Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

II. Introduction to Turbo C. Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 2 Konsep Dasar Bahasa pemrograman C dikembangkan dalam laboratorium.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "II. Introduction to Turbo C. Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 2 Konsep Dasar Bahasa pemrograman C dikembangkan dalam laboratorium."— Transcript presentasi:

1 II. Introduction to Turbo C

2 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 2 Konsep Dasar Bahasa pemrograman C dikembangkan dalam laboratorium Bell (USA) pada tahun Penciptanya adalah seorang pakar dalam bidang pemrograman, bernama Denis Ritchie. Pertama kali bahasa C diwujudkan pada komputer DEC PDP-11 yang memakai sistem operasi UNIX. Bahasa C sendiri merupakan pengembangan dari bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thompson dalam laboratorium Bell pada tahun 1970 dan digunakan untuk pengimplementasian dini dari UNIX. Pada tahun 1978, Dennis Ritchie bersama dengan Brian W Kernighan menyusun sebuah buku berjudul “The C Programming Language”. Buku ini selanjutnya digunakan sebagai acuan pembuatan berbagai versi C. Bahasa C berkembang pesat sejalan dengan pengembangan berbagai jenis kompiler C yang diciptakan oleh berbagai perusahaan perangkat lunak untuk dioperasikan pada sistem operasi lain seperti DOS. Untuk melaksanakan pembakuan terhadap bahasa C, ANSI(American National Standards Institute) membentuk tim kerja untuk membuat C standart ANSI, yang dimulai tahun Pada tahun 1987, Borland menciptakan sebuah kompiler C yang kemudian dikenal dengan nama Turbo C dengan mengacu pada standard ANSI tersebut.

3 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 3 Bahasa pemrograman C termasuk bahasa tingkat menengah, dalam arti C mudah dimengerti oleh user tetapi juga menyediakan fasilitas untuk mempermudah pengaksesan hardware. Program : = Langkah-langkah yang dilakukan oleh komputer untuk membaca data, melakukan proses dan menampilkan hasil proses. Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam menulis program:  Struktur program  Sintak penulisannya  Algoritma dari program Macam data :  Konstanta  Variabel Baik konstanta maupun variabel masing-masing mempunyai tipe data sendiri-sendiri. Tipe Data = sekumpulan nilai dan operasi yang dapat dikenakan terhadap nilai tersebut.

4 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 4 Terbagi Atas : Integer, Float, Char, String, void 1. Tipe data Integer Digunakan untuk menyimpan nilai yang tidak mempunyai bagian desimal.

5 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 5 2. Tipe Data Float Digunakan untuk menyimpan nilai yang mempunyai bagian desimal. Variabel tipe float bisa menampung data integer. Variabel tipe integer bila diisi dengan data float, maka yang dibelakang koma akan dibuang. JenisBesarRangeKeterangan Float43.4 * * Dalam bentuk desimal dapat menampung hingga 6 angka dibelakang koma Double81.7 * * Dalam bentuk desimal dapat menampung hingga 15 angka dibelakang koma Long double 103.4* * Contoh : E E2 12E+5

6 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 6 3. Tipe Data Character Digunakan untuk menyimpan satu data character (huruf, angka, simbol khusus, spasi dan escape sequences).. JenisBesarRangeKeterangan Signed char Bila dikaitkan dengan tabel ASCII adalah sbb : ASCII Integer character Unsigned char

7 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 7 Spesifikasi : Hanya dapat berisi 1 character, diapit oleh tanda petik tunggal, dan Case sensitive, escape sequences yang boleh digunakan adalah : KarakterKeterangan ‘\0’Karakter ber-ASCII nol (NULL) ‘\a’Karakter bel ‘\b’Karakter backspace ‘\f’Karakter formfeed (ganti halaman) ‘\n’Karakter newline (pindah baris) ‘\r’Karakter carriage return (ke awal baris) tanpa linefeed ‘\t’Karakter tab horizontal. Default 8 karakter ‘\v’Karakter tab vertikal ‘\\’Karakter \

8 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 8 ‘\’’Karakter ’ ‘\”’Karakter ’’ ‘\?’Karakter ? ‘\000’Karakter yang nilai oktalnya 000 (3 digit oktal) ‘\xhh’Karakter yang nilai hexadesimalnya hh (2 digit hexadesimal) Contoh : ‘A’ ‘a’ ‘7’ ‘:’ ‘\xDC’ merupakan karakter ASCII DCh (h = hexadesimal) ‘\10’ merupakan karakter ASCII 10 okatal atau 8 desimal. 5. Tipe Data String Digunakan untuk menyimpan data yang berupa kumpulan character. Tetapi yang perlu diingat, antara karakter dengan string 1 karakter di dalam bahasa pemrograman C sangat berbeda. Sebagai contoh karakter ‘j’ dengan string “j” mempunyai arti yang berbeda.

