Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tugas akhir bentuk 3 By : Suryani SKp MHSc PhD. Struktur TA dengan data sekunder (publish source) Pendahuluan/latar belakang Perumusan masalah Tujuan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tugas akhir bentuk 3 By : Suryani SKp MHSc PhD. Struktur TA dengan data sekunder (publish source) Pendahuluan/latar belakang Perumusan masalah Tujuan."— Transcript presentasi:

1 Tugas akhir bentuk 3 By : Suryani SKp MHSc PhD

2 Struktur TA dengan data sekunder (publish source) Pendahuluan/latar belakang Perumusan masalah Tujuan dan manfaat penelitian Thesis statement/ pernyataan penelitian: The current trend in treatment for congestive heart failure combines surgery and medicine Metode pengumpulan data Body (critical review) Kesimpulan dan saran

3 Pendahuluan Alasan kenapa ingin melalukan literatur review ttg suatu topik Adanya perbedaan hasil penelitian Kurangnya informasi di lapangan Pendalaman materi dll

4 Perumusan masalah the assessment of pain in older persons with cognitive impairment How to assess pain in older persons with cognitive impairment

5 Tujuan dan manfaat penelitian Menganalisa cara melakukan pengkajian nyeri pada lansia

6 Metode pengumpulan data Sumber yg digunakan Cara searching Jumlah artikel atau buku yg diperoleh Cara menyortir data Cara mengorganize data: finding flow

7 Kesalahan - Kesalahan Dalam Menulis (TA 3) 1. Plagiarism, merupakan kesalahan yang paling fatal, academic dishonesty

8 2. Menggunakan kutipan lansung yg terlalu banyak Menurut Simon (2006) stress “ bla.. Bla.. Bla…” yang merupakan “ bla.. Bla.. Blaa….” (Andri,2003). Richard (2004) juga mengatakan ttg stress sbb bla… bla…. Bla………………………………… bla…. Bla….. Bla……………………………….. dst……………………………………………………. Pakar lain, Inggrid (2001) mengatakan bahwa stress “bla.. Bla… bla……..”

9 Lanjutan Kesalahan - Kesalahan Dalam Penulisan TA 3 Kurang kritis, hanya kumpulan atau tumpukan dari literatur Kegagalan dalam menulis hubungan antara literatur dengan penelitian yg akan dilakukan Lupa menulis Sumber

10 Apa itu literature review ? A literature review is a critical analysis of published sources, or literature, on a particular topic. It is an assessment of the literature and provides a summary, classification, comparison and evaluation (QUT cite write)

11 Langkah – Langkah Dalam Literature Review

12 Identifikasi topik dan kata kunci Identifikasi Topik sebaiknya yang menarik bagi peneliti Merupakan bagian atau kelanjutan dari penelitian sebelumnya Specific Sesuai dengan latar belakang ilmu dari peneliti Identifikasi Kata Kunci

13 Identifikasi Database dan Software The searching engines are as follows: Dogpile : Bubl Information Service: Google: (scholar)http://www.google.com.au/ KartOO: MetaCrawler: Mooter: Vivisimo: Yahoo: Infomine: Infopeople:

14 Contoh data base: QUT Data Base for Nursing CINAHL with Full Text (Cumulative Index to Nursing & Allied Health) (via EBSCOhost)[About this database]CINAHL with Full Text (Cumulative Index to Nursing & Allied Health) (via EBSCOhost)[About this database] Health Collection (via Informit) [About this database]Health Collection (via Informit)[About this database] Health Reference Center - Academic (via Gale PowerSearch) [About this database]Health Reference Center - Academic (via Gale PowerSearch)[About this database] Medline (via EBSCOhost) [About this database]Medline (via EBSCOhost)[About this database] Medline (via Web of Knowledge) [About this database]Medline (via Web of Knowledge)[About this database] ProQuest Health & Medical Complete [About this database]ProQuest Health & Medical Complete[About this database] Mosby's Nursing Consult Scopus PubMed

15 Other sources Book eBook CD Room Thesis and dissertation Government/corporate reports

16 Searching literature Tujuan dari searching literature adalah untuk mencari apa yg telah diketahui berkenaan dengan topik anda. Hal – hal yang tidak boleh dilakukan (Tappen, 2010) : Memilih artikel yg ada fulltext saja Memasukkan artikel tidak berdasarkan data base tapi berdasarkan apakah artikel itu berkontribusi secara substantive terhadap landasan teoritis dan atau justifikasi dari topik yg sedang diteliti Membatasi pencarian hanya 5 tahun kebelakang. Membatasi pencarian hanya pada 2 data base Membatasi pencarian hanya pada electronic database. Tidak peduli pada publikasi dari Negara lain Melupakan sumber yg berasal dari buku, manuscript dan monograph Menggunakan data sekunder atau anecdotal report Malu bertanya ketika menemukan kesulitan Menggunakan Web based material dari sumber yang tidak jelas

