerah diskordans tdk dukung Kes NSPK lemah Propinsi hilang arah Kab/Ko bias politik Modal sosial daerah diskordans tdk dukung Kes Demoratisasi kes blm optimal, pemerintah cenderung sendiri & dominasi Advokasi politik kes terhambat Demoratisasi kes blm optimal, pemerintah cenderung sendiri & dominasi Advokasi politik kes terhambat Variasi antar daerah & sosek Pendekatan HDI blm terintegrasi & efektif Budaya orientasi sakit blm positive paradigm Variasi antar daerah & sosek Pendekatan HDI blm terintegrasi & efektif Budaya orientasi sakit blm positive paradigm Kemampuan mgmt kes daerah amat terbatas Health impact assmnt (-) Logistik kes msh lemah Kemampuan mgmt kes daerah amat terbatas Health impact assmnt (-) Logistik kes msh lemah PHC melemah terutama UKBM Mutu blm optimal Fragmentasi-sist rujukan tdk jalan “Komersialisasi” PHC melemah terutama UKBM Mutu blm optimal Fragmentasi-sist rujukan tdk jalan “Komersialisasi” Mgmt SDM daerah lemah shg Mslh Nakes kronis tdk selesai Kinerja Nakes di daerah terus menurun & tdk terdeteksi Sinergi pusat-daerah lemah utk perenc-produksi-kontrol Mgmt SDM daerah lemah shg Mslh Nakes kronis tdk selesai Kinerja Nakes di daerah terus menurun & tdk terdeteksi Sinergi pusat-daerah lemah utk perenc-produksi-kontrol Akses (-): econ barrier BOK sgt terpusat cenderung macet APBD kes kecil tdk ada tgg jwb daerah Akses (-): econ barrier BOK sgt terpusat cenderung macet APBD kes kecil tdk ada tgg jwb daerah STEERING & DESENTRALISASI SISKES TERHAMBAT OUTCOMEOUTCOME MGMT KES CIVIC ENGAGEMENT SDM KES INFRA STRUKTUR KES PEMBIAYAAN KES

30 Aksesibilitas-Availabilitas-Efektifitas PUSKESMAS tdk optimal Sulitnya penempatan SDM Terbatasnya anggaran pmbangunan Akuntabilitas sistem tmsk keuangan Komitmen Dinkes rendah Penggunaan teknol kes yg # optimal GAP antara kebutuhan & penyediaan Kualitas layanan yg blm optimal Infrastruktur & suplai obat tbts Jaminan Kes bagi masy (miskin) Budaya / Orientasi Mutu Msh rendah (Bachtiar, Lokakarya DTPK, 2008)

31 Pembinaan Mutu Dinas Kesehatan thd PUSKESMAS tdk optimal SDM terbatas & sub standar Terbatasnya anggaran Operasional Standar Pembinaan (-) Sisfokes & Knowl Mgmt optimal Advokasi kes (-) Supervisi Tdk berjalan Evaluasi Tdk Berjalan Pengawasan Tdk Berjalan Mgmt Prog sub-optimal Leadership & Orientasi Mutu Msh rendah 1)In-depth peserta workshop Puskesmas, )Dinkes Malang, 2011

32 KINERJA TIDAK BERMUTU: Tidak ada hubungan tingginya Cakupan Campak dengan Prevalensi Riskesdas, 2007

33 WTP=Wajar Tanpa Pengecualian WDP=Wajar Dengan Pengecualiaan Disclaimer=Tidak memberi pandangan Adverse=Opini akuntabilitas tak baik

34 MUNGKINKAH TELAH TERJADI KERUSAKAN SISTEM KESEHATAN?

35 TENAGA KESEHATAN TERABAIKAN?

36 Tenaga Kesehatan sebagai Faktor Kritis Paling signifikan dalam pencapaian pembangunan kesehatan (berkontribusi 80% terhadap keberhasilan) Paling signifikan dalam pencapaian pembangunan kesehatan (berkontribusi 80% terhadap keberhasilan)  Anand S, Bärnighausen T. Health workers and vaccination coverage in developing countries: an econometric analysis. The Lancet, 2007, 369: 1277–1285.  Speybroeck N et al. Reassessing the relationship between human resources for health, intervention coverage and health outcomes. Background paper prepared for The world health report Geneva, World Health Organization, 2006 (http://www.who.int/hrh/documents/reassessing_relationship.pdf). Sayangnya seringkali diabaikan: Sayangnya seringkali diabaikan:  Lemah dalam  Sistem produksi nakes, termasuk mutu  Perencanaan dan penyediaannya  Pendayagunaan Nakes, termasuk retensi & karir  Sinergi antar Pusat-Daerah, antar sektor, termasuk pemantauan dan sistem informasi tenaga kesehatan

37 Bukti-1: Kaitan Nakes dengan Cakupan Coverage (%) Skilled Birth Attendance Measles Immunization Health Worker Density (per 1,000) Sumber JLI 2004.