9 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 9 Spesifikasi : - Diapit oleh tanda petik ganda, - Bisa mengandung escape sequences, - Case sensitive. Contoh : “ABCDE” “1234” “True” “\xDB” merupakan karakter ASCII DBh (h = hexadesimal) atau 219 desimal. 6. Tipe Data Void Merupakan tipe data tak bertipe. Total byte yang dibutuhkan adalah 0. Latihan Tentukan tipe data dari nilai-nilai berikut ini : ‘F’ “F” “True” 1200 “13000” “12.56”

10 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 10 I. Konstanta = Data yang nilainya bersifat tetap (tidak berubah) selama program dijalankan. Contoh :  = kilogram = 1000 gram Cara penulisan konstanta : a. Langsung Luas = * jari² b. Melalui identifier Jika ditulis dengan menggunakan identifier, maka harus dideklarasikan terlebih dahulu. Nilai dari konstanta identifier ini tidak dapat diubah dalam program kecuali melalui proses input (scanf). Deklarasi konstanta Format: const tipe_data konstanta_identifier = nilai ; Contoh : const float phi = ;

11 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 11 c. Macro pendefinisian perintah/fungsi sederhana, misalnya : mendefinisikan konstanta. Apa yang sudah dideklarasikan pada #define, akan dicopy-kan ke semua statement program yang menggunakan apa yang sudah didefinisikan pada #define sebelum proses kompilasi dimulai. Apa yang sudah didefinisikan pada #define tidak dapat diubah lagi dalam program. Format : #define konstanta_identifier nilai Contoh : #define pi 3.14 (semua statement dalam program yang menggunakan pi akan diubah menjadi 3.14 sebelum proses kompilasi dimulai).

12 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 12 Identifier =Nama simbolis yang digunakan dalam sebuah bahasa pemrograman. Biasanya digunakan untuk nama variabel, konstanta, fungsi atau objek lain yang didefinisikan oleh pemrogram. Syarat : -Terdiri dari huruf (a..z, A.. Z), angka (0..9), dan underscore ( _ ) -Diawali dengan huruf/Underscore -Panjang maksimal 33 karakter -Tidak mengandung spasi -Case sensitive -Bukan reserved word / standart identifier/ keyword Contoh: Identifier Letter1, Hello, Variable, _Bilangan Bukan identifier : 1Letter, Const, two*four, joe’s

13 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 13 Reserved Word = Sebuah kata yang mempunyai arti khusus dalam sebuah bahasa pemrograman. Contoh : asm, auto, break, case, cdecl, char, const, class, continue, default, do, double, else, enum, extern, far, float, for, goto, huge, if, int, interrupt, long, near, pascal, register, return, short, signed, sixeof, static, struct, switch, typedef, union, unsigned, void, volatile, while, _cs, _ds, _es, _ss. Standard identifier = Merupakan identifier yang sudah digunakan sebagai nama fungsi, konstanta, variabel, ataupun objek lain dalam pustaka bahasa pemrograman tersebut. Contoh : printf, scanf, dll

14 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 14 Latihan Tentukan mana yang merupakan identifier dari pernyataan di bawah ini: Nama_pegawai 1Bulan Nilai Test Bulan1 DuaChar Char_Dua Boleh_Tidak_? So_far integer II. Variabel Data yang nilainya bisa mengalami beberapa kali perubahan (mungkin berulang kali) selama program dijalankan. Nilai yang tersimpan dalam variabel secara simbolis selalu ditandai dengan identifier. Sebelum variabel digunakan, harus dideklarasikan terlebih dahulu Deklarasi variabel Format : Tipe_data variable_identifiers ; Contoh : int jumlah ; Float nilai_mak ; Double gaji, bil ; Variabel dengan nama sama tidak boleh dideklarasikan ulang.