17 Searching literature Yang harus dilakukan (Tappen,2010) Gunakan sebanyak mungkin term dengan variasi yg berbeda Lanjutkan pencarian sampai tidak ada lagi informasi yang baru Identifikasi sumber informasinya dengan teliti Search buku dan juga monograph Policy statement yang berkaitan dengan topik anda juga dicari Cari informasi untuk 15 – 20 tahun kebelakang untuk mencari literature asal Investigasi kredibilitas dari sumber yg ditemukan atau yg tidak dikenali Jika ada sumber yg tidak ditemukan tanyakan pada pegawai perpustakaan

18 Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan kredibilitas sumber informasi dari Website Reputasi dari sumber informasi : pemerintah…, organisasi profesi…, yayasan…cukup baik digunakan. Sumber lain sebaiknya jangan digunakan Untuk hasil riset penting dilihat apakah riset tersebut ada peer reviewnya atau tidak. Jika anda temukan sebuah hasil riset dari sebuah media umum, cari sumber riset aslinya. Jangan mengutip dari media itu.

19 Sortir literature Hasil pencarian biasanya menghasilkan banyak sekali artikel dan buku. Karena itu perlu penyortiran. Artikel yg tidak relevan lansung pisahkan. Bila ditemukan artikel dengan sumber kedua juga pisahkan kecuali bila sumber asli tidak ditemukan. Preliminary sorting dengan cara memisahkannya berdasarkan teori yang digunakan, significant potential measure, atau riset yang terkait Kemudian sortir lagi berdasarkan tingkat keterkaitan dengan topik yang diteliti. Kemudian pisahkan kedalam subtopic seperti quantitatif atau qualitatif, umur dari target populasi, setting penelitian, tipe pengukuran dan sebagainya.

20 Read the article: Baca artikelnya dan buat catatan Baca cepat (scanning) dulu artikel yang ada kemudian baru baca secara detail dengan hati – hati. Selama membaca garis bawahi hal – hal penting yang ditemukan untuk digukan kembali kemudian

21 Yang perlu diperhatikan pada tahap reading the article (Tappen, 2010) Bagaimana artikel ini berhubungan dengan topik saya Apakah ini merubah apa yang akan saya teliti Apakah ada ide baru utk riset selanjutnya Apakah ada new insight manakah dari artikel ini yang paling meng ‘address’ topik saya. Apakah hasilnya mendukung apa yang akan saya teliti? Basis teori yang mana yang paling dekat dengan pemikiran saya. Apakah dia mendukung ‘new direction’ untuk riset saya Bagaimana saya akan menyusun literature saya

22 Menulis Literature Review Caranya ? Tiap orang berbeda. Beberapa hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum memulai: Apakah saya lebih suka menuliskan dalam kertas dulu atau lansung di computer Apakaha saya mampu menyusun outline dalam pikiran saya atau haruskah saya tulis di sebuah kertas atau di computer Apa yang bisa membantu saya menyusun ide ? Membuat mind mapping ? diskusi sama teman ? Apakah saya harus menuliskan kalimat secara lengkap atau hanya menuliskan kata kunci saja terlebih dahulu Bagaimana saya dapat mensintesa apa yang sudah saya baca untuk menghindari terlalu banyak kutipan lansung Bagaimana saya bisa membuat hubungan antara berbagai teori

23 Tahapan dalam menulis literature review ScanningCategorizingFinding flowWritingRevision

24 Finding flow Chronological: by publication, by trend Thematic: Thematic reviews of literature are organized around a topic or issue, rather than the progression of time. Methodological: focuses on the “methods” of the researcher or writer.

25 First dratt Setelah selesai pengkategorian dan alur tulisan sudah dipahami mulailah menulis narasi berdasarkan outline yang sudah dibuat tadi. Product akhir dari pekerjaan ini adalah first draft Revision Tinggalkan first draft ini untuk satu atau dua hari. Kemudian baca kembali secara kritis Revisi Other’s correction & suggestion Setelah anda revisi first draft ini, maka siap untuk dibaca oleh mentor atau supervisor anda. Second draft Gunakan komentar mereka untuk menulis draft kedua anda. Clear, logis, persuasive argument for your propose research. Next step

26 Yang tidak boleh dilakukan(Tappen, 2010) Hanya melaporkan temuan tanpa ada kritik ( seperti sampel terlalu kecil, no random dsb) dan sintesa (seperti hubungan dengan teori dan temuan lainnya) Menggunakan terlalu banyak singkatan (BP,VT, CD, dst), gunakan hanya singkatan yang umum dan terangkan tentang singkatan itu diawal Menggunakan pengutipan yang banyak atau terlalu banyak kutipan daripada menuliskannya dengan kalimat sendiri Tidak menuliskan sumber Menggunakan terminology yang berbeda untuk ide yang sama. Ini bukan penulisan yang kreatif. It is scientific writing. Berusahalah untuk konsisten dan akurat Mengungkapkan dengan omongan yang besar dan berbunga – bunga. Ingat, anda harus menulis dengan sederhana dan elegant (elegant simplicity)