38 Bukti-2: Public Health Performance Index (PHAI) and No. Physicians Bachtiar, GHWA-Bangkok 2011 No. Doctors at Health Center PHP Index District City District City

39 Public Health Performance Index (PHAI) and No. Midwives 38 District City No. Midwives at Health Center PHP Index District City

40 Bukti-3: Hubungan Nakes dengan Mortalitas (Data dari 117 negara) Sumber: Anand & Baernighausen (JLI)

41 But, mal-distributed 40 MD Nurse Public Health Nutritionist Concentrated in Java Island Concentrated in Java Island

42 Jadi dimana masalahnya?  Jenjang Layanan  Jenjang sektoral dan sistem kesehatan  Jenjang kebijakan publik

43 Penyajian Jawa Barat Tingkat Puskesmas  Terkait manajemen SDM:  Pemindahan tenaga Puskesmas (Kab/ Kota) yang tidak mempertimbangkan kualifikasi yang telah dimiliki, menyebabkan kekacauan pada pelaksanaan perencanaan tenaga  Terkait anggaran:  Kebutuhan Pedoman/ Standar 6 upaya wajib dan 9 upaya pengembangan dan manajemen belum semua Puskesmas memiliki dengan lengkap, dan pemenuhannya membutuhkan anggaran yang tidak kecil

44 Tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota & Propinsi  Masalah kapasitas kebijakan & manajerial  Keterbatasan baik jumlah dan kemampuan yang tidak sebanding dengan jumlah Puskesmas dalam pelaksanaan fasilitasi monitoring evaluasi dan verifikasi hasil PKP.  Keterbatasan dalam memenuhi pemenuhan kebutuhan BOP, tenaga dan sarana prasarana yang diusulkan oleh Puskesmas  Keterbatasan kewenangan dalam pembinaan Puskesmas sebagai UPTD Dinas Kesehatan Kab/ Kota.  Masalah Health Account  Keterbatasan anggaran kegiatan di Dinas Kesehatan Kab/Kota untuk kegiatan fasilitasi monitoring evaluasi dan verifikasi Penyajian Jawa Barat

45 Inefficient Health-system Emphasize on “curing the illness” h-c policy Low access to hi-quality PH facilities Partial financing health care & more emphasize on “curing” Pushing more demand for curatives Higher health care cost- inflation push political bias more to curative Low achievement on health policies & regulations for Universal Coverage Beyond health, esp. Poverty Ignorancy for healthy life styles Low capacity of govt primary care Low political commitment for PHC Non-vitalized stagnant PHC infrastructure No political incentive scenario No/low profitable returns Low Public Private Sinergy Difficult restructuring of h-c financing infrastructure Dynamic changes of “volunterism” concept Weak supply system of PH workforce PROBLEM TREE

46 “Beyond Health” tmsk Kapasitas Fiskal Jenjang Sektoral (Sistem Kesehatan) STRATEGI PENGUATAN 3 JENJANG TSB? MDG+NCD Target Jenjang Kel/ Komunitas UKM UKP Healthy & protective mentally 6. Kepemimpinan kes & Akuntabilitas 5. Pembiayaan Kes 4. Obat & alkes 3. SIK & surveilens 2. Mgmt SDMKes 1.Mutu Yankes Layanan Public Health Inpres no 1 & 3 /2011 ttg percepatan pembangunan Mgmt Sektor Kes UKBM Percepatan Penanggula ngan Kemiskinan & Universal Coverage Jamkes & BOK TNP2K Minimal APBD 10%

