Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Berdasarkan nilai dasarnya, sistem bilangan dapat dibagi menjadi : Binary (basis 2) Ternary (basis 3) Quarternary (basis 4) Quinary (basis 5) Senary (basis.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Berdasarkan nilai dasarnya, sistem bilangan dapat dibagi menjadi : Binary (basis 2) Ternary (basis 3) Quarternary (basis 4) Quinary (basis 5) Senary (basis."— Transcript presentasi:

1 Berdasarkan nilai dasarnya, sistem bilangan dapat dibagi menjadi : Binary (basis 2) Ternary (basis 3) Quarternary (basis 4) Quinary (basis 5) Senary (basis 6) Septenary (basis 7) Octenary (basis 8) Nonary (basis 9) Denary (basis 10) Undenary (basis 11) Duodenary (basis 12) Tredenary (basis 13) Quaterdenary (basis 14) Quidenary (basis 15) Heksadenary (basis 16) Binary (biner) Octenary (oktal) Denary (desimal) Heksadenary (heksadesimal) Sistem bilangan yang sering digunakan : Contoh : Bilangan biner : ( ) 2 Bilangan desimal : (237) 8 Bilangan desimal : (9521) 10 Bilangan heksadesimal : (2FA59) 16 SISTEM BILANGAN

2 KONVERSI BILANGAN Untuk mengkonversi bilangan desimal ke sistem bilangan yang lain dapat dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan nilai dasar yang digunakan oleh sistem bilangan lain tersebut. Desimal ke biner (14) 10 = (…) sisa : 0 sisa : Sehingga : (14) 10 = (1110) 2 Desimal ke oktal (52) 10 = (…) sisa : 4 sisa : 6 64 Sehingga : (52) 10 = (64) 8 Desimal ke heksadesimal (312) 10 = (…) sisa : 10 sisa : 3 sisa : 1 13A Sehingga : (312) 10 = (13A) 16

3 Untuk mengkonversi suatu sistem bilangan ke desimal digunakan rumus sbb : Konversi sistem bilangan yang lain ke desimal (ABC) N = (…) 10 =(A.N 2 + B.N 1 + C.N 0 ) 10 Contoh : Biner  Desimal (11001) 2 =(…) 10 =1x x x x x2 0 = =(25) 10 Oktal  Desimal (206) 8 =(…) 10 =2x x x8 0 = =(134) 10 Heksadesimal  Desimal (324) 16 =(…) 10 =3x x x16 0 = =(804) 10

4 Biner ke heksadesimal Pengubahan bilangan biner ke heksadesimal dilakukan dengan mengubah tiap 4 digit bilangan biner dari sebelah kanan menjadi bilangan heksadesimal. DesimalBinerHeksadesimal A B C D E F Sehingga  ( ) 2 = (1375) 16 Contoh : ( ) 2 = (…) biner heksadesimal

5 Heksadesimal ke biner Pengubahan heksadesimal ke biner dilakukan dengan mengubah tiap digit dari bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner. Contoh : (53A) 16 = (…) 2 A heksadesimal biner Sehingga : (53A) 16 = ( ) 2 DesimalBinerHeksadesimal A B C D E F

6 Biner  Oktal Contoh : ( ) 2 = (…) 8 Sehingga : ( ) 2 = (3263) 8 DesimalBinerOktal Pengubahan biner ke oktal dilakukan dengan mengubah tiap 3 digit bilangan biner dari sebelah kanan menjadi bilangan oktal. oktal biner Oktal  Biner Pengubahan oktal ke biner dilakukan dengan mengubah tiap digit dari bilangan oktal menjadi bilangan biner. Contoh : (537) 8 = (…) oktal biner Sehingga : (537) 8 = ( ) 2

7 KOMPLEMEN 1 & KOMPLEMEN 2 Komplemen 1 bilangan biner SebenarnyaKomplemen Contoh : Hitung komplemen 1 dari : a.(11001) 2  (110) 2 b.( ) 2  (111001) 2 c.( ) 2  (10011) 2 Komplemen 2 bilangan biner Komplemen 2 bilangan biner diperoleh dari komplemen 1 ditambah dengan 1. Contoh : Hitung komplemen 2 dari (10101) 2 ! Pertama, hitung komplemen 1 dari (10101) 2 Hasil komplemen 1: (01010) 2 Kedua, hasil komplemen 1 ditambah dengan 1 Hasil komplemen 2: (01010) 2 + (1) 2 : (1011) 2 Hitung komplemen 2 dari : a.(11001) 2  (111) 2 b.( ) 2  (111010) 2 c.( ) 2  (10100) 2

8 Komplemen 1 heksadesimal Untuk mendapatkan komplemen 1 dari bilangan heksadesimal, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1.Ubah heksadesimal  biner 2.Tentukan komplemen 1 dari biner tsb 3.Ubah komplemen 1 dalam bentuk biner  heksadesimal Contoh : Hitung komplemen 1 dari (58B) 16 ! 1. Heksa  biner (58B) 16 = ( ) 2 2. Tentukan komplemen 1 ( ) 2  ( ) 2 3. Ubah komplemen 1 biner  heksa ( ) 2 = (A74) 16 Komplemen 2 heksadesimal Komplemen 2 heksadesimal diperoleh dari penjumlahan komplemen 1 heksadesimal dengan 1. Contoh : Hitung komplemen 2 dari (58B) 16 ! Komplemen 1 dari (58B) 16 = (A74) 16 Komplemen 2 dari (58B) 16 = (A74) 16 + (1) 16 = (A75) 16

9 Selain menggunakan cara sebelumnya, komplemen 1 bilangan heksadesimal dapat juga diperoleh dari tabel berikut. AngkaKomplemen 1 0F 1E 2D 3C 4B 5A A5 B4 C3 D2 E1 F0 MENGHITUNG KOMPLEMEN DARI TABEL Untuk komplemen 2 tetap diperoleh dengan menambahkan komplemen 1 dengan angka 1 Contoh : Hitung komplemen 1 dan 2 dari (7BA) 16 ! Komplemen 1-nya = (845) 16 Komplemen 2-nya = (846) 16

10 OPERASI PERHITUNGAN Operasi perhitungan yang dilakukan : Penjumlahan Pengurangan Perkalian Pembagian Penjumlahan Bilangan Biner Dasar penjumlahan biner adalah : = = = = 10 (hasil penjumlahan 0 dengan carry 1) Contoh : (a) (b) (c)

11 Pengurangan Bilangan Biner Dasar pengurangan biner adalah : 0 – 0 = 0 1 – 0 = 1 1 – 1 = 0 10 – 1 = 10 (hasil penjumlahan 0 dengan carry 1) Contoh : (a) (b) (c) Perkalian Bilangan Biner Dasar perkalian biner adalah : 0 x 0 = 0 0 x 1 = 0 1 x 0 = 0 1 x 1 = 1 Contoh : 11 1 x (a) x (b) x x

12 Pembagian Bilangan Biner Pembagian untuk bilangan biner mengikuti prosedur yang sama dengan sistem bilangan desimal Contoh : (a) (b)


Download ppt "Berdasarkan nilai dasarnya, sistem bilangan dapat dibagi menjadi : Binary (basis 2) Ternary (basis 3) Quarternary (basis 4) Quinary (basis 5) Senary (basis."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google