27 Yang perlu dilakukan dalam tahap menulis (Tappen,2010) Simpulkan setiap literature Sintesa, buat hubungan, persamaan dan perbedaan dari literature yang direview Tambahkan beberapa komentar yang menarik pembaca dan tambahkan secara mendalam dalam review anda Gunakan judul dan subjudul Buat kesimpulan akhir Hubungkan literature review dengan topik penelitian anda

28 Contoh summary literature yg dibaca Martin, J. K., Pescosolido, B. A., & Tuch, S. A. (2000). Of fear and loathing: The role of ‘disturbing behavior’ labels, and causal attributions in shaping public attitudes toward people with mental illness. Journal of Health and Social Behavior, 41, Martin, Pescosolido & Tuch (2000) examined the effects of descriptions of the targets’ behavior, causal attributions about the source of the behavior, the target’s perceived dangerousness, labeling and participants’ sociodemographic characteristics. Twenty percent of the participants labeled a target described with depressed symptoms as having a mental illness (as compared with 54% for those described with schizophrenic symptoms or 1% with normal troubles); 37% would be unwilling to interact with the depressed person (48% for the schizophrenic and 21% for normal troubles); and 33% felt that the depressed person would do violence to others (61% for the schizophrenic and 17% for the normal troubles).

29 Literature review example for article with the title: Persistent Auditory Hallucinations González, Aguilar, Berenguer,Leal and Sanjuan (2006), Psychopathology Journal Auditory hallucinations (AH) are one of the most frequent and characteristic symptoms in patients with schizophrenia [1]. Epidemiological studies suggest a prevalence higher than 60% in these patients. Nevertheless, although there has been an exhaustive investigation on AH, there are still numerous queries in the definition, etiology and the classification of this psychopathological phenomenon [2, 3]. Thus, there is not yet a definitive cognitive model for the pathogenesis of AH. Thus, although emotional response has recently been implicated in the pathogenesis of AH [4], contemporary neurocognitive models [for a review, see 5] have not paid enough attention to this component. Several structured instruments have been designed for the analysis of different phenomenological dimensions of hallucinations. Some of these scales were designed for the study of a general population [6, 7], some were developed for the assessment of hallucinations in every perceptive modality [8], and finally other scales were specifically designed to study AH in psychotic patients [9– 12]. Conventionally, the three most studied hallucinatory dimensions have been frequency, localization and content [13–15]. Despite these investigations, there is no established agreement regarding the most relevant dimensions for clinical practice. From the perspective of cognitive therapy, the intensity of emotional effects appear to be a nuclear aspect [16, 17]. If we focused on a medical model point of view, the persistence of hallucinations despite pharmacological treatment is probably the most relevant issue [18]. Moreover the intensity and persistence of AH have been related to a higher frequency of violent behavior [19, 20].

30 Nevertheless, it is a reality that clinicians have a tendency to relate the magnitude of the illness with the prevalence of symptoms. It is also known that, in an important proportion of psychotic patients, hallucinations persist despite neuroleptic treatment [9, 21]. Miller [18] observed that, if medication did not fully eliminate voices, it caused them to be less intense, frequent and emotionally harmful. Most of the studies [22, 23] related to persistent AH (PAH) focus on the coping strategies of this group of patients. In a classical paper, Falloon and Talbot [21] described the coping strategies of 40 patients and concluded that coping behavior, although relevant for the grade of adaptation, was independent of the clinical quality of AH. There are few studies looking at the psychopathological characteristics of patients with PAH. Hustig and Hafner [9] in a sample of 12 schizophrenic patients with PAH and persistent paranoid delusions of at least a 2-year duration found a signifi cant association between the quality of AH and anxiety and depression. It is important for therapeutic purposes that clinicians can predict if patients are persistent hallucinators. To our knowledge, there are no previous studies focusing on clinical differences between episodic and persistent hallucinations. Thus, the objective of our investigation was to study the clinical characteristics of psychotic patients with PAH and compare them with those of patients with episodic hallucinations. We focused on several dimensions of AH, and also on some clinical and demographic characteristics of these groups of patients.

31 Reference QUT Cite write. Writing literature review from Tappen, R M (2010). Advance Nursing research : From theory to practice. Ontario, Canada: Jones and Bartlett Publisher Randolp, J J (2009). A Guide to Writing the Dissertation Literature Review. Practical Assessment, Research & Evaluation, 14 (13), 2-13 Aston W (2012). Writing a short literature review from Language center, Asian Institute of Technology (2005). Writing a literature review. From web.pdx.edu/~bertini/pdf/literature_review.pdf Academic Skill center, writing a literature review from Lucy RH (2011). Final adulth learning reflection from González, Aguilar, Berenguer,Leal and Sanjuan (2006). Persistent auditory hallucination. Psychopathology Journal,39, 120 – 125.


Download ppt "Tugas akhir bentuk 3 By : Suryani SKp MHSc PhD. Struktur TA dengan data sekunder (publish source) Pendahuluan/latar belakang Perumusan masalah Tujuan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google