47 PRINCIPLES?PRINCIPLES?

48 Prinsip KE-1: Kesehatan adalah HAK Pertama “Everyone has the right to a standard of living adequate for the health and well being of himself and his family, including food, clothing, housing and medical care, and necessary social services, and the right to security in the event of unemployment, sickness, disability, widowhood, old age or other lack of livelihood in circumstances beyond his control. Motherhood and childhood are entitled to special care and assistance. [article 25]” “Setiap orang memiliki hak berkehidupan layak untuk kesehatan dan kesejahteraan diri dan keluarganya, termasuk hak mendapatkan makanan, perumahan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial wajib lainnya, dan hak untuk mendapat perlindungan pada saat tidak bekerja, sakit, cacat, janda renta, lansia, atau keadaan kehidupan yang tidak memadai diluar kemampuannya. Ibu usia produktif dan anak2 seharusnya mendapat perlakuan dan pelindungan khusus” Universal Declaration of Human Rights, 1948

49 “The enjoyment of the highest attainable standard of health is one of the fundamental rights of every human being..." Prinsip KE-2: Kesehatan Bermutu Tinggi Adalah HAK

50 Pelayanan Kesehatan & Penanganan Faktor Risiko Kesehatan Kemerdekaan berpendapat & hak mendapat pelayanan Hak lanjut dalam pelayanan sesuai kebutuhan spesifik Perlakuan non-diskriminatif dan kesetaraan Tanggung jawab obligor langsung (provider kes) Tanggung jawab bersama (Pemerintah & masy) Saling keterkaitan berbagai sektor dan masy madani Dimensi-2 dari “RIGHTS TO HEALTH”

51 Prinsip KE-3: PENTINGNYA MENGELOLA PENGETAHUAN MISI BELAJAR LAYANAN MASY SEHAT MANDIRI

52 Inovasi & Pengemb Ranah PH scientist Ranah Pimpinan Kesmas RencanaAksiBerbiayaRencanaAksiBerbiaya Implementasi & Interaksi dg klien Ranah Intermediate Mgmt Lapangan Ranah Operasi & tindakan Program & Kebijakan Kes “Non-persuasive Communication” Team Approach (2008) Akurasi RelevansiOperasionalisasi Akseptansi Fokus Perhatian Setiap Tahapan Modifikasi dari: Baruch Fischhoff, Nonpersuasive Communication about matters of greatest urgency: climate change, Environmental Science & Technology A-Page Magazine. 41 (21), Masy & klien

53

54 KAPASITASIPEMBERDAYAAN PROTEKSI TRANSPARANSIAKUNTABILITAS KESMAS YANG EFEKTIF-EFISIEN BERMUTU-TERJANGKAU MERATA & SUSTAINABLE PROGRAM -PROGRAM

55 Resources Communication, Critical reflection&skill building Support & nurturance Structure, roles & responsibilities Participation Connectedness, Commitment,Shared Values Berfokus Pada Ketahanan Sosial

56 Globalisasi Sistem-2 dlm lingkungan Komunitas sekeliling Organizational Interpersonal Individual KAP Pada Interkoneksi

57 ... Kembangkan Model Ekologi Perilaku STATUS KESEHATAN PERILAKU KESEHATAN Individual Jar Sosial MasyarakatLokalNas./Global +Kognisi+Afeksi+Skills+Motivasi+Intensi+Predisposi+Demografi +Keluasan +Model dukungan: 1.Keluarga 1.Keluarga 2.Kelompok 2.Kelompok 3.Mentor 3.Mentor +Tokoh opini +Norma sosial +Budaya+Keterikatan +Efektifitas klp +Modal sosial +Kesenjangan ekonomi +Keluarga, RT, RW,firma, dll +Yankesmas +Infrastruktur yankes +Struktur sosial & penegakan regulasi +Budaya lokal +Media sosial +Pusat & Dekon +Global +Yankes rujukan +Infrastruktur rujukan +Struktur sosial & penegakan regulasi +Media sosial Modif: Abroms LC, Maibach EW, 2008

58 Coping Strategi Dengan Dukungan Jar Sosial Posisi diri dlm jaringan sosial Posisi diri dlm jar informasi Self Efficacy Kapasitas Absorpsi Adaptasi Diri Perilaku Sehat Social Network Theory Coping Theory: problem focused Coping Theory: emotion focused Modif ikasi dari: Kee-Young Kwahk,2011