15 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 15 Cara pemberian nilai pada variabel : 1.Input dari keyboard Akan dibahas kemudian. 2.Assignment statement Sebuah perintah untuk menyimpan sebuah nilai atau sebuah hasil perhitungan ke dalam sebuah variabel. Format : Variabel_identifier = expression; Contoh : jari = 30; SqYards = MetersToYards * SqMeters ; A = b = c = 10 ; Sum = sum + item ; Tipe data dari variabel_identifier harus sama dengan expression. Pemberian nilai secara bersamaan dimulai dari kanan ke kiri. Contoh : a = b = c =10 ; c = 10 ; b = c ; a = b 3.Dilakukan bersama-sama dengan deklarasi. Format : Tipe_data Variabel_identifier = expression; Contoh : int jari = 30;

16 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 16 Struktur Program C Bahasa pemrograman C tersusun atas modul-modul berupa fungsi- fungsi.Modul utama dan paling sederhana adalah fungsi main(). Struktur Program C : Kepala program Berisi unit-unit yang diperlukan dalam program yang dibuat yang diambil dari pustaka bahasa C. Tubuh Program Terdiri dari deklarasi dan kumpulan perintah yang harus dijalankan. Antara deklarasi dan perintah letaknya adalah bebas, asal sebuah identifier sebelum digunakan sudah dideklarasikan terlebih dahulu di atas perintah yang akan menggunakannya. Diwakili oleh fungsi main(). #include type main( ) { /* deklarasi dan perintah yang harus dijalankan ; */ }

17 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 17 Perintah Input/Output Perintah Output 1. printf = Digunakan untuk menampilkan data ke layar monitor Unit : stdio.h Format : printf(“string_kontrol”, expression_list); String kontrol = berupa teks, penentu format atau karakter khusus. Penentu format = berkaitan dengan tipe data dari identifier yang akan ditampilkan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah urutan dari letak penentu format harus sesuai dengan urutan data yang akan mengisi penentu format tersebut. Format: %[flags][width][.precision] tipe Flags : - + blank

18 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 18 TipePenentu format Integerd atau i Unsigned integeru Long integerld Long unsigned integerlu Unsigned hexadesimal integerX untuk A,..., F x untuk a,..., f Unsigned okatal integero Float Bentuk desimal Bentuk pangkat Bentuk yang lebih pendek antara desimal dan pangkat f (format dddd.dddddd) e G Doublelf Charc Strings

19 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 19 Format Tampilan Format tampilan : Tipe Data Integer Format : %Nd N = Jumlah tempat yang disediakan b = blank Contoh : #include void main() { int Bil = 123; printf(“Bil = %d\n”, bil) ; printf(“Bil = %5d”, bil) ; } Output : 123 bb123

20 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 20 Tipe Data float Format : %N.Mf N = Jumlah tempat yang disediakan M = Jumlah tempat yang disediakan untuk bagian desimal b = blank Contoh : #include void main() { float Bil = ; printf(“Bil = %f\n”, bil) ; printf(“Bil = %7.4f\n”, bil) ; printf(“Bil = %9.4f”, bil) ; } Output : b

21 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 21 Tipe Data String Format : %Ns N = Jumlah tempat yang disediakan b = blank Contoh : #include void main() { printf(“%7s”, “Radio”) ; } Output : bbRadio Jika diinginkan rata kiri, maka hanya ditambahkan -. Contoh : printf(“Jari-jari = %-5.2f”, 5.3); Output : 5.30bb Expression_list = konstanta, variabel, ekspresi Contoh : printf(“Jari-jari = %d”, jari); printf(“%c merupakan abjad ke %d”,’b’, 2);

22 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 22 puts() = Digunakan khusus untuk menampilkan data string ke layar monitor. String yang ditampilkan secara otomatis akan diakhiri dengan /n (pindah baris). Unit : stdio.h Format : puts(string); Contoh : puts(“Alpro I”); putchar() = Digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter ke layar monitor tanpa diakhiri dengan perpindahan baris. Unit : stdio.h Format : putchar(‘karakter’); Contoh : putchar(‘A’);

23 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 23 Perintah Input scanf = Digunakan untuk menerima input dari keyboard. Unit : stdio.h Format : scanf(“string_kontrol”, variabel_identifier_list); String_kontrol = Penentu format. Variabel_identifier harus merupakan alamat (untuk menunjuk pada alamat variabel, gunakan &). Contoh : scanf(“%d”,&a); getche( ) = Digunakan untuk menerima input dari keyboard sebanyak 1 karakter saja dan tidak membutuhkan tombol enter untuk mengakhiri proses input. Hasil input akan ditampilkan ke layar. Unit : conio.h Format : getche(); Contoh : char x = getche();

24 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 24 getch( ) = Digunakan untuk menerima input dari keyboard sebanyak 1 karakter saja dan tidak membutuhkan tombol enter untuk mengakhiri proses input. Hasil input tidak akan ditampilkan ke layar. Unit : conio.h Format : getch(); Contoh : char x = getch();

25 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 25 Operator Aritmatika Ada beberapa macam operator aritmatika yang bisa kita gunakan di dalam bahasa pemrograman Turbo C, yaitu unary minus, pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian, sisa pembagian bulat. -Unary minus *Perkalian /Pembagian %Sisa pembagian bulat +Penjumlahan -Pengurangan Operator : + - * / Integer op Integer = integer Integer op real = real Real op integer = real Real op real = real Operator : % Integer op Integer = integer

26 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 26 Tata cara pengerjaan ekspresi matematika : Operasi aritmatika normalnya dikerjakan dari kiri ke kanan. Contoh : – 4 Jika di dalam sebuah ekspresi matematika terdapat beberapa macam operator aritmatika, maka urutan pengerjaannya adalah sebagai berikut: Unary minus, Perkalian, pembagian, dan sisa pembagian bulat, Penjumlahan dan pengurangan. Jika didalam suatu operasi aritmatika mengandung lebih dari satu operator yang mempunyai derajat sama, maka yang dikerjakan dari kiri ke kanan. Contoh : * 4 Bila dalam operasi aritmatika terdapat tanda kurung, maka yang di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. Contoh : (2 + 3) * 4

27 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 27 Contoh : #include void main() { int a1 = 10, a2, a3, a4; float b1 = 1.5, b2, b3, b4; a2 = a1 / b ; a3 = 45 / a1 + 3; a4 = 45.0 / a1 + 3 ; b2 = a1 / b ; b3 = 45 / a1 + 3; b4 = 45.0 / a1 + 3; printf(“\n %d “, a2); printf(“ %d “, a3); printf(“ %d “, a4); printf(“\n %f “, b2); printf(“ %f “, b3); printf(“ %f “, b4); } Output :

28 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 28 Operator Pemberi Nilai Aritmetika Var_identifier+=ekspresi ;  Var_identifier = Var_identifier + ekspresi Var_identifier-=ekspresi ;  Var_identifier = Var_identifier - ekspresi Var_identifier*= ekspresi ;  Var_identifier = Var_identifier * ekspresi Var_identifier/= ekspresi ;  Var_identifier = Var_identifier / ekspresi Var_identifier%=ekspresi ;  Var_identifier = Var_identifier % ekspresi Operator Increment dan Decrement Untuk variabel yang nilainya selalu bertambah atau berkurang satu dikenal operator increment dan decrement, yaitu ++ dan --. Contoh : a = a + 1 ditulis a++ atau ++a a = a – 1 ditulis a-- atau --a

29 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 29 Contoh : #include void main() { int bil = 10; printf(“%d\n”, bil); printf(“%d\n”, ++bil); printf(“%d\n”, bil++); printf(“%d\n”, bil); } Konversi Tipe data Tipe data dapat langsung diatur di dalam ekspresi aritmetika yang dituliskan, dengan demikian konversi tipe data akan langsung dilakukan pada setiap langkah perhitungannya. Pengaturan tipe data ini dituliskan sebagai : (tipe_data) variabel_atau_konstanta Output :