59 ANALISA SITUASI ANALISA SITUASI FORMULASI STRATEGI FORMULASI STRATEGI PENGENDALIAN STRATEGI PENGENDALIAN STRATEGI IMPLEMENTASI STRATEGI IMPLEMENTASI STRATEGI Tahapan Strategis Setiap Fokus

60 PHCPHC ADALAH GARIS DEPAN PERTAMA

61 Contoh UKBM di sekolah Bradshaw, 2010

62 Memberdayakan Orientasi “NEED” Inovatif Kompetitif LEADERSHIP DINKES Antisipatif Katalistik IPKM HDI MDG Inovatif Orientasi Klien Orientasi Misi SYARAT DASAR: LEADERSHIP

63 Kontekstual Input Kegiatan Kes (Enabler) Kegiatan Kes (Enabler) Output Dampak langsung Dampak langsung Dampak lanjut Dampak lanjut Outcome Tata Pamong & Politik; Sosial-budaya; Ekonomi; Kondisi lingkungan & demografi; health belief s Kapasitas fiskalKapasitas infrastrukturKapasitas Nakes Kapasitas politik & kebijakan kesehatan serta perencanaan strategis kes Kapasitas manajemen kesehatan termasuk orientasi mutu kesehatan Kegiatan pelayanan kesehatan termasuk promotif sd rehabilitatif Cakupan/hasil yankes termasuk promotif sd rehabilitatif Mutu Sisyankes PSP Masy thd Kes↓Faktor Risiko Masy Berdaya Approp & AkseptansiEfisiensi yankes dasar & rujukanEkuitas SustainabilitasKetahanan indiv & KelKualitas hidup tmsk produktif

64 DimensiDariMenuju Layanan Sekedar kuratif rutin Pembelajar menuju bina kesmas Pengembangan Basic 6 saja + Need Oriented Persaingan utk maju Internal sesama Puskes/sektor kes Puskesmas Menuju IPM Proses Mutu Artikulasi Internal Pemenuhan Demand Pola Inovasi Lompatan terkotak2 Fusi teknol tepat-guna dg budaya kerja Difusi sosialEvolusi teknis saja Kohesif dg masy menuju ketahanan sos Paradigma INOVASI UTK PUSKESMAS Modif dari: Bachtiar, 2011

65  O - Output terukur  U - Utamakan budaya sehat & ancamannya  T - Training & Kerja Bareng  R - Rancang mobilisasi sumberdaya lokal  E - Eratkan partisipasi semua  A - Adopsi dan adaptasi rencana kerja  C - Cerahkan stakeholders mel komunikasi  H – Himpun-pelajari sukses & tahapan

66 NAKESNAKES PELIHARA DENGAN BAIK

67 Kemampuan “leadership” NAKES Budaya Politik Tim Kerja yang Akuntabel (Jujur) Knowledge Mgmt VISIONING “HEALTHY PUBLIC POLICY” Regulasi & kebijakanSumber-daya Sisyankes Primer sd Kuartier HDIMDG KETRAMPILAN HATI NURANI

68 MIRACLE SEBAGAI PRASYARAT

69 MI RESEARCH AS PILLAR RACLE APPRENTICING PERFECTIONCOMMUNITY INVOLVEMENT LEAD PRACTICING FOR MDG-NCD EDUCATING STAKEHOLDERS INTEGRATING SDH MANAGING RISK FACTORS

70 MI RESEARCHER RACLE APPRENTICECOMMUNITARIANLEADEREDUCATOR INNOVATOR MANAGER SKM adalah..

71 Monitor Status Kes Diagnosis & Investigasi Informasi, Kapasitasi, Pemberdayaan Mobilisasi Aliansi Kapasitas Kebijakan Penegakan Regulasi Penyediaan yankes SDM berkompeten Monev Mgmt System Riset

72 PIMPINAN PUSAT DAN WILAYAH MASYARAKAT SEKTOR KESEHATAN SEKTOR LAIN MIRACLE KOMITMEN HUMAN DEVELOPMENT HEALTH IN ALL POLICY DEVELOPMENT PROGRAM NCD-MDG EKUITAS-EFEKTIF-EFISIEN-SUSTAIN-BERMUTU- PEMBERDAYAAN & KEMANDIRIAN

73 Mari kita diskusi..


Download ppt "KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Disajikan pada Seminar “Jateng Bebas Pasung”, Musda IAKMI Jateng 10.03.2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google