30 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 30 Spesifikasi : Pengatur tipe hanya mengatur sebuah variabel atau konstanta yang tepat berada di belakang pengatur tipe data. Untuk tipe data float bila di-integer-kan, maka yang di belakang koma akan dibuang. Contoh : (int) / 1.5  45 / 1.5 Bila setiap konstanta atau variabel hendak diubah tipenya, maka konstanta-konstanta atau variabel-variabel tersebut membutuhkan pengatur tipenya masing-masing. Contoh : (int) / (int) 1.5  45 / 1 Kita dapat menggunakan tanda kurung untuk mengatur dijalankannya proses aritmatika lebih dahulu, baru kemudian hasilnya dikonversikan ke dalam tipe yang diinginkan. Contoh : (int) (45.75 / 1.5)  (int)

31 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 31 #include void main() {int a1 = 10, a2, a3, a4, a5, a6, a7;float b1, b2; a2 = 45.5 / a ; a3 = (int) 45.5 / a ; a4 = (int) 45.5 / a1 + (int) (2.75) ; a5 = (int) / 0.5 ; a6 = (int) (45.75 / 0.5); a7 = (int) / (int) 1.5 ; b1 = 45 / a ; b2 = (float) 45 / a ; printf(“\n %d “, a2); printf(“ %d “, a3); printf(“ %d “, a4); printf(“%d “, a5); printf(“ %d “, a6); printf(“ %d “, a7); printf(“\n %f “, b1); printf(“ %f “, b2); } Output :

32 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 32 Hirarki Operator Prioritas ( ) unary minus * / % - + = += -= *= /= %= Latihan Ubah ekspresi berikut dalam bahasa C !

33 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 33 Fungsi Matematik 1. abs() Format: abs(Ekspresi_Integer) Fungsi : Untuk menentukan harga mutlak bilangan bulat. Unit :math.h Hasil :Bertipe integer. Contoh:abs(-5) = 5 abs(5) = 5 2. fabs() Format : fabs(Ekspresi_Float) Fungsi :Untuk menentukan harga mutlak bilangan desimal. Unit : math.h Hasil : Bertipe float. Contoh:fabs(-5.3) = 5.3 fabs(5.3) = 5.3

34 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C sqrt() Format : sqrt(Ekspresi_Double_Positif); Fungsi : Untuk menghitung akar pangkat dua dari suatu bilangan positif. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh : sqrt(4.0) = exp() Format : exp(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk menghitung nilai e Ekspresi_Double. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :exp(4.0) =

35 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C log() Format : log(Ekspresi_Double_positif); Fungsi : Untuk menghitung logaritma naturalis dari argumen. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :log(4.0) = log10() Format : log10(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk menghitung nilai logaritma berbasis 10 dari argumen. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :log10(100.0) =

36 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C pow() Format : pow(Ekspresi_Double1, Ekspresi_Double2); Fungsi : Untuk menghitung nilai Ekspresi_Double1 Ekspresi_Double2. Jika Ekspresi_Double1 & Ekspresi_Double2 0, maka akan mengembalikan nilai 1. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :pow(2.0, 3.0) = cos() Format : cos(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk menghitung nilai cosinus dari suatu sudut. Ekspresi_Double ditulis dalam radian. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh : cos(0.5) =

37 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C sin() Format : sin(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk menghitung nilai sinus dari suatu sudut. Ekspresi_Double ditulis dalam radian. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :sin(0.5) = tan() Format : tan(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk menghitung nilai tangent dari suatu sudut. Ekspresi_Double ditulis dalam radian. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :tan(0.5) =

38 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C ceil() Format : ceil(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk membulatkan argumen ke bilangan terdekat di atasnya. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh :ceil(123.54) = floor () Format : floor(Ekspresi_Double); Fungsi : Untuk membulatkan argumen ke bilangan terdekat di bawahnya. Unit : math.h Hasil : Bertipe double. Contoh:floor(123.54) =

39 Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 39 Latihan Buat program C sederhana untuk menghitung nilai z. 1. z = sin(x3 ln y) 2. z = (u + v) ½.x w2 3. z = ((x + y)3) ½ 4. z = | xy – w/z | 5. z = sin x ln y; y = x2 + 2x 6. z2 = b2 + c2 – 2 b c cos ß 7. z = sin3x. e5y cos2y 8. z = ex + y 9. x = t y = 3t – 6 11.z = nlog xy


Download ppt "II. Introduction to Turbo C. Algoritma dan Pemrograman I II. Introduction to turbo C 2 Konsep Dasar Bahasa pemrograman C dikembangkan dalam laboratorium